This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. (Arrahmah.com) – Bidang dakwah, pendidikan dan pelayanan masyarakat mujahidin Ash-Shabab Somalia pada Ahad (3/2/2013) kembali melaksanakan sejumlah program penting di wilayah yang berada dalam pemerintahan mereka. Di distrik Islam Kido, mujahidin mengadakan pelatihan ilmu syariat bagi penduduk setempat....

BULO BURTI

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

IMAM SUPRIADI UNTUK INDONESIA

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

2 Mei 2013

Pembersihan Etnis Muslim di Myanmar

Kaum muslimin rahimakumullah,
Allah SWT berfirman:
....mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup... (QS. Al Baqarah 217).

Ayat di atas jelas memberikan gambaran kepada kita bahwa kaum kafir, apapun agama dan ideologi mereka, manakala mereka berkuasa, mereka akan menindas dan membantai kaum muslim untuk membersihkan etnis muslim dari wilayah kekuasaan mereka. Kecuali kaum muslim itu murtad, alias kembali kepada kekufuran seperti mereka. Ayat di atas turun terkait dengan peperangan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy kepada kaum muslimin generasi pertama. Kaum muslim di Andalusia setelah berjaya di sana selama delapan abad dan memberikan warisan budaya tiada tara hingga menjadi bekal pencerahan bagi Eropa, justru dibantai habis oleh penguasa Nasrani pada saat mereka berhasil mengambil kekuasaan atas Andalusia dari kaum muslimin. Demikian juga di Philipina. Manila adalah kota yang didirikan oleh Sultan Sulaiman.  Namun kaum Katolik dari Spanyol Andalusia telah menguasai Manila dan seluruh Philipina, hingga kaum muslimin terdesak di Selatan Pihilipina dan mereka perangi hingga hari ini.  Tragedi Bosnia tahun 1993 telah membuka mata kita bahwa kaum kafir Serbia Yugoslavia tidak ingin muslim Bosnia lahir sebagai negara merdeka. Seperti itulah nasib kaum muslim Rohingya di Arakan Myanmar. 

Latar Belakang Sejarah Muslim Rohingya

Kaum muslimin rahimakumullah,
Secara genealogis bangsa Rohingya adalah keturunan India. Mereka menempati Arakan sejak sebelum Masehi. Dahulu mereka pemeluk agama Hindu, Budha Mahayana dan Animisme.  Ketika para pedagang dan dai-dai dari Arab datang ke Arakan tahun 788M, mereka mulai pindah kepada agama Islam. 

Pribumi India yang telah masuk Islam ini kemudian bergaul dengan para pemukim asing seperti Arab, Persia, Turki, Pathan, Bengali dan Mongolia . Pemukiman mereka terus berlanjut sepanjang sejarah.  Oleh karena itu, Rohingya bukanlah masyarakat dari satu ras,  tetapi berasal multi-rasial.  Namun, sebagian besar Rohingya memang merupakan keturunan India. 

Menurut Maurice Collis dan Pamela Gutman, orang Burma yang Mongoloid Tibet datang ke Arakan sekitar abad 10 M. Sejak itu, mereka memasuki Arakan kelompok demi kelompok hingga mereka mengalahkan jumlah pribumi India dan menjadi dominan di wilayah tersebut.  Mereka menegakkan kembali Buddha di Arakan, tapi kali ini dalam bentuk Theraveda Buddhisme. Faktanya, kata Arakan berasal dari Arkan (Rukun) yang telah diperintah oleh dinasti Muslim selama lebih dari 350 tahun sebelum invasi Burma.

Kemudian, dalam serangkaian serangan genosida, Muslim dibunuh secara brutal dan dihapus paksa dari sebagian besar dari 17 kota di Arakan. Sekarang Muslim tersisa dalam 3 sampai 4 kota. Kehidupan mereka sehari-hari seperti di sebuah penjara terbuka.

Kekerasan Anti Muslim Terus Berlangsung di Myanmar

Kaum muslimin rahimakumullah,
Kekerasan terhadap kaum muslim Rohingya dan Kaman di Arakan khususnya dan umat Islam di bagian lain Myanmar pada umumnya adalah hasil dari Islamofobia yang begitu mendalam dan mengakar serta Propaganda Anti-Muslim yang disponsori oleh negara yang mengarah ke penganiayaan sistematis dan genosida.

Penggunaan istilah Bentrokan/perselisihan biasa atau antar masyarakat sangatlah tidak relevan untuk kekerasan yang terjadi di Myanmar. Pada tanggal 28 Mei 2012, seorang wanita Buddha Rakhine yang bernama Ma Thida Tway diduga diperkosa, dijarah dan dibunuh di pinggiran sebuah desa bernama KyaukNimaw, Arakan, oleh orang tak dikenal.

Menurut laporan medis, wanita itu tidak diperkosa tapi dijarah dan dibunuh namun laporan itu disimpan karena tidak sesuai dengan rencana awal pemerintah Myanmar dan ekstrimis Budha Rakhine untuk menghasut kekerasan terhadap Muslim. Secara konspiratif rezim Burma dan ekstremis Rakhine menuduh tiga orang Rohingya telah memperkosa, menjarah dan membunuhnya.

Pada 3 Juni 2012, pembantaian biadab dan terorganisir dilakukan terhadap 10 peziarah Muslim oleh Rakhine Buddha di Taung Gote, Arakan. Pada 8 Juni 2012, genosida kolosal dilakukan terhadap Muslim Rohingya dan Kaman, dimulai ketika massa kaum muslim Rohingya di Maung Daw melakukan protes setelah shalat Jumat terhadap pembantaian 10 Peziarah Muslim.

Ringkasan kekejaman terhadap Muslim Rohingya, Kaman, dan Muslim lainnya

Kaum muslimin rahimakumullah,
Catatan ringkas kekejaman yang sedang berlangsung terhadap kaum muslim Rohingya, Kaman, dan kaum muslim lainnya di Myanmar adalah sebagai berikut:

1) Lebih dari 5.000 orang dibunuh dengan berbagai cara dan lebih dari 120.000 muslim digusur dari tanah mereka sendiri. Kaum muslim terpaksa tinggal di kamp-kamp konsentrasi di pinggiran Sittwe.
2) Para wanita dan anak perempuan muslimah di bawah umur diperkosa oleh militer dan lain-lain.
3) Properti kaum muslim dijarah setiap hari, Masjid dan tempat-tempat religi mereka ditutup. Ini akan segera menjadi tahun dimana mereka tidak bisa sholat di Masjid.
4) Orang-orang muslim berpendidikan dan orang-orang tak bersalah lainnya telah ditahan tanpa kesalahan apapun.
5) Sejumlah besar uang muslim selalu diperas setiap hari.
6) Muslim disiksa secara tidak manusiawi di sel-sel rahasia. 
7) Akses muslim terhadap makanan dan obat-obatan diblokir. Mereka mati kelaparan dan kini terjadi wabah penyakit yang marak di antara mereka.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Pada 20 Maret 2013, sepasang suami istri Burma pergi ke toko perhiasan seorang Muslim di Meikh-Htilla Township, Mandalay Division, untuk menjual emas palsu mereka. Ketika pemilik toko Muslim menolak membelinya orang Burma itu menghina pemilik toko.  Perkelahian terjadi.  Istri penjual emas palsu itu melaporkan bahwa suaminya terluka. Mereka menuju ke desa dan kembali lagi dengan membawa orang-orang kampung untuk menyerang kaum muslim di kota. Menurut beberapa orang, penjual emas palsu adalah intel Militer Burma yang menghasut kekerasan selama berminggu-minggu.

Dalam serangan itu, sekitar 15 Masjid yang dihancurkan dan hampir semua tempat tinggal Muslim dibakar.  Sekitar 100 Muslim tewas dan ribuan orang mengungsi. Kini, penguasa tidak mengijinkan pengungsi Muslim kembali ke tanah asli mereka dan tanpa belas kasihan mereka ditahan di lapangan terbuka. Kekerasan anti-Muslim menyebar ke kota-kota lain di Myanmar.  Mereka menghadapi bencana serupa yang  dialami Muslim di Arakan selama berbulan-bulan.  Gerakan anti-Muslim di Myanmar yang dipimpin oleh biksu Buddha sepanjang waktu.

Demikianlah kekerasan anti-Muslim di Myanmar yang terhitung sebagai Kejahatan terhadap Kemanusiaan (Crimes against Humanity) dan Pembersihan etnis (Ethnic Cleansing) terhadap kaum muslim Rohingya dan Kaman  sebagaimana dilaporkan oleh  Human Rights Watch (HRW) baru-baru ini.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Wajib bagi umat Islam di seluruh dunia memberikan solidaritas dari doa hingga jihad untuk menolong menyelamatkan mereka dari fitnah kekejaman, penindasan, pemerkosaan, dan perampasan hak mereka oleh kaum ekstrimis Budha dan Rezim Myanmar. Allah SWT berfirman:

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu Hanya semata-mata untuk Allah. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), Maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
(QS. Al Baqarah 193).

Baarakallahu lii walakum...

22 Mar 2013

Di Hari Jum'at Ada Penghapusan Dosa

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam terlimpah kepada Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Hari jum’at adalah Sayyidul Ayyaam (pemimpin hari) dan hari yang paling agung dan paling utama di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Pada hari itu terjadi beberapa kejadian besar; yaitu diciptakannya Adam, dimasukkannya ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, diturunkannya ke bumi dan diwafatkannya, dan terjadinya kiamat. Oleh karenanya, pada hari tersebut para malaikat, langit, bumi, angin, gunung, dan lautan merasa khawatir di hari Jum’at (akan terjadi kiamat).
Hari Jum’at memiliki keutamaan yang tidak dimiliki hari lain. Kedudukannya di bandingkan dengan hari lain, seperti bulan Ramadhan terhadap bulan yang lain dan waktu ijabah doa pada hari itu sebagaimana lailatul qadar pada bulan Ramadlan.
Hari Jum’at menjadi cermin bagi kualitas amal sepekan seorang hamba, sebagaimana Ramadhan yang menjadi cerminan amal setahunnya. Jika amalnya pada hari Jum’at tersebut baik, seolah-olah menggambarkan amalnya pada pekan tersebut juga baik. Sebagimana Ramadhan, jika ibadah di dalamnya baik, baik pula amalnya pada tahun tersebut, begitu juga sebaliknya.
Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat ibadah yang wajib dan sunnah yang tak diperoleh di selainnya. Di antaranya shalat Jum’at, bersuci dan memakai wewangian dan pakaian terbagus yang dimiliki ketika menghadiri jum’atan, membaca surat Al Kahfi, bershalawat untuk Rasulullah, dan amal-amal shalih lainnya.
Karenanya, seorang hamba hendaknya menjadikan hari Jum’at sebagai hari ibadah dan menjadikannya sebagai hari libur agar lebih maksimal memanfaatkan kesempatan emas yang Allah anugerahkan di dalamnya dan menggapai keutamaan-keutamaan yang besar. Bukan malah hari Ahad yang menjadi hari ibadah orang Nashrani.

