Go to Blogger edit html and find these sentences. (Arrahmah.com) – Bidang dakwah, pendidikan dan pelayanan masyarakat mujahidin Ash-Shabab Somalia pada Ahad (3/2/2013) kembali melaksanakan sejumlah program penting di wilayah yang berada dalam pemerintahan mereka. Di distrik Islam Kido, mujahidin mengadakan pelatihan ilmu syariat bagi penduduk setempat....
Jakarta, Kamis (14 Februari, 2013) –Dalam rangka menghadiri high-level meeting on the rule of law and the
environment yang diselenggarakan oleh United Nations Environment
Programme (UNEP) di Nairobi, Kenya, pada 17 Februari 2013, delegasi Badan
Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia(BPK RI) yang dipimpin oleh
Anggota BPK RI, Dr. Ali Masykur Musa, M.Si., M.Hum. akan menjadi salah
satu panelis dalam pertemuan tersebut dengan tema Improving the Effectiveness
of Environmental Law at The National Level. Pertemuan tersebut akan dihadiri
oleh para Menteri Lingkungan Hidup dan perwakilan pemerintah dari beberapa
negara, Ketua Mahkamah Agung, Kepala Pengadilan, Jaksa Agung, Ketua Badan
Pemeriksa negara lain atau Supreme Audit Institutions (SAI), Hakim Agung
dan perwakilan-perwakilan tinggi lainnya. Ali Masykur Musa akan menjadi panelis
bersama H.E Anura Pryiyadarshana Yapa (Minister for Enveronment, Sri Langka),
Mr. Charles Di Leva, (Chief Counsel, World Bank), Mr. Kennet Markowits (Managing
Director, INECE) dan Ms. Shella Abed (Executive Director IDEA.)
Beberapa aspek terkait pemeriksaan BPK RI, peran aktif BPK RI di dunia
internasional dan peran pemeriksaan dalam penegakan hukum akan disampaikan oleh
BPK RI pada pertemuan tersebut. Terkait dengan pemeriksaan BPK RI yang
berperspektif lingkungan, akan dijelaskan bahwa BPK RI menggunakan peraturan
perundang-undangan yang berkaitan dengan lingkungan seperti Undang-undang
Lingkungan Hidup, UU Kehutanan, dan UU Pertambangan, sebagai kriteria dalam
pemeriksaannya. Metodologi dan teknik pemeriksaan yang dilakukan telah
menggunakan teknologi geo-spatial seperti Geographical Information
System (GIS) dan Global Positioning System (GPS) serta teknologi
lainnya. Pengalaman BPK RI dalam melaksanakan pemeriksaan pengelolaan keuangan
negara yang berperspektif lingkungan antara lain : 1) pemeriksaan manajemen
hutan; 2) kebakaran hutan; 3) pengelolaan pertambangan; 4) limbah rumah sakit;
dan 5) perikanan dan kelautan. Aturan hukum menjadi salah satu hal penting dalam
mengatur pengelolaan pemerintahan agar berpihak kepada lingkungan dan
pembangunan berkelanjutan. Badan pemeriksa mempunyai peran sebagai
partner pemerintah untuk mewujudkan efektivitas pelaksanaan aturan hukum
bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dalam kancah internasional, BPK RI juga terlibat secara aktif dalam Kelompok
Kerja Audit Lingkungan Badan Pemeriksa Se-dunia (INTOSAI WGEA). BPK RI
bersama-sama dengan anggota INTOSAI WGEA lainnya antara lain telah membuat
manual audit kehutanan dan melakukan pemeriksaan bersama dalam kaitan isu
perubahan iklim. Selain aktif di INTOSAI WGEA, BPK RI juga aktif dalam
pelaksanaan pemeriksaan bersama dengan Badan Pemeriksa negara lain.
Harapan BPK RI yang akan disampaikan pada pertemuan tersebut adalah : 1)
meningkatkan kerjasama yang efektif dan optimal dengan institusi penegak hukum
seperti Kejaksaan, KPK dan Kepolisian di negara masing-masing; 2) meningkatkan
kerjasama bilateral, regional dan multilateral antara SAI dalam pelaksanaan
pemeriksaan khususnya untuk isu-isu yang sama seperti mitigasi dan adaptasi
perubahan iklim, pencemaran sungai dan laut, dan pelaksanaan Multilateral
Environmental Agreement (MEA); dan 3) meningkatkan kerjasama dengan UNEP,
Bank Dunia dan lembaga internasional lainnya guna mengoptimalkan kualitas
pemeriksaan dan hasil pemeriksaan.
BULO BURTI (Arrahmah.com)
– Bidang dakwah, pendidikan dan pelayanan masyarakat mujahidin
Ash-Shabab Somalia pada Ahad (3/2/2013) kembali melaksanakan sejumlah
program penting di wilayah yang berada dalam pemerintahan mereka. Di
distrik Islam Kido, mujahidin mengadakan pelatihan ilmu syariat bagi
penduduk setempat. Di distrik Islam Heran, mujahidin kembali
mendistribusikan ratusan hewan zakat kepada penduduk yang berhak
menerimanya. Sementara itu di distrik Islam Shabele Bawah, mujahidin
menggelar musyawarah dengan para pemuka suku setempat.
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Laporan harian untuk hari Ahad, 22 Rabi’ul Awwal 1434 H
Segala puji bagi Allah semata, Yang memuliakan tentara-Nya,
memenangkan hamba-Nya dan sendirian mengalahkan golongan-golongan
musuh-Nya. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi yang
tiada seorang nabi pun sepeninggalnya. Amma bakdu.
Beberapa berita terpisah:
1. Pembukaan pelatihan ilmu syariat untuk penduduk desa Shanklo, distrik Islam Kido.
2. Kantor zakat mendistribusikan ratusan hewan zakat kepada penduduk
yang berhak menerima zakat di kota Bulo Burti, distrik Islam Heran.
3. Seorang tentara rezim murtad menyerahkan diri kepada mujahidin di distrik Islam Shabele Tengah.
4. Distrik Islam Shabele Bawah mengadakan pertemuan musyawarah dengan pemimpin-pemimpin suku Gare.
Ya Allah, Yang menurunkan kitab suci,
menjalankan awan, mengalahkan golongan-golongan musuh, kalahkanlah
pasukan salibis dan tentara-tentara murtad yang berkoalisi dengan
mereka.
Ya Allah, jadikanlah mereka dan peralatan perang mereka harta rampasan perang bagi mujahidin.
Ya Allah, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka.
Ya Allah, Engkaulah penguat kami dan Engkaulah penolong kami. Dengan bantuan-Mu semata kami bergerak dan berperang.
Allahu akbar
Kemuliaan hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan kaum beriman, akan tetapi orang-orang munafik tidak memahaminya.
SALAM-ONLINE: Kelakuan pengelola negeri ini,
khususnya penegak hukumnya, kembali dalam sorotan. Mereka, lagi-lagi
mempertontonkan ketidakadilan dan perlakuan diskriminatif terhadap
rakyat persis bak pisau: tajam ke bawah, tumpul ke atas.
Jamal bin Syamsuri kini hanya bisa meratapi nasibnya di dalam sel Sat
Lantas Jakarta Barat. Sopir angkot KWK-U 10 ini harus mendekam di balik
jeruji besi tanpa tahu kesalahan yang dituduhkan kepadanya.
Jamal bin Samsuri (37) dikenakan pasal pelanggaran lalu lintas karena
meninggalnya mahasiswi Universitas Indonesia (UI) yang loncat dari
angkotnya. Polisi pun langsung menetapkan Jamal sebagai tersangka tak
berapa lama setelah Annisa, meninggal dunia.
Polisi terkesan bergerak cepat dalam kasus ini. Namun cerita berbeda
terjadi dalam kasus kecelakaan yang menimpa anak sulung Menko
Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa.
Polisi awalnya tidak berani terbuka dalam kasus BMW maut tersebut.
Hingga kini Rasyid juga tidak ditahan meski berkasnya sudah dilimpahkan
dan kasusnya segera dimejahijaukan. Beda dengan Jamal yang langsung
merasakan dinginnya lantai penjara di tahanan Polres Jakarta Barat.
Berikut enam perbedaan perlakuan polisi kepada Rasyid Rajasa si sopir BMW maut dengan Jamal bin Syamsuri, sopir angkot: 1. Jamal langsung ditahan
Sopir angkot KWK-U 10 Jamal bin Syamsuri langsung ditahan oleh Polres
Jakarta Barat saat setelah melaporkan penumpangnya lompat dari angkot
yang dia kendarai. Hingga saat ini Jamal masih meringkuk di tahanan.
Pengacara kondang, Hotma Sitompul sedang mengusahakan penangguhan
penahanan Jamal.
Namun perlakuan berbeda diterima anak bungsu Menko Perekonomian Hatta
Rajasa, Rasyid Rajasa. Meskipun berkasnya sudah dilimpahkan, Rasyid
tetap bebas. Rasyid beralasan masih menjalani terapi. 2. Identitas langsung dibuka
Saat kasus lompatnya mahasiswi Universitas Indonesia Annisa Azward
(20) terungkap, polisi langsung mengumumkan siapa sopir angkot. Bahkan
sang sopir langsung ditahan oleh Polres Jakarta Barat untuk menjalani
pemeriksaan.
Namun saat kecelakaan di Tol Jagorawi yang menewaskan dua orang di
tahun baru 2013, polisi terkesan menutupi siapa identitas BMW maut.
Sejak pagi hingga sore Polda Metro Jaya menutup rapat siapa sopir BMW
maut itu.
Bahkan pejabat Polri yang berani mengungkap siapa identitas adalah
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius. Suhardi terang
benderang menyebut bahwa sopir BMW maut itu adalah anak Menko
Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Amrullah Rajasa. 3. Polisi tak sembuyikan Jamal
Diduga karena takut, Annisa akhirnya memilih melompat dari angkot
KWK-U 10 yang dikemudikan Jamal. Melihat penumpangnya lompat, Jamal
bergegas menolong korban dan melarikannya ke rumah sakit.
Namun nahas, mahasiswi Universitas Indonesia itu akhirnya meninggal
di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara. Polisi pun langsung memeriksa Jamal
di Polres Jakarta Barat.
Namun hal yang sama tidak berlaku bagi Rasyid. Sesaat setelah
kejadian Rasyid langsung menghilang. Polisi pun tutup mulut soal
keberadaan Rasyid. Polisi hanya menyebut Rasyid sedang dirawat di rumah
sakit.
Baru belakangan kemudian diketahui bahwa Rasyid di rawat di RS Pusat Pertamina. Rasyid dirawat di kamar VIP di RS PP. 4. Angkot Jamal langsung diamankan
Angkot yang dikemudikan Jamal langsung digelandang ke Polres Jakarta
Barat tak lama setelah kasus Annisa mencuat. Tak butuh waktu lama bagi
kepolisian untuk membawa angkot merah itu.
Rasyid Rajasa
Namun saat BMW tipe SUV X5 warna hitam menabrak Daihatsu Luxio
bernomor polisi F 1622 CY di KM 3+400 Tol Jagorawi, Polda Metro Jaya
terkesan menyembunyikan mobil mewah tersebut. Polisi tidak terbuka soal
keberadaan BMW maut bernopol B 272 HR itu.
Bahkan saat dipamerkan di Unit Laka Polda Metro, BMW Rasyid juga
ditutupi oleh polisi. Entah apa maksudnya, namun tidak dengan Luxio yang
ditabrak Rasyid. 5. Lie detector untuk Jamal
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Edi Saputra Hasibuan
meminta pihak kepolisian mengusut hingga tuntas kasus tewasnya Annisa
Azward (20). Agar kasus ini menjadi terang, sebaiknya sopir angkot KWK
U10, Jamal diperiksa menggunakan lie detector (alat kebohongan).
“Kami usulkan agar Jamal diperiksa menggunakan lie detector,” ujar Edi saat dihubungi, Selasa (12/2/2013).
Edi mengatakan, hal tersebut bisa dijadikan sebagai petunjuk untuk
memastikan apakah Jamal terindikasi melakukan tindak pidana atau tidak.
“Kompolnas sendiri mendukung Polri yang sudah menetapkannya dengan pasal
310 ayat 4, UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan,” tuturnya.
Namun Kompolnas tidak mengusulkan hal yang sama kepada Rasyid Rajasa. Rasyid lagi-lagi seolah mendapat perlakuan istimewa. 6. Petisi adili Rasyid
Meski sudah berstatus tersangka akibat kasus tabrakan maut yang
menewaskan dua orang, M Rasyid Rajasa sampai saat ini masih menghirup
udara bebas. Dalihnya, putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa ini masih
mengalami trauma akibat insiden mematikan yang dihadapinya itu.
Pertanyaannya, jika wong cilik seperti Jamal menyatakan trauma, apakah
diperlakukan sama seperti Rasyid? Nehi!
Berawal dari keprihatinan tersebut, muncul petisi untuk menahan,
serta mengadili Rasyid Rajasa sesuai dengan hukum yang mencerminkan rasa
keadilan masyarakat. Petisi tersebut dimuat dalam situs www.change.org.
Situs tersebut memang dikhususkan untuk memuat petisi-petisi yang
dibuat oleh masyarakat.
“Pada saat penyidikan, Polda Metro Jaya tidak melakukan penahanan.
