IMAM SUPRIADI UNTUK INDONESIA
20 Mar 2013
Din Syamsudin: Mengeluh Isu Kudeta, SBY Minta Dikasihani
18 Mar 2013
KPK sita rumah dan sawah Djoko Susilo di Bali
"Penyidik KPK kembali melakukan penyitaan aset yang diduga terkait DS (Djoko Susilo) di Perumahan Harvestland Jl Raya Kuta dan sebidang tanah (sawah) di Tabanan Desa Sudimara seluas sekitar 7.000 meter, pada Jumat kemarin," kata Juru Bicara KPK Johan Budi kepada merdeka.com, Senin (18/3).
Aset yang berada di Bali itu bukan yang pertama. Sebelumnya KPK telah menyita banyak aset milik Djoko.
Diketahui, 20 aset Djoko tersebar di Jakarta, Semarang, Solo, Yogyakarta dan Depok Jawa Barat. Belum diketahui berapa total nilai keseluruhan aset Djoko yang disita penyidik.
KPK menyegel sejumlah aset yang diduga milik Djoko. Sebanyak 6 rumah di 3 kota, Semarang, Solo dan Yogyakarta disegel demi kepentingan penyidikan. Kemudian, KPK juga menyegel 3 rumah di Jakarta dan 2 rumah di Depok Jawa Barat.
KPK juga menyita mobil mewah milik Djoko serta tiga SPBU. Ketiga SPBU itu masing-masing terletak di daerah Jakarta Utara, Kendal Jawa Tengah dan Depok Jawa Barat.
Kuasai Gudang Senjata, Pejuang Suriah Rebut Roket Iran
“Ini senjata-senjata milik rezim Assad, ini roket kaliber 107 mm buatan Iran, tentara pemerintah seringkali menyerang kami dengan roket ini,” ujar pejuang oposisi lainnya dalam sebuah video yang disebar di internet.
Selama ini pejuang Suriah sering mengeluhkan kurangnya persenjataan yang mereka miliki. Kondisi itu berbanding terbalik dengan pasukan rezim Assad yang melawan kelompok pejuang dengan persenjataan lengkap dan kendaraan tempur.
Di saat yang hampir bersamaan, barisan pejuang mengabarkan bahwa rezim brutal Suriah melancarkan serangan roket ke basis kelompok perlawanan di wilayah Damaskus dan Homs. Serangan itu menyebabkan warga mengungsi untuk menghindar dari ancaman roket.
28 Feb 2013
Densus 88 diduga langgar HAM, Din Syamsudin dan Ormas Islam datangi Kapolri
“Saya naik ojek karena macet,” ujar Din di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2013) seperti dikutip dari detikcom.
Din yang mengenakan baju batik coklat lengan panjang, datang sekitar pukul 09.18 WIB. Din langsung turun dari ojek dan berjalan menuju Rupatama.
Din sendiri emoh mengomentari tujuannya datang ke Mabes Polri. Dia berjanji akan menjelaskan usai dengan jajaran Mabes Polri. “Nanti-nanti aja,” singkatnya.
Selain Din, masih ada lagi sejumlah pimpinan Ormas Islam yang datang ke Mabes Polri. Mulai dari MUI, NU, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) hingga Persatuan Islam (Persis). Menurut informasi yang didapat redaksi arrahmah.com, Kehadiran ormas-ormas Islam besar ini ingin menggugat kinerja Densus 88 soal adanya dugaan pelanggaran HAM berat dalam upaya pemberantasan terorisme.
“Dipimpin Din Syamsudin, sejumlah pimpinan ormas Islam akan menemui Kapolri menggugat pelangaran Ham berat yang dilakukan Densus 88 dalam pemberantasan aksi terorisme,” tulis Musthofa B.Nahrawardaya dalam pesan singkatnya. (bilal/arrahmah.com)
HASI Bantu Pengungsi Rohingya: “Mereka Membakar Anakku”
Mendengar pertanyaan itu kami sempat sedikit tersentak, dan kemudian kami jawab, “Iya, di Indonesia banyak lembaga sosial selain kami (HASI) yang memberikan bantuan ke Muslim Rohingya. Insya Allah kami pun akan membantu mereka.”
Setelah menjawab demikian kami seperti menanamkan amanah pada diri kami dari saudara kami di Suriah untuk membantu Muslim Rohingya. Karena itu kami pun mulai menggalang bantuan untuk Rohingya.
Alhamdulillah, setelah mengirim relawan medis pada akhir Januari 2013 ke Pulau Pinang untuk membantu pengungsi Rohingya di sana, kali ini HASI kembali mengirim relawan untuk mengantarkan bantuan ke pengungsi Rohingya di Pulau Pinang (Malaysia) dan Provinsi Songkhla, Thailand Selatan.
Tim HASI bekerjasama dengan mitra kerja NGO Permuafakatan dan IMAM (Islamic Medical Association of Malaysia). Hari pertama tim HASI mendistribusikan bantuan kepada pengungsi di Pulau Pinang, kemudian keesokan harinya kami masuk ke provinsi Songkhla, Thailand Selatan untuk mendistribusikan bantuan ke pengungsi Rohingya yang ada di kawasan tersebut.
Ada perbedaan mencolok perlakuan para pengungsi Rohingya di Pulau Pinang, Malaysia dan di provinsi Songkhla, Thailand Selatan. Di Pulau Pinang pemerintah Malaysia memberikan pelayanan kepada para pengungsi dengan cukup baik. Mereka menampung para pengungsi di tempat yang layak dan memberi makan satu hari dua kali.
Pemerintah Malaysia juga berkoordinasi dengan NGO-NGO di sana utuk menyiapkan bantuan-bantuan yang tidak dicover oleh pemerintah Malaysia, mengingat untuk kawasan Pulau Pinang saja terdapat sekitar 2000 pengungsi Rohingya.
Sementara itu di kawasan provinsi Songkhla keadaannya sangat berbeda. Para pengungsi Rohingya di sana ditampung dipenjara-penjara imigrasi Thailand dengan kondisi yang tidak layak. Mereka hanya ditampung, tapi tidak diberi makan dan juga tidak disediakan air bersih yang layak oleh pemerintah Thailand.
Keputusan pemerintah Thailand menampung mereka pun atas desakan Majelis Ulama Islam Thailand kepada pemerintahnya untuk tidak memulangkan kembali para pengungsi Rohingya ke Myanmar. Majelis Ulama Islam Thailand juga bersedia untuk menanggung kebutuhan sehari-hari para pengungsi Rohingya bersama-sama dengan kaum Muslimin di sana.
Karenanya, HASI lebih mengutamakan bantuan yang diberikan kepada para pengungsi Rohingya yang berada di Songkhla. Semoga bantuan yang kami distribusikan kepada mereka sedikit meringankan beban kaum Muslimin di sana yang harus memenuhi kebutuhan sehari-hari sekitar 1000 orang pengungsi Rohingya.
“Mereka Membakar Anakku…”
Selasa (19/2/2013), tim relawan HASI yang mengantar bantuan untuk pengungsi Rohingya langsung disambut oleh mitra kerja dari NGO Permufakatan Pulau Pinang yang concern membantu sekitar 2000 pengungsi Rohingya di Pulau Pinang.
Saat itu pula kami mendapat kabar bahwa baru saja 120 orang pengungsi Rohingya tiba di Pulau Pinang dengan perahu sederhana. Para pengungsi diamankan di kantor imigrasi pemerintah Pulau Pinang Malaysia.
Setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat diperoleh data jumlah pengungsi yang baru tiba dan kebutuhan mendesak malam itu yang diperlukan. Kami dan NGO-NGO setempat berkumpul di kantor NGO IMAM (Islamic Medical Association of Malaysia).
Kita sepakat memberikan bantuan prioritas kepada 120 pengungsi yang baru tiba. Persiapan dan distribusi bantuan selesai pukul 23.30. Perjalanan dari kantor NGO IMAM ke lokasi pengungsi yang diamankan oleh imigrasi Malaysia memakan waktu 2 jam.
Kami berjumpa dengan perwakilan pengungsi karena tidak diizinkan menjumpai semua pengungsi. Di sela-sela serah terima bantuan terdapat seorang wanita pengungsi Rohingya yang menggendong dan mendekap erat anaknya. Wajahnya masih menyisakan kecemasan yang luar biasa.
Setelah ia berbicara dengan penerjemah kami, sang penerjemah menceritakan ia masih sangat trauma dan tak mau melepas anaknya, lantaran sebelum ia melarikan diri, rumahnya dibakar dan salah satu anaknya direbut dari tangannya oleh tentara Myanmar, lalu dilemparkan ke api yang membakar rumahnya.
Kami menyaksikan kondisi para pengungsi yang baru tiba yang sangat tidak layak… Mereka berminggu-minggu terombang-ambing di laut tanpa makanan dan air.
Setelah tiba di tempat pengungsian, mereka masih menyisakan kepedihan di wajah-wajah mereka yang sulit disembunyikan.
Kisah pembakaran seorang anak ini, hanyalah contoh kecil dari kengerian yang hari ini masih berlangsung di Rohingya, Myanmar. Apakah kita masih pantas berdiam diri?