Di Hari Jum’at Ada Penghapusan Dosa
Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya, dari Salman dia berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertanya kepadaku, “Apakah kamu tahu hari Jum’at itu?” Aku menjawab, “Hari Jum’at adalah hari Allah mengumpulkan Nabi Adam.” Beliau menjawab,
لَكِنِّي أَدْرِي مَا يَوْمُ الْجُمُعَةِ لَا يَتَطَهَّرُ الرَّجُلُ فَيُحْسِنُ طُهُورَهُ ثُمَّ يَأْتِي الْجُمُعَةَ فَيُنْصِتُ حَتَّى يَقْضِيَ الْإِمَامُ صَلَاتَهُ إِلَّا كَانَ كَفَّارَةً لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْمُقْبِلَةِ مَا اجْتُنِبَتْ الْمَقْتَلَةُ
Tapi aku mengetahui apa hari jum’at itu. Tidaklah seseorang menyempurnakan bersucinya, lalu mendatangi shalat Jum’at, kemudian diam hingga imam selesai melaksanakan shalatnya, melainkan akan menjadi penghapus dosa antara Jum’at itu dengan Jum’at setelahnya, jika dia menjauhi dosa besar.
Masih dalam Al Musnad, dari Atha' al Khurasani, dari Nubaisyah al Hudzaliy bahwa dia meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Bahwasanya jika seorang muslim mandi pada hari Jum'at, lalu datang ke masjid dan tidak menyakiti seseorang; dan jika dia mendapati imam belum datang di masjid, dia shalat hingga imam datang; dan jika ia mendapati imam telah datang, dia duduk mendengarkan khutbah, tidak berbicara hingga imam selesai melaksanakan khutbah dan shalatnya. Maka (balasannya) adalah akan diampuni semua dosa-dosanya pada Jum'at tersebut atau akan menjadi penebus dosa Jum'at sesudahnya."
Dari Abu Darda' Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَبِسَ ثِيَابَهُ وَمَسَّ طِيبًا إِنْ كَانَ عِنْدَهُ ثُمَّ مَشَى إِلَى الْجُمُعَةِ وَعَلَيْهِ السَّكِينَةُ وَلَمْ يَتَخَطَّ أَحَدًا وَلَمْ يُؤْذِهِ وَرَكَعَ مَا قُضِيَ لَهُ ثُمَّ انْتَظَرَ حَتَّى يَنْصَرِفَ الْإِمَامُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
"Siapa mandi pada hari Jum'at, lalu memakai pakaiannya (yang bagus) dan memakai wewangian, jika punya. Kemudian berjalan menuju shalat Jum'at dengan tenang, tidak menggeser seseorang dan tidak menyakitinya, lalu melaksanakan shalat semampunya, kemudian menunggu hingga imam beranjak keluar, maka akan diampuni dosanya di antara dua Jum'at." (HR. Ahmad dalam Musnadnya)
Dalam Shahih Al Bukhari, dari Salman Radliyallah 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, 
لَا يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ فَلَا يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ثُمَّ يُصَلِّي مَا كُتِبَ لَهُ ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الْإِمَامُ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى
Tidaklah seseorang mandi pada hari jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyaknya atau mengoleskan minyak wangi yang di rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan dengan seksama ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara jum’at tersebut dan jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari)
Keterangan: bahwa pengampunan dosa dari satu Jum'at ke Jum'at berikutnya memiliki beberapa syarat. Yaitu dengan melaksanakan amalan-amalan yang disebutkan dalam hadits, antara lain mandi, membersihkan diri, memakai minyak atau wewangian, memakai pakaian terbagus, berjalan ke masjid dengan tenang dan berjalan kaki, tidak melangkahi dan memisahkan antara dua orang yang duduk bersebelahan, tidak menyakitinya, shalat nafilah sampai imam datang, tidak bicara dan tidak melakukan sesuatu yang sia-sia selama khutbah hingga selesai shalat. Dan masih ada satu syarat lagi, yaitu selama dia tidak melakukan dosa besar di hari itu. (PurWD/voa-islam.com)

2 Jan 2013

RENUNGAN TAHUN BARU 2013 MENURUT ISLAM: Makna Tahun Baru, Sejarah Tahun Baru, Hukum Perayaan Awal Tahun Baru, Artikel tahun Baru 1 Januari, Anda ikut merayakan tahun baru, mengikuti siapa?

 
 
 
 
 
 
9 Votes

Sejarah “tahun baru” masehi

Sejak Abad ke-7 SM bangsa Romawi kuno telah memiliki kalender tradisional. Namun kalender ini sangat kacau dan mengalami beberapa kali perubahan. Sistem kalendar ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap munculnya bulan dan matahari, dan menempatkan bulan Martius (Maret) sebagai awal tahunnya.
Pada tahun 45 SM Kaisar Julius Caesar mengganti kalender tradisional ini dengan Kalender Julian. Urutan bulan menjadi: 1) Januarius, 2) Februarius, 3) Martius, 4) Aprilis, 5) Maius, 6) Iunius, 7) Quintilis, 8) Sextilis, 9) September, 10) October, 11) November, 12) December. Di tahun 44 SM, Julius Caesar mengubah nama bulan “Quintilis” dengan namanya, yaitu “Julius” (Juli).Sementara pengganti Julius Caesar, yaitu Kaisar Augustus, mengganti nama bulan “Sextilis” dengan nama bulan “Agustus”. Sehingga setelah Junius, masuk Julius, kemudian Agustus. Kalender Julian ini kemudian digunakan secara resmi di seluruh Eropa hingga tahun 1582 M ketika muncul Kalender Gregorian.
Januarius (Januari) dipilih sebagai bulan pertama, karena dua alasan. Pertama, diambil dari nama dewa Romawi “Janus” yaitu dewa bermuka dua ini, satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang. Dewa Janus adalah dewa penjaga gerbang Olympus. Sehingga diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru.
Kedua, karena 1 Januari jatuh pada puncak musim dingin. Di saat itu biasanya pemilihan konsul diadakan, karena semua aktivitas umumnya libur. Di bulan Februari konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru. Sejak saat itu Tahun Baru orang Romawi tidak lagi dirayakan pada 1 Maret, tapi pada 1 Januari. Tahun Baru 1 Januari pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM.

==============================================

Sebuah Renungan, “Perayaan Tahun Baru”

Ditulis Oleh Al Ustadz Qomar ZA, Lc.

Anda ikut merayakan tahun baru, mengikuti siapa?

Perayaan tahun baru ternyata bukan sesuatu yang baru, bahkan ternyata itu adalah budaya yang sangat kuno, beberapa umat melakukan. Perayaan itu, diantaranya adalah hari raya Nairuz, dalam kitab al Qomus. Nairuz adalah hari pertama dalam setahun, dan itu adalah awal tahun matahari.
Orang-orang Madinah dahulu pernah merayakannya sebelum kedatangan Rasulullah. Bila diteliti ternyata ternyata itu adalah hari raya terbesarnya orang Persia bangsa Majusi para penyembah api, dikatakan dalam sebagian referensi bahwa pencetus pertamanya adalah salah satu raja-raja mereka yaitu yang bernama Jamsyad.
Ketika Nabi datang ke Madinah beliau mendapati mereka bersenang–senang merayakannya dengan berbagai permainan, Nabi berkata: ‘Apa dua hari ini’, mereka menjawab, ‘Kami biasa bermain-main padanya di masa jahiliyah’, maka Rasulullah bersabda:
إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ
بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْر
“Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari itu dengan yang lebih baik dari keduanya yaitu hari raya Idul Adha dan Idul Fitri. [Shahih, HR Abu Dawud disahihkan oleh asy syaikh al Albani]
Para pensyarah  hadits mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua hari yang sebelumnya mereka rayakan adalah hari Nairuz dan hari Muhrojan [Mir’atul mafatih]
Di samping majusi, ternya orang-orang Yahudi juga punya kebiasaan merayakan awal tahun, sebagian sumber menyebutkan bahwa perayaan awal tahun termasuk hari raya Yahudi, mereka menyebutnya dengan Ra’su Haisya yang berarti hari raya di penghujung bulan, kedudukan hari raya ini dalam pandangan mereka semacam kedudukan hari raya Idul Adha bagi muslimin.
Lalu Nashrani mengikuti jejak Yahudi sehingga mereka juga merayakan tahun baru. Dan mereka juga memiliki kayakinan-keyakinan tertentu terkait dengan awal tahun ini. [Bida’ Hauliiyyah]
Tidak menutup kemungkinan masih ada umat-umat lain yang juga merayakan awal tahun atau tahun baru, sebagaimana disebutkan beberapa sumber. Yang jelas, siapa mereka?, tentu, bukan muslimin, bahkan Majusi penyembah api nasrani penyemabah Yesus dan Yahudi penyembah Uzair.

Jadi siapa yang anda ikuti dalam perayaan tahun baru ini?