Setelah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI, Kejaksaan pun tidak
melakukan penahanan sama sekali. Padahal nyata akibat perbuatan Rasyid
Rajasa telah mengakibatkan meninggalnya 2 orang. Tentu Pasal yang
dikenakanmemen uhi syarat objektif untuk ditahan sesuai dengan Pasal 21
KUHAP,” kata penggagas petisi, Muhamad Isnur yang dimuat dalam situs
www.change.org, Selasa (12/2/2013).
Sedangkan Jamal yang notabenenya sopir angkot tersebut justru
sebaliknya. LBH Mawar Saron yang merupakan binaan pengacara kondang
Hotma Sitompul justru akan membela Jamal. Bahkan 22 pengacara Mawar
Saron siap dikerahkan membantu Jamal.
Tersangka kasus kecelakaan maut, Rasyid Rajasa, tidak menjalani masa
tahanan. Kejaksaan Agung berpendapat sejauh ini tidak ada hal-hal yang
mengharuskan putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa itu ditahan. Duh,
bagaimana jika yang melakukan itu rakyat jelata? Kejaksaan tidak ngomong seperti ini tuh!
“Kepentingannya apa untuk ditahan?” ujar Jaksa Agung Basrief Arief di
Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (13/2/2013). Nah, apakah
omongan seperti ini berlaku bagi rakyat kebanyakan? Ini benar-benar
parah!
Menurut Basrief, alasan seseorang ditahan jika dia bisa melarikan
diri atau menghilangkan barang bukti. Namun di balik itu semua,
penahanan seseorang tergantung penyidik atau penuntut umum.
“Tapi kita lihat nanti hasil pendapat penuntut umum,” lanjutnya.
Basrief tidak khawatir kasus Rasyid bisa menjadi preseden buruk hukum
di Indonesia. Kejaksaan berdalih, dalam Pasal 21 KUHAP, setiap
tersangka memang tidak harus ditahan.
Nah, kalau setiap tersangka tidak harus ditahan, kenapa yang lain
tidak diperlakukan sama seperti Rasyid, meskipun dijamin tak melarikan
diri, tak menghilangkan barang bukti dan tak mengulangi perbuatan
serupa?
“Kalau di pasal 21 KUHP itu menyatakan di sana dapat ditahan, yaitu
deskresi dari penyidik dan penuntut umum. Tentu melihat faktor-faktor
yang disebutkan tadi. Tentu tidak wajib,” tegasnya.
Nah, lho, jika tidak wajib alias tak harus ditahan, maka kepolisian
atau kejaksaan tak usah lagi menahan si pihak yang menjadi tersangka.
Harus diperlakukan sama! Jangan main-main. Ini sangat serius, menyangkut
rasa keadilan di tengah masyarakat.
Islam dengan tegas mencela orang-orang yang tegas terhadap si lemah,
tapi impoten jika berhadapan dengan pihak yang kuat, para penggede dan
bangsawan.
Diriwayatkan oleh Aisyah ra, suatu ketika bangsa Quraisy merasa
bingung dengan urusan seorang wanita bangsawan dari suku Makhzum yang
telah mencuri. Akhirnya mereka berunding siapakah yang berani memintakan
maaf atau ampunan kepada Rasulullah? Lalu ada yang mengusulkan, “Tidak
ada, kecuali Usamah bin Zaid, orang yang dicintai oleh Rasulullah.”
Kemudian majulah Usamah ra menghadap Rasulullah dengan maksud meminta
dispensasi hukuman untuk wanita bangsawan itu. Mendengar hal tersebut,
wajah Rasulullah seketika berubah. Lalu beliau berkata kepada Usamah,
”Beranikah engkau memberi syafaat atau pembelaan dalam suatu hukum had
yang telah ditetapkan oleh Allah SWT?”
Kemudian Rasulullah berdiri dan berkhutbah, “Sesungguhnya yang
membinasakan umat sebelum kamu dahulu (adalah) apabila ada seorang
bangsawan mencuri, dibiarkan. Namun jika ada orang rendahan mencuri,
maka hukum had dikenakan padanya. Demi Allah, andaikan Fatimah putri
Muhammmad mencuri, aku potong tangannya,” (HR Bukhari-Muslim).
Sabda Rasulullah saw di atas memberikan sebuah gambaran yang
menakjubkan tentang Islam. Tegas dalam menjalankan dan menegakkan hukum,
sangat memenuhi rasa keadilan, tak peduli dari kalangan rakyat mana
pun, semua diperlakukan sama dalam hukum!
Hatta Rajasa & keluarga
Tidak seperti sekarang, contohnya di negeri ini: hukum sangat tegas
dan bertaji pada si lemah, tapi letoy jika berhadapan dengan yang kuat,
para penggede atau orang-orang kaya yang bisa membeli hukum!
Rasyid Rajasa dan Jamal adalah contoh yang nyata dari kejengkelan
kita terhadap perlakuan hukum yang tak adil dan diskriminatif! Sungguh
rasa malu itu telah hilang dari kalian.
Kata Rasulullah, itulah yang membuat umat terdahulu menjadi rusak!
Dan, ternyata, itu pulalah yang bikin negeri ini rusaknya tambah parah!
(itoday/detik/salam-online)
Sebuah
organisasi kemanusiaan “Doctors without Borders” menyatakan bahwa
kemungkinan korban luka di suriah untuk mendapatkan Obat menjadi
berkurang akibat dari serangan jet tempur Rezim Assad yang menyerang
rumah sakit dan fasilitas medis, hal itu merupakan bagian dari teror dan
strategi rezim presiden Bashar Assad, sebagaimana yang dijelaskan oleh
organisasi tersebut.
Organisasi kemanusiaan yang khusus di tugaskan di Idlib, Suriah
Utara, dimana mereka bekerja untuk salah satu tim medis di Kota yang
menjadi target serangan berulang-ulang, menyatakan, “Fasilitas medis
yang tersisa dan masih berfungsi hanya sebuah klinik rahasia yang
dijalankan oleh penduduk setempat dan beberapa warga Suriah yang bekerja
di bidang medis.
dr. Adrian Marto, seorang dokter dari tim medis di Idlib mengatakan
bahwa situasi sulit memaksa beberapa orang untuk melakukan operasi, ia
menambahkan, “Melihat Luka serius dan beresiko pada pasien yang
dievakuasi, banyak yang akhirnya tidak tertolong karena mereka tidak
menerima perawatan medis pada tepat waktu.”
Meigo Terean, Direktur Operasi darurat FAO, “apa yang kita lihat saat
ini adalah strategi teror yang nyata yang dilakukan oleh rezim Assad
terhadap penduduk daerah.” (hr)
JAKARTA (voa-islam.com) -
Koordinator KontraS, Haris Azhar menyesalkan aksi penembakan yang
dilakukan aparat Densus 88. Haris memandang bahwa operasi Densus 88 di
sejumlah daerah itu penuh kejanggalan.
Ia pun meragukan pernyataan-pernyataan yang membela Densus 88 mengambil tindakan membunuh atau dibunuh.
“Memang beberapa hari terakhir ini,
bahwa mereka yang mendukung aksi Densus 88 itu mengatakan kalau mereka
tidak membunuh mereka yang akan dibunuh. Nah, memastikan dan
pertanggungjawaban statement itu seperti apa?” kata Haris Azhar saat
dihubungi voa-islam.com, Rabu (9/1/2013).
...Lalu kalau diketahui bahwa mereka membawa bahan peledak tetapi tidak diketahui identitasnya ini kan aneh.
Lalu hal yang cukup janggal adalah
ketika aparat menyatakan bahwa mereka membawa bahan peledak, namun ada
beberapa pelakunya tidak teridentifikasi.
“Lalu kalau diketahui bahwa mereka
membawa bahan peledak tetapi tidak diketahui identitasnya ini kan aneh.
Peristiwa seperti itu bisa terjadi kalau tertangkap tangan. Kalau ada
copet tertangkap kan kita tidak tahu siapa copet itu, tapi kan dia
tertangkap tangan. Apalagi kasus terorisme ini bukan kasus kriminal
dadakan. Dia adalah kasus yang terjadi secara sistemik, sehingga bisa
dilakukan pencegahan dan lain-lain,” jelasnya.
Oleh sebab itu, ia mempertanyakan dimana
klaim kesuksesan apara kepolisian yang katanya mendapat berbagai
penghargaan dalam penanggulangan kasus terorisme?
“Lalu ada pertanyaan; dimana klaim
kesukseskan polisi Indonesia yang mengatakan bisa menanggulangi
terorisme, bisa mendapatkan penghargaan kiri kanan, tetapi kok tidak
bisa mendeteksi atau melakukan pencegahan. Kenapa harus sampai pada satu
titik, mereka harus dibunuh atau membunuh? Berarti kan ada kegagalan
mendeteksi, berarti tidak sukses dong?” tanyanya.
...dimana klaim kesukseskan polisi Indonesia yang mengatakan bisa menanggulangi terorisme
Seperti diberitakan, Densus 88 Polri
menembak mati tujuh orang pria di kawasan Makassar, Sulawesi Selatan,
dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 4-5 Januari 2013 lalu. Dua di
antaranya hingga kini belum diketahui identitasnya.
Dua orang yang belum teridentifikasi
adalah yang ditembak mati di Kebon Kacang, Kelurahan Kandai, Dompu, NTB,
Sabtu (5/1/2013), sekitar pukul 07.00.
“Lagi menunggu bahan pembanding pihak
keluarga yang belum didapat sehingga belum bisa dikatakan yang
bersangkutan itu siapa," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri
Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan,
seperti dikutip kompas Rabu (9/1/2013). [Ahmed Widad]
MOSCOW (Arrahmah.com) – Rusia
telah mengkonsentrasikan lima kapal perang untuk berlabuh di pantai
timur Laut Mediterania dalam sebuah gelar unjuk kekuatan. Hal itu
bertujuan untuk menekan negara-negara Barat agar tidak melakukan
intervensi militer terhadap Suriah, demikian laporan koran Inggris The Sunday Times mengutip dari seorang diplomat Rusia pada Sabtu (5/1/2013).
Menurut laporan tersebut, kapal-kapal Rusia itu mengangkut peralatan
perang dan ratusan tentara marinir Rusia, disertai oleh kapal-kapal
tempur.
Pemerintah Rusia beralasan kapal-kapal itu dikerahkan untuk ikut
serta dalam latihan untuk "meningkatkan manajemen, pemeliharaan dan
pengujian interaksi dari angkatan laut." Namun The Sunday Times
mengutip dari diplomat Rusia bahwa tentara mariner Rusia dimaksudkan
untuk mencegah negara-negara Barat mengerahkan pasukan darat guna
menjatuhkan rezim Bashar Asad.
"Rusia harus bersiap siaga untuk menghadapi perkembangan apapun,
konflik di Suriah mungin saja mencapai puncaknya sebelum datangnya Hari
raya Paskah," kata diplomat Rusia tersebut. The Sunday Times melaporkan bahwa sekitar 300 tentara
marinir Rusia diputuskan akan mendarat di pelabuhan Tarsus, Suriah.
Mereka akan dikerahkan ke daratan untuk mencegah invasi militer darat
yang mungkin "akan dilakukan" oleh negara-negara Barat.
Sementara itu koran Lebanon pro rezim Suriah, Ad-Diyar, melaporkan
bahwa Rusia telah mengirimkan 71 kapal perangnya yang mengangkut 62
tentara Rusia guna membantu rezim Bashar Asad.
Pasukan militer rezim Nushairiyah Suriah yang didukung oleh militer
Rusia, Iran dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon selama beberapa pekan
terakhir semakin terdesak oleh serangan mujahidin kelompok Islam dan
mujahidin FSA.
AS dan Barat sendiri telah memasukkan mujahidin Jabhah Nushrah, salah
satu kelompok mujahidin Islam terkuat, dalam daftar kelompok teroris
internasional. Rakyat Suriah dan para aktivis revolusi meyakini hal itu
sebagai konspirasi AS dan NATO untuk menyelamatkan rezim Bashar Asad. AS
dan NATO dengan mengatas namakan PBB diyakini akan melakukan intervensi
militer udara atau darat dengan tujuan memerangi "teroris Islam" dan
menyelamatkan senjata kimia rezim Asad agar tidak jatuh ke tangan
"teroris Islam."
(muhib almajdi/arrahmah.com)
London
(SI ONLINE) - Pemerintah Arab Saudi telah memberikan dukungan jet-jet
tempurnya untuk membantu Amerika Serikat melakukan serangan-serangan
pesawat tak berawak terhadap pejuang Al Qaida di Yaman, kata London Times, Jumat (4/1/2013).
Pesawat-pesawat tak berawak AS membantu pasukan Yaman memerangi pejuang Al Qaida di Semenanjung Arab (AQAP).
AQAP dianggap oleh Washington sebagai cabang Al Qaida yang paling aktif dan paling mematikan dalam jaringan jihad global.
The Times mengutip sumber intelijen AS yang mengatakan bahwa "beberapa
yang disebut misi pesawat tak berawak sebenarnya misi Angkatan Udara
Saudi".
Serangan-serangan pesawat tak berawak AS di Yaman hampir tiga kali lipat
pada tahun 2012 dibandingkan dengan 2011, menurut "think tank" Bew
America Foundation yang berbasis di Washington, dan untuk pertama
kalinya mencapai lebih dari di Pakistan tahun lalu.