(Tim HASI, Pulau Pinang, Malaysia)–salam-online
18 Feb 2013
BPK RI Hadiri High Level Meeting UNEP di Nairobi, Kenya pada 17 Februari 2013
Beberapa aspek terkait pemeriksaan BPK RI, peran aktif BPK RI di dunia internasional dan peran pemeriksaan dalam penegakan hukum akan disampaikan oleh BPK RI pada pertemuan tersebut. Terkait dengan pemeriksaan BPK RI yang berperspektif lingkungan, akan dijelaskan bahwa BPK RI menggunakan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan lingkungan seperti Undang-undang Lingkungan Hidup, UU Kehutanan, dan UU Pertambangan, sebagai kriteria dalam pemeriksaannya. Metodologi dan teknik pemeriksaan yang dilakukan telah menggunakan teknologi geo-spatial seperti Geographical Information System (GIS) dan Global Positioning System (GPS) serta teknologi lainnya. Pengalaman BPK RI dalam melaksanakan pemeriksaan pengelolaan keuangan negara yang berperspektif lingkungan antara lain : 1) pemeriksaan manajemen hutan; 2) kebakaran hutan; 3) pengelolaan pertambangan; 4) limbah rumah sakit; dan 5) perikanan dan kelautan. Aturan hukum menjadi salah satu hal penting dalam mengatur pengelolaan pemerintahan agar berpihak kepada lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Badan pemeriksa mempunyai peran sebagai partner pemerintah untuk mewujudkan efektivitas pelaksanaan aturan hukum bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dalam kancah internasional, BPK RI juga terlibat secara aktif dalam Kelompok Kerja Audit Lingkungan Badan Pemeriksa Se-dunia (INTOSAI WGEA). BPK RI bersama-sama dengan anggota INTOSAI WGEA lainnya antara lain telah membuat manual audit kehutanan dan melakukan pemeriksaan bersama dalam kaitan isu perubahan iklim. Selain aktif di INTOSAI WGEA, BPK RI juga aktif dalam pelaksanaan pemeriksaan bersama dengan Badan Pemeriksa negara lain.
Harapan BPK RI yang akan disampaikan pada pertemuan tersebut adalah : 1) meningkatkan kerjasama yang efektif dan optimal dengan institusi penegak hukum seperti Kejaksaan, KPK dan Kepolisian di negara masing-masing; 2) meningkatkan kerjasama bilateral, regional dan multilateral antara SAI dalam pelaksanaan pemeriksaan khususnya untuk isu-isu yang sama seperti mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, pencemaran sungai dan laut, dan pelaksanaan Multilateral Environmental Agreement (MEA); dan 3) meningkatkan kerjasama dengan UNEP, Bank Dunia dan lembaga internasional lainnya guna mengoptimalkan kualitas pemeriksaan dan hasil pemeriksaan.
14 Feb 2013
Mujahidin Ash-Shabab kembali distribusikan ratusan hewan zakat kepada penduduk Somalia
Beberapa berita terpisah:
1. Pembukaan pelatihan ilmu syariat untuk penduduk desa Shanklo, distrik Islam Kido.
2. Kantor zakat mendistribusikan ratusan hewan zakat kepada penduduk yang berhak menerima zakat di kota Bulo Burti, distrik Islam Heran.
3. Seorang tentara rezim murtad menyerahkan diri kepada mujahidin di distrik Islam Shabele Tengah.
4. Distrik Islam Shabele Bawah mengadakan pertemuan musyawarah dengan pemimpin-pemimpin suku Gare.
Tegas terhadap si Lemah, Letoy pada yang Kuat, Rasyid Rajasa Tak Dipenjara, Sopir Angkot Masuk bui
Jamal bin Syamsuri kini hanya bisa meratapi nasibnya di dalam sel Sat Lantas Jakarta Barat. Sopir angkot KWK-U 10 ini harus mendekam di balik jeruji besi tanpa tahu kesalahan yang dituduhkan kepadanya.
Jamal bin Samsuri (37) dikenakan pasal pelanggaran lalu lintas karena meninggalnya mahasiswi Universitas Indonesia (UI) yang loncat dari angkotnya. Polisi pun langsung menetapkan Jamal sebagai tersangka tak berapa lama setelah Annisa, meninggal dunia.
Polisi terkesan bergerak cepat dalam kasus ini. Namun cerita berbeda terjadi dalam kasus kecelakaan yang menimpa anak sulung Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa.
Polisi awalnya tidak berani terbuka dalam kasus BMW maut tersebut. Hingga kini Rasyid juga tidak ditahan meski berkasnya sudah dilimpahkan dan kasusnya segera dimejahijaukan. Beda dengan Jamal yang langsung merasakan dinginnya lantai penjara di tahanan Polres Jakarta Barat.
Berikut enam perbedaan perlakuan polisi kepada Rasyid Rajasa si sopir BMW maut dengan Jamal bin Syamsuri, sopir angkot:
1. Jamal langsung ditahan
Sopir angkot KWK-U 10 Jamal bin Syamsuri langsung ditahan oleh Polres Jakarta Barat saat setelah melaporkan penumpangnya lompat dari angkot yang dia kendarai. Hingga saat ini Jamal masih meringkuk di tahanan. Pengacara kondang, Hotma Sitompul sedang mengusahakan penangguhan penahanan Jamal.
Namun perlakuan berbeda diterima anak bungsu Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa. Meskipun berkasnya sudah dilimpahkan, Rasyid tetap bebas. Rasyid beralasan masih menjalani terapi.
2. Identitas langsung dibuka
Saat kasus lompatnya mahasiswi Universitas Indonesia Annisa Azward (20) terungkap, polisi langsung mengumumkan siapa sopir angkot. Bahkan sang sopir langsung ditahan oleh Polres Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan.
Namun saat kecelakaan di Tol Jagorawi yang menewaskan dua orang di tahun baru 2013, polisi terkesan menutupi siapa identitas BMW maut. Sejak pagi hingga sore Polda Metro Jaya menutup rapat siapa sopir BMW maut itu.
Bahkan pejabat Polri yang berani mengungkap siapa identitas adalah Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius. Suhardi terang benderang menyebut bahwa sopir BMW maut itu adalah anak Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Amrullah Rajasa.
3. Polisi tak sembuyikan Jamal
Diduga karena takut, Annisa akhirnya memilih melompat dari angkot KWK-U 10 yang dikemudikan Jamal. Melihat penumpangnya lompat, Jamal bergegas menolong korban dan melarikannya ke rumah sakit.
Namun nahas, mahasiswi Universitas Indonesia itu akhirnya meninggal di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara. Polisi pun langsung memeriksa Jamal di Polres Jakarta Barat.
Namun hal yang sama tidak berlaku bagi Rasyid. Sesaat setelah kejadian Rasyid langsung menghilang. Polisi pun tutup mulut soal keberadaan Rasyid. Polisi hanya menyebut Rasyid sedang dirawat di rumah sakit.
Baru belakangan kemudian diketahui bahwa Rasyid di rawat di RS Pusat Pertamina. Rasyid dirawat di kamar VIP di RS PP.
4. Angkot Jamal langsung diamankan
Angkot yang dikemudikan Jamal langsung digelandang ke Polres Jakarta Barat tak lama setelah kasus Annisa mencuat. Tak butuh waktu lama bagi kepolisian untuk membawa angkot merah itu.
Namun saat BMW tipe SUV X5 warna hitam menabrak Daihatsu Luxio bernomor polisi F 1622 CY di KM 3+400 Tol Jagorawi, Polda Metro Jaya terkesan menyembunyikan mobil mewah tersebut. Polisi tidak terbuka soal keberadaan BMW maut bernopol B 272 HR itu.
Bahkan saat dipamerkan di Unit Laka Polda Metro, BMW Rasyid juga ditutupi oleh polisi. Entah apa maksudnya, namun tidak dengan Luxio yang ditabrak Rasyid.
5. Lie detector untuk Jamal
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Edi Saputra Hasibuan meminta pihak kepolisian mengusut hingga tuntas kasus tewasnya Annisa Azward (20). Agar kasus ini menjadi terang, sebaiknya sopir angkot KWK U10, Jamal diperiksa menggunakan lie detector (alat kebohongan).
“Kami usulkan agar Jamal diperiksa menggunakan lie detector,” ujar Edi saat dihubungi, Selasa (12/2/2013).
Edi mengatakan, hal tersebut bisa dijadikan sebagai petunjuk untuk memastikan apakah Jamal terindikasi melakukan tindak pidana atau tidak. “Kompolnas sendiri mendukung Polri yang sudah menetapkannya dengan pasal 310 ayat 4, UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” tuturnya.
Namun Kompolnas tidak mengusulkan hal yang sama kepada Rasyid Rajasa. Rasyid lagi-lagi seolah mendapat perlakuan istimewa.
6. Petisi adili Rasyid
Meski sudah berstatus tersangka akibat kasus tabrakan maut yang menewaskan dua orang, M Rasyid Rajasa sampai saat ini masih menghirup udara bebas. Dalihnya, putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa ini masih mengalami trauma akibat insiden mematikan yang dihadapinya itu. Pertanyaannya, jika wong cilik seperti Jamal menyatakan trauma, apakah diperlakukan sama seperti Rasyid? Nehi!
Berawal dari keprihatinan tersebut, muncul petisi untuk menahan, serta mengadili Rasyid Rajasa sesuai dengan hukum yang mencerminkan rasa keadilan masyarakat. Petisi tersebut dimuat dalam situs www.change.org. Situs tersebut memang dikhususkan untuk memuat petisi-petisi yang dibuat oleh masyarakat.