Lebih dari itu, ternyata perayaan tahun baru ini telah dihapus oleh Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, bukankah anda ingat hadits di atas?, Nabi menghapus perayaan Nairuz dan Muhrojan dan mengganti dengan idul Fitri dan Adha.
Lalu, kenapa muslimin menghidup-hidupkan sesuatu yang telah dimatikan Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam. Kata Ibnu Taimiyyah, Allah Subhanahuwata’ala mengganti (Abdala) konsekwensi dari kata Abdala (menggati) adalah benar-benarnya terhapus hari raya yang dulu dan digantikan dengan penggatinya, karena tidak bisa berkumpul antara yang menggati dan yang digantikan.
Tapi, kenyataannya justru tetap saja umat ini merayakan tahun baru, melanggar sabda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, sungguh benar berita kenabian Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam
« لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ ، وَذِرَاعًا
بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ » .
قُلْنَا يَا رَسُولَ
اللَّهِ ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ »
“Benar-benar kalian akan mengikuti jalan-jalan orang yang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga bila mereka masuk ke lubang binatang dhob (semacam biawak), maka kalian juga akan memasukinya. Kami berkata: Wahai Rasulullah Yahudi dan nashrani? Beliau berkata: Siapa lagi?.” [shahih, HR al Bukhori Muslim dan yang lain]
Kaum muslimin…
Belum lagi, apa yang mereka lakukan dalam perayaan tahu baru? Bukankan berbagai kemungkaran yang sangat bertolak belakan dengan ajaran agama. Kalau anda dari jenis orang yang pobhi dengan ajaran agama, saya katakan, bukankah dalam acara itu banyak terjadi hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan, abad, sopan santun, kehormatan jiwa dan berbagai kemuliaan-kemualiaan yang lain.
Hampir semua atau semua yang terjadi adalah kerendahan dan kehinaan martabat manusia apalagi martabat muslim. Tentu kita semua, saya dan anda dan mereka, sebenarnya menyadari akan hal itu, lalu kapan kita akan meninggalkannya, mengapa masih saja memeriahkan acara tersebut, tidakkah kita kembali saja kepada kehormatan kita dan kemulian kita serta tentunya ajaran agama kita.
Bersihkan dari bercak-bercak perayaan tahun baru, joget, pentas musik yang identik dengan kerendahan moral, minuman-minuman keras dan obat-obat terlarang, pembauran antara lawan jenis yang merusak moral, sampai pada pesta hura-hura dengan pakaian minim, pamer aurat, pacaran dan perzinaan, apakah kita menginkari terjadinya hal itu?
Berbagai sumber berita menyebutkan bahwa penjualan alat kontrasepsi baik kondom atau yang lain meningkat tajam dari tahun ke tahun menjelang perayaan malam tahun baru. Miris, kenyataan yang memperihatinkan, inikah moral bangsa kita, dimana susila dan dimana ajaran agama? Bila anda seorang muslim atau muslimah tidakkan takut dengan ancaman Allah Subhanahuwata’ala , Nabi shallahu alaihi asallam bersabda
إذا ظهر الزنا و الربافي قرية فقد أحلوا بأنفسهم عذاب الله
”Tidaklah nampak pada sebuah daerah zina dan riba melainkan mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri mereka” [Hasan, HR Abu Ya’la, al Hakim dan dihasankan oleh Asy Syaikh al Albani]
Juga, …
لم تظهر الفاحشة في قوم قط
حتى يعلنوا بها إلا فشا فيهم الأوجاع التيلم تكن في أسلافهم
“Tidaklah tampak pada suatu kaumpun perbuatan keji (zina, homoseks) sehingga mereka menampakkannya melainkan akan menyebar ditengah-tengah mereka penyakit-penyakit yang tidak pernah ada pada umat sebelumnya” [Sahih, HR al Baihaqi, disahihkan oleh asy syaikh al albani]
Saudaraku muslim…Saudariku muslimah…Masihkan anda akan menodai diri anda….
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah Subhanahuwata’ala dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya (Yahudi dan Nashrani), kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.[QS :al Hadid:16]
Ingat, liang lahat menunggu kita semua…
Wassalamu alaikum…
Sumber : http://www.salafy.or.id/sebuah-renungan-perayaan-tahun-baru/

27 Jun 2012

Pelatihan Militer Separatis di Papua, Apakah Juga Disebut Teroris?

Rangkaian Teror berupa penembakan terhadap anggota TNI,Polri dan masyarakat sipil di Papua dalam beberapa waktu terakhir ini terungkap sudah dalang dan pelaku di belakangnya.

Tertembaknya Mako Tabuni salah satu pimpinan organisasi Papua Merdeka (OPM) oleh aparat keamanan seolah menjadi jawaban tentang pertanyaan siapa dalang di balik Teror di Papua.Penembakan terhadap Tabuni kemudian berlanjut dengan penangkapan beberapa anggota separatis Papua yang dalam penangkapannya aparat keamanan menyita beberapa barang bukti seperti senjata api dan atribut organisasi gerakan sparatis OPM.

8 Jun 2012

Saat Yang Haram menjadi pilihan

Pertarungan jaman dengan lebih banyak jumlah manusia, menyuguhkan mereka berbagai cobaan dalam kehidupan. Salah satunya adalah tentang mencari nafkah.
"Mencari yang haram saja susah, apalagi mencari yang halal" begitu ucap banyak manusia yang nyaris putus asa dalam memenuhi kebutuhan perut mereka. Ya, memang begitulah kenyataan yang kita bisa jumpai di sekitar kita sekarang ini. Banyak orang jungkir-balik bekerja dan mengumpulkan harta demi sesuap nasi, dan tak jarang, terselip kesalahan dalam langkah tersebut. Akal tidak lagi perduli dan hati tidak lagi berontak, meski harus mengambil dan mendapatkan makanan haram yang sangat dilarang oleh Allah.

Namun betapa kasihannya manusia yang memilih yang haram untuk menjadi bahan baku darah mereka. Tidakkah seharusnya mereka bingung, karena betapapun banyaknya harta haram itu, maka tidak akan bermanfaat bagi mereka, malah akan sangat merugikan kehidupan mereka.

Bingung? ya, ketika harta haram itu kita makan, maka gara-gara makanan tersebut, doa kita bisa tidak diterima oleh Allah. Ibnu Abbas berkata bahwa Sa'ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi SAW, "Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah." Apa jawaban Rasulullah SAW, "Wahai Sa'ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak baginya." (HR At-Thabrani)

Doa adalah senjata kita. Ketika kenyataan sudah menyudutkan kita pada kenyataan paling susah sekalipun, maka tiada jalan lain bagi kita untuk mengadu kecuali kepada Allah. Lalu jika dengan harta haram yang sudah terlanjur mengalir menjadi darah di tubuh kita, doa kita jadi tertolak, maka kemana lagi kita harus berbagi, saat manusia tak ada lagi yang bisa mengangkat kesulitan kita?

Atau ketika harta haram itu telah menjadi bagian dari tubuh kita maka akan menghalangi kita meraih surga. Seperti sabda Rasulullah SAW, ”Sesungguhnya tidak masuk surga daging dan darah yang tumbuh dari sesuatu yang haram, namun neraka lebih berhak untuknya. (HR Imam Ahmad Bin Hambal)

Bukankah semua orang akan mati, dan pastinya semua orang berharap bahwa muara dari kematian itu, adalah diperolehnya surga sebagai tempat tinggal abadi?. Lalu mengapa harus "menggorok leher sendiri" dengan mematikan kesempatan kita untuk memperoleh surga disebabkan karena sesuatu yang haram?

Ketika harta haram telah menjadi bagian dari diri kita, maka tidak diterimalah amalan kita. Rasulullah saw bersabda, "Ketahuilah bahwa suapan haram jika masuk ke dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari." (HR At-Thabrani).

Apalah guna bagi kita jika kita hidup tanpa ridho Allah. Dan ketika makanan itu menjadi penghalang diterimanya amalan kita oleh Allah, maka masihkan ada makna bagi kita untuk menjadi pribadi yang pantas dibanggakan?. Dan apalagi apa jadinya jika esok hari, Allah menghendaki kita untuk meninggal, dalam keadaan amal kita yang tertolak karena makanan haram yang kita makan?

Dan ketika harta haram itu telah menjadi pilihan kita, maka silaturrahmipun juga akan jadi sia-sia. Hal ini disabdakan oleh Rasulullah saw , "Barangsiapa mendapatkan harta dari dosa, lalu ia dengannya bersilaturahim (menyambung persaudaraan) atau bersedekah, atau membelanjakan (infaq) di jalan Allah, maka Allah menghimpun seluruhnya itu, kemudian Dia melemparkannya ke dalam neraka. Lalu Rasulullah saw bersabda, " Sebaik-baiknya agamamu adalah al-wara' (berhati-hati)." (HR Abu Daud).

Dan harta yang haram juga akan menjadikan sholat dan sedekah kita sia- sia. Dengarlah apa yang disabdakan Rasulullah saw, "Barangsiapa yang membeli pakaian dengan harga sepuluh dirham di antaranya uang haram, maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama pakaian itu dikenakan." (HR Ahmad)

"Barangsiapa mengumpulkan harta haram, kemudian menyedekahkannya, maka tidak ada pahala, dan dosa untuknya." (HR Ibnu Huzaimah)
Lalu, dimanakah lagi sepantasnya harus kita letakkan dan harus apakan lagi harta atau makanan yang haram itu?
Saudaraku yang dirahmati Allah...

Kadang bagi kita, bahwa hidup adalah tentang sebuah pilihan, memilih tentang yang halal atau yang haram. Tapi ketahuilah bahwa kebebasan memilih antara yang halal dan haram itu tidak ada. Buktinya ketika Allah melihat kita memilih yang halal, maka Allah akan memuliakan dan ketika kita memilih yang haram, maka Allah akan merendahkan...supaya apa? supaya kita memilih yang halal. Maka tak ada pilihan lain bagi kita kecuali hanya memilih yang halal. Karena Allah selalu menginginkan kita untuk menjadi hambanya yang baik dan selalu dalam kebaikan.
(Syahidah/voa-islam.com)

3 Jun 2012

Apa yang Harus Diperbuat Makmum Saat Imam Berdiri Rakaat Kelima?