Satu serangan baru pesawat tak berawak AS pada Kamis menewaskan tiga
pejuang Al Qaeda di kota Rada di Al-Bayda provinsi tengah Yaman, situs
baru serangan sejenis, kata sumber-sumber suku.
JAKARTA (SALAM-ONLINE):
Para preman yang mengusir para mahasiswa saat berdemo di kantor
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pimpinan Hatta Rajasa
menandakan elit tidak menunjukkan contoh baik pada masyarakat.
Demikian dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) M Ilyas kepada itoday, Jumat ( 4/1/2013).
“Runtuhnya sendi bernegara adalah jika para elit memberi contoh yang tidak baik pada masyarakat,” ujarnya.
Kata Ilyas, sudah seharusnya negeri ini bebas dari premanisme
sebagaimana yang terjadi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
pimpinan Hatta Rajasa. “Sudah seharusnya negeri ini bebas dari
premanisme seperti itu, termasuk jika memang menggunakan preman untk
menghalau demo yang legal,” ujarnya.
Ilyas juga mengatakan, polisi harus berlaku adil terhadap warga
negara di republik ini dalam berbagai kasus termasuk yang melibatkan
anak pejabat.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang melakukan
aksi damai di kantor Koordinator Bidang Perekonomian pimpinan Hatta
Rajasa, Kamis (3/1/2013) menyerukan aparat kepolisian tidak
diskriminatif dalam menangani kasus anak Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa.
Tetapi aksi damai itu dikejutkan dengan kedatangan sejumlah preman.
Para preman yang berbaju hitam keluar dari dalam kantor Hatta Rajasa
dan menemui para mahasiswa tersebut. Para preman itu meminta para
demonstran menghentikan orasi dan mengusir mereka.
“Dari dalam pagar, orang-orang berbaju hitam itu ingin menghentikan
pendemo yang berorasi,” kata Kapolsek Sawah Besar, Komisaris Polisi JR
Sitinjak, Kamis (3/1/2013) sebagaimana dikutip vivanews.
Akhirnya polisi menangkap 4 orang pihak keamanan dari internal
kementeriannya Hatta Rajasa lantaran dianggap melawan aparat
kepolisian–bahkan sempat terjadi baku hantam. Polisi juga
mempertanyakan, mengapa kantor Kemenko Perekonomian menggunakan preman,
bukan aparat keamanan (kepolisian) untuk menjaga dan mengawal demo damai
mahasiswa itu. (itoday/salam-online)
Paris (Voa-Islam) – Majalah mingguan Prancis,
Charlie Hebdo, membuka tahun baru 2013 dengan menerbitkan komik
biografi. Pada tanggal 2 Januari atau Rabu ini, Charlie Hebdo
meluncurkan buku komik tentang biografi Nabi Muhammad SAW.
Biadab!Charlie Hebdo, mengklaim isi komik tersebut
sepenuhnya ‘halal’ karena dikompilasikan dari sejarawan dan ilmuwan
Muslim. Yang jelas, majalah satir asal Negeri Mode ini beberapa kali
menurunkan gambar kartun serupa dengan alasan kebebasan berekspresi.
Yang pasti, halal juga darahnya bagi siapapun yang terlibat dalam
pembuatan komik nabi tersebut.
‘’Kami sudah memiliki gambaran tentang kehidupan Muhammad seperti
yang diceritakan oleh sejarawan Muslim. Tidak ada tambahan humor,’’
bunyi pernyataan Charlie Hebdo seperti dikutip Dailybhaskar dari Aljazeera. ‘’Jika bentuknya memunculkan sejumlah hujatan, latar belakangnya sepenuhnya halal.’’
Editor Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier, mengatakan kepada AFP
bahwa isi komik biografi Nabi Muhammad sepenuhnya ‘halal’. Karena,
komik tersebut ditulis berdasarkan kompilasi tulisan tentang Nabi yang
ditulis oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim.
Charlie Hebdo mengklaim komik yang akan diterbitkannya memiliki
legitimasi karena sudah dikonsultasikan dengan ilmuwan Islam. ‘’Beberapa
lainnya menyalahkan Charlie Hebdo yang sengaja memicu aksi protes
dengan menerbitkan serial komik,’’ tulis Dailybh Komik Kartun Nabi Diedit Orang Islam
Stephane Charbonnier, penerbit Charlie Hebdo sekaligus ilustrator
komik, mengklaim komik tersebut telah mendapat ‘restu' umat Islam. ‘’Ini
adalah sebuah biografi yang diresmikan oleh Islam karena diedit oleh
Umat Muslim,’’ kata Charbonnier seperti dikutip Alarabiya dari AFP.
Charbonnier mengatakan komik biografi tentang Nabi Muhammad itu
diluncurkan pada Rabu dan disatukan dengan biografi peneliti
Francis-Tunisia yang dikenal dengan nama samaran Zineb.
Charbonnier yang dikenal dengan nama Charb itu mengaku dirinya
mendapat ide meluncurkan komik biografi tentang Nabi Muhammad sejak enam
tahun silam. Dia terinspirasi oleh surat kabar Denmark,
Jyllands-Posten, yang mempublikasi 12 kartun Nabi Muhammad pada
September 2005.
Ulah surat kabar Jyllands-Posten tersebut memicu gelombang
demonstrasi umat Islam di Denmark. Pada awal 2006, gelombang demonstrasi
menentang penerbitan kartun Nabi itu menyebar hampir ke seluruh dunia.
Charlie Hebdo sendiri semakin memanaskan suasana. Majalah yang
mengklaim beraliran satir (olok-olok) tersebut justru menerbitkan ulang
kartun Nabi surat kabar Jyllands-Posten. Halal Darahnya
Majalah Prancis beraliran satir itu pernah mematik amarah umat Islam
karena menerbitkan gambar kartun yang diasosiasikan sebagai Nabi
Muhammad SAW.Pada September 2012 lalu, Charlie Hebdo menerbitkan kartun
yang diasosiasikan sebagai Nabi Muhammad. Hal tersebut membuat suasana
saat itu semakin panas. Karena, aksi demonstrasi kala itu sedang merebak
di sejumlah negara menentang penayangan film anti-Islam ‘Innocence of Muslims’.
‘’Pada 2011, kantor Charlie Hebdo pernah dilempar bom api dan
situsnya dibajak setelah menerbitkan edisi ‘Charia Hebdo’ yang memuat
beberapa gambar kartun Muhammad,’’ tulis Alarabiya mengutip AFP.
Stephane Charbonnier mendapat sejumlah ancaman pembunuhan. Penanggung
jawab penerbitan Charlie Hebdo yang dikenal dengan nama Charb itu hidup
dalam perlindungan pihak kepolisian.
Ketua MUI Sumbar, Buya Syamsul Bahri Khatib, memprotes peluncuran
komik Nabi Muhammad SAW, yang menurut rencana dilakukan Rabu (2/1/2013).
Buya mengatakan, ini benar-benar penghinaan bagi Nabi dan juga umat
Islam di seluruh dunia. Penerbit koran mingguan Prancis harus
bertanggung jawab.
"Sungguh sangat keji pembuat komik Nabi Muhammad SAW. Belum
puas dengan muat ulang kartun, sekarang dengan komik. Ini satu
penghinaan besar," kata Buya Syamsul Bahri, Selasa (1/1/2013).
Selanjutnya, Ketua MUI Sumbar menyampaikan, secara pribadi sepakat jika
yang diceritakan mengenai sejarah Nabi Muhammad SAW, tetapi harus
objektif. Akan tetapi ia tidak menyetujui jika berbentuk gambar.
"Sejarah Nabi secara objektif bisa dibuat, tapi jika berbentuk gambar
sangat menghinakan Nabi, karena Nabi insan kamil (sempurna), bukan
boneka dan manusia perseorangan," ucapnya, dalam berita Padang Today.
Buya Syamsul Bahri Khatib menambahkan, ini hinaan bagi umat Islam dan
bisa berdampak buruk bagi umat Islam di Indonesia secara khusus, dunia
pada umumnya. Pemerintah, perwakilan umat Islam, dan masyarakat harus
bersama-sama melindungi citra Nabi Muhammad SAW. Diharapkan pemerintah
Indonesia dapat mengambil sikap mengenai hal ini,” katanya. Desastian/hidcom/RoL
Sejak
Abad ke-7 SM bangsa Romawi kuno telah memiliki kalender tradisional.
Namun kalender ini sangat kacau dan mengalami beberapa kali perubahan.
Sistem kalendar ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap munculnya
bulan dan matahari, dan menempatkan bulan Martius (Maret) sebagai awal
tahunnya.
Pada tahun 45 SM Kaisar Julius Caesar mengganti kalender
tradisional ini dengan Kalender Julian. Urutan bulan menjadi: 1)
Januarius, 2) Februarius, 3) Martius, 4) Aprilis, 5) Maius, 6) Iunius,
7) Quintilis, 8) Sextilis, 9) September, 10) October, 11) November, 12)
December. Di tahun 44 SM, Julius Caesar mengubah nama bulan “Quintilis”
dengan namanya, yaitu “Julius” (Juli).Sementara
pengganti Julius Caesar, yaitu Kaisar Augustus, mengganti nama bulan
“Sextilis” dengan nama bulan “Agustus”. Sehingga setelah Junius, masuk
Julius, kemudian Agustus. Kalender Julian ini kemudian digunakan secara
resmi di seluruh Eropa hingga tahun 1582 M ketika muncul Kalender
Gregorian.
Januarius (Januari) dipilih sebagai bulan pertama, karena dua alasan. Pertama, diambil dari nama dewa
Romawi “Janus” yaitu dewa bermuka dua ini, satu muka menghadap ke depan
dan yang satu lagi menghadap ke belakang. Dewa Janus adalah dewa
penjaga gerbang Olympus. Sehingga diartikan sebagai gerbang menuju tahun
yang baru.
Kedua, karena 1 Januari jatuh pada puncak musim dingin. Di saat itu
biasanya pemilihan konsul diadakan, karena semua aktivitas umumnya
libur. Di bulan Februari konsul yang terpilih dapat diberkati dalam
upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru. Sejak
saat itu Tahun Baru orang Romawi tidak lagi dirayakan pada 1 Maret,
tapi pada 1 Januari. Tahun Baru 1 Januari pertama kali dirayakan pada
tanggal 1 Januari 45 SM.
==============================================
Sebuah Renungan, “Perayaan Tahun Baru”
Ditulis Oleh Al Ustadz Qomar ZA, Lc.
Anda ikut merayakan tahun baru, mengikuti siapa?
Perayaan
tahun baru ternyata bukan sesuatu yang baru, bahkan ternyata itu adalah
budaya yang sangat kuno, beberapa umat melakukan. Perayaan itu,
diantaranya adalah hari raya Nairuz, dalam kitab al Qomus. Nairuz adalah
hari pertama dalam setahun, dan itu adalah awal tahun matahari. Orang-orang Madinah dahulu pernah merayakannya sebelum kedatangan Rasulullah. Bila diteliti ternyata ternyata itu adalah hari raya
terbesarnya orang Persia bangsa Majusi para penyembah api, dikatakan
dalam sebagian referensi bahwa pencetus pertamanya adalah salah satu
raja-raja mereka yaitu yang bernama Jamsyad. Ketika Nabi datang ke Madinah
beliau mendapati mereka bersenang–senang merayakannya dengan berbagai
permainan, Nabi berkata: ‘Apa dua hari ini’, mereka menjawab, ‘Kami
biasa bermain-main padanya di masa jahiliyah’, maka Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua
hari itu dengan yang lebih baik dari keduanya yaitu hari raya Idul Adha
dan Idul Fitri.[Shahih, HR Abu Dawud disahihkan oleh asy syaikh al Albani]
Para pensyarah hadits mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua hari
yang sebelumnya mereka rayakan adalah hari Nairuz dan hari Muhrojan
[Mir’atul mafatih]
Di samping majusi, ternya orang-orang Yahudi juga punya kebiasaan merayakan awal tahun, sebagian sumber menyebutkan bahwa perayaan awal tahun termasuk hari raya Yahudi,
mereka menyebutnya dengan Ra’su Haisya yang berarti hari raya di
penghujung bulan, kedudukan hari raya ini dalam pandangan mereka semacam
kedudukan hari raya Idul Adha bagi muslimin.
Lalu Nashrani mengikuti jejak Yahudi sehingga mereka juga merayakan
tahun baru. Dan mereka juga memiliki kayakinan-keyakinan tertentu
terkait dengan awal tahun ini. [Bida’ Hauliiyyah]
Tidak menutup kemungkinan masih ada umat-umat lain yang juga
merayakan awal tahun atau tahun baru, sebagaimana disebutkan beberapa
sumber. Yang jelas, siapa mereka?, tentu, bukan muslimin, bahkan Majusi
penyembah api nasrani penyemabah Yesus dan Yahudi penyembah Uzair.
Jadi siapa yang anda ikuti dalam perayaan tahun baru ini?
Lebih dari itu, ternyata perayaan tahun baru ini telah dihapus oleh
Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, bukankah anda ingat hadits di
atas?, Nabi menghapus perayaan Nairuz dan Muhrojan dan mengganti dengan
idul Fitri dan Adha. Lalu, kenapa
muslimin menghidup-hidupkan sesuatu yang telah dimatikan Rasulullah
Shallahu alaihi wa sallam. Kata Ibnu Taimiyyah, Allah Subhanahuwata’ala
mengganti (Abdala) konsekwensi dari kata Abdala (menggati) adalah
benar-benarnya terhapus hari raya yang dulu dan digantikan dengan
penggatinya, karena tidak bisa berkumpul antara yang menggati dan yang digantikan.