“Pada saat penyidikan, Polda Metro Jaya tidak melakukan penahanan. Setelah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI, Kejaksaan pun tidak melakukan penahanan sama sekali. Padahal nyata akibat perbuatan Rasyid Rajasa telah mengakibatkan meninggalnya 2 orang. Tentu Pasal yang dikenakanmemen uhi syarat objektif untuk ditahan sesuai dengan Pasal 21 KUHAP,” kata penggagas petisi, Muhamad Isnur yang dimuat dalam situs www.change.org, Selasa (12/2/2013).
Sedangkan Jamal yang notabenenya sopir angkot tersebut justru sebaliknya. LBH Mawar Saron yang merupakan binaan pengacara kondang Hotma Sitompul justru akan membela Jamal. Bahkan 22 pengacara Mawar Saron siap dikerahkan membantu Jamal.
Tersangka kasus kecelakaan maut, Rasyid Rajasa, tidak menjalani masa tahanan. Kejaksaan Agung berpendapat sejauh ini tidak ada hal-hal yang mengharuskan putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa itu ditahan. Duh, bagaimana jika yang melakukan itu rakyat jelata? Kejaksaan tidak ngomong seperti ini tuh!
“Kepentingannya apa untuk ditahan?” ujar Jaksa Agung Basrief Arief di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (13/2/2013). Nah, apakah omongan seperti ini berlaku bagi rakyat kebanyakan? Ini benar-benar parah!
Menurut Basrief, alasan seseorang ditahan jika dia bisa melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Namun di balik itu semua, penahanan seseorang tergantung penyidik atau penuntut umum.
“Tapi kita lihat nanti hasil pendapat penuntut umum,” lanjutnya.
Basrief tidak khawatir kasus Rasyid bisa menjadi preseden buruk hukum di Indonesia. Kejaksaan berdalih, dalam Pasal 21 KUHAP, setiap tersangka memang tidak harus ditahan.
Nah, kalau setiap tersangka tidak harus ditahan, kenapa yang lain tidak diperlakukan sama seperti Rasyid, meskipun dijamin tak melarikan diri, tak menghilangkan barang bukti dan tak mengulangi perbuatan serupa?
“Kalau di pasal 21 KUHP itu menyatakan di sana dapat ditahan, yaitu deskresi dari penyidik dan penuntut umum. Tentu melihat faktor-faktor yang disebutkan tadi. Tentu tidak wajib,” tegasnya.
Nah, lho, jika tidak wajib alias tak harus ditahan, maka kepolisian atau kejaksaan tak usah lagi menahan si pihak yang menjadi tersangka. Harus diperlakukan sama! Jangan main-main. Ini sangat serius, menyangkut rasa keadilan di tengah masyarakat.
Islam dengan tegas mencela orang-orang yang tegas terhadap si lemah, tapi impoten jika berhadapan dengan pihak yang kuat, para penggede dan bangsawan.
Diriwayatkan oleh Aisyah ra, suatu ketika bangsa Quraisy merasa bingung dengan urusan seorang wanita bangsawan dari suku Makhzum yang telah mencuri. Akhirnya mereka berunding siapakah yang berani memintakan maaf atau ampunan kepada Rasulullah? Lalu ada yang mengusulkan, “Tidak ada, kecuali Usamah bin Zaid, orang yang dicintai oleh Rasulullah.”
Kemudian majulah Usamah ra menghadap Rasulullah dengan maksud meminta dispensasi hukuman untuk wanita bangsawan itu. Mendengar hal tersebut, wajah Rasulullah seketika berubah. Lalu beliau berkata kepada Usamah, ”Beranikah engkau memberi syafaat atau pembelaan dalam suatu hukum had yang telah ditetapkan oleh Allah SWT?”
Kemudian Rasulullah berdiri dan berkhutbah, “Sesungguhnya yang membinasakan umat sebelum kamu dahulu (adalah) apabila ada seorang bangsawan mencuri, dibiarkan. Namun jika ada orang rendahan mencuri, maka hukum had dikenakan padanya. Demi Allah, andaikan Fatimah putri Muhammmad mencuri, aku potong tangannya,” (HR Bukhari-Muslim).
Sabda Rasulullah saw di atas memberikan sebuah gambaran yang menakjubkan tentang Islam. Tegas dalam menjalankan dan menegakkan hukum, sangat memenuhi rasa keadilan, tak peduli dari kalangan rakyat mana pun, semua diperlakukan sama dalam hukum!
Tidak seperti sekarang, contohnya di negeri ini: hukum sangat tegas dan bertaji pada si lemah, tapi letoy jika berhadapan dengan yang kuat, para penggede atau orang-orang kaya yang bisa membeli hukum!
Rasyid Rajasa dan Jamal adalah contoh yang nyata dari kejengkelan kita terhadap perlakuan hukum yang tak adil dan diskriminatif! Sungguh rasa malu itu telah hilang dari kalian.
Kata Rasulullah, itulah yang membuat umat terdahulu menjadi rusak! Dan, ternyata, itu pulalah yang bikin negeri ini rusaknya tambah parah! (itoday/detik/salam-online)
14 Jan 2013
12 Jan 2013
Rezim Assad Serang Rumah Sakit
dr. Adrian Marto, seorang dokter dari tim medis di Idlib mengatakan bahwa situasi sulit memaksa beberapa orang untuk melakukan operasi, ia menambahkan, “Melihat Luka serius dan beresiko pada pasien yang dievakuasi, banyak yang akhirnya tidak tertolong karena mereka tidak menerima perawatan medis pada tepat waktu.”
Meigo Terean, Direktur Operasi darurat FAO, “apa yang kita lihat saat ini adalah strategi teror yang nyata yang dilakukan oleh rezim Assad terhadap penduduk daerah.” (hr)
11 Jan 2013
Aneh! Dituduh Teroris, Ditembak Mati Tapi Polisi Tak Tahu Identitasnya
...Lalu kalau diketahui bahwa mereka membawa bahan peledak tetapi tidak diketahui identitasnya ini kan aneh.
...dimana klaim kesukseskan polisi Indonesia yang mengatakan bisa menanggulangi terorisme
8 Jan 2013
Dukung rezim Suriah yang hampir jatuh, Rusia kirim 62 ribu tentara dengan 71 kapal perang
Menurut laporan tersebut, kapal-kapal Rusia itu mengangkut peralatan perang dan ratusan tentara marinir Rusia, disertai oleh kapal-kapal tempur.
Pemerintah Rusia beralasan kapal-kapal itu dikerahkan untuk ikut serta dalam latihan untuk "meningkatkan manajemen, pemeliharaan dan pengujian interaksi dari angkatan laut." Namun The Sunday Times mengutip dari diplomat Rusia bahwa tentara mariner Rusia dimaksudkan untuk mencegah negara-negara Barat mengerahkan pasukan darat guna menjatuhkan rezim Bashar Asad.
"Rusia harus bersiap siaga untuk menghadapi perkembangan apapun, konflik di Suriah mungin saja mencapai puncaknya sebelum datangnya Hari raya Paskah," kata diplomat Rusia tersebut.
The Sunday Times melaporkan bahwa sekitar 300 tentara marinir Rusia diputuskan akan mendarat di pelabuhan Tarsus, Suriah. Mereka akan dikerahkan ke daratan untuk mencegah invasi militer darat yang mungkin "akan dilakukan" oleh negara-negara Barat.
Sementara itu koran Lebanon pro rezim Suriah, Ad-Diyar, melaporkan bahwa Rusia telah mengirimkan 71 kapal perangnya yang mengangkut 62 tentara Rusia guna membantu rezim Bashar Asad.
Pasukan militer rezim Nushairiyah Suriah yang didukung oleh militer Rusia, Iran dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon selama beberapa pekan terakhir semakin terdesak oleh serangan mujahidin kelompok Islam dan mujahidin FSA.
AS dan Barat sendiri telah memasukkan mujahidin Jabhah Nushrah, salah satu kelompok mujahidin Islam terkuat, dalam daftar kelompok teroris internasional. Rakyat Suriah dan para aktivis revolusi meyakini hal itu sebagai konspirasi AS dan NATO untuk menyelamatkan rezim Bashar Asad. AS dan NATO dengan mengatas namakan PBB diyakini akan melakukan intervensi militer udara atau darat dengan tujuan memerangi "teroris Islam" dan menyelamatkan senjata kimia rezim Asad agar tidak jatuh ke tangan "teroris Islam."
(muhib almajdi/arrahmah.com)
5 Jan 2013
Walah Jet Saudi Malah Bantu AS Serang Al Qaida di Yaman
Pesawat-pesawat tak berawak AS membantu pasukan Yaman memerangi pejuang Al Qaida di Semenanjung Arab (AQAP).
AQAP dianggap oleh Washington sebagai cabang Al Qaida yang paling aktif dan paling mematikan dalam jaringan jihad global.
The Times mengutip sumber intelijen AS yang mengatakan bahwa "beberapa yang disebut misi pesawat tak berawak sebenarnya misi Angkatan Udara Saudi".
Serangan-serangan pesawat tak berawak AS di Yaman hampir tiga kali lipat pada tahun 2012 dibandingkan dengan 2011, menurut "think tank" Bew America Foundation yang berbasis di Washington, dan untuk pertama kalinya mencapai lebih dari di Pakistan tahun lalu.
Satu serangan baru pesawat tak berawak AS pada Kamis menewaskan tiga pejuang Al Qaeda di kota Rada di Al-Bayda provinsi tengah Yaman, situs baru serangan sejenis, kata sumber-sumber suku.
red: shodiq ramadhan
sumber: antara news
Halau Demo Mahasiswa Gunakan Preman, KAMMI Kecam Kantor Kementerian Hatta Rajasa
Demikian dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) M Ilyas kepada itoday, Jumat ( 4/1/2013).