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala piji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada hamba dan utusan-Nya, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Pernah kami temui, seorang imam yang shalat 'Ashar sampai lima rakaat. Saat berdiri pada rakaat kelima, seorang makmum telah mengingatkannya dengan tasbih (baca Subhanallah). Namun ini tidak diikuti oleh makmum yang lain, walau mereka mengaku mengetahui imam berdiri pada rakaat ke lima. Sehingga imam terus berdiri dan melanjutkan rakaat yang diyakininya sebagai rakaat keempat.
Lupa yang demikian adalah sesuatu yang manusiawi. Siapa saja bisa mengalaminya. Bahkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah juga. Beliau mengimami shalat manusia dengan lima rakaat, dan saat diberitahukan hal itu kepadanya, beliau sujud dua kali yang dikenal dengan sujud syahwi.
Diriwayatkan Muslim, Abu Dawud, al-Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad: dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah shalat lima rakaat. Maka saat sudah usai, orang-orang saling berbisik-bisik di antara merewka. Lalu beliau bertanya, "Apa yang kalian lakukan?" mereka menjawab, "Ya Rasulallah, apakah shalat ditambah?" beliau menjawab, "Tidak." Mereka berkata, "Engkau shalat lima rakaat." Maka beliau beranjak. Lalu sujud dua kali. Lalu salam. Kemudian beliau berkata, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian, aku bisa lupa sebagaimana kalian."
Ibnu Namir menambahkan dalam haditsnya, "Apabila salah seorang kalian lupa, hendaknya ia sujud dua kali.” Riwayat ini diungkapkan dengan bermacam-macam redaksi, hanya saja disepakati dalam satu makna, "Aku bisa lupa sebagaimana kalian lupa."
Apa yang Harus Diperbuat Makmum?
Pada kisah di atas, para sahabat tidak mengingatkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam saat bangkit pada rakaat kelima. Sebabnya, karena mengira ada nashk (penghapusan Syariat lama dengan syariat yang baru). Sesudah wafatnya beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam, maka syariat telah baku dan tidak ada lagi naskh dalam hukum. Sebagaimana firman Allah Ta'ala,
اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Maidah; 3)
Oleh karenanya, jika imam bangkit berdiri pada rakaat kelima, maka makmum yang benar-benar yakin ia telah pada rakaat sempurna tidak ikut berdiri. Karena berdirinya imam adalah berdiri yang salah, melebihi jumlah rakaat.
Sementara bagi imam, pada dasarnya ia menyambut peringatan makmum dan mengikuti mereka. Namun jika benar-benar yakin dalam posisi yang benar, ia tidak kembali karena teguran seseorang. Sehingga ia mendapati keraguan dalam dirinya karena persaksian orang banyak sebagaimana didasarkan kepada hadits Dzul Yadain yang berkata kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang shaolat Zuhur hanya dua rakaat, “Wahai Nabi Allah, apakah Anda lupa atau shalat diqashar?” Lalu beliau menjawab, “Aku tidak lupa dan tidak pula shalat diqashar.” Mereka menjawab, “Berarti Anda lupa, Ya Rasulallah!.” Beliau menjawab, “Dzul Yadain benar.” Lalu beliau berdiri dan shalat dua rakaat lalu salam. Kemudian beliau Shallallahu 'alaihi wasallam sujud sahwi.” (Muttafaq ‘alaih) [Lihat: Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal: II/149]
Maka jika ada banyak orang yang mengingatkan imam, selayaknya ia mengikuti mereka dan meninggalkan keyakinan (kemantepan)-nya. Semantara bagi makmum yang yakin bahwa imam telah menambah rakaat, ia tidak berdiri mengikuti imam.
Syaikh Musaid bin Basyir Ali (Muhaddits dari Sudan) berkata: "Apabila imam berdiri pada rakaat kelima, maka ia tidak diikuti." Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

19 Nov 2011

Peta kekuatan revolusi Islam dan mujahidin Suriah


DAMASKUS (Arrahmah.com) – Lebih dari 4000 warga muslim sunni telah tewas oleh kebiadaban tentara dan kepolisian rezim Nushairiyah Suriah. Puluhan ribu lainnya terluka parah. Korban tewas dan luka berat terus bertambah setiap hari. Selain itu, rumah, sekolah, masjid, pasar, ladang, dan bangunan sipil lainnya juga mengalami kerusakan parah oleh serbuan aparat keamanan dan militer rezim Bashar Asad dengan persenjataan berat.
Meski korban sudah demikian besar dan kebiadaban rezim Nushairiyah Suriah sudah terpampang di depan mata setiap hari, reaksi internasional sangatlah minim. Liga Arab memilih diam dengan kamuflase pengajuan peta perdamaian yang mandul di lapangan. Kekuatan Syiah Imamiyah Republik Iran dan Lebanon yang memendam kebencian berabad-abad kepada umat Islam ahlus sunnah wal jama’ah secara jelas memberikan dukungan politik, ekonomi, militer, dan intelijen kepada rezim Nushairiyah Suriah, karena faktor kesamaan ideologi Syi’ah ekstrim.
Tak diragukan lagi, kokohnya rezim Suriah amat penting bagi Israel dan Barat. Rezim Nushairiyah Suriah adalah pagar betis dan ‘anjing penjaga’ terdepan yang akan menghadang setiap upaya umat Islam ahlus sunnah di Suriah untuk mendukung jihad rakyat Palestina. Dengan tetap bercokolnya rezim Suriah, kekuatan zionis Yahudi akan leluasa menghantam perlawanan jihad muslim Palestina. Keruntuhan rezim Nushairiyah Suriah berarti terbuka lebarnya bantuan personil, makanan, obat-obatan, dan persenjataan bagi umat Islam Palestina. Hal itu jelas alarm bagi keruntuhan negara zionis Yahudi, suatu tragedi yang jelas akan dihalang-halangi oleh Amerika, Barat, Rusia, dan negara-negara kafir lainnya.
Jelaslah bahwa pembebasan bumi Islam Palestina dari cengkeraman zionis Yahudi era kaitannya dengan pembebasan bumi Suriah dari rezim Nushairiyah Suriah. Dari sini, revolusi umat Islam ahlus sunnah Suriah memiliki urgensi yang sangat luas dan jangka panjang bagi kemerdekaan kaum muslimin dari belenggu imperialisme zionis dan salibis internasional yang dikomandoi oleh Amerika Serikat dan NATO. Revolusi umat Islam ahlus sunnah Suriah juga menjadi benteng penting bagi membendung invasi ideologi, politik, ekonomi, dan militer agama Majusi-Syi’ah ekstrim (Syiah Imamiyah), yang dikomandoi oleh Republik Syiah Imamiyah Iran dan kini telah mendominasi Irak (pemerintahan boneka Irak pro-Barat), Lebanon (Syiah Imamiyah gerakan Hizbullah dan Droz), Suriah (rezim Nushairiyah), serta mulai menancapkan dominasinya di Arab Saudi, Yaman, dan Bahrain.
Begitu urgennya posisi revolusi Islam Suriah saat ini, sehingga dunia internasional berkonspirasi untuk menghancurkannya. Amerika, NATO, dan Barat mendiamkannya, dengn kamuflase sesekali meneriakkan kecaman di media massa sekedar ‘hiburan’ untuk konsumsi public. Negara-negara Arab yang tergabung dalam Liga Arab tunduk kepada rencana tuan besar Amerika dan Barat, bersikap ‘agak’ peduli dengan sesekali mengecam dan mengeluarkan proposal jalan damai. Hanya itu, tidak lebih. Lebanon, Iran, dan Rusia secara berkelanjutan mengirimkan dukungannya kepada rezim Nushairiyah dalam wujud bantuan ekonomi, personil dan peralatan militer, dan dukungan politik.
Tidak ada harapan bagi umat Islam ahlus sunnah di Suriah, selain kepada Allah SWt, kemudian mengandalkan persatuan dan kesetia kawanan mereka sendiri, dalam menghadapi konspirasi internasional ini. Seberapa besar kekuatan demostran rakyat sipil dan mujahidin Suriah? Tentu bukan hal yang mudah menjawab pertanyaan ini. Seorang koresponden dari pihak revolusioner Suriah menuliskan sebuah artikel singkat di forum Anshar al-Mujahidin, untuk memberi gambaran singkat peta kekuatan revolusi rakyat dan mujahidin di Suriah. Berikut ini terjemahan artikel tersebut.
***
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saudara-saudaraku yang tercinta dan mahkota kepalaku, para mutiara ketegaran yang bercahaya dan lilin yang menerangi…
Saya persembahkan kepada kalian sebuah bahasan yang sangat urgen bagi siapa saja yang ingi mengetahui hakekat konflik yang tengah berlangsung di Suriah.
Saya membagi bahasan ini sesuai urgensinya dan saya akan menjelaskannya secara singkat, karena bahasan yang panjang seringkali membosankan dan pembacanya tidak mampu mengambil manfaat yang berarti darinya.
Saya mulai dengan menyebut nama Allah.
Perang yang sedang berlangsung di Suriah saat ini terdiri dari dua pihak utama, yaitu:
Pertama, ahlsu sunnah wal jama’ah
Kedua, Nushairiyah dan orang-orang yang memberikan loyalitas kepadanya
Sekalipun sebagian pihak berusaha untuk mengingkari faktor golongan ini, namun realita menunjukkan ini adalah perang antara kedua golongan, sejak dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Untuk mengetahui kelompok selain ahlus sunnah, saya akan menyebutkannya dengan sangat singkat.
Pertama, Nushairiyah
Inilah kelompok yang paling berbahaya, karena memegang tampuk kekuasaan dan mengendalikan seluruh potensi negara. Nushairiyah dinisbahkan kepada pendirinya, Muhammad bin Nushair an-Numairi (catatan: Arrahmah.com telah mempublikasikan empat artikel bersambung tentang kelompok Nushairiyah, edt).
Jumlah mereka di Suriah sekitar 12 % dari keseluruhan penduduk Suriah, sedangkan ahlus sunnah mencapai 74 % dari keseluruhan penduduk Suriah.
Mereka berada di pegunungan Alawiyyin di pesisir Suriah, juga di propinsi Ladzikia, Thartus, dan dataran tinggi Golan. Mereka juga memiliki anggota yang cukup besar di Turki, dan pengikut yang sedikit di Lebanon, Irak, dan Palestina.
Kelompok najis ini adalah kelompok yang memegang kekuasaan di Suriah, berkat bantuan penjajah Perancis, setelah kekalahan yang dialami oleh orang-orang Turki Utsmani (dalam Perang Dunia I, edt). Turki Utsmani-lah yang pernah menimpakan kekalahan besar atas kelompok Nushairiyah. Penjajah salibis Perancis membagi-bagikan kekuasaan negara Suriah kepada kelompok Nushairiyah sehingga mereka bisa merampas kekayaan negara.
Hal yang sangat berbahaya, negara memberikan kepada kelompok Nushairiyah tanah-tanah di sekeliling kota Himsha (Homsh), sehingga sekitar satu juta orang Alawiyyin (Nushairiyah) menempati wilayah tersebu, lalu pada waktu belakangan berhasil membangun sejumlah proyek militer dan ekonomi. Mereka menjadikan wilayah tersebut sebagai calon ibukota negara mereka jika mereka telah berhasil merebut kekuasaan negara.
Program mereka ini membuat keadaan di Himsha menjadi sangat sulit. Kaum muslimin Himsha kemudian menyadari konspirasi jahat kelompok Nushairiyah ini, namun waktunya sudah sangat terlambat. Mereka mulai membeli tanah-tanah di belakang rumah orang-orang Nushairiyah. Sayangnya, mereka tinggal di daerah lain dan tidak menempati tanah-tanah tersebut.
Dari sini lahirlah pemikiran Salafi di propinsi Himsha, terkusus lagi di wilayah Bab Siba’ yang berada di tengah-tengah kota. Hal yang sama terjadi di wilayah Khalidiyah, Bab Amru, Talbisah, dan Ristan. Propinsi Himsha merupakan pusat kekuatan kelompok najis Nuhsairiyah. Oleh karenanya, rezim Nushairiyah Suriah dengan dukungan langsung penduduk Nushairiyah di propinsi ini melakukan serangan berat terhadap penduduk ahlus sunnah. Penduduk Nushairiyah yang menetap di propinsi Himsha sejak lama telah dipersenjatai oleh rezim Asad, dan kini mereka dipergunakan untuk memerangi para demonstan ahlus sunnah.