Tapi, kenyataannya justru tetap saja umat ini merayakan tahun baru,
melanggar sabda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, sungguh benar
berita kenabian Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam
“Benar-benar kalian akan mengikuti jalan-jalan orang yang sebelum
kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga bila
mereka masuk ke lubang binatang dhob (semacam biawak), maka kalian juga
akan memasukinya. Kami berkata: Wahai Rasulullah Yahudi dan nashrani? Beliau berkata: Siapa lagi?.” [shahih, HR al Bukhori Muslim dan yang lain]
Kaum muslimin… Belum lagi, apa yang mereka lakukan dalam perayaan tahu baru?
Bukankan berbagai kemungkaran yang sangat bertolak belakan dengan
ajaran agama. Kalau anda dari jenis orang yang pobhi dengan ajaran
agama, saya katakan, bukankah dalam acara itu banyak terjadi hal-hal
yang bertentangan dengan kesusilaan, abad, sopan santun, kehormatan jiwa
dan berbagai kemuliaan-kemualiaan yang lain.
Hampir semua atau semua yang terjadi adalah kerendahan dan kehinaan
martabat manusia apalagi martabat muslim. Tentu kita semua, saya dan
anda dan mereka, sebenarnya menyadari akan hal itu, lalu kapan kita akan
meninggalkannya, mengapa masih saja memeriahkan acara tersebut,
tidakkah kita kembali saja kepada kehormatan kita dan kemulian kita
serta tentunya ajaran agama kita.
Bersihkan dari bercak-bercak perayaan tahun baru, joget, pentas musik
yang identik dengan kerendahan moral, minuman-minuman keras dan
obat-obat terlarang, pembauran antara lawan jenis yang merusak moral,
sampai pada pesta hura-hura dengan pakaian minim, pamer aurat, pacaran
dan perzinaan, apakah kita menginkari terjadinya hal itu?
Berbagai sumber berita menyebutkan bahwa penjualan alat kontrasepsi
baik kondom atau yang lain meningkat tajam dari tahun ke tahun menjelang
perayaan malam tahun baru. Miris, kenyataan yang memperihatinkan,
inikah moral bangsa kita, dimana susila dan dimana ajaran agama? Bila
anda seorang muslim atau muslimah tidakkan takut dengan ancaman Allah
Subhanahuwata’ala , Nabi shallahu alaihi asallam bersabda
إذا ظهر الزنا و الربافي قرية فقد أحلوا بأنفسهم عذاب الله
”Tidaklah nampak pada sebuah daerah zina dan riba melainkan mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri mereka”[Hasan, HR Abu Ya’la, al Hakim dan dihasankan oleh Asy Syaikh al Albani]
Juga, …
لم تظهر الفاحشة في قوم قط
حتى يعلنوا بها إلا فشا فيهم الأوجاع التيلم تكن في أسلافهم
“Tidaklah tampak pada suatu kaumpun perbuatan keji (zina, homoseks)
sehingga mereka menampakkannya melainkan akan menyebar ditengah-tengah
mereka penyakit-penyakit yang tidak pernah ada pada umat sebelumnya”
[Sahih, HR al Baihaqi, disahihkan oleh asy syaikh al albani]
Saudaraku muslim…Saudariku muslimah…Masihkan anda akan menodai diri anda….
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk
hati mereka mengingat Allah Subhanahuwata’ala dan kepada kebenaran yang
telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang
yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya (Yahudi dan
Nashrani), kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati
mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang
yang fasik.[QS :al Hadid:16]
Ingat, liang lahat menunggu kita semua…
Wassalamu alaikum…
Sumber : http://www.salafy.or.id/sebuah-renungan-perayaan-tahun-baru/
DEPOK(Arrahmah.com) -
Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali terusik. Setelah
politikus Partai Demokrat Sutan Bhatoegana yang mengatakan bahwa Gus Dur
lengser karena kasus korupsi, kini nama Gus Dur kembali dikaitkan
dengan permasalahan tersebut.
Hal itu ditemukan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyah KH
Ahmad Damanhuri, dalam soal ujian semester ganjil dengan mata pelajaran
sejarah untuk siswa Madrasah Aliyah (MA). Dalam soal ujian dalam bentuk
pilihan ganda tersebut, ditanyakan apa penyebab jatuhnya pemerintahan
Abdurrahman Wahid? Mata pelajaran Sejarah yang diujikan pada Rabu lalu
itu menuai keperihatinan dari kaum Nahdliyin.
"Memang ada beberapa pilihan jawaban di sana, namun di kunci jawaban
mengatakan bahwa Gus Dur lengser karena kasus Brunei Gate dan Bulog
Gate. Jelas, ini sangat menyesatkan masyarakat dan para siswa yang tidak
tahu apa-apa," ujarnya kepada wartawan, Jumat (7/12) seperti dilansir
okezone.
Soal ujian yang dibuat Musyawarah Kelompok Kerja Madrasah Aliyah
(MK2MA) Provinsi Jawa Barat itu, dinilai Damanhuri tidak etis dan
menyesatkan. Ia meminta agar pembuat soal ujian tersebut diproses secara
hukum.
"Pembuat soal ujian harus diproses, tidak benar bahwa Gus Dur lengser
karena kasus tersebut dan harus ada pelurusan sejarah. Selain itu,
tidak ada di buku pelajaran Sejarah bahwa Gus Dur turun dari jabatannya
karena kasus korupsi, dan siswa kami pun tidak pernah mempelajari
sejarah tersebut," paparnya.
Para siswa yang mendapatkan soal ujian itu, dikatakan Damanhuri,
tidak mengetahui apa-apa tentang Gus Dur. Karena saat itu mereka masih
duduk di Sekolah Dasar (SD).
"Tidak logis jika soal tersebut diberikan kepada siswa Madrasah Aliyah saat ini," jelasnya. (bilal/arrahmah.com)
MOSKOW, muslimdaily.net -
Pada tanggal 8 Desember 1991 atau 21 tahun lalu, penguasa Rusia,
Ukraina dan Belarus sepakat membubarkan Uni Soviet pada 8 Desember 1991
dan mendirikan Persemakmuran Negara-negara Merdeka.
Uni Soviet
sebagai salah satu kekuatan besar di Eropa kala itu dinyatakan resmi
bubar pada 26 Desember 1991. Hak dan kewajiban negara ini kemudian
dilanjutkan oleh Federasi Rusia.
Salah satu penyebab bubarnya
negara Uni Soviet adalah kekalahan telak mereka dalam perang di
Afghanistan pada tahun 80-an. Lebih dari 15 ribu tentara Uni Soviet
tewas di Afghanistan sejak mereka mulai penjajahan di Afghanistan pada
24 Desember 1979 hingga 14 Februari 1989.
Keputusan Soviet
menarik tentaranya dilakukan saat ibukota Afghanistan, Kabul, dikepung
oleh 30 ribu Mujahiddin kala itu. Menurut Presiden Uni Soviet, Mikhail
Gorbachev, penarikan mundur ini merupakan bagian dari reformasi angkatan
bersenjata negaranya yang akan memangkas lebih dari 500 ribu tentara
aktif.
Selepas penarikan mundur tentara Soviet, pemerintahan
komunis Afghanistan hanya mampu bertahan selama tiga tahun. Pada tahun
1992, pasukan Mujahiddin menguasai Kabul dan menggulingkan Presiden
Afghanistan, Sayid Muhammad Najibullah.
JAKARTA (SALAM-ONLINE.COM):
Aparat kepolisian harus menghentikan cara kekerasan terhadap para
demonstran yang melakukan unjuk rasa terkait kekerasan Zionis Israel
terhadap warga Palestina.
“Tak seharusnya polisi memukuli teman-teman HMI yang menyuarakan
aspirasi membela Palestina yang dijajah Israel,” kata Ketua Umum
Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) M Ilyas
kepada itoday, Kamis (22/11/2012).
Menurut Ilyas, aparat kepolisian tidak seharusnya melakukan kekerasan
terhadap rakyat yang sedang menyuarakan aspirasinya. “Berhentilah
menjaga keamanan dengan cara-cara kekerasan,” paparnya.
Ia meminta aparat kepolisian lebih ramah terhadap para demonstran
selama tidak berbuat anarkis yang membahayakan keselamatan publik.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian memukul dan
menangkap para aktivis HMI yang sedang berdemonstrasi di depan kantor
Kedubes AS Jalan Medan Merdeka Utara, Rabu (21/11/2012).
Selain itu, petugas kepolisian kemudian menyemprotkan gas air mata ke
arah pengunjuk rasa. Mereka dipaksa mundur menjauh dari kawasan di
depan Kedubes AS.
Sedikitnya 12 aktivis diamankan. Dari beberapa di antara mereka tampak terluka akibat kekerasan dilakukan petugas kepolisian.
Dalam kejadian ini, Ketua Umum (Ketum) HMI Noer Fajriansyah terluka sehingga mendapatkan sekitar lima jahitan di kepalanya. (itoday)
CANBERRA (Arrahmah.com)
- Sebuah laporan baru telah mengakui bahwa Muslim Australia mengalami
diskriminasi di tempat kerja dan terus meningkat.
"Pria Muslim telah menyatakan keprihatinan bahwa penggambaran negatif tentang
Muslim di media mungkin telah memiliki efek yang merugikan pada harga diri
pemuda Muslim dan juga mengakibatkan anak-anak Muslim ditindas di sekolah," ujar
laporan Universitas Newcastle yang dikutip oleh The Herald Sun pada
Selasa (13/11/12).
Menggunakan data sensus, laporan yang dipimpin oleh Profesor Terry Lovat,
menemukan bahwa tingkat pengangguran di kalangan pria Muslim lebih dari dua kali
lipat dari rata-rata nasional.
Hanya 57 persen laki-laki Muslim berusia 15 tahun ke atas memiliki
pekerjaan.
Laporan juga mengungkapkan bahwa ummat Islam adalah kelompok yang paling
menghadapi diskriminasi di Australia dengan 13,4 persen pengangguran dibanding
ummat Budha yang hanya 9,6 persen. Diskriminasi Muslim tiga kali lipat
dibanding Lutheran yang memiliki tingkat pengangguran 4 persen, Baptis 4,8
persen dan Ortodoks 4,9 persen.
"Secara total, 58 persen Muslim memperoleh kuran dari 400 USD per
minggu."Laporan itu mengatakan bahwa ummat Islam menghadapi hambatan di tempat
kerja.
"Ada banyak diskriminasi terhadap Muslim, bukan hanya dalam pekerjaan," ujar
peneliti sosial dan anggota eksekutif dewan Islam Victoria, Mohammad Tabbaa
kepada The Herald Sun.
Tabbaa mengatakan diskriminasi termasuk seperti seorang pengusaha yang ragu
untuk mempekerjakan Muslimah yang mengenakan kerudung karena mereka takut
kehilangan pelanggan.
Kelompok Muslim telah berada di Australia selama lebih dari 200 tahun dan
membentuk 1,7 persen dari 20 juta penduduknya.
Islam adalah agama terbesar kedua setelah Kristen. (haninmazaya/arrahmah.com)
BIMA
(voa-islam.com) - Ustadz Muhammad Khairi alias Jipo akhirnya dimakamkan
di kampung halamannya, Bima, Nusa Tenggara Barat.
Ustadz Khairi,
sapaan akrabnya sebelumnya adalah seorang guru di Pondok Pesantren Umar bin
Khattab (UBK) Bima, sebelum pondok pesantren tersebut digerebek oleh Densus
88.
Ia menjadi korban
penembakan Densus 88 yang gugur saat penangkapan di Desa Karola, Poso Pesisir,
Sulawesi Tengah, Rabu (31/10/2012). Bersamaan dengan itu, Densus 88 juga
menangkap MR dan RH yang kini berada di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua,
Depok.
Jenazah ustadz
Khairi yang gugur di Poso itu lalu dibawa Densus 88 ke R.S. Polri, Kramat Jati,
Jakarta untuk diidentifikasi.
Menurut pihak
keluarga sempat terjadi negosiasi a lot dengan pihak Densus 88 yang meminta agar
jenazah dimakamkan di Jakarta. Namun pihak keluarga tetap bersikukuh agar ustadz
Khairi dimakamkan di Bima.
Akhirnya, setelah
2 minggu berselang dan identifikasi selesai pihak Densus 88 memulangkan jenazah
ustadz Khairi ke Bima. Tiba di Mataram disambung sebuah ambulan milik yayasan
masjid Al-Abror, Ampenan, kota Mataram, melaju menuju desa Rato, Kecamatan Bolo,
Kabupaten Bima, NTB. Selasa (13/11/2012) pagi, sekitar pukul 10.20 WITA ambulan
itu tiba di Desa Rato dengan bunyi sirine yang membuat umat Islam Bima
terperanjat.
Berbeda dengan apa
yang dikhawatirkan pihak kepolisian bahwa proses pemakaman akan ditolak oleh
warga, pada kenyataannya justru sekitar seribu orang menyambut kedatangan
jenazah ustadz Muhammad Khairi dengan pekikan takbir dan isak tangis.