“Runtuhnya sendi bernegara adalah jika para elit memberi contoh yang tidak baik pada masyarakat,” ujarnya.
Kata Ilyas, sudah seharusnya negeri ini bebas dari premanisme sebagaimana yang terjadi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pimpinan Hatta Rajasa. “Sudah seharusnya negeri ini bebas dari premanisme seperti itu, termasuk jika memang menggunakan preman untk menghalau demo yang legal,” ujarnya.
Ilyas juga mengatakan, polisi harus berlaku adil terhadap warga negara di republik ini dalam berbagai kasus termasuk yang melibatkan anak pejabat.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi damai di kantor Koordinator Bidang Perekonomian pimpinan Hatta Rajasa, Kamis (3/1/2013) menyerukan aparat kepolisian tidak diskriminatif dalam menangani kasus anak Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa. Tetapi aksi damai itu dikejutkan dengan kedatangan sejumlah preman.
Para preman yang berbaju hitam keluar dari dalam kantor Hatta Rajasa dan menemui para mahasiswa tersebut. Para preman itu meminta para demonstran menghentikan orasi dan mengusir mereka.
“Dari dalam pagar, orang-orang berbaju hitam itu ingin menghentikan pendemo yang berorasi,” kata Kapolsek Sawah Besar, Komisaris Polisi JR Sitinjak, Kamis (3/1/2013) sebagaimana dikutip vivanews.
Akhirnya polisi menangkap 4 orang pihak keamanan dari internal kementeriannya Hatta Rajasa lantaran dianggap melawan aparat kepolisian–bahkan sempat terjadi baku hantam. Polisi juga mempertanyakan, mengapa kantor Kemenko Perekonomian menggunakan preman, bukan aparat keamanan (kepolisian) untuk menjaga dan mengawal demo damai mahasiswa itu. (itoday/salam-online)
3 Jan 2013
Isi Komik Nabi Itu Dibilang Halal, Maka Halal Juga Darah Pembuatnya!
Paris (Voa-Islam) – Majalah mingguan Prancis, Charlie Hebdo, membuka tahun baru 2013 dengan menerbitkan komik biografi. Pada tanggal 2 Januari atau Rabu ini, Charlie Hebdo meluncurkan buku komik tentang biografi Nabi Muhammad SAW.
Biadab! Charlie Hebdo, mengklaim isi komik tersebut sepenuhnya ‘halal’ karena dikompilasikan dari sejarawan dan ilmuwan Muslim. Yang jelas, majalah satir asal Negeri Mode ini beberapa kali menurunkan gambar kartun serupa dengan alasan kebebasan berekspresi. Yang pasti, halal juga darahnya bagi siapapun yang terlibat dalam pembuatan komik nabi tersebut.
‘’Kami sudah memiliki gambaran tentang kehidupan Muhammad seperti yang diceritakan oleh sejarawan Muslim. Tidak ada tambahan humor,’’ bunyi pernyataan Charlie Hebdo seperti dikutip Dailybhaskar dari Aljazeera. ‘’Jika bentuknya memunculkan sejumlah hujatan, latar belakangnya sepenuhnya halal.’’
Editor Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier, mengatakan kepada AFP bahwa isi komik biografi Nabi Muhammad sepenuhnya ‘halal’. Karena, komik tersebut ditulis berdasarkan kompilasi tulisan tentang Nabi yang ditulis oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim.
Charlie Hebdo mengklaim komik yang akan diterbitkannya memiliki legitimasi karena sudah dikonsultasikan dengan ilmuwan Islam. ‘’Beberapa lainnya menyalahkan Charlie Hebdo yang sengaja memicu aksi protes dengan menerbitkan serial komik,’’ tulis Dailybh
Komik Kartun Nabi Diedit Orang Islam
Stephane Charbonnier, penerbit Charlie Hebdo sekaligus ilustrator komik, mengklaim komik tersebut telah mendapat ‘restu' umat Islam. ‘’Ini adalah sebuah biografi yang diresmikan oleh Islam karena diedit oleh Umat Muslim,’’ kata Charbonnier seperti dikutip Alarabiya dari AFP.
Charbonnier mengatakan komik biografi tentang Nabi Muhammad itu diluncurkan pada Rabu dan disatukan dengan biografi peneliti Francis-Tunisia yang dikenal dengan nama samaran Zineb.
Charbonnier yang dikenal dengan nama Charb itu mengaku dirinya mendapat ide meluncurkan komik biografi tentang Nabi Muhammad sejak enam tahun silam. Dia terinspirasi oleh surat kabar Denmark, Jyllands-Posten, yang mempublikasi 12 kartun Nabi Muhammad pada September 2005.
Ulah surat kabar Jyllands-Posten tersebut memicu gelombang demonstrasi umat Islam di Denmark. Pada awal 2006, gelombang demonstrasi menentang penerbitan kartun Nabi itu menyebar hampir ke seluruh dunia.
Charlie Hebdo sendiri semakin memanaskan suasana. Majalah yang mengklaim beraliran satir (olok-olok) tersebut justru menerbitkan ulang kartun Nabi surat kabar Jyllands-Posten.
Halal Darahnya
Majalah Prancis beraliran satir itu pernah mematik amarah umat Islam karena menerbitkan gambar kartun yang diasosiasikan sebagai Nabi Muhammad SAW.Pada September 2012 lalu, Charlie Hebdo menerbitkan kartun yang diasosiasikan sebagai Nabi Muhammad. Hal tersebut membuat suasana saat itu semakin panas. Karena, aksi demonstrasi kala itu sedang merebak di sejumlah negara menentang penayangan film anti-Islam ‘Innocence of Muslims’.
‘’Pada 2011, kantor Charlie Hebdo pernah dilempar bom api dan situsnya dibajak setelah menerbitkan edisi ‘Charia Hebdo’ yang memuat beberapa gambar kartun Muhammad,’’ tulis Alarabiya mengutip AFP.
Stephane Charbonnier mendapat sejumlah ancaman pembunuhan. Penanggung jawab penerbitan Charlie Hebdo yang dikenal dengan nama Charb itu hidup dalam perlindungan pihak kepolisian.
Ketua MUI Sumbar, Buya Syamsul Bahri Khatib, memprotes peluncuran komik Nabi Muhammad SAW, yang menurut rencana dilakukan Rabu (2/1/2013). Buya mengatakan, ini benar-benar penghinaan bagi Nabi dan juga umat Islam di seluruh dunia. Penerbit koran mingguan Prancis harus bertanggung jawab.
"Sungguh sangat keji pembuat komik Nabi Muhammad SAW. Belum puas dengan muat ulang kartun, sekarang dengan komik. Ini satu penghinaan besar," kata Buya Syamsul Bahri, Selasa (1/1/2013).
Selanjutnya, Ketua MUI Sumbar menyampaikan, secara pribadi sepakat jika yang diceritakan mengenai sejarah Nabi Muhammad SAW, tetapi harus objektif. Akan tetapi ia tidak menyetujui jika berbentuk gambar.
"Sejarah Nabi secara objektif bisa dibuat, tapi jika berbentuk gambar sangat menghinakan Nabi, karena Nabi insan kamil (sempurna), bukan boneka dan manusia perseorangan," ucapnya, dalam berita Padang Today.
Buya Syamsul Bahri Khatib menambahkan, ini hinaan bagi umat Islam dan bisa berdampak buruk bagi umat Islam di Indonesia secara khusus, dunia pada umumnya. Pemerintah, perwakilan umat Islam, dan masyarakat harus bersama-sama melindungi citra Nabi Muhammad SAW. Diharapkan pemerintah Indonesia dapat mengambil sikap mengenai hal ini,” katanya. Desastian/hidcom/RoL
2 Jan 2013
RENUNGAN TAHUN BARU 2013 MENURUT ISLAM: Makna Tahun Baru, Sejarah Tahun Baru, Hukum Perayaan Awal Tahun Baru, Artikel tahun Baru 1 Januari, Anda ikut merayakan tahun baru, mengikuti siapa?
Sejarah “tahun baru” masehi
==============================================
Sebuah Renungan, “Perayaan Tahun Baru”
Anda ikut merayakan tahun baru, mengikuti siapa?
Orang-orang Madinah dahulu pernah merayakannya sebelum kedatangan Rasulullah. Bila diteliti ternyata ternyata itu adalah hari raya terbesarnya orang Persia bangsa Majusi para penyembah api, dikatakan dalam sebagian referensi bahwa pencetus pertamanya adalah salah satu raja-raja mereka yaitu yang bernama Jamsyad.
Ketika Nabi datang ke Madinah beliau mendapati mereka bersenang–senang merayakannya dengan berbagai permainan, Nabi berkata: ‘Apa dua hari ini’, mereka menjawab, ‘Kami biasa bermain-main padanya di masa jahiliyah’, maka Rasulullah bersabda:
بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْر
Para pensyarah hadits mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua hari yang sebelumnya mereka rayakan adalah hari Nairuz dan hari Muhrojan [Mir’atul mafatih]
Di samping majusi, ternya orang-orang Yahudi juga punya kebiasaan merayakan awal tahun, sebagian sumber menyebutkan bahwa perayaan awal tahun termasuk hari raya Yahudi, mereka menyebutnya dengan Ra’su Haisya yang berarti hari raya di penghujung bulan, kedudukan hari raya ini dalam pandangan mereka semacam kedudukan hari raya Idul Adha bagi muslimin.