Kedua, kelompok Nashrani
Mereka berjumlah sekitar 10 % dari keseluruhan penduduk Suriah. Mereka terdiri dari kelompok Kristen Ortodoks, Katholik Roma, Kristen Maronit, dan Kristen Protestan. Mereka tidak memiliki kekuatan politik dan organisasi yang berarti di Suriah. Jumlah mereka sekitar satu setengah juta orang, dan mereka selalu loyal kepada rezim Asad baik secara lahir maupun batin. Sekitar satu juta di antara mereka adalah penganut Kristen Ortodoks, dan sisanya menganut aliran Kristen lainnya. Mereka berada di propinsi Damaskus, Halb (Alepo), Haskah, Sahl Ghab, dan sebagian wilayah aliran sungai Eufrat. Mereka adalah orang-orang yang mengejar keuntungan belaka, dan sejak beberapa waktu yang lalu sebagian mereka mulai meninggalkan Suriah karena khawatir atas kepentingan mereka.
Ketiga, Syiah Ismailiyah
Pusat kekuatan mereka berada di kota Sulamiyah dan sebagian pedesaan Thartus. Mereka loyal kepada rezim Nushairiyah karena faktor kedekataan akidah antara sekte Syiah Ismailiyah dan Nushairiyah.
Keempat, Droz
Mereka menempati kota-kota dan pedesaan di propinsi Suwaida’. Jumlah mereka sekitar 300.000 orang. Mereka loyal kepada rezim Nushairiyah dan memegang jabatan sebagai para komandan pada beberapa battalion militer Suriah.
Kelima, Syiah
Mereka adalah para infiltran dalam masyarakat Suriah. Pemerintahan penjahat Iran dan Lebanon telah membackingi penyebar luasan ajaran Syi’ah. Mereka tidak mendapatkan tanah yang subur bagi agama mereka di Suriah, selain di beberapa pedesaan dan pada diri orang-orang bodoh.
Jumlah mereka tidak lebih dari 80.000 orang. Mereka mengeluarkan banyak uang untuk merekrut pengikut. Mereka bahkan berani membayar 10.000 dolar kepada setiap orang yang mau memeluk agama rusak mereka tersebut. Mereka tidak memiliki kekuatan yang berarti, selain kaitan erat dengan rezim Nushairiyah Suriah, Hizbul Laata (plesetan dari Hizbullah Lebanon, edt), dan Iran.
***
Kesimpulannya
Saudara-saudara kalian di Suriah saat ini berada dalam kondisi jihad dan ribath fi sabilillah
Mereka melawan rezim jagal yang biadab yang didukung oleh bala tentaranya dan antek-antek kejinya
Mereka juga menahan laju perluasan imperium Shafawi Alawi (Syi’ah Imamiyah) Majusi (Iran, edt)
***
Peta kekuatan mujahidin di Suriah
Propinsi Himsha
Saudara-saudara kalian di propinsi Himsha, terkhusus orang-orang yang bertempur, mencapai 7000 orang, mereka tergabung dalam brigade Khalid bin Walid yang membawahi beberapa regu jihad. Mayoritas mereka berakidah salaf. Sebagian kecil di antara mereka adalah orang-orang Sufi yang membantu mujahidin, demi membalas kebiadaban rezim Nushairiyah, dan sebagian mereka memeliki keberanian bertempur. Sisanya adalah masyarakat awam.
Propinsi Idlib, Jisr Syughur, kota-kota dan pedesaannya
Saya tidak memiliki info tentang mujahidin di kedua propinsi tersebut. Namun sebagian kawan memberitahukan kepada saya bahwa ikhwah yang berakidah salaf-lah yang mengendalikan pertempuran melawan rezim Nushairiyah di kedua propinsi tersebut.
Propinsi Damaskus dan daerah pinggirannya
Di sana terdapat beberapa brigade dan regu jihad. Di antaranya regu Mu’awiyah bin Abi Sufyan, regu Abu Ubaidah bin Jarah, dan lain-lain.
Di wilayah Dauma, pemikiran salafi berkembang pesat sebelum revolusi terjadi. Para wanita muslimah memakai baju kurung yang lebar dan memakai cadar. Terdapat para mujahid yang mengangkat kepala melawan rezim Nushairiyah.
Hal yang sama terjadi di wilayah Harasta, Kiswah, dan Qadam.
Adapun wilayah Maidan merupakan jantung kota Damaskus yang terus berdenyut, dan merupakan wilayah penduduk asli Suriah.
Demonstrasi-demonstrasi di wiayah Damaskus diikuti oleh para penduduk asli Damaskus. Adapun sisa penduduk lainnya adalah para pendatang yang meninggalkan kota-kota mereka dan mengejar keuntungan belaka.
Wilayah Dier Zur, Qauriyah, Mayadin, dan Bukmal
Mereka adalah penduduk yang paling dekat dengan kelompok Salafi Jihadi, karena faktor perang Irak.
Di wilayah Dier Zur terdapat brigade Umar bin Khathab yang terdiri dari beberapa regu tempur.
Di wilayah Bukmal terdapat brigade Allahu Akbar yang terdiri dari beberapa regu tempur.
Wilayah-wilayah ini menerima kehadiran ribuan mujahid dan pelaku bom syahid (dari berbagai negara), dan penduduknya membantu para mujahid tersebut memasuki wilayah jihad di Irak.
Selama masa persinggahan ribuan mujahid tersebut di wilayah-wilayah ini, mereka mengajarkan pemahaman salafi jihadi kepada penduduk setempat.Wilayah ini melahirkan banyak mujahidin yang bergabung dengan operasi mujahidin di propinsi Anbar, Irak.
Jumlah tenaga petempur di wilayah-wilayah ini sekitar 5000 orang, dan lebih dari 95 % mereka adalah pengikut aliran salafi jihadi. Sisanya masih bertempur karena faktor keberanian dan keksatriaan. Para ikhwah salafi jihadi di sana terus-menerus mengarahkan dan membimbing mereka.
Propinsi Dir’a
Para revolusioner di propinsi ini masih beragam dan bercampur aduk. Sebagian mereka salafi, sebagian lainnya nasionalis, dan sisanya karena faktor kesukuan. Namun yang adil adalah menyatakan bahwa mereka adalah para ksatria, dengan makna yang sebenarnya.
Propinsi Himah
Di sana terdapat brigade Abu al-Fida’. Mayoritas para petempur di propinsi ini mengikuti pemikiran lama kelompok Ikhwanul Muslimin.
Tentara pembelot
Bagi yang bertanya tentang tentara merdeka (al-jaisy al-hurr, tentara yang membelot dan memihak kepada revolusi rakyat, edt), saya katakan ia adalah tentara yang menganut nasionalisme. Jumlah mereka terbatas di beberapa wilayah saja, dan inti perlawanan adalah brigade-brigade mujahidin yang telah saya sebutkan posisi-posisinya.
Saudara-saudara kita di Suriah saat ini tidak memiliki pilihan selain bekerjasama dengan setiap pihak (rakyat sipil, mujahidin, dan tentara pembelot, edt) yang berusaha untuk menjatuhkan rezim Nushairiyah Suriah, dengan syarat tidak membahayakan mereka, pemimpin-pemimpin mereka, dan kelurusan akidah mereka.

(muhib al-majdi/arrahmah.com)

Al-Qur'an Digital

Terjemah

Barat Bungkam terhadap Nuklir Zionis

Syi'ah Tak Pernah Berperang Melawan Israel

Oleh, AM Waskito

Salah satu alasan yang membuat kaum Syiah Rafidhah selalu berbunga-bunga ialah sebagai berikut…

[=] Syiah adalah musuh terbesar Amerika dan Israel.

[=] Syiah adalah musuh utama Zionis Yahudi yang sangat ditakuti karena punya intalasi nuklir.