Lantunan nasyid
laa tahzanu para tamu yang bertakziah semakin menambah keharuan. Dua
sepanduk pun terpampang didepan rumah. Sepanduk dengan huruf kapital itu
bertuliskan, “ SELAMAT DATANG SYUHADA POSO” dan “KITA SAMBUT SYARIAT ISLAM
DENGAN IMAN, HIJRAH, DAN JIHAD FIISABILILLAH ALLAHU AKBAR!”
Jenazah dibawa ke
rumah orang tua ustadz Khairi untuk mengganti kain kafan. Sekitar jam 10.30 WITA
selesai dikafankan, kemudian beberapa wakil dari teman dekat ustadz Khairi
diberikan kesempatan terakhir kalinya untuk menyaksikan jenazah.
Terlihat beberapa
bagian tubuh terluka yaitu bagian kepala/pelipis, lengan kanan, paha kiri dan
ada belahan dari leher sampai bawah pusar.
Ustad Muhammad
Taqiuddin yang merupakan jurubicara dari pihak keluarga sekaligus perwakilan
dari Forum Umat Islam (FUI) Bima, menyatakan dengan tegas bahwa telah terjadi
keganjilan-keganjilan dari proses otopsi, dimana terlihat dari dada ustadz
Muhammad Khairi ada bekas jahitan panjang, yang mana bekas tersebut tidak
berkaitan langsung dengan bekas luka tembak yang mengenai beliau, yaitu di
pelipis kiri dan di paha.
Pihak keluarga
serta FUI Bima, menyatakan bahwa besar kemungkinan pihak Densus 88 telah
mengambil sebagian dari organ tubuh ustadz Muhammad Khairi, karena nampak dari
keganjilan-keganjilan jenazah tersebut.
Setelah itu,
jenazah lalu disholatkan di Masjid Al-Amin Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten
Bima NTB oleh sekitar seribu orang. Sholat jenazah tersebut dipimpin oleh ustadz
Abdul Hakim.
Selesai
disholatkan jenazah langsung diantar ke pemakaman. Teman-teman ustadz Khairi pun
berebut menghantarkan jenazah dalam keranda, bersamaan dengan itu Masyarakat
Desa Rato pun turut berkerumun menyaksikan pemakaman ustadz Khairi.
Sementara itu,
sejumlah warga yang hadir menyaksikan tanda-tanda kesyahidan yang sangat jelas
terlihat dari jenazah ustadz Khairi.
Keringat mengucur dibagian kening
Darah segar mengalir dihidung mulut dan di
bagian paha
Bau wangi tercium sangat
menyengat
Seluruh bagian tubuh lentur sebagai mana
orang yang masih hidup
Senyum, sebagai mana orang yang sedang
berbahagia
Jenazah sudah 13 hari tetapi jasadnya seperti
baru meninggal
Sekitar seribu orang
mensholatkannya
Proses penguburan
diakhiri dengan sambutan keluarga yang diwakili oleh ustadz Azmi bin Mustafa.
Selain menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf, terutama kepada
Kepala Desa dan masyarakat Desa Rato yang telah menerima kedatangan jenazah,
beliau pun bersumpah bahwa beliau benar-benar melihat dengan mata kepalanya
sendiri tanda-tanda kesyahidan, seperti yang disebut diatas.
Selama proses
kedatangan hingga penguburan jenazah tidak ada hambatan sedikitpun. Pukul 11.30
WITA proses penguburan selesai. Para pelayat pun kembali kerumah masing-masing
dengan tertib. [Umar, Ibnu Mansyur]
GAZA (Arrahmah.com)
- Sedikitnya empat Muslim Palestina gugur dan tiga puluh lainnya
terluka oleh serangan tentara Zionis setelah serangan terhadap patroli
perbatasan "Israel".
Artileri "Israel" menargetkan warga Palestina di wilayah yang
terkepung pada Sabtu (10/11/12). Sebagian besar yang terluka dilaporkan
berada dalam kondisi kritis, lansir Press TV.
Jumlah korban dalam kekerasan hari itu merupakan yang tertinggi dalam
beberapa bulan terakhir. Sumber medis mengatakan korban luka yang
berada dalam kondisi kritis beberapa di antaranya adalah anak-anak.
Saksi mata mengatakan kelompok perlawanan Palestina juga menembakkan
roket ke sebuah jip "Israel" yang meledak di tepi perbatasan, melukai
empat tentara Zionis.
Militer Zionis melakukan serangan pengecut darat dan udara terhadap
Gaza secara teratur. Otoritas Zionis mengklaim serangan tersebut
dilakukan untuk tujuan defensif.
Gaza telah diblokade sejak tahun 2007, situasi yang menurunkan
standar hidup, tingkat pengangguran dan kemiskinan meningkat tajam yang
belum pernah terjadi sebelumnya. (haninmazaya/arrahmah.com)
MANAMA (Arrahmah.com)
– Hanya beberapa jam setelah Departemen Dalam Negeri Bahrain
mengumumkan pencabutan kewarga negaraan 31 warga Syiah Rafidhah pada
Rabu (7/11), massa Syiah mengamuk dan membakar 59 mobil di sebuah gudang
milik perusahaan Hyundai di kawasan mayoritas Syiah, Satrah.
"Sekelompok teroris pada pagi buta hari ini melakukan serangan
terorisme, dengan membakar gudang mobil milik perusahaan Hyundai di
wilayah Satrah," kata Kepala kepolisian wilayah Bahrain Tengah kepada
Kantor Berita Bahrain (BNA).
Kepala kepolisian mengatakan patrol keamanan dan Pasukan Pertahanan
Sipil langsung bergerak ke lokasi kejadian setelah mendapat informasi
penyerangan. Di lokasi kejadian, pihak keamanan mendapati dua satpam
berkewarga negaraan Asia dalam kondisi terikat dan mata tertutup.
Keduanya dilumpuhkan oleh massa penyerang, dipukuli dan diikat di dalam
gudang. Demikian laporan BNA.
Dari penyisiran dalam gudang mobil dan wilayah sekitar lokasi
kejadian, patroli kepolisian dan Pasukan Pertahanan Sipil menemukan
sejumlah jirigen bekas bensin dan sejumlah bom molotov. Massa penyerang
telah membakar 59 mobil yang berada dalam gudang. Pihak keamanan Bahrain
masih mengadakan penyidikan dan pengejaran terhadap massa pelaku
serangan.
(muhib almajdi/arrahmah.com)
Salah satu alasan yang membuat kaum Syiah Rafidhah selalu berbunga-bunga ialah sebagai berikut…
[=] Syiah adalah musuh terbesar Amerika dan Israel.
[=] Syiah adalah musuh utama Zionis Yahudi yang sangat ditakuti karena punya intalasi nuklir.
Sejarah Syiah: "Selalu Menusuk Ahlus Sunnah dari Belakang. Dan Tak Pernah Perang Melawan Orang Kafir." [=] Hizbullah adalah sosok kekuatan Syiah yang selalu gagah-berani menghadang barisan Zionis Israel.
[=] Sementara Saudi, Kuwait, dan Qatar, selalu bermanis-manis kata dengan dedengkot Yahudi, yaitu Amerika.
[=] Revolusi Khomeini adalah revolusi Islam yang menginspirasi perjuangan gerakan-gerakan Islam di dunia.
Ya, kurang lebih begitu klaim para aktivis agama Persia (Syiah Rafidhah) ini. Di berbagai forum, kesempatan, termasuk dalam diskusi di blog ini, alasan-alasan itu selalu mereka munculkan. Seakan-akan, tidak lagi alasan bagi Syiah untuk tetap eksis di muka bumi, selain klaim-klaim seperti itu.
Lalu bagaimana pandangan kita sebagai Ahlus Sunnah tentang klaim kaum Syiah ini?
Mari kita bahas secara ringkas dan praktis, dengan memohon pertolongan Allah Al Hadi…
PERTAMA. Kaum Syiah Rafidhah itu terus bekerja keras dan sangat nafsu, agar mereka tetap diakui sebagai Islam, tetap dipandang sebagai Muslim, tetap menjadi bagian dari kaum Muslimin sedunia. Hal ini adalah hakikat siksaan spiritual yang Allah timpakan atas hati-hati mereka, selamanya. Mereka telah sangat berdosa karena mencaci, melecehkan, mengutuk, dan mendoakan keburukan atas isteri-isteri Nabi, para Khulafaur Rasyidin, dan para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Maka Allah pun menjadikan mereka selalu gelisah, takut, dan sangat menginginkan diberi label Islam atau Muslim. Mereka selalu dalam kebingungan seperti ini, layaknya Bani Israil yang kebingungan selama 40 tahun di Padang Tiih, karena telah menghina Musa ‘Alaihissalam dan Allah Ta’ala. Lihatlah manusia-manusia pemeluk agama Persia (Rafidhah) itu…mereka kemana-mana membawa laknat atas doa-doa laknat yang mereka bacakan untuk mengutuki manusia-manusia terbaik dari para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum.
KEDUA. Dalam sejarahnya, sejak zaman Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sampai hari ini, ketahuilah bahwa Syiah Rafidhah (agama Persia) ini tidak pernah berjihad melawan kaum kufar, baik itu Nashrani, Yahudi, musyrikin, dan orang-orang atheis. Syiah tidak punya sejarah jihad menghadapi kaum kufar. “Jihad” kaum Syiah sebagian besar diarahkan untuk menyerang kaum Sunni, sejak zaman dahulu sampai saat ini.
Mula-mula Syiah di Kufah mengundang Husein Radhiyallahu ‘Anhu datang ke Kufah, katanya mau dibaiat. Karena Husein sudah berangkat ke Kufah, oleh penguasa kala itu (Yazid bin Muawiyah) Husein dianggap bughat, sehingga boleh ditumpas. Waktu tiba di Kufah, tak satu pun kaum Syiah keluar untuk membaiat, menolong dan mendukung Husein. Posisi Husein sangat terjepit, akan kembali ke Madinah, dia sudah dianggap bughat. Meminta bantuan Kufah, tak satu pun Syiah yang akan menolong. Akhirnya, Husein ditumpas di Padang Karbala. Bahkan kala penumpasan itu, tak satu pun hidung Syiah menampakkan diri, walau sekedar untuk menolong korban dari pihak Husein dan keluarganya. Nah, peristiwa pembantaian Husein oleh kaum Syiah itulah yang selalu mereka rayakan dan nikmati dalam momen-momen Asyura. Air mata mereka mengutuk para pembunuh Husein, sedangkan hati mereka berucap: “Alhamdulillah Husein dan keluarganya telah binasa di Karbala.”
“Jihad” kaum Syiah berikutnya ialah membantu Hulagu Khan (penguasa Mongol) untuk menumpas Khilafah Abbassiyah. Kemudian mereka berusaha melenyapkan kaum Sunni di Mesir, tetapi berhasil ditumpas oleh Nuruddin Mahmud Zanki. Mereka terus menikam perjuangan Shalahuddin Al Ayyubi. Mereka juga selalu menjadi musuh Khilafah Turki Utsmani, selalu kerjasama dengan negara-negara Nashrani Eropa untuk melemahkan Khilafah Turki. Di zaman kontemporer, Revolusi Khomeini di Iran telah menumpas Ahlus Sunnah di Iran. Mereka juga menikam perjuangan mujahidin di Afghanistan. Mereka membantai Ahlus Sunnah di Irak, Libanon, Suriah, Yaman, bahkan mereka hampir menguasai Bahrain.
Singkat kata, tidak ada Jihad kaum Syiah dalam sejarah, selain “jihad” yang diarahkan untuk memusnahkan dan menghancur-leburkan kaum Sunni. Sejarah klasik dan modern sudah memaparkan fakta. Bahkan dalam kasus Iran Contra Gate terbongkar skandal besar. Ternyata, di balik gerakan Kontra di Nikaragua, Amerika memasok senjata kepada para gerilyawan itu. Darimana dananya? Dari hasil kerjasama jual-beli minyak dengan Iran. Padahal dalam kampanye dunia, sudah dimaklumkan bahwa Amerika itu sedang konflik dengan Iran. Tetapi di balik itu ada sandiwara “jual-beli minyak” yang menggelikan. Kasus ini sangat terkenal, sehingga seorang kolonel Amerika dikorbankan sebagai tumbalnya.
KETIGA. Apa sih yang dilakukan Hizbullah (Syiah Rafidhah) di Libanon kepada Israel? Apakah dia terlibat perang terbuka dengan Israel? Apakah dia menduduki wilayah Israel dan berusaha mengusir penduduk Yahudi? Ternyata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya melepaskan tembakan mortir ke arah pasukan Israel atau wilayah Israel. Atau mereka melakukan tembakan senapan, atau tembakan rudal anti tank. Hanya itu saja. Mereka tidak pernah terlibat perang terbuka vis a vis, seperti para pejuang Ahlus Sunnah di Irak, Afghanistan, Chechnya dan lainnya. Jadi singkat kata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya semacam “main-main” untuk membuang amunisi-amunisi ringan. Itu saja kok.
KEEMPAT. Dalam sejarah perang Arab-Israel, sejak merdeka tahun 1948 Israel sudah berkali-kali bertempur dengan pasukan Arab. Yang terkenal adalah perang tahun 48, perang tahun 67, dan perang tahun 70-an. Ia kerap disebut perang Arab-Israel. Setelah itu belum ada lagi perang yang significant. Dalam sejarah ini, lagi-lagi tiada peranan Iran sama sekali. Bahkan ketika Ghaza dihancur-leburkan Israel pada tahun 2008-2009 lalu, Iran lagi-lagi tidak terlibat apa-apa. Jadi, apa yang bisa dibanggakan dari manusia-manusia pemeluk agama Persia (Syiah Rafidhah) itu?