Lalu Nashrani mengikuti jejak Yahudi sehingga mereka juga merayakan tahun baru. Dan mereka juga memiliki kayakinan-keyakinan tertentu terkait dengan awal tahun ini. [Bida’ Hauliiyyah]
Tidak menutup kemungkinan masih ada umat-umat lain yang juga merayakan awal tahun atau tahun baru, sebagaimana disebutkan beberapa sumber. Yang jelas, siapa mereka?, tentu, bukan muslimin, bahkan Majusi penyembah api nasrani penyemabah Yesus dan Yahudi penyembah Uzair.
Jadi siapa yang anda ikuti dalam perayaan tahun baru ini?
Lebih dari itu, ternyata perayaan tahun baru ini telah dihapus oleh Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, bukankah anda ingat hadits di atas?, Nabi menghapus perayaan Nairuz dan Muhrojan dan mengganti dengan idul Fitri dan Adha.Lalu, kenapa muslimin menghidup-hidupkan sesuatu yang telah dimatikan Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam. Kata Ibnu Taimiyyah, Allah Subhanahuwata’ala mengganti (Abdala) konsekwensi dari kata Abdala (menggati) adalah benar-benarnya terhapus hari raya yang dulu dan digantikan dengan penggatinya, karena tidak bisa berkumpul antara yang menggati dan yang digantikan.
Tapi, kenyataannya justru tetap saja umat ini merayakan tahun baru, melanggar sabda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, sungguh benar berita kenabian Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam
بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ » .
قُلْنَا يَا رَسُولَ
اللَّهِ ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ »
Kaum muslimin…
Belum lagi, apa yang mereka lakukan dalam perayaan tahu baru? Bukankan berbagai kemungkaran yang sangat bertolak belakan dengan ajaran agama. Kalau anda dari jenis orang yang pobhi dengan ajaran agama, saya katakan, bukankah dalam acara itu banyak terjadi hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan, abad, sopan santun, kehormatan jiwa dan berbagai kemuliaan-kemualiaan yang lain.
Hampir semua atau semua yang terjadi adalah kerendahan dan kehinaan martabat manusia apalagi martabat muslim. Tentu kita semua, saya dan anda dan mereka, sebenarnya menyadari akan hal itu, lalu kapan kita akan meninggalkannya, mengapa masih saja memeriahkan acara tersebut, tidakkah kita kembali saja kepada kehormatan kita dan kemulian kita serta tentunya ajaran agama kita.
Bersihkan dari bercak-bercak perayaan tahun baru, joget, pentas musik yang identik dengan kerendahan moral, minuman-minuman keras dan obat-obat terlarang, pembauran antara lawan jenis yang merusak moral, sampai pada pesta hura-hura dengan pakaian minim, pamer aurat, pacaran dan perzinaan, apakah kita menginkari terjadinya hal itu?
Berbagai sumber berita menyebutkan bahwa penjualan alat kontrasepsi baik kondom atau yang lain meningkat tajam dari tahun ke tahun menjelang perayaan malam tahun baru. Miris, kenyataan yang memperihatinkan, inikah moral bangsa kita, dimana susila dan dimana ajaran agama? Bila anda seorang muslim atau muslimah tidakkan takut dengan ancaman Allah Subhanahuwata’ala , Nabi shallahu alaihi asallam bersabda
Juga, …
حتى يعلنوا بها إلا فشا فيهم الأوجاع التيلم تكن في أسلافهم
Saudaraku muslim…Saudariku muslimah…Masihkan anda akan menodai diri anda….
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah Subhanahuwata’ala dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya (Yahudi dan Nashrani), kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.[QS :al Hadid:16]
Ingat, liang lahat menunggu kita semua…
Wassalamu alaikum…
8 Des 2012
Ditemukan soal ujian madrasah sebut Gus Dur lengser karena Korupsi
Hal itu ditemukan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyah KH Ahmad Damanhuri, dalam soal ujian semester ganjil dengan mata pelajaran sejarah untuk siswa Madrasah Aliyah (MA). Dalam soal ujian dalam bentuk pilihan ganda tersebut, ditanyakan apa penyebab jatuhnya pemerintahan Abdurrahman Wahid? Mata pelajaran Sejarah yang diujikan pada Rabu lalu itu menuai keperihatinan dari kaum Nahdliyin.
"Memang ada beberapa pilihan jawaban di sana, namun di kunci jawaban mengatakan bahwa Gus Dur lengser karena kasus Brunei Gate dan Bulog Gate. Jelas, ini sangat menyesatkan masyarakat dan para siswa yang tidak tahu apa-apa," ujarnya kepada wartawan, Jumat (7/12) seperti dilansir okezone.
Soal ujian yang dibuat Musyawarah Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (MK2MA) Provinsi Jawa Barat itu, dinilai Damanhuri tidak etis dan menyesatkan. Ia meminta agar pembuat soal ujian tersebut diproses secara hukum.
"Pembuat soal ujian harus diproses, tidak benar bahwa Gus Dur lengser karena kasus tersebut dan harus ada pelurusan sejarah. Selain itu, tidak ada di buku pelajaran Sejarah bahwa Gus Dur turun dari jabatannya karena kasus korupsi, dan siswa kami pun tidak pernah mempelajari sejarah tersebut," paparnya.
Para siswa yang mendapatkan soal ujian itu, dikatakan Damanhuri, tidak mengetahui apa-apa tentang Gus Dur. Karena saat itu mereka masih duduk di Sekolah Dasar (SD).
"Tidak logis jika soal tersebut diberikan kepada siswa Madrasah Aliyah saat ini," jelasnya. (bilal/arrahmah.com)
Hari Ini 21 Tahun Lalu Uni Soviet Bubar Setelah Kalah Perang dari Mujahidin
Uni Soviet sebagai salah satu kekuatan besar di Eropa kala itu dinyatakan resmi bubar pada 26 Desember 1991. Hak dan kewajiban negara ini kemudian dilanjutkan oleh Federasi Rusia.
Salah satu penyebab bubarnya negara Uni Soviet adalah kekalahan telak mereka dalam perang di Afghanistan pada tahun 80-an. Lebih dari 15 ribu tentara Uni Soviet tewas di Afghanistan sejak mereka mulai penjajahan di Afghanistan pada 24 Desember 1979 hingga 14 Februari 1989.
Keputusan Soviet menarik tentaranya dilakukan saat ibukota Afghanistan, Kabul, dikepung oleh 30 ribu Mujahiddin kala itu. Menurut Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, penarikan mundur ini merupakan bagian dari reformasi angkatan bersenjata negaranya yang akan memangkas lebih dari 500 ribu tentara aktif.
Selepas penarikan mundur tentara Soviet, pemerintahan komunis Afghanistan hanya mampu bertahan selama tiga tahun. Pada tahun 1992, pasukan Mujahiddin menguasai Kabul dan menggulingkan Presiden Afghanistan, Sayid Muhammad Najibullah.
Al-Qur'an Digital
Terjemah
Barat Bungkam terhadap Nuklir Zionis
Syi'ah Tak Pernah Berperang Melawan Israel
Oleh, AM Waskito
Salah satu alasan yang membuat kaum Syiah Rafidhah selalu berbunga-bunga ialah sebagai berikut…
[=] Syiah adalah musuh terbesar Amerika dan Israel.
[=] Syiah adalah musuh utama Zionis Yahudi yang sangat ditakuti karena punya intalasi nuklir.
Sejarah Syiah: "Selalu Menusuk Ahlus Sunnah dari Belakang. Dan Tak Pernah Perang Melawan Orang Kafir."
[=] Hizbullah adalah sosok kekuatan Syiah yang selalu gagah-berani menghadang barisan Zionis Israel.
[=] Sementara Saudi, Kuwait, dan Qatar, selalu bermanis-manis kata dengan dedengkot Yahudi, yaitu Amerika.
[=] Revolusi Khomeini adalah revolusi Islam yang menginspirasi perjuangan gerakan-gerakan Islam di dunia.
Ya, kurang lebih begitu klaim para aktivis agama Persia (Syiah Rafidhah) ini. Di berbagai forum, kesempatan, termasuk dalam diskusi di blog ini, alasan-alasan itu selalu mereka munculkan. Seakan-akan, tidak lagi alasan bagi Syiah untuk tetap eksis di muka bumi, selain klaim-klaim seperti itu.
Lalu bagaimana pandangan kita sebagai Ahlus Sunnah tentang klaim kaum Syiah ini?
Mari kita bahas secara ringkas dan praktis, dengan memohon pertolongan Allah Al Hadi…
PERTAMA. Kaum Syiah Rafidhah itu terus bekerja keras dan sangat nafsu, agar mereka tetap diakui sebagai Islam, tetap dipandang sebagai Muslim, tetap menjadi bagian dari kaum Muslimin sedunia. Hal ini adalah hakikat siksaan spiritual yang Allah timpakan atas hati-hati mereka, selamanya. Mereka telah sangat berdosa karena mencaci, melecehkan, mengutuk, dan mendoakan keburukan atas isteri-isteri Nabi, para Khulafaur Rasyidin, dan para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Maka Allah pun menjadikan mereka selalu gelisah, takut, dan sangat menginginkan diberi label Islam atau Muslim. Mereka selalu dalam kebingungan seperti ini, layaknya Bani Israil yang kebingungan selama 40 tahun di Padang Tiih, karena telah menghina Musa ‘Alaihissalam dan Allah Ta’ala. Lihatlah manusia-manusia pemeluk agama Persia (Rafidhah) itu…mereka kemana-mana membawa laknat atas doa-doa laknat yang mereka bacakan untuk mengutuki manusia-manusia terbaik dari para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum.