Sejarah Syiah: "Selalu Menusuk Ahlus Sunnah dari Belakang. Dan Tak Pernah Perang Melawan Orang Kafir."
[=] Hizbullah adalah sosok kekuatan Syiah yang selalu gagah-berani menghadang barisan Zionis Israel.

[=] Sementara Saudi, Kuwait, dan Qatar, selalu bermanis-manis kata dengan dedengkot Yahudi, yaitu Amerika.

[=] Revolusi Khomeini adalah revolusi Islam yang menginspirasi perjuangan gerakan-gerakan Islam di dunia.

Ya, kurang lebih begitu klaim para aktivis agama Persia (Syiah Rafidhah) ini. Di berbagai forum, kesempatan, termasuk dalam diskusi di blog ini, alasan-alasan itu selalu mereka munculkan. Seakan-akan, tidak lagi alasan bagi Syiah untuk tetap eksis di muka bumi, selain klaim-klaim seperti itu.

Lalu bagaimana pandangan kita sebagai Ahlus Sunnah tentang klaim kaum Syiah ini?

Mari kita bahas secara ringkas dan praktis, dengan memohon pertolongan Allah Al Hadi…

PERTAMA. Kaum Syiah Rafidhah itu terus bekerja keras dan sangat nafsu, agar mereka tetap diakui sebagai Islam, tetap dipandang sebagai Muslim, tetap menjadi bagian dari kaum Muslimin sedunia. Hal ini adalah hakikat siksaan spiritual yang Allah timpakan atas hati-hati mereka, selamanya. Mereka telah sangat berdosa karena mencaci, melecehkan, mengutuk, dan mendoakan keburukan atas isteri-isteri Nabi, para Khulafaur Rasyidin, dan para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Maka Allah pun menjadikan mereka selalu gelisah, takut, dan sangat menginginkan diberi label Islam atau Muslim. Mereka selalu dalam kebingungan seperti ini, layaknya Bani Israil yang kebingungan selama 40 tahun di Padang Tiih, karena telah menghina Musa ‘Alaihissalam dan Allah Ta’ala. Lihatlah manusia-manusia pemeluk agama Persia (Rafidhah) itu…mereka kemana-mana membawa laknat atas doa-doa laknat yang mereka bacakan untuk mengutuki manusia-manusia terbaik dari para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum.

KEDUA. Dalam sejarahnya, sejak zaman Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sampai hari ini, ketahuilah bahwa Syiah Rafidhah (agama Persia) ini tidak pernah berjihad melawan kaum kufar, baik itu Nashrani, Yahudi, musyrikin, dan orang-orang atheis. Syiah tidak punya sejarah jihad menghadapi kaum kufar. “Jihad” kaum Syiah sebagian besar diarahkan untuk menyerang kaum Sunni, sejak zaman dahulu sampai saat ini.

Mula-mula Syiah di Kufah mengundang Husein Radhiyallahu ‘Anhu datang ke Kufah, katanya mau dibaiat. Karena Husein sudah berangkat ke Kufah, oleh penguasa kala itu (Yazid bin Muawiyah) Husein dianggap bughat, sehingga boleh ditumpas. Waktu tiba di Kufah, tak satu pun kaum Syiah keluar untuk membaiat, menolong dan mendukung Husein. Posisi Husein sangat terjepit, akan kembali ke Madinah, dia sudah dianggap bughat. Meminta bantuan Kufah, tak satu pun Syiah yang akan menolong. Akhirnya, Husein ditumpas di Padang Karbala. Bahkan kala penumpasan itu, tak satu pun hidung Syiah menampakkan diri, walau sekedar untuk menolong korban dari pihak Husein dan keluarganya. Nah, peristiwa pembantaian Husein oleh kaum Syiah itulah yang selalu mereka rayakan dan nikmati dalam momen-momen Asyura. Air mata mereka mengutuk para pembunuh Husein, sedangkan hati mereka berucap: “Alhamdulillah Husein dan keluarganya telah binasa di Karbala.”

“Jihad” kaum Syiah berikutnya ialah membantu Hulagu Khan (penguasa Mongol) untuk menumpas Khilafah Abbassiyah. Kemudian mereka berusaha melenyapkan kaum Sunni di Mesir, tetapi berhasil ditumpas oleh Nuruddin Mahmud Zanki. Mereka terus menikam perjuangan Shalahuddin Al Ayyubi. Mereka juga selalu menjadi musuh Khilafah Turki Utsmani, selalu kerjasama dengan negara-negara Nashrani Eropa untuk melemahkan Khilafah Turki. Di zaman kontemporer, Revolusi Khomeini di Iran telah menumpas Ahlus Sunnah di Iran. Mereka juga menikam perjuangan mujahidin di Afghanistan. Mereka membantai Ahlus Sunnah di Irak, Libanon, Suriah, Yaman, bahkan mereka hampir menguasai Bahrain.

Singkat kata, tidak ada Jihad kaum Syiah dalam sejarah, selain “jihad” yang diarahkan untuk memusnahkan dan menghancur-leburkan kaum Sunni. Sejarah klasik dan modern sudah memaparkan fakta. Bahkan dalam kasus Iran Contra Gate terbongkar skandal besar. Ternyata, di balik gerakan Kontra di Nikaragua, Amerika memasok senjata kepada para gerilyawan itu. Darimana dananya? Dari hasil kerjasama jual-beli minyak dengan Iran. Padahal dalam kampanye dunia, sudah dimaklumkan bahwa Amerika itu sedang konflik dengan Iran. Tetapi di balik itu ada sandiwara “jual-beli minyak” yang menggelikan. Kasus ini sangat terkenal, sehingga seorang kolonel Amerika dikorbankan sebagai tumbalnya.

KETIGA. Apa sih yang dilakukan Hizbullah (Syiah Rafidhah) di Libanon kepada Israel? Apakah dia terlibat perang terbuka dengan Israel? Apakah dia menduduki wilayah Israel dan berusaha mengusir penduduk Yahudi? Ternyata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya melepaskan tembakan mortir ke arah pasukan Israel atau wilayah Israel. Atau mereka melakukan tembakan senapan, atau tembakan rudal anti tank. Hanya itu saja. Mereka tidak pernah terlibat perang terbuka vis a vis, seperti para pejuang Ahlus Sunnah di Irak, Afghanistan, Chechnya dan lainnya. Jadi singkat kata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya semacam “main-main” untuk membuang amunisi-amunisi ringan. Itu saja kok.

KEEMPAT. Dalam sejarah perang Arab-Israel, sejak merdeka tahun 1948 Israel sudah berkali-kali bertempur dengan pasukan Arab. Yang terkenal adalah perang tahun 48, perang tahun 67, dan perang tahun 70-an. Ia kerap disebut perang Arab-Israel. Setelah itu belum ada lagi perang yang significant. Dalam sejarah ini, lagi-lagi tiada peranan Iran sama sekali. Bahkan ketika Ghaza dihancur-leburkan Israel pada tahun 2008-2009 lalu, Iran lagi-lagi tidak terlibat apa-apa. Jadi, apa yang bisa dibanggakan dari manusia-manusia pemeluk agama Persia (Syiah Rafidhah) itu?

KELIMA. Menurut Ustadz Farid Okbah, di Iran itu sangat banyak orang-orang Yahudi. Menurut informasi, jumlahnya bisa mencapai 50.000 jiwa. Mereka bisa hidup aman dan sentosa di Iran, sedangkan Ahlus Sunnah hidupnya sangat menderita disana. Iran bersikap welcome kepada kaum Yahudi, dan sangat ofensif kepada kaum Muslimin. Ini adalah realitas yang sangat menyedihkan. Makanya tidak salah kalau ada yang mengatakan, Rafidhah lebih sadis dari orang-orang kafir lain.

Contoh yang sangat unik ialah kerjasama antara Hamas dan Iran. Banyak orang menyebutkan, Hamas kerap kerjasama dengan Iran. Hal itu konon berdasarkan sikap Syaikh Al Bana yang dulunya pernah berujar, bahwa Syiah adalah sesama saudara Muslim juga. Mereka sama-sama Ahlul Qiblah. Tetapi realitasnya, Ikhwanul Muslimin di Suriah dibantai puluhan ribu manusia disana oleh regim Hafezh Assad. Ternyata, regim itu dan anaknya, dibantu oleh Iran juga. Nah, ini kan sangat ironis. Hamas kerjasama dengan Iran, sementara Al Ikhwan di Suriah dibantai oleh regim Suriah yang didukung oleh Iran.

KEENAM. Propaganda bahwa Syiah Rafidhah itu musuh Zionis Israel, semua ini hanya propaganda belaka. Sejatinya mereka itu teman-karib, sahabat dekat, saling tolong-menolong, sebagian menjadi wali atas sebagian yang lain. Mereka ini selamanya tak akan pernah terlibat dalam peperangan. Kaum Yahudi membutuhkan Iran, sebagai seteru Ahlus Sunnah. Sedangkan Iran membutuhkan Yahudi, juga sebagai seteru Ahlus Sunnah. Dalam hadits Nabi Saw juga disebutkan bahwa kelak dajjal akan muncul dari Isfahan (salah satu kota di Iran yang saat ini banyak dihuni Yahudi) dengan 70.000 pasukan. Yahudi membutuhkan Iran, karena darinya akan muncul pemimpin mereka. Dan dalam literatur-literatur Syiah, sosok dajjal itu sebenarnya adalah sosok “Al Mahdi Al Muntazhar” yang selalu mereka tunggu-tunggu. Begitulah, banyak kesamaan kepentingan antara Syiah dan Yahudi.

KETUJUH. Fakta berikutnya yang sangat mencengangkan. Ternyata Syiah Iran juga menjalin kerjasama dengan China dan Rusia, dua negara dedengkotnya Komunis. Mereka ini umumnya kerjasama dalam soal industri, perdagangan, dan jual-beli senjata. Ketika Amerika berniat menjatuhkan sanksi akibat instalasi nuklir Iran, segera China dan Rusia memveto niatan itu. Kedua negara terang-terangan membela Iran. Begitu juga China dan Rusia juga membela regim Bashar Assad (semoga Allah Al Aziz segera memecahkan kepala manusia durjana satu ini, amin ya Mujibas sa’ilin) dari ancaman sanksi internasional. Sedangkan kita tahu, regim Suriah sangat dekat koneksinya dengan Iran. Jadi, kita bisa simpulkan sendiri posisi Iran di mata China, Rusia, dan regim Suriah.