KELIMA. Menurut Ustadz Farid Okbah, di Iran itu sangat banyak orang-orang Yahudi. Menurut informasi, jumlahnya bisa mencapai 50.000 jiwa. Mereka bisa hidup aman dan sentosa di Iran, sedangkan Ahlus Sunnah hidupnya sangat menderita disana. Iran bersikap welcome kepada kaum Yahudi, dan sangat ofensif kepada kaum Muslimin. Ini adalah realitas yang sangat menyedihkan. Makanya tidak salah kalau ada yang mengatakan, Rafidhah lebih sadis dari orang-orang kafir lain.
Contoh yang sangat unik ialah kerjasama antara Hamas dan Iran. Banyak orang menyebutkan, Hamas kerap kerjasama dengan Iran. Hal itu konon berdasarkan sikap Syaikh Al Bana yang dulunya pernah berujar, bahwa Syiah adalah sesama saudara Muslim juga. Mereka sama-sama Ahlul Qiblah. Tetapi realitasnya, Ikhwanul Muslimin di Suriah dibantai puluhan ribu manusia disana oleh regim Hafezh Assad. Ternyata, regim itu dan anaknya, dibantu oleh Iran juga. Nah, ini kan sangat ironis. Hamas kerjasama dengan Iran, sementara Al Ikhwan di Suriah dibantai oleh regim Suriah yang didukung oleh Iran.
KEENAM. Propaganda bahwa Syiah Rafidhah itu musuh Zionis Israel, semua ini hanya propaganda belaka. Sejatinya mereka itu teman-karib, sahabat dekat, saling tolong-menolong, sebagian menjadi wali atas sebagian yang lain. Mereka ini selamanya tak akan pernah terlibat dalam peperangan. Kaum Yahudi membutuhkan Iran, sebagai seteru Ahlus Sunnah. Sedangkan Iran membutuhkan Yahudi, juga sebagai seteru Ahlus Sunnah. Dalam hadits Nabi Saw juga disebutkan bahwa kelak dajjal akan muncul dari Isfahan (salah satu kota di Iran yang saat ini banyak dihuni Yahudi) dengan 70.000 pasukan. Yahudi membutuhkan Iran, karena darinya akan muncul pemimpin mereka. Dan dalam literatur-literatur Syiah, sosok dajjal itu sebenarnya adalah sosok “Al Mahdi Al Muntazhar” yang selalu mereka tunggu-tunggu. Begitulah, banyak kesamaan kepentingan antara Syiah dan Yahudi.
KETUJUH. Fakta berikutnya yang sangat mencengangkan. Ternyata Syiah Iran juga menjalin kerjasama dengan China dan Rusia, dua negara dedengkotnya Komunis. Mereka ini umumnya kerjasama dalam soal industri, perdagangan, dan jual-beli senjata. Ketika Amerika berniat menjatuhkan sanksi akibat instalasi nuklir Iran, segera China dan Rusia memveto niatan itu. Kedua negara terang-terangan membela Iran. Begitu juga China dan Rusia juga membela regim Bashar Assad (semoga Allah Al Aziz segera memecahkan kepala manusia durjana satu ini, amin ya Mujibas sa’ilin) dari ancaman sanksi internasional. Sedangkan kita tahu, regim Suriah sangat dekat koneksinya dengan Iran. Jadi, kita bisa simpulkan sendiri posisi Iran di mata China, Rusia, dan regim Suriah.
Jadi kalau kemudian kita mendengar propaganda Syiah anti Yahudi, Syiah anti Amerika, Syiah anti Zionis, dan sebagainya…ya sudahlah, saya akan ketawa saja. Tidak usah dianggap serius. Anggaplah semua itu hanya “olah-raga kata-kata” saja (meminjam istilah seorang politisi busuk). Syiah selamanya akan berkawan dengan kaum kufar dan sangat apriori dengan kaum Muslimin (Ahlus Sunnah). Mereka itu lahir dari sejarah kita, tetapi wujud dan hatinya milik orang kafir. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.
Semoga artikel sederhana ini bermanfaat. Semoga kita semakin sadar, bahwa Syiah Rafidhah bukanlah kawan. Mereka membutuhkan istilah kawan selagi masih lemah. Nanti kalau sudah kuat, mereka akan menghancur-leburkan Ahlus Sunnah. Tetapi cukuplah Allah Ta’ala sebagai Wali, Pelindung, dan Penolong kita. Dialah sebaik-baik Pelindung dan Penjaga. Walhamdulillahi Rabbil a’alamiin
Kasus Solo Bukan Terorisme Tetapi Operasi Intelijen
MT Arifin (Pengamat Militer dan Intelijen)
Pengamat Militer dan Intelijen dari Solo, MT Arifin menceriterakan, pasca terjadinya penembakan mati terduga teroris di Solo, Farhan dan Mukhsin oleh pasukan Densus, Jum’at (31/8/2012), dirinya langsung diwawancarai oleh stasiun televisi swasta nasional dari Jakarta. Dalam wawancara itu dia mengemukakan bahwa kasus Solo itu bukanlah terorisme tetapi merupakan operasi intelijen.
Namun anehnya, sehari kemudian dirinya mendapat serangan santet yang datangnya dari arah Jakarta. “Alhamdulillah, serangan santet itu berhasil digagalkan,” ungkap MT Arifin yang juga memahami masalah supranatural tersebut. Pengamat Militer dan Intelijen itu tidak mau menduga-duga, siapa yang memerintahkan serangan jahat melalui ilmu hitam tersebut.
Berikut ini wawancara Tabloid Suara Islam dengan MT Arifin seputar terorisme dan operasi intelijen untuk menciptakan keadaan dan mengalihkan isu krusial yang terjadi pada pemerintahan SBY.
Mengapa kelompok Islam selalu disebut teroris, sedangkan Kristen seperti RMS dan OPM separatis, padahal mereka lebih banyak menimbulkan korban bagi personil TNI dan Polri ?
Persoalan istilah teroris dan separatis bukan stigmatisasi terhadap kelompok yang melakukan perlawanan pada institusi resmi, tetapi didasarkan atas konsep politik yang berkaitan dengan sifat yang ingin dilakukan dengan melakukan tindakan itu. Separatis konsepnya berkaitan dengan pemisahan, misalnya suku atau daerah ingin memisahkan diri dari negara. Sedangkan teroris konsep politik yang berkaitan dengan tindakan kekerasan untuk membentuk opini publik dan melakukan tekanan terhadap kekuasaan. Jadi dasarnya adalah konsep politik.
Dalam konteks Kenegaraan, lebih berbahaya mana antara teroris dan separatis ?
Persoalannya bukan lebih berbahaya mana antara teroris dan separatis. Persoalannya adalah gerakan itu menimbulkan efek yang bagaimana. Kemudian akibat dari efek itu akan menimbulkan konsekuensi-konsekuensi politik tertentu. Kalau dulu sampai sekarang separatis dihadapi oleh angkatan perang, tetapi kalau teroris dihadapi polisi. Kalau sekarang separatis dihadapi polisi, itu tergantung UU. Misalnya, kalau dianggap sebagai suatu tindakan yang membuat kekacauan di masyakarat dimana law and order terganggu, biasanya dihadapi polisi. Tetapi kalau sudah perlawanan total secara resmi, maka akan dihadapi militer dan semuanya dipengaruhi UU yang berlaku.
Mengapa sasaran Densus selalu umat Islam, padahal Kristen juga banyak terorisnya seperti Laskar Kristus yang aktif melakukan latihan militer di berbagai tempat tetapi dibiarkan saja ?
Kalau dilihat secara keseluruhan sebenarnya tidak begitu, terbukti Tibo cs yang melakukan pembantaian terhadap umat Islam di Poso juga dihukum mati. Sebenarnya kalau dilihat dari segi hukum, siapapun dan apapun kelompok tanpa pandang bulu diberlakukan sama. Memang di Indonesia yang sering jadi sasaran adalah umat Islam karena mayoritas. Kemudian dilihat dari pergerakan dan sejarah serta rumusan yang ada di jaringan intelijen, yang menjadi sasaran berbahaya adalah umat Islam sejak kasus pemberontakan DI-TII pada masa Kartosoewirjo. Kalau saya baca di berbagai buku intelijen, memang berasal dari sana. Sehingga Islam menjadi satu corak yang dianggap sangat menonjol. Pertanyaannya, mengapa kelompok non Islam tidak melakukan itu, karena mungkin mereka tidak terlalu besar dan lebih banyak melakukan gerakan separatisme seperti RMS dan OPM. Sebenarnya umat Islam juga pernah melakukan gerakan separatisme seperti GAM di Aceh.
Saya kira juga dipengaruhi perkembangan di tingkat global, terutama munculnya terorisme di tingkat internasional akibat kegagalan menyelesaikan kasus Afghanistan, terutama setelah terjadinya perpecahan antara kelompok Mujahiddin dengan AS pasca kekalahan Uni Soviet di Afghanistan. Juga setelah terjadinya perbedaan pendapat antara AS dengan Irak masalah minyak yang menyebabkan terjadinya Perang Teluk Persia II setelah Irak menyerbu Kuwait (1990) sampai invasi pasukan AS ke Irak (2003) yang menyebabkan jatuhnya pemerintahan Saddam Hussein. Memang setelah itu terjadi suatu pergerakan dimana Islam bangkit menjadi kekuatan pengontrol terhadap Pan Americanisme. Sehingga menjadi suatu merek yang sangat laik pasar dan itu berpengaruh terhadap Indonesia. Persoalannya, karena wilayah umat Islam di Timur Tengah kaya akan minyak bumi dan biaya produksinya sangatlah murah jika dibandingkan dengan wilayah lain yang biaya produksinya sangatlah tinggi, karena itulah wilayah umat Islam selalu menjadi sasaran negara lain.
Apa korelasi antara terorisme dengan persediaan minyak dunia ?
Tahun 2000 lalu ada pertemuan ahli intelijen internasional dari Barat yang membahas persoalan hubungan internasional, dimana dinyatakan bahwa dunia Barat sangat kritis akan kebutuhan minyak. Karena itu minyak bumi menjadi salah satu fokus persoalan hubungan antar bangsa dan kebetulan yang menjadi masalah adalah kontrol Islam atas Barat setelah bubarnya Uni Soviet. Kemudian Islam menjadi kekuatan utama yang akan mengontrol pada saat Barat melihat minyak sebagai fokus persoalan antar bangsa, karena itu menimbulkan terorisme internasional.
Kalau sebelumnya ada terorisme nasional yang melahirkan gerakan seperti IRA di Irlandia dan gelombang kedua melahirkan terorisme ideologis seperti Tentara Merah di Jepang dan Italia, sekarang terorisme internasional memperebutkan SDA strategis seperti minyak dan Islam menjadi kekuatan utamanya. Sehingga lahirlah Teori Samuel Huntington yang menganggap Islam sebagai musuh Barat setelah jatuhnya Uni Soviet. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap Indonesia yang memiliki ketergantungan bantuan, peralatan, kerjasama, pendidikan, pelatihan dan utang dari Barat.
Selama ini Densus dibentuk, dilatih serta dibiayai AS dan Australia. Bagaimana komentar Anda sebagai pengamat militer dan intelijen ?
Bukan dibiayai, justru kita yang minta bantuan kesana karena tidak memiliki dana. Ada sebuah kritikan yang berasal dari pengamat intelijen pada beberapa kasus terorisme. Katanya bukan untuk persoalan terorisme, tetapi untuk membentuk opini dan menghentak negara yang dijadikan sasaran donatur. Karena itu sekarang bukan persoalan teroris, sebab kalau dilihat dari standar terorisme secara internasional, teroris bukan seperti di Indonesia dimana mereka menembak dengan pistol. Jadi perlu adanya standar mana yang disebut teroris dan mana yang disebut kejahatan, jadi harus jelas. Sebab jika tidak, maka nanti kalau proyek yang laku teroris, maka semuanya akan dimasukkan ke dalam kerangka teroris.
Jadi semakin ramai teroris, semakin menguntungkan Densus ?
Persoalannya bukan Densus, tetapi pemerintah. Kebetulan dana yang masuk ke pemerintah sebagian dioperkan ke kepolisian melalui Densus. Itu kan kerjasama antara pemerintah, apalagi polisi berada di bawah Presiden. Jadi yang menjadi persoalan bukannya Densus, tetapi pemerintah. Polisi selalu menjadi sasaran, padahal polisi hanya menjalankan perintah siapa lagi kalau bukan dari Presiden, dimana sekarang kita sedang menjalankan sistem Presidensial. Polisi sebenarnya tidak punya apa-apa, seumpama disuruh ke Timur ya ke Timur, disuruh ke Barat ya ke Barat.
Mengapa BNPT dan Densus selalu dikendalikan mereka yang anti Islam seperti Ansyaad Mbai, Gories Mere dan Petrus Golose ?