KEDUA. Dalam sejarahnya, sejak zaman Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sampai hari ini, ketahuilah bahwa Syiah Rafidhah (agama Persia) ini tidak pernah berjihad melawan kaum kufar, baik itu Nashrani, Yahudi, musyrikin, dan orang-orang atheis. Syiah tidak punya sejarah jihad menghadapi kaum kufar. “Jihad” kaum Syiah sebagian besar diarahkan untuk menyerang kaum Sunni, sejak zaman dahulu sampai saat ini.
Mula-mula Syiah di Kufah mengundang Husein Radhiyallahu ‘Anhu datang ke Kufah, katanya mau dibaiat. Karena Husein sudah berangkat ke Kufah, oleh penguasa kala itu (Yazid bin Muawiyah) Husein dianggap bughat, sehingga boleh ditumpas. Waktu tiba di Kufah, tak satu pun kaum Syiah keluar untuk membaiat, menolong dan mendukung Husein. Posisi Husein sangat terjepit, akan kembali ke Madinah, dia sudah dianggap bughat. Meminta bantuan Kufah, tak satu pun Syiah yang akan menolong. Akhirnya, Husein ditumpas di Padang Karbala. Bahkan kala penumpasan itu, tak satu pun hidung Syiah menampakkan diri, walau sekedar untuk menolong korban dari pihak Husein dan keluarganya. Nah, peristiwa pembantaian Husein oleh kaum Syiah itulah yang selalu mereka rayakan dan nikmati dalam momen-momen Asyura. Air mata mereka mengutuk para pembunuh Husein, sedangkan hati mereka berucap: “Alhamdulillah Husein dan keluarganya telah binasa di Karbala.”
“Jihad” kaum Syiah berikutnya ialah membantu Hulagu Khan (penguasa Mongol) untuk menumpas Khilafah Abbassiyah. Kemudian mereka berusaha melenyapkan kaum Sunni di Mesir, tetapi berhasil ditumpas oleh Nuruddin Mahmud Zanki. Mereka terus menikam perjuangan Shalahuddin Al Ayyubi. Mereka juga selalu menjadi musuh Khilafah Turki Utsmani, selalu kerjasama dengan negara-negara Nashrani Eropa untuk melemahkan Khilafah Turki. Di zaman kontemporer, Revolusi Khomeini di Iran telah menumpas Ahlus Sunnah di Iran. Mereka juga menikam perjuangan mujahidin di Afghanistan. Mereka membantai Ahlus Sunnah di Irak, Libanon, Suriah, Yaman, bahkan mereka hampir menguasai Bahrain.
Singkat kata, tidak ada Jihad kaum Syiah dalam sejarah, selain “jihad” yang diarahkan untuk memusnahkan dan menghancur-leburkan kaum Sunni. Sejarah klasik dan modern sudah memaparkan fakta. Bahkan dalam kasus Iran Contra Gate terbongkar skandal besar. Ternyata, di balik gerakan Kontra di Nikaragua, Amerika memasok senjata kepada para gerilyawan itu. Darimana dananya? Dari hasil kerjasama jual-beli minyak dengan Iran. Padahal dalam kampanye dunia, sudah dimaklumkan bahwa Amerika itu sedang konflik dengan Iran. Tetapi di balik itu ada sandiwara “jual-beli minyak” yang menggelikan. Kasus ini sangat terkenal, sehingga seorang kolonel Amerika dikorbankan sebagai tumbalnya.
KETIGA. Apa sih yang dilakukan Hizbullah (Syiah Rafidhah) di Libanon kepada Israel? Apakah dia terlibat perang terbuka dengan Israel? Apakah dia menduduki wilayah Israel dan berusaha mengusir penduduk Yahudi? Ternyata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya melepaskan tembakan mortir ke arah pasukan Israel atau wilayah Israel. Atau mereka melakukan tembakan senapan, atau tembakan rudal anti tank. Hanya itu saja. Mereka tidak pernah terlibat perang terbuka vis a vis, seperti para pejuang Ahlus Sunnah di Irak, Afghanistan, Chechnya dan lainnya. Jadi singkat kata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya semacam “main-main” untuk membuang amunisi-amunisi ringan. Itu saja kok.
KEEMPAT. Dalam sejarah perang Arab-Israel, sejak merdeka tahun 1948 Israel sudah berkali-kali bertempur dengan pasukan Arab. Yang terkenal adalah perang tahun 48, perang tahun 67, dan perang tahun 70-an. Ia kerap disebut perang Arab-Israel. Setelah itu belum ada lagi perang yang significant. Dalam sejarah ini, lagi-lagi tiada peranan Iran sama sekali. Bahkan ketika Ghaza dihancur-leburkan Israel pada tahun 2008-2009 lalu, Iran lagi-lagi tidak terlibat apa-apa. Jadi, apa yang bisa dibanggakan dari manusia-manusia pemeluk agama Persia (Syiah Rafidhah) itu?
KELIMA. Menurut Ustadz Farid Okbah, di Iran itu sangat banyak orang-orang Yahudi. Menurut informasi, jumlahnya bisa mencapai 50.000 jiwa. Mereka bisa hidup aman dan sentosa di Iran, sedangkan Ahlus Sunnah hidupnya sangat menderita disana. Iran bersikap welcome kepada kaum Yahudi, dan sangat ofensif kepada kaum Muslimin. Ini adalah realitas yang sangat menyedihkan. Makanya tidak salah kalau ada yang mengatakan, Rafidhah lebih sadis dari orang-orang kafir lain.
Contoh yang sangat unik ialah kerjasama antara Hamas dan Iran. Banyak orang menyebutkan, Hamas kerap kerjasama dengan Iran. Hal itu konon berdasarkan sikap Syaikh Al Bana yang dulunya pernah berujar, bahwa Syiah adalah sesama saudara Muslim juga. Mereka sama-sama Ahlul Qiblah. Tetapi realitasnya, Ikhwanul Muslimin di Suriah dibantai puluhan ribu manusia disana oleh regim Hafezh Assad. Ternyata, regim itu dan anaknya, dibantu oleh Iran juga. Nah, ini kan sangat ironis. Hamas kerjasama dengan Iran, sementara Al Ikhwan di Suriah dibantai oleh regim Suriah yang didukung oleh Iran.
KEENAM. Propaganda bahwa Syiah Rafidhah itu musuh Zionis Israel, semua ini hanya propaganda belaka. Sejatinya mereka itu teman-karib, sahabat dekat, saling tolong-menolong, sebagian menjadi wali atas sebagian yang lain. Mereka ini selamanya tak akan pernah terlibat dalam peperangan. Kaum Yahudi membutuhkan Iran, sebagai seteru Ahlus Sunnah. Sedangkan Iran membutuhkan Yahudi, juga sebagai seteru Ahlus Sunnah. Dalam hadits Nabi Saw juga disebutkan bahwa kelak dajjal akan muncul dari Isfahan (salah satu kota di Iran yang saat ini banyak dihuni Yahudi) dengan 70.000 pasukan. Yahudi membutuhkan Iran, karena darinya akan muncul pemimpin mereka. Dan dalam literatur-literatur Syiah, sosok dajjal itu sebenarnya adalah sosok “Al Mahdi Al Muntazhar” yang selalu mereka tunggu-tunggu. Begitulah, banyak kesamaan kepentingan antara Syiah dan Yahudi.
KETUJUH. Fakta berikutnya yang sangat mencengangkan. Ternyata Syiah Iran juga menjalin kerjasama dengan China dan Rusia, dua negara dedengkotnya Komunis. Mereka ini umumnya kerjasama dalam soal industri, perdagangan, dan jual-beli senjata. Ketika Amerika berniat menjatuhkan sanksi akibat instalasi nuklir Iran, segera China dan Rusia memveto niatan itu. Kedua negara terang-terangan membela Iran. Begitu juga China dan Rusia juga membela regim Bashar Assad (semoga Allah Al Aziz segera memecahkan kepala manusia durjana satu ini, amin ya Mujibas sa’ilin) dari ancaman sanksi internasional. Sedangkan kita tahu, regim Suriah sangat dekat koneksinya dengan Iran. Jadi, kita bisa simpulkan sendiri posisi Iran di mata China, Rusia, dan regim Suriah.
Jadi kalau kemudian kita mendengar propaganda Syiah anti Yahudi, Syiah anti Amerika, Syiah anti Zionis, dan sebagainya…ya sudahlah, saya akan ketawa saja. Tidak usah dianggap serius. Anggaplah semua itu hanya “olah-raga kata-kata” saja (meminjam istilah seorang politisi busuk). Syiah selamanya akan berkawan dengan kaum kufar dan sangat apriori dengan kaum Muslimin (Ahlus Sunnah). Mereka itu lahir dari sejarah kita, tetapi wujud dan hatinya milik orang kafir. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.