Jadi kalau kemudian kita mendengar propaganda Syiah anti Yahudi, Syiah anti Amerika, Syiah anti Zionis, dan sebagainya…ya sudahlah, saya akan ketawa saja. Tidak usah dianggap serius. Anggaplah semua itu hanya “olah-raga kata-kata” saja (meminjam istilah seorang politisi busuk). Syiah selamanya akan berkawan dengan kaum kufar dan sangat apriori dengan kaum Muslimin (Ahlus Sunnah). Mereka itu lahir dari sejarah kita, tetapi wujud dan hatinya milik orang kafir. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Semoga artikel sederhana ini bermanfaat. Semoga kita semakin sadar, bahwa Syiah Rafidhah bukanlah kawan. Mereka membutuhkan istilah kawan selagi masih lemah. Nanti kalau sudah kuat, mereka akan menghancur-leburkan Ahlus Sunnah. Tetapi cukuplah Allah Ta’ala sebagai Wali, Pelindung, dan Penolong kita. Dialah sebaik-baik Pelindung dan Penjaga. Walhamdulillahi Rabbil a’alamiin

Kasus Solo Bukan Terorisme Tetapi Operasi Intelijen

MT Arifin
(Pengamat Militer dan Intelijen)



Pengamat Militer dan Intelijen dari Solo, MT Arifin menceriterakan, pasca terjadinya penembakan mati terduga teroris di Solo, Farhan dan Mukhsin oleh pasukan Densus, Jum’at (31/8/2012), dirinya langsung diwawancarai oleh stasiun televisi swasta nasional dari Jakarta. Dalam wawancara itu dia mengemukakan bahwa kasus Solo itu bukanlah terorisme tetapi merupakan operasi intelijen.

Namun anehnya, sehari kemudian dirinya mendapat serangan santet yang datangnya dari arah Jakarta. “Alhamdulillah, serangan santet itu berhasil digagalkan,” ungkap MT Arifin yang juga memahami masalah supranatural tersebut. Pengamat Militer dan Intelijen itu tidak mau menduga-duga, siapa yang memerintahkan serangan jahat melalui ilmu hitam tersebut.

Berikut ini wawancara Tabloid Suara Islam dengan MT Arifin seputar terorisme dan operasi intelijen untuk menciptakan keadaan dan mengalihkan isu krusial yang terjadi pada pemerintahan SBY.


Mengapa kelompok Islam selalu disebut teroris, sedangkan Kristen seperti RMS dan OPM separatis, padahal mereka lebih banyak menimbulkan korban bagi personil TNI dan Polri ?

Persoalan istilah teroris dan separatis bukan stigmatisasi terhadap kelompok yang melakukan perlawanan pada institusi resmi, tetapi didasarkan atas konsep politik yang berkaitan dengan sifat yang ingin dilakukan dengan melakukan tindakan itu. Separatis konsepnya berkaitan dengan pemisahan, misalnya suku atau daerah ingin memisahkan diri dari negara. Sedangkan teroris konsep politik yang berkaitan dengan tindakan kekerasan untuk membentuk opini publik dan melakukan tekanan terhadap kekuasaan. Jadi dasarnya adalah konsep politik.

Dalam konteks Kenegaraan, lebih berbahaya mana antara teroris dan separatis ?

Persoalannya bukan lebih berbahaya mana antara teroris dan separatis. Persoalannya adalah gerakan itu menimbulkan efek yang bagaimana. Kemudian akibat dari efek itu akan menimbulkan konsekuensi-konsekuensi politik tertentu. Kalau dulu sampai sekarang separatis dihadapi oleh angkatan perang, tetapi kalau teroris dihadapi polisi. Kalau sekarang separatis dihadapi polisi, itu tergantung UU. Misalnya, kalau dianggap sebagai suatu tindakan yang membuat kekacauan di masyakarat dimana law and order terganggu, biasanya dihadapi polisi. Tetapi kalau sudah perlawanan total secara resmi, maka akan dihadapi militer dan semuanya dipengaruhi UU yang berlaku.

Mengapa sasaran Densus selalu umat Islam, padahal Kristen juga banyak terorisnya seperti Laskar Kristus yang aktif melakukan latihan militer di berbagai tempat tetapi dibiarkan saja ?

Kalau dilihat secara keseluruhan sebenarnya tidak begitu, terbukti Tibo cs yang melakukan pembantaian terhadap umat Islam di Poso juga dihukum mati. Sebenarnya kalau dilihat dari segi hukum, siapapun dan apapun kelompok tanpa pandang bulu diberlakukan sama. Memang di Indonesia yang sering jadi sasaran adalah umat Islam karena mayoritas. Kemudian dilihat dari pergerakan dan sejarah serta rumusan yang ada di jaringan intelijen, yang menjadi sasaran berbahaya adalah umat Islam sejak kasus pemberontakan DI-TII pada masa Kartosoewirjo. Kalau saya baca di berbagai buku intelijen, memang berasal dari sana. Sehingga Islam menjadi satu corak yang dianggap sangat menonjol. Pertanyaannya, mengapa kelompok non Islam tidak melakukan itu, karena mungkin mereka tidak terlalu besar dan lebih banyak melakukan gerakan separatisme seperti RMS dan OPM. Sebenarnya umat Islam juga pernah melakukan gerakan separatisme seperti GAM di Aceh.

Saya kira juga dipengaruhi perkembangan di tingkat global, terutama munculnya terorisme di tingkat internasional akibat kegagalan menyelesaikan kasus Afghanistan, terutama setelah terjadinya perpecahan antara kelompok Mujahiddin dengan AS pasca kekalahan Uni Soviet di Afghanistan. Juga setelah terjadinya perbedaan pendapat antara AS dengan Irak masalah minyak yang menyebabkan terjadinya Perang Teluk Persia II setelah Irak menyerbu Kuwait (1990) sampai invasi pasukan AS ke Irak (2003) yang menyebabkan jatuhnya pemerintahan Saddam Hussein. Memang setelah itu terjadi suatu pergerakan dimana Islam bangkit menjadi kekuatan pengontrol terhadap Pan Americanisme. Sehingga menjadi suatu merek yang sangat laik pasar dan itu berpengaruh terhadap Indonesia. Persoalannya, karena wilayah umat Islam di Timur Tengah kaya akan minyak bumi dan biaya produksinya sangatlah murah jika dibandingkan dengan wilayah lain yang biaya produksinya sangatlah tinggi, karena itulah wilayah umat Islam selalu menjadi sasaran negara lain.

Apa korelasi antara terorisme dengan persediaan minyak dunia ?

Tahun 2000 lalu ada pertemuan ahli intelijen internasional dari Barat yang membahas persoalan hubungan internasional, dimana dinyatakan bahwa dunia Barat sangat kritis akan kebutuhan minyak. Karena itu minyak bumi menjadi salah satu fokus persoalan hubungan antar bangsa dan kebetulan yang menjadi masalah adalah kontrol Islam atas Barat setelah bubarnya Uni Soviet. Kemudian Islam menjadi kekuatan utama yang akan mengontrol pada saat Barat melihat minyak sebagai fokus persoalan antar bangsa, karena itu menimbulkan terorisme internasional.

Kalau sebelumnya ada terorisme nasional yang melahirkan gerakan seperti IRA di Irlandia dan gelombang kedua melahirkan terorisme ideologis seperti Tentara Merah di Jepang dan Italia, sekarang terorisme internasional memperebutkan SDA strategis seperti minyak dan Islam menjadi kekuatan utamanya. Sehingga lahirlah Teori Samuel Huntington yang menganggap Islam sebagai musuh Barat setelah jatuhnya Uni Soviet. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap Indonesia yang memiliki ketergantungan bantuan, peralatan, kerjasama, pendidikan, pelatihan dan utang dari Barat.

Selama ini Densus dibentuk, dilatih serta dibiayai AS dan Australia. Bagaimana komentar Anda sebagai pengamat militer dan intelijen ?

Bukan dibiayai, justru kita yang minta bantuan kesana karena tidak memiliki dana. Ada sebuah kritikan yang berasal dari pengamat intelijen pada beberapa kasus terorisme. Katanya bukan untuk persoalan terorisme, tetapi untuk membentuk opini dan menghentak negara yang dijadikan sasaran donatur. Karena itu sekarang bukan persoalan teroris, sebab kalau dilihat dari standar terorisme secara internasional, teroris bukan seperti di Indonesia dimana mereka menembak dengan pistol. Jadi perlu adanya standar mana yang disebut teroris dan mana yang disebut kejahatan, jadi harus jelas. Sebab jika tidak, maka nanti kalau proyek yang laku teroris, maka semuanya akan dimasukkan ke dalam kerangka teroris.

Jadi semakin ramai teroris, semakin menguntungkan Densus ?

Persoalannya bukan Densus, tetapi pemerintah. Kebetulan dana yang masuk ke pemerintah sebagian dioperkan ke kepolisian melalui Densus. Itu kan kerjasama antara pemerintah, apalagi polisi berada di bawah Presiden. Jadi yang menjadi persoalan bukannya Densus, tetapi pemerintah. Polisi selalu menjadi sasaran, padahal polisi hanya menjalankan perintah siapa lagi kalau bukan dari Presiden, dimana sekarang kita sedang menjalankan sistem Presidensial. Polisi sebenarnya tidak punya apa-apa, seumpama disuruh ke Timur ya ke Timur, disuruh ke Barat ya ke Barat.

Mengapa BNPT dan Densus selalu dikendalikan mereka yang anti Islam seperti Ansyaad Mbai, Gories Mere dan Petrus Golose ?