Tidak begitu, aparat dasarnya adalah prestasi. Jadi persoalannya bukan Islam dan non Islam. Orang non Islam yang senang pada Islam juga banyak, sebaliknya orang Islam yang tidak Islamis juga banyak. Justru kadang-kadang kelemahan kita dalam melakukan penilaian selalu bertolak-belakang dari Islam dan non Islam. Bagaimanapun juga mereka tidak memiliki kekuasaan apa-apa kalau tidak diberi wewenang. Jadi persoalannya kelembagaan, yang bekerja bukan hanya dia tetapi sebuah tim besar. Banyak polisi yang Islamnya bagus, tetapi persoalannya adalah dalam rangka pengamanan lembaga negara. Jadi muaranya tertuju pada Presiden ?
Muaranya pada misi dari sebuah nation yang ditafsirkan pemerintah. Semestinya yang bertanggungjawab adalah pemerintah, bukan polisi.
Bagaimana pandangan Anda mengenai Program Deradikalisasi yang digerakkan BNPT ?
Saya jelas tidak setuju, dalam arti titik tolaknya darimana. Persoalan radikal dan tidak radikal akan dipahami dari konteks pengetahuan dan sikap radikal karena apa. Dalam UU Politik ada persoalan yang dinyatakan radikal. Jadi sikap radikal itu bukan persoalan orang itu radikal atau tidak radikal, tetapi dibangun oleh pengetahuan terhadap perkembangan nasional dan internasional serta rasa kesadaran akan ketidakadilan. Misalnya, pemerintah dalam mengatasi persoalan dianggap tidak adil, maka ini yang membentuk sikap radikal.
Jadi persoalan deradikalisasi semestinya berkaitan dengan bagaimana pemerintah mencoba untuk melaksanakan tujuan pemerintahan mengenai keadilan, kesejahteraan rakyat, menegakkan kebenaran, menegakkan hukum dan sebagainya. Pada saat sekarang telah terjadi kesenjangan yang tajam, mengenai pandangan pemerintah dan sikap yang dimiliki kelompok Islam dan non Islam serta hubungan antar mereka. Kesenjangan itu dipengaruhi informasi yang dimiliki dan perubahan sosial yang tinggi. Hal itu menyebabkan ketajaman hubungan karena terjadinya revolusi kebudayaan, dimana di Indonesia terjadi pada saat era reformasi sekarang. Itu yang menimbulkan persoalan dan tidak diantisipasi dengan program politik yang sistematik. Berbeda dengan Korea Selatan, sudah diantisipasi sejak awal bagaimana mengatur anak-anak main games. Tetapi disini tidak dan ini yang menjadi masalah. Jadi persoalan radikal dan tidak radikal adalah persoalan proses yang dialami oleh warga negara dalam kehidupan bermasyarakat akibat adanya kesenjangan tertentu.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai rencana BNPT yang dipimpin Ansyaad Mbai untuk melakukan Sertifikasi Ulama ?
Saya kira itu tidak tepat, sertifikasi untuk apa ? Memang salah satu problem di kalangan ulama, da’i dan mubaligh adalah dalam menghadapi persoalan dimana banyak sekali pengajian yamg diberikan kelompok muda tamatan pesantren kilat. Hal ini juga terjadi di kalangan Kristen yang diberikan kelompok muda tamatan kursus Injil. Dalam memberikan ceramah, mereka belum sampai pada tingkat dengan wawasan luas, kemudian berceramah dengan sikap fanatik, dimana akhirnya menimbulkan hasil kontra produktif. Di kalangan pemuda Kristen yang fanatik juga banyak sekali dan saya mendapat laporan ini dari salah seorang pimpinan Univeristas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah. Jadi yang terdapat kelompok fanatik bukan hanya Islam saja tetapi juga Kristen. Tetapi masalahnya Islam di Indonesia mayoritas mutlak sehingga yang menonjol fanatismenya adalah Islam, padahal di Kristen juga banyak sekali yang fanatik dan fundamentalis. Fanatisme akibat itu semestinya dibicarakan dan diatasi masing-masing agama.
Apakah Sertifikasi Ulama yang akan dilakukan BNPT merupakan penghinan terhadap ulama ?
Saya kira itu tidak ada artinya. Sertifikasi biasanya pada program fungsional yang bersifat karier. Kalau ulama kan bukan jabatan karier. Sekarang persoalannya bagaimana strategi untuk menghadapi ekses-ekses itu. Kembali ke terorisme, apakah operasi pemberantasan teroris yang digerakkan BNPT dan Densus memang proyek yang menguntungkan, dimana semakin banyak teroris yang berkeliaran maka semakin membuat kantong mereka tebal ?
Dulunya operasi semacam ini dilakukan militer dan intelijen. Jadi operasi anti terorisme bagi polisi adalah hal baru. Sekarang yang menjadi persoalan adalah bagaimana meningkatkan kinerja polisi agar menjadi lebih professional. Tetapi bukan berarti saya mengatakan kalau polisi sekarang tidak profesional dalam menanggani kasus terorisme. Namun berdasarkan kasus yang ada, seharusnya polisi meningkatkan profesionalismenya, sehingga tidak sering melakukan kesalahan target atau sasaran. Polisi juga perlu meningkatkan pemahaman terhadap penegakan hukum dan perlindungan HAM. Selain itu persoalan terorisme seharusnya dikaji dari persoalan yang lebih tinggi, bukan hanya linier.
Bagimana Anda melihat kasus penembakan mati terhadap terduga dua teroris oleh Densus di Solo baru-baru ini ?
Saya melihatnya itu operasi intelijen, bukan terorisme. Perkara kemudian dikaitkan dengan terorisme, itu bisa saja. Karena dalam operasi itu digunakan orang yang mau. Bedanya, operasi intelijen dimaksudkan untuk menciptakan suatu keadaan, tetapi kalau terorisme menggunakan kekerasan untuk mempengaruhi suatu kebijakan. Banyak sekali kasus terorisme, tetapi kalau dilihat dari ilmu pengetahuan tentang terorisme, sesungguhnya bukan terorisme.
Kasus di Solo itu jelas merupakan operasi intelijen, jika dilihat dari sifat-sifatnya. Karena sekarang proyek yang paling laku dijual ya terorisme. Seorang teroris tidak mungkin mengaku dirinya sebagai teroris. Juga tidak mungkin teroris berkali-kali nongkrong pada satu tempat. Kalau teroris, begitu mengebom tidak akan kembali lagi ke tempat itu sampai puluhan tahun. Karena itu kita harus memperjelas, apa terorisme itu. Jangan sampai mendefinisikan terorisme dengan pola-pola kriminal. Sekarang yang terjadi di Indonesia, melihat terorisme sebagai pergerakan kriminal. Masak teroris hanya nongkrong disitu-situ saja, tidak berpindah-pindah tempat. Seharusnya teroris tidak seperti itu, karena konsekuensinya mati. Saya kira terorisme sebagai suatu cara untuk mengalihkan isu. Sebab kalau ada persoalan yang muncul di pemerintahan, maka untuk mengalihkan isu muncullah operasi pemberantasan terorisme. Kalau sudah begitu, semua media massa pasti akan melupakannya dan mengarahkannya kesana.
Kalau kasus penembakan mati dua orang terduga teroris di Solo, untuk mengalihkan isu yang mana di pemerintahan SBY ?
Kita lihat dari kategorinya, seperti kasus M Thoriq di Tambora, Jakarta. M Thoriq sudah diamati sejak setahun lalu, tetapi mereka baru menangkapnya pada saat diperlukan untuk mengalihkan isu. Seperti kasus Solo, adanya pemberitaan seorang anggota Densus yang mati tertembak tidak sebagaimana yang saya peroleh kabarnya. Juga kasus polisi yang tertembak di Prembun Purworejo beberapa waktu lalu. Kabarnya tertembaknya polisi tersebut hanya karena rebutan wanita, tetapi kemudian dikabarkan karena ditembak teroris. Waktu itu saya sudah protes pada salah seorang pejabat kepolisian di Polda Jateng, tetapi katanya sudah dilaporkan kasus yang sebenarnya ke Mabes Polri, tetapi ketika sampai di Jakarta ceriteranya jadi berubah menjadi kasus terorisme. Banyaknya kasus terorisme, apa memang tujuannya untuk mendiskreditkan umat Islam Indonesia yang mayoritas ?
Persoalannya bukan umat Islam. Persoalannya kasus terorisme bisa digunakan untuk berbagai kepentingan. Seperti kepentingan untuk mengalihkan perhatian, peningkatan program sehingga mendapat dana yang besar, agar kinerjanya terlihat efektif dan sebagainya. Jadi kebetulan saja mereka latar belakangnya beragama Islam.
Mengapa setiap menjelang kedatangan pejabat tinggi AS ke Indonesia, selalu muncul kasus terorisme, seperti baru-baru ini menjelang kedatangan Menlu Hillary Clinton ?
Kalau itu bisa saja penafsiran-penafsiran, tetapi benar dan tidaknya kita tidak tahu. Karena dalam kasus terorisme di Indonesia sering kali terjadi kekurangan data, maka perlu dibuat data baru, sehingga dalam berbagai kasus terjadi seperti itu.
Bagaimana menurut Anda, sikap umat Islam Indonesia dalam menghadapi kasus terorisme yang sering terjadi ?
Pertama, media massa tidak memberitakan tentang terorisme dan penyelesaiannya. Kedua, umat Islam sebaiknya bersikap tidak reaktif. Sebab kalau bersikap reaktif maka ibarat paling enak dioper bola, pasti akan memburu. Jadi begitu ada isu terorisme muncul, pasti ada masalah yang sangat kritis di pemerintahan. Jadi sepertinya umat Islam tidak terkendali dan paling mudah dioper bola agar memburunya. Ketiga, umat Islam perlu mengetahui berbagai informasi strategis.
Sebab salah satu permasalahan yang dihadapi umat Islam Indonesia sehingga mudah menjadi radikal adalah karena membaca buku-buku terjemahan dari luar yang sangat berbeda dengan kondisi dan situasi di Indonesia. Pasalnya, ketika agama jauh dari kajian kebudayaan, maka akan cenderung radikal. Sebaliknya, tatkala agama dikembangkan atas dasar pergulatan antara masyarakatnya dengan kebudayaan, maka akan cenderung tidak radikal, sebagaimana dakwah yang dikembangkan para Wali Songo dengan melalui pendekatan kebudayaan. Abdul Halim
Hidayatullah.com--Parlemen Belanda meloloskan undang-undang yang melarang menyembelih hewan tanpa dipingsankan. Ini berarti menutup kesempatan bagi penganut Yahudi Ortodoks Belanda dan umat Islam untuk menyembelih hewan menurut tata agama yang mereka anut.
Undang-Undang ini masih harus melewati Senat dan pemerintah, namun disebutkan, pengesahan ini tak akan melewati batu sandungan yang berarti.
Ini akan menjadi ancaman dan melahirkan kecaman dari kelompok Islam dan Yahudi, dengan mengatakan ini melanggar kebebasan beragama mereka.
Menurut tata cara Islam dan Yahudi, hewan dipotong dengan memotong urat di leher dengan benda tajam, dan umat Islam dan Yahudi menegaskan, cara itu tidak lebih buruk ketimbang memukuli hewan hingga mati.
Undang-Undang ini diloloskan pada Selasa (28/6) dan mendapatkan dukungan penuh dari politisi garis kiri dan kanan.
Garis kiri menganggap, cara yang dilakukan secara agama tak berperikemanusiaan, sementara politisi sayap kanan mengatakan, cara agama diadopsi dari luar negara mereka dan sangat barbar.
Dipastikan beda persepsi menyembelihan ini yang terjadi antara rumah potong ternak di Indonesia dengan peternak sapi Australia saat ini, yang berbuntut pada penyetopan ekspor sapi potong ke Indonesia.
Cara penyembelihan yang dilakukan rumah pemotongan hewan di Indonesia dianggap penyiksaan oleh Australia. Cara yang dilakukan di Australia dengan dipingsankan terlebih dahulu melalui tembakan. Padahal cara penyembelihan yang dituntunkan agama akan memberi manfaat atas kebersihan hewan dari penyakit yang terbawa oleh darah.*
Keterangan foto: Toko daging di Amsterdam yang menyediakan daging halal dengan disembelih. UU baru akan menyulitkan mereka.
Hidayatullah.com--Menteri Keuangan Prancis Christine Lagarde hari Selasa (28/6) mendapat jabatan baru sebagai pemimpin Dana Moneter Internasional (IMF), sehingga memastikan Eropa tidak kehilangan kendali atas organisasi keuangan dunia itu.
Lagarde menjadi perempuan pertama yang memimpin IMF dan akan memulai pekerjaan barunya pada 5 Juli mendatang.
"Dewan eksekutif, setelah mempertimbangkan seluruh informasi relevan tentang para kandidat, sepakat memilih Lagarde," kata IMF dalam sebuah pernyataannya.
Wanita berusia 55 tahun itu menggantikan sejawatnya dari Prancis, Domminique Strauss-Kahn, yang terpaksa mengundurkan diri akibat kasus kekerasan seksual yang dilakukannya terhadap seorang pelayan hotel di New York.
Presiden Prancis Nicolas Sakozy menyambut berita terpilihnya Lagarde sebagai "kemenangan untuk Prancis." Sementara Lagarde sendiri menyatakan "sangat terhormat" karena terpilih untuk memimpin IMF.
Sejak IMF didirikan, pejabat pemimpin lembaga itu selalu berasal dari Eropa. Sedangkan Bank Dunia selalu dipimpin orang Amerika.