Semoga artikel sederhana ini bermanfaat. Semoga kita semakin sadar, bahwa Syiah Rafidhah bukanlah kawan. Mereka membutuhkan istilah kawan selagi masih lemah. Nanti kalau sudah kuat, mereka akan menghancur-leburkan Ahlus Sunnah. Tetapi cukuplah Allah Ta’ala sebagai Wali, Pelindung, dan Penolong kita. Dialah sebaik-baik Pelindung dan Penjaga. Walhamdulillahi Rabbil a’alamiin
Kasus Solo Bukan Terorisme Tetapi Operasi Intelijen
MT Arifin
(Pengamat Militer dan Intelijen)
Pengamat Militer dan Intelijen dari Solo, MT Arifin menceriterakan, pasca terjadinya penembakan mati terduga teroris di Solo, Farhan dan Mukhsin oleh pasukan Densus, Jum’at (31/8/2012), dirinya langsung diwawancarai oleh stasiun televisi swasta nasional dari Jakarta. Dalam wawancara itu dia mengemukakan bahwa kasus Solo itu bukanlah terorisme tetapi merupakan operasi intelijen.
Namun anehnya, sehari kemudian dirinya mendapat serangan santet yang datangnya dari arah Jakarta. “Alhamdulillah, serangan santet itu berhasil digagalkan,” ungkap MT Arifin yang juga memahami masalah supranatural tersebut. Pengamat Militer dan Intelijen itu tidak mau menduga-duga, siapa yang memerintahkan serangan jahat melalui ilmu hitam tersebut.
Berikut ini wawancara Tabloid Suara Islam dengan MT Arifin seputar terorisme dan operasi intelijen untuk menciptakan keadaan dan mengalihkan isu krusial yang terjadi pada pemerintahan SBY.
Mengapa kelompok Islam selalu disebut teroris, sedangkan Kristen seperti RMS dan OPM separatis, padahal mereka lebih banyak menimbulkan korban bagi personil TNI dan Polri ?
Persoalan istilah teroris dan separatis bukan stigmatisasi terhadap kelompok yang melakukan perlawanan pada institusi resmi, tetapi didasarkan atas konsep politik yang berkaitan dengan sifat yang ingin dilakukan dengan melakukan tindakan itu. Separatis konsepnya berkaitan dengan pemisahan, misalnya suku atau daerah ingin memisahkan diri dari negara. Sedangkan teroris konsep politik yang berkaitan dengan tindakan kekerasan untuk membentuk opini publik dan melakukan tekanan terhadap kekuasaan. Jadi dasarnya adalah konsep politik.
Dalam konteks Kenegaraan, lebih berbahaya mana antara teroris dan separatis ?
Persoalannya bukan lebih berbahaya mana antara teroris dan separatis. Persoalannya adalah gerakan itu menimbulkan efek yang bagaimana. Kemudian akibat dari efek itu akan menimbulkan konsekuensi-konsekuensi politik tertentu. Kalau dulu sampai sekarang separatis dihadapi oleh angkatan perang, tetapi kalau teroris dihadapi polisi. Kalau sekarang separatis dihadapi polisi, itu tergantung UU. Misalnya, kalau dianggap sebagai suatu tindakan yang membuat kekacauan di masyakarat dimana law and order terganggu, biasanya dihadapi polisi. Tetapi kalau sudah perlawanan total secara resmi, maka akan dihadapi militer dan semuanya dipengaruhi UU yang berlaku.
Mengapa sasaran Densus selalu umat Islam, padahal Kristen juga banyak terorisnya seperti Laskar Kristus yang aktif melakukan latihan militer di berbagai tempat tetapi dibiarkan saja ?
Kalau dilihat secara keseluruhan sebenarnya tidak begitu, terbukti Tibo cs yang melakukan pembantaian terhadap umat Islam di Poso juga dihukum mati. Sebenarnya kalau dilihat dari segi hukum, siapapun dan apapun kelompok tanpa pandang bulu diberlakukan sama. Memang di Indonesia yang sering jadi sasaran adalah umat Islam karena mayoritas. Kemudian dilihat dari pergerakan dan sejarah serta rumusan yang ada di jaringan intelijen, yang menjadi sasaran berbahaya adalah umat Islam sejak kasus pemberontakan DI-TII pada masa Kartosoewirjo. Kalau saya baca di berbagai buku intelijen, memang berasal dari sana. Sehingga Islam menjadi satu corak yang dianggap sangat menonjol. Pertanyaannya, mengapa kelompok non Islam tidak melakukan itu, karena mungkin mereka tidak terlalu besar dan lebih banyak melakukan gerakan separatisme seperti RMS dan OPM. Sebenarnya umat Islam juga pernah melakukan gerakan separatisme seperti GAM di Aceh.
Saya kira juga dipengaruhi perkembangan di tingkat global, terutama munculnya terorisme di tingkat internasional akibat kegagalan menyelesaikan kasus Afghanistan, terutama setelah terjadinya perpecahan antara kelompok Mujahiddin dengan AS pasca kekalahan Uni Soviet di Afghanistan. Juga setelah terjadinya perbedaan pendapat antara AS dengan Irak masalah minyak yang menyebabkan terjadinya Perang Teluk Persia II setelah Irak menyerbu Kuwait (1990) sampai invasi pasukan AS ke Irak (2003) yang menyebabkan jatuhnya pemerintahan Saddam Hussein. Memang setelah itu terjadi suatu pergerakan dimana Islam bangkit menjadi kekuatan pengontrol terhadap Pan Americanisme. Sehingga menjadi suatu merek yang sangat laik pasar dan itu berpengaruh terhadap Indonesia. Persoalannya, karena wilayah umat Islam di Timur Tengah kaya akan minyak bumi dan biaya produksinya sangatlah murah jika dibandingkan dengan wilayah lain yang biaya produksinya sangatlah tinggi, karena itulah wilayah umat Islam selalu menjadi sasaran negara lain.
Apa korelasi antara terorisme dengan persediaan minyak dunia ?
Tahun 2000 lalu ada pertemuan ahli intelijen internasional dari Barat yang membahas persoalan hubungan internasional, dimana dinyatakan bahwa dunia Barat sangat kritis akan kebutuhan minyak. Karena itu minyak bumi menjadi salah satu fokus persoalan hubungan antar bangsa dan kebetulan yang menjadi masalah adalah kontrol Islam atas Barat setelah bubarnya Uni Soviet. Kemudian Islam menjadi kekuatan utama yang akan mengontrol pada saat Barat melihat minyak sebagai fokus persoalan antar bangsa, karena itu menimbulkan terorisme internasional.
Kalau sebelumnya ada terorisme nasional yang melahirkan gerakan seperti IRA di Irlandia dan gelombang kedua melahirkan terorisme ideologis seperti Tentara Merah di Jepang dan Italia, sekarang terorisme internasional memperebutkan SDA strategis seperti minyak dan Islam menjadi kekuatan utamanya. Sehingga lahirlah Teori Samuel Huntington yang menganggap Islam sebagai musuh Barat setelah jatuhnya Uni Soviet. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap Indonesia yang memiliki ketergantungan bantuan, peralatan, kerjasama, pendidikan, pelatihan dan utang dari Barat.
Selama ini Densus dibentuk, dilatih serta dibiayai AS dan Australia. Bagaimana komentar Anda sebagai pengamat militer dan intelijen ?
Bukan dibiayai, justru kita yang minta bantuan kesana karena tidak memiliki dana. Ada sebuah kritikan yang berasal dari pengamat intelijen pada beberapa kasus terorisme. Katanya bukan untuk persoalan terorisme, tetapi untuk membentuk opini dan menghentak negara yang dijadikan sasaran donatur. Karena itu sekarang bukan persoalan teroris, sebab kalau dilihat dari standar terorisme secara internasional, teroris bukan seperti di Indonesia dimana mereka menembak dengan pistol. Jadi perlu adanya standar mana yang disebut teroris dan mana yang disebut kejahatan, jadi harus jelas. Sebab jika tidak, maka nanti kalau proyek yang laku teroris, maka semuanya akan dimasukkan ke dalam kerangka teroris.
Jadi semakin ramai teroris, semakin menguntungkan Densus ?
Persoalannya bukan Densus, tetapi pemerintah. Kebetulan dana yang masuk ke pemerintah sebagian dioperkan ke kepolisian melalui Densus. Itu kan kerjasama antara pemerintah, apalagi polisi berada di bawah Presiden. Jadi yang menjadi persoalan bukannya Densus, tetapi pemerintah. Polisi selalu menjadi sasaran, padahal polisi hanya menjalankan perintah siapa lagi kalau bukan dari Presiden, dimana sekarang kita sedang menjalankan sistem Presidensial. Polisi sebenarnya tidak punya apa-apa, seumpama disuruh ke Timur ya ke Timur, disuruh ke Barat ya ke Barat.
Mengapa BNPT dan Densus selalu dikendalikan mereka yang anti Islam seperti Ansyaad Mbai, Gories Mere dan Petrus Golose ?
Tidak begitu, aparat dasarnya adalah prestasi. Jadi persoalannya bukan Islam dan non Islam. Orang non Islam yang senang pada Islam juga banyak, sebaliknya orang Islam yang tidak Islamis juga banyak. Justru kadang-kadang kelemahan kita dalam melakukan penilaian selalu bertolak-belakang dari Islam dan non Islam. Bagaimanapun juga mereka tidak memiliki kekuasaan apa-apa kalau tidak diberi wewenang. Jadi persoalannya kelembagaan, yang bekerja bukan hanya dia tetapi sebuah tim besar. Banyak polisi yang Islamnya bagus, tetapi persoalannya adalah dalam rangka pengamanan lembaga negara.