Tidak begitu, aparat dasarnya adalah prestasi. Jadi persoalannya bukan Islam dan non Islam. Orang non Islam yang senang pada Islam juga banyak, sebaliknya orang Islam yang tidak Islamis juga banyak. Justru kadang-kadang kelemahan kita dalam melakukan penilaian selalu bertolak-belakang dari Islam dan non Islam. Bagaimanapun juga mereka tidak memiliki kekuasaan apa-apa kalau tidak diberi wewenang. Jadi persoalannya kelembagaan, yang bekerja bukan hanya dia tetapi sebuah tim besar. Banyak polisi yang Islamnya bagus, tetapi persoalannya adalah dalam rangka pengamanan lembaga negara.

Jadi muaranya tertuju pada Presiden ?

Muaranya pada misi dari sebuah nation yang ditafsirkan pemerintah. Semestinya yang bertanggungjawab adalah pemerintah, bukan polisi.

Bagaimana pandangan Anda mengenai Program Deradikalisasi yang digerakkan BNPT ?

Saya jelas tidak setuju, dalam arti titik tolaknya darimana. Persoalan radikal dan tidak radikal akan dipahami dari konteks pengetahuan dan sikap radikal karena apa. Dalam UU Politik ada persoalan yang dinyatakan radikal. Jadi sikap radikal itu bukan persoalan orang itu radikal atau tidak radikal, tetapi dibangun oleh pengetahuan terhadap perkembangan nasional dan internasional serta rasa kesadaran akan ketidakadilan. Misalnya, pemerintah dalam mengatasi persoalan dianggap tidak adil, maka ini yang membentuk sikap radikal.

Jadi persoalan deradikalisasi semestinya berkaitan dengan bagaimana pemerintah mencoba untuk melaksanakan tujuan pemerintahan mengenai keadilan, kesejahteraan rakyat, menegakkan kebenaran, menegakkan hukum dan sebagainya. Pada saat sekarang telah terjadi kesenjangan yang tajam, mengenai pandangan pemerintah dan sikap yang dimiliki kelompok Islam dan non Islam serta hubungan antar mereka. Kesenjangan itu dipengaruhi informasi yang dimiliki dan perubahan sosial yang tinggi. Hal itu menyebabkan ketajaman hubungan karena terjadinya revolusi kebudayaan, dimana di Indonesia terjadi pada saat era reformasi sekarang. Itu yang menimbulkan persoalan dan tidak diantisipasi dengan program politik yang sistematik. Berbeda dengan Korea Selatan, sudah diantisipasi sejak awal bagaimana mengatur anak-anak main games. Tetapi disini tidak dan ini yang menjadi masalah. Jadi persoalan radikal dan tidak radikal adalah persoalan proses yang dialami oleh warga negara dalam kehidupan bermasyarakat akibat adanya kesenjangan tertentu.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai rencana BNPT yang dipimpin Ansyaad Mbai untuk melakukan Sertifikasi Ulama ?

Saya kira itu tidak tepat, sertifikasi untuk apa ? Memang salah satu problem di kalangan ulama, da’i dan mubaligh adalah dalam menghadapi persoalan dimana banyak sekali pengajian yamg diberikan kelompok muda tamatan pesantren kilat. Hal ini juga terjadi di kalangan Kristen yang diberikan kelompok muda tamatan kursus Injil. Dalam memberikan ceramah, mereka belum sampai pada tingkat dengan wawasan luas, kemudian berceramah dengan sikap fanatik, dimana akhirnya menimbulkan hasil kontra produktif. Di kalangan pemuda Kristen yang fanatik juga banyak sekali dan saya mendapat laporan ini dari salah seorang pimpinan Univeristas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah. Jadi yang terdapat kelompok fanatik bukan hanya Islam saja tetapi juga Kristen. Tetapi masalahnya Islam di Indonesia mayoritas mutlak sehingga yang menonjol fanatismenya adalah Islam, padahal di Kristen juga banyak sekali yang fanatik dan fundamentalis. Fanatisme akibat itu semestinya dibicarakan dan diatasi masing-masing agama.

Apakah Sertifikasi Ulama yang akan dilakukan BNPT merupakan penghinan terhadap ulama ?

Saya kira itu tidak ada artinya. Sertifikasi biasanya pada program fungsional yang bersifat karier. Kalau ulama kan bukan jabatan karier. Sekarang persoalannya bagaimana strategi untuk menghadapi ekses-ekses itu.

Kembali ke terorisme, apakah operasi pemberantasan teroris yang digerakkan BNPT dan Densus memang proyek yang menguntungkan, dimana semakin banyak teroris yang berkeliaran maka semakin membuat kantong mereka tebal ?

Dulunya operasi semacam ini dilakukan militer dan intelijen. Jadi operasi anti terorisme bagi polisi adalah hal baru. Sekarang yang menjadi persoalan adalah bagaimana meningkatkan kinerja polisi agar menjadi lebih professional. Tetapi bukan berarti saya mengatakan kalau polisi sekarang tidak profesional dalam menanggani kasus terorisme. Namun berdasarkan kasus yang ada, seharusnya polisi meningkatkan profesionalismenya, sehingga tidak sering melakukan kesalahan target atau sasaran. Polisi juga perlu meningkatkan pemahaman terhadap penegakan hukum dan perlindungan HAM. Selain itu persoalan terorisme seharusnya dikaji dari persoalan yang lebih tinggi, bukan hanya linier.

Bagimana Anda melihat kasus penembakan mati terhadap terduga dua teroris oleh Densus di Solo baru-baru ini ?

Saya melihatnya itu operasi intelijen, bukan terorisme. Perkara kemudian dikaitkan dengan terorisme, itu bisa saja. Karena dalam operasi itu digunakan orang yang mau. Bedanya, operasi intelijen dimaksudkan untuk menciptakan suatu keadaan, tetapi kalau terorisme menggunakan kekerasan untuk mempengaruhi suatu kebijakan. Banyak sekali kasus terorisme, tetapi kalau dilihat dari ilmu pengetahuan tentang terorisme, sesungguhnya bukan terorisme.

Kasus di Solo itu jelas merupakan operasi intelijen, jika dilihat dari sifat-sifatnya. Karena sekarang proyek yang paling laku dijual ya terorisme. Seorang teroris tidak mungkin mengaku dirinya sebagai teroris. Juga tidak mungkin teroris berkali-kali nongkrong pada satu tempat. Kalau teroris, begitu mengebom tidak akan kembali lagi ke tempat itu sampai puluhan tahun. Karena itu kita harus memperjelas, apa terorisme itu. Jangan sampai mendefinisikan terorisme dengan pola-pola kriminal. Sekarang yang terjadi di Indonesia, melihat terorisme sebagai pergerakan kriminal. Masak teroris hanya nongkrong disitu-situ saja, tidak berpindah-pindah tempat. Seharusnya teroris tidak seperti itu, karena konsekuensinya mati. Saya kira terorisme sebagai suatu cara untuk mengalihkan isu. Sebab kalau ada persoalan yang muncul di pemerintahan, maka untuk mengalihkan isu muncullah operasi pemberantasan terorisme. Kalau sudah begitu, semua media massa pasti akan melupakannya dan mengarahkannya kesana.

Kalau kasus penembakan mati dua orang terduga teroris di Solo, untuk mengalihkan isu yang mana di pemerintahan SBY ?

Kita lihat dari kategorinya, seperti kasus M Thoriq di Tambora, Jakarta. M Thoriq sudah diamati sejak setahun lalu, tetapi mereka baru menangkapnya pada saat diperlukan untuk mengalihkan isu. Seperti kasus Solo, adanya pemberitaan seorang anggota Densus yang mati tertembak tidak sebagaimana yang saya peroleh kabarnya. Juga kasus polisi yang tertembak di Prembun Purworejo beberapa waktu lalu. Kabarnya tertembaknya polisi tersebut hanya karena rebutan wanita, tetapi kemudian dikabarkan karena ditembak teroris. Waktu itu saya sudah protes pada salah seorang pejabat kepolisian di Polda Jateng, tetapi katanya sudah dilaporkan kasus yang sebenarnya ke Mabes Polri, tetapi ketika sampai di Jakarta ceriteranya jadi berubah menjadi kasus terorisme.

Banyaknya kasus terorisme, apa memang tujuannya untuk mendiskreditkan umat Islam Indonesia yang mayoritas ?


Persoalannya bukan umat Islam. Persoalannya kasus terorisme bisa digunakan untuk berbagai kepentingan. Seperti kepentingan untuk mengalihkan perhatian, peningkatan program sehingga mendapat dana yang besar, agar kinerjanya terlihat efektif dan sebagainya. Jadi kebetulan saja mereka latar belakangnya beragama Islam.

Mengapa setiap menjelang kedatangan pejabat tinggi AS ke Indonesia, selalu muncul kasus terorisme, seperti baru-baru ini menjelang kedatangan Menlu Hillary Clinton ?

Kalau itu bisa saja penafsiran-penafsiran, tetapi benar dan tidaknya kita tidak tahu. Karena dalam kasus terorisme di Indonesia sering kali terjadi kekurangan data, maka perlu dibuat data baru, sehingga dalam berbagai kasus terjadi seperti itu.

Bagaimana menurut Anda, sikap umat Islam Indonesia dalam menghadapi kasus terorisme yang sering terjadi ?

Pertama, media massa tidak memberitakan tentang terorisme dan penyelesaiannya. Kedua, umat Islam sebaiknya bersikap tidak reaktif. Sebab kalau bersikap reaktif maka ibarat paling enak dioper bola, pasti akan memburu. Jadi begitu ada isu terorisme muncul, pasti ada masalah yang sangat kritis di pemerintahan. Jadi sepertinya umat Islam tidak terkendali dan paling mudah dioper bola agar memburunya. Ketiga, umat Islam perlu mengetahui berbagai informasi strategis.

Sebab salah satu permasalahan yang dihadapi umat Islam Indonesia sehingga mudah menjadi radikal adalah karena membaca buku-buku terjemahan dari luar yang sangat berbeda dengan kondisi dan situasi di Indonesia. Pasalnya, ketika agama jauh dari kajian kebudayaan, maka akan cenderung radikal. Sebaliknya, tatkala agama dikembangkan atas dasar pergulatan antara masyarakatnya dengan kebudayaan, maka akan cenderung tidak radikal, sebagaimana dakwah yang dikembangkan para Wali Songo dengan melalui pendekatan kebudayaan.

Abdul Halim