Negara-negara selain Eropa dan Amerika Serikat sebenarnya berharap jika pemimpin IMF kali ini berasal dari Asia di mana banyak negara sedang tumbuh pesat perekonomiannya. Mereka menilai, selain bangsa Eropa dan Amerika, negara lain tidak mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa memimpin lembaga itu.
IMF membantu Indonesia saat dilanda krisis ekonomi pada akhir tahun 1990-an. Tapi resep perbaikan ekonomi yang diberikan justru menjerumuskan Indonesia ke dalam kondisi yang lebih parah dan berlarut hingga saat ini, sementara negara lain yang tidak tergantung pada konsultasi IMF bisa bangkit lebih cepat dari keterpurukannya. Kekeliruan IMF dalam menangani krisis tersebut beberapa tahun kemudian baru diakui, setelah mendapat kritikan dari banyak pengamat.
Kini IMF menghadapi tantangan untuk mengatasi krisis yang sedang dialami Yunani, yang terkena imbas krisis keuangan di negara-negara Barat.*
Rep: Dija Red: Panji Islam
Surat Pembaca
Assalamu'alaikum.....
Sebenarnya ana cuma membaca Surat Pembaca dari Ukhti Rifatul Farida dengan rasa penasaran, tetapi jadi sangat tertarik untuk urun rembuk memberikan informasi atau berita atau apapun itu, karena sesuai fakta yang saya temukan adalah tidak sesuai dengan langkah awal teman-teman di PKS yang sebelumnya PK (Partai Keadilan). Begini faktanya :
Selama beberapa tahun ana tinggal di Palembang. dikarenakan suatu tugas yang harus ana jalani sebagai seorang Auditor di Badan Pemeriksa Keuangan Kantor Perwakilan Palembang (waktu itu membawahi wilayah kerja Sumatera Bagian Selatan: Palembang, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung). Ana pernah mendatangi Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (lupa tahun berapa, karena ana disana dari tahun 2001 s.d. Maret 2007) untuk suatu maksud mendaftarkan diri menjadi Calon Gubernur Sumatera Selatan Periode berikutnya (waktu itu masih Rosihan Arsyad) dengan membawa Proposal ala kadarnya dengan harapan untuk diklarifikasi atau dikonfirmasikan tentang kebenaran maksud pencalonan ana, tetapi tunggu punya tunggu ternyata tidak ada tanggapan sama sekali. Entah alasan apa, sehingga ana beranggapan tak dipanggil cuma hanya seorang PNS.
Fakta berikutnya adalah ketika ana berbicara kepada salah seorang ustadz dari PKS (dulu beliau pernah menjadi salah seorang Pengurus menurut penuturan beliau, tetapi beliau mengundurkan diri dan lebih senang berkecimpun dibidang bisnis percetakan atau penerbitan) yang menanyakan perihal negeri atau negara Indonesia menganut paham Syariah (Sistem pemerintahan Khilafah), ternya beliau berkomentar begini: : Seandainya Negara Indonesia memproklamirkan diri menjadi Negara Islam, maka pada saat yang tak berapa lama AMERIKA AKAN MEMBORBARDIR KITA/INDONESIA). Timbul pertanyaan ana : 'DIMANAKAH MAKNA ALLAH SESUNGGUHNYA YANG KITA UCAPKAN DALAM SHOLAT BAHWA ALLAH MAHA BESAR?" KALAU TERNYATA AMERIKA LEBIH BESAR KETIMBANG ALLAH? SUBHANALLAH, ASTAGHFIRULLAH DAN INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJI'UN.
Fakta berikutnya adalah masih di Palembang. Ketika ana mengunjungi Kantor DPD PKS untuk meminta dukungan atau bantuan moril UNTUK MEMBERANTAS KEMAKSIATAN YANG ADA DI DEPAN MATA DIMANA ANA TINGGAL ADA BEBERAPA RUMAH YANG MENYEDIAKAN ATAU MENJUAL BAHKAN MEMILIKI GUDANG MINUMAN KERAS, AGAR MENDUKUNG DI BIDANG HUKUM. Awalnya beliau datang karena diutus oleh DPD PKS, tetapi hari berikutnya "menghilang" tanpa kabar beritanya. PERTANYAAN TIMBUL:"BERARTI PKS CUMA MUNCUL DISAAT-SAAT YANG "TEPAT" YANG SUDAH DIAGENDAKAN OLEH PARTAI: tanpa perduli dengan wilayah kerjanya yang memang butuh DA'WAH BILHAL. Ana sudah menyiapkan tempat untuk musyawarah bagaimana caranya agar kemakisatan itu hilang, dikarenakan sangat meresahkan warga sekitar. Bayangkan hanya berjarak beberapa meter dari MASJID tempat tinggal ana, tetapi orang-orang yang ana undangpun BERNYALI KECIL.tidak berani lagi datang untuk bermusayawarah. Ana sudah persiapkan sajian ala kadarnya dan ana sudah siap mental dan fisik untuk itu. Dari orang-orang yang ana undang selain ORANG PKS (ana panggil ustadz) ada seorang USTADZ dan sekaligus sebagai IMAM MASJID dan seorang PENGURUS RT SETEMPAT DAN BEBERAPA TOKOH MASYARAKAT DAN PEMUDA, mereka semua bernyali kecil.
Fakta berikutnya adalah ketika ana sholat di Masjid tempat ana tinggal di Depok Jaya dengna Masjid yang memiliki Nilai Sejarah, dikarena ana dan para sesepuh disana bersama-sama membangun Masjid dengna susah payah. Masjid tersebut dibangun diatas tanah wakaf warga yang kebetulan ada Sumber Air yang menjadi tempat perbuatan Syirik. maka dengan demikian tujuannya adalah selain membangun Masjid juga memberantas KEMUSYRIKAN warga sekitar Sumber Air tersebut. Dalam perbincangan dengan Sesepuh Masjid (Pengurus) beliau menyampaikan berita atau informasi yang tak sedap, yakni PENGURUS PKS DIMANA TEMPAT TINGGAL ANA INGIN MENGUASAI MASJID TERSEBUT YANG TAK PERNAH BERJUANG UNTUK MEMBANGUN MASJID TERSEBUT. Ana katakan pada beliau: 'KALAU DEMIKIAN ADANYA, LANGKAHI DULU MAYAT SAYA, KALAU MASJID DIJADIKAN LAHAN PARTAI POLITIK'. Bisa-bisa setiap Partai Politik punya kepentingan untuk menyampaikan hajatnya masing-masing. Bisa-bisa Jama'ah masjid menjadi EKSKLUSIF. Naudzubillahi mindzalik.
Fakta beriktunya adalah telah berubahnya PKS dalam Platfon perjuangannya tidak lagi berdasarkan DA'WAH BILHAL lewat partai politik, karena siapapun orang dan beragama apapun dia PKS sudah tidak perduli, yang penting meraup/meraih suara terbanyak dan BERKUASA. Pada MUKTAMAR ATAU PKS DI HOTEL MEWAH DI DAERAH KUNINGAN JAKARTA SELATAN memaklumatkan diri sebagai PARTAI TERBUKA. NAUDZUBILLAHIMINDZALIK.
Kesimpulan ana, Ukhti Rifatul Farida kemungkina cuma bergerak di wilayah kerjanya, tetapi tidak membaca gerak langkah PKS secara menyeluruh.
Demikian untuk ERA MUSLIM.COM DAN JUGA UKHTI RIFATUL FARIDA, agar memakluminya. Ana tak pernah perasaan beburuk sangka, andai informasi inipun MENUSUK PERASAAN UKHTI.
Semoga ERA MUSLIM.COM TETAP ISTIQOMAH DALAM PEMBERITAANNYA.
Wassalam,
IMAM SUPRIADI
http://suarajihadislam.blogspot.com
http://suaramuslimindonesia.blogspot.com
http://al-ikhwaninlife.blogspot.com
http://nusantaraku.blogspot.com dan beberapa lainnya.
SUBANG (voa-islam.com) – Musisi dan penyanyi Iwan Fals mengajak penggemarnya yang tergabung di Orang Indonesia (OI) untuk mencintai masjid dan Al-Qur'an. Di masjid bisa mengadu kepada Allah, di dalam Al-Qur'an ada jawaban atas semua persoalan hidup.
"Masjid adalah tempat kita mengadu kepada Allah," kata Iwan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Sukamelang Subang Jawa Barat, Ahad petang (3/4/2011), dalam rangkaian tur ke 99 pesantren bersama kelompok Ki Kanjeng Ganjur pimpinan Al-Zastrow.
Suatu ketika, para pentolan OI bercerita kepadanya bahwa selama ini banyak orang bertanya tentang apa saja kepadanya, bisa dijawab dan mendapatkan solusi terbaik. "Nah, giliran dia punya masalah bingung harus bertanya pada siapa," ujar Iwan.
Maka, ketika persoalan tersebut disampaikan kepada Iwan, dengan spontan dia menjawabnya, "Datanglah ke masjid. Sebab, di sana kita bisa mengadu kepada Allah."
….Datanglah ke masjid. Sebab, di sana kita bisa mengadu kepada Allah….
Sejak peristiwa itu, kata Iwan, di sejumlah daerah yang ada pesantren yang menjadi sasaran kunjungannya, massa OI selalu bersama-sama membersihkan dan shalat di masjid.
Merindukan Al Qur’an
Pencipta dan pelantun Oemar Bakri, Bento dan Bongkar ini juga mengaku sangat merindukan Al-Qur'an untuk mengisi hari-hari hidupnya ke depan. "Sebab semua persoalan hidup, jawabannya ada di dalam Qur’an," kata Iwan.
Ia mengaku tersadar tentang kehebatan Qur’an ketika menyaksikan seorang qoriah pesantren Miftahul Ulum usai mengajinya lalu membawanya dengan cara memeluknya. "Dalam benak saya lalu berkata, (Qur’an dipeluk) pasti ada apa-apanya," ujar Iwan.
Dia lalu bertanya pada Al-Zastrow, sahabat karibnya yang faham tentang Islam. "Kata dia (Al-Zastrow), karena Qur'an bisa menjawab semua persoalan hidup."
….Al-Qur'an bisa menjawab semua persoalan hidup, sebab semua persoalan hidup jawabannya ada di dalam Qur’an….
Maka, ayah Galang Rambu Anarki itu memutuskan untuk membuka-buka sekaligus membaca dan memahami serta melaksanakan titah ayat-ayat yang terkandung di dalam Qur’an itu. "Selama ini saya senang baca buku, tapi, nggak ada yang bisa menjawab sekaligus memecahkan berbagai macam persoalan yang dihadapi," tutur Iwan.
Iwan mengungkapkan tentang sejumlah surat dalam Qur’an yang menerangkan tentang kehidupan. "Misalnya, surat Al-Ashri tentang menghargai waktu dan Al-Ma'un tentang kasih sayang kepada sesama," ujarnya.
Diam-diam, pesohor lagu-lagu balada yang pernah menjadi juara lomba azan sewaktu di SD itu mulai lancar berbicara bahasa dakwah dan menyitir ayat-ayat Qur’an, maka, Al-Zastrow pun kemudian tak pelak memanggil Iwan dengan sebutan Kiai Haji Iwan Fals. Hadirin pun menyambutnya dengan tepukan tangan. [taz/tin]
1.Kebenaran bukan diukur dari banyak dan sedikitnya orang yang berpendapat melainkan diukur dari kedalaman hati yang paling dalam yakni Hati Nurani.
2.Nyatakanlah yang benar itu Benar dan yang salah itu Salah, walau pahit sekalipun.
3.Menyatakan kebenaran tidak mesti berbuah pada hari yang sama.
4.Mengusung kebenaran pastilah banyak tentangan dan tantangannya.
5.Kebenaran sejati hanya ada di akhirat kelak. Tetapi kebenaran di dunia bukanlah tidak diperjuangkan, meski banyak tentangan dan tantangannya.
6.Berbuat kebaikan belum tentu berbuah kebenaran, tetapi yakinlah jika berbuat kebenaran akan berbuah kebaikan.
B.PERIHAL CINTA :
1.Mencintai seseorang tidaklah harus mengorbankan segala-galanya, karena akan berakibat mencintai dengan secara membabibuta.
2.Cinta tidak diukur dari seberapa banyak orang yang dicintai telah memberikan harta dan bendanya, melainkan seberapa dalam ketulusan hati yang telah diperlihatkan untuk yang dicintainya.
3.Orang yang beriman mengukur cintanya berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan Al-Hadits.
4.Orang yang beriman itu cintanya semata hanya untuk Allah dan Rosulnya, bukan untuk kekasihnya atau siapapun yang bisa menjebaknya menjadi imannya berat sebelah.
5.Isteri yang sholihah adalah isteri yang bersolek karena tuntunan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Artinya, ia bersolek karena untuk kebutuhan suami tercinta, demi menjaga keutuhan cintanya kepada suami tercinta.
6.Cinta karena nafsu akan cepat pudar, tetapi Cinta karena Iman akan tetap langgeng.
7.Isteri yang setia adalah isteri yang bisa menjaga martabat suami dan dirinya.
8.Berbahagialah sepasang kekasih yang bisa selamat sampai ke pelaminan karena telah menjaga ‘harta’ yang paling berharga, karena ‘harta’ itu hanya diberikan ketika ijab qobul selesai diucapkan dihadapan Penghulu, Wali dan Para Saksi.