Jadi muaranya tertuju pada Presiden ?
Muaranya pada misi dari sebuah nation yang ditafsirkan pemerintah. Semestinya yang bertanggungjawab adalah pemerintah, bukan polisi.
Bagaimana pandangan Anda mengenai Program Deradikalisasi yang digerakkan BNPT ?
Saya jelas tidak setuju, dalam arti titik tolaknya darimana. Persoalan radikal dan tidak radikal akan dipahami dari konteks pengetahuan dan sikap radikal karena apa. Dalam UU Politik ada persoalan yang dinyatakan radikal. Jadi sikap radikal itu bukan persoalan orang itu radikal atau tidak radikal, tetapi dibangun oleh pengetahuan terhadap perkembangan nasional dan internasional serta rasa kesadaran akan ketidakadilan. Misalnya, pemerintah dalam mengatasi persoalan dianggap tidak adil, maka ini yang membentuk sikap radikal.
Jadi persoalan deradikalisasi semestinya berkaitan dengan bagaimana pemerintah mencoba untuk melaksanakan tujuan pemerintahan mengenai keadilan, kesejahteraan rakyat, menegakkan kebenaran, menegakkan hukum dan sebagainya. Pada saat sekarang telah terjadi kesenjangan yang tajam, mengenai pandangan pemerintah dan sikap yang dimiliki kelompok Islam dan non Islam serta hubungan antar mereka. Kesenjangan itu dipengaruhi informasi yang dimiliki dan perubahan sosial yang tinggi. Hal itu menyebabkan ketajaman hubungan karena terjadinya revolusi kebudayaan, dimana di Indonesia terjadi pada saat era reformasi sekarang. Itu yang menimbulkan persoalan dan tidak diantisipasi dengan program politik yang sistematik. Berbeda dengan Korea Selatan, sudah diantisipasi sejak awal bagaimana mengatur anak-anak main games. Tetapi disini tidak dan ini yang menjadi masalah. Jadi persoalan radikal dan tidak radikal adalah persoalan proses yang dialami oleh warga negara dalam kehidupan bermasyarakat akibat adanya kesenjangan tertentu.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai rencana BNPT yang dipimpin Ansyaad Mbai untuk melakukan Sertifikasi Ulama ?
Saya kira itu tidak tepat, sertifikasi untuk apa ? Memang salah satu problem di kalangan ulama, da’i dan mubaligh adalah dalam menghadapi persoalan dimana banyak sekali pengajian yamg diberikan kelompok muda tamatan pesantren kilat. Hal ini juga terjadi di kalangan Kristen yang diberikan kelompok muda tamatan kursus Injil. Dalam memberikan ceramah, mereka belum sampai pada tingkat dengan wawasan luas, kemudian berceramah dengan sikap fanatik, dimana akhirnya menimbulkan hasil kontra produktif. Di kalangan pemuda Kristen yang fanatik juga banyak sekali dan saya mendapat laporan ini dari salah seorang pimpinan Univeristas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah. Jadi yang terdapat kelompok fanatik bukan hanya Islam saja tetapi juga Kristen. Tetapi masalahnya Islam di Indonesia mayoritas mutlak sehingga yang menonjol fanatismenya adalah Islam, padahal di Kristen juga banyak sekali yang fanatik dan fundamentalis. Fanatisme akibat itu semestinya dibicarakan dan diatasi masing-masing agama.
Apakah Sertifikasi Ulama yang akan dilakukan BNPT merupakan penghinan terhadap ulama ?
Saya kira itu tidak ada artinya. Sertifikasi biasanya pada program fungsional yang bersifat karier. Kalau ulama kan bukan jabatan karier. Sekarang persoalannya bagaimana strategi untuk menghadapi ekses-ekses itu.
Kembali ke terorisme, apakah operasi pemberantasan teroris yang digerakkan BNPT dan Densus memang proyek yang menguntungkan, dimana semakin banyak teroris yang berkeliaran maka semakin membuat kantong mereka tebal ?
Dulunya operasi semacam ini dilakukan militer dan intelijen. Jadi operasi anti terorisme bagi polisi adalah hal baru. Sekarang yang menjadi persoalan adalah bagaimana meningkatkan kinerja polisi agar menjadi lebih professional. Tetapi bukan berarti saya mengatakan kalau polisi sekarang tidak profesional dalam menanggani kasus terorisme. Namun berdasarkan kasus yang ada, seharusnya polisi meningkatkan profesionalismenya, sehingga tidak sering melakukan kesalahan target atau sasaran. Polisi juga perlu meningkatkan pemahaman terhadap penegakan hukum dan perlindungan HAM. Selain itu persoalan terorisme seharusnya dikaji dari persoalan yang lebih tinggi, bukan hanya linier.
Bagimana Anda melihat kasus penembakan mati terhadap terduga dua teroris oleh Densus di Solo baru-baru ini ?
Saya melihatnya itu operasi intelijen, bukan terorisme. Perkara kemudian dikaitkan dengan terorisme, itu bisa saja. Karena dalam operasi itu digunakan orang yang mau. Bedanya, operasi intelijen dimaksudkan untuk menciptakan suatu keadaan, tetapi kalau terorisme menggunakan kekerasan untuk mempengaruhi suatu kebijakan. Banyak sekali kasus terorisme, tetapi kalau dilihat dari ilmu pengetahuan tentang terorisme, sesungguhnya bukan terorisme.
Kasus di Solo itu jelas merupakan operasi intelijen, jika dilihat dari sifat-sifatnya. Karena sekarang proyek yang paling laku dijual ya terorisme. Seorang teroris tidak mungkin mengaku dirinya sebagai teroris. Juga tidak mungkin teroris berkali-kali nongkrong pada satu tempat. Kalau teroris, begitu mengebom tidak akan kembali lagi ke tempat itu sampai puluhan tahun. Karena itu kita harus memperjelas, apa terorisme itu. Jangan sampai mendefinisikan terorisme dengan pola-pola kriminal. Sekarang yang terjadi di Indonesia, melihat terorisme sebagai pergerakan kriminal. Masak teroris hanya nongkrong disitu-situ saja, tidak berpindah-pindah tempat. Seharusnya teroris tidak seperti itu, karena konsekuensinya mati. Saya kira terorisme sebagai suatu cara untuk mengalihkan isu. Sebab kalau ada persoalan yang muncul di pemerintahan, maka untuk mengalihkan isu muncullah operasi pemberantasan terorisme. Kalau sudah begitu, semua media massa pasti akan melupakannya dan mengarahkannya kesana.
Kalau kasus penembakan mati dua orang terduga teroris di Solo, untuk mengalihkan isu yang mana di pemerintahan SBY ?
Kita lihat dari kategorinya, seperti kasus M Thoriq di Tambora, Jakarta. M Thoriq sudah diamati sejak setahun lalu, tetapi mereka baru menangkapnya pada saat diperlukan untuk mengalihkan isu. Seperti kasus Solo, adanya pemberitaan seorang anggota Densus yang mati tertembak tidak sebagaimana yang saya peroleh kabarnya. Juga kasus polisi yang tertembak di Prembun Purworejo beberapa waktu lalu. Kabarnya tertembaknya polisi tersebut hanya karena rebutan wanita, tetapi kemudian dikabarkan karena ditembak teroris. Waktu itu saya sudah protes pada salah seorang pejabat kepolisian di Polda Jateng, tetapi katanya sudah dilaporkan kasus yang sebenarnya ke Mabes Polri, tetapi ketika sampai di Jakarta ceriteranya jadi berubah menjadi kasus terorisme.
Banyaknya kasus terorisme, apa memang tujuannya untuk mendiskreditkan umat Islam Indonesia yang mayoritas ?
Persoalannya bukan umat Islam. Persoalannya kasus terorisme bisa digunakan untuk berbagai kepentingan. Seperti kepentingan untuk mengalihkan perhatian, peningkatan program sehingga mendapat dana yang besar, agar kinerjanya terlihat efektif dan sebagainya. Jadi kebetulan saja mereka latar belakangnya beragama Islam.
Mengapa setiap menjelang kedatangan pejabat tinggi AS ke Indonesia, selalu muncul kasus terorisme, seperti baru-baru ini menjelang kedatangan Menlu Hillary Clinton ?
Kalau itu bisa saja penafsiran-penafsiran, tetapi benar dan tidaknya kita tidak tahu. Karena dalam kasus terorisme di Indonesia sering kali terjadi kekurangan data, maka perlu dibuat data baru, sehingga dalam berbagai kasus terjadi seperti itu.
Bagaimana menurut Anda, sikap umat Islam Indonesia dalam menghadapi kasus terorisme yang sering terjadi ?
Pertama, media massa tidak memberitakan tentang terorisme dan penyelesaiannya. Kedua, umat Islam sebaiknya bersikap tidak reaktif. Sebab kalau bersikap reaktif maka ibarat paling enak dioper bola, pasti akan memburu. Jadi begitu ada isu terorisme muncul, pasti ada masalah yang sangat kritis di pemerintahan. Jadi sepertinya umat Islam tidak terkendali dan paling mudah dioper bola agar memburunya. Ketiga, umat Islam perlu mengetahui berbagai informasi strategis.
Sebab salah satu permasalahan yang dihadapi umat Islam Indonesia sehingga mudah menjadi radikal adalah karena membaca buku-buku terjemahan dari luar yang sangat berbeda dengan kondisi dan situasi di Indonesia. Pasalnya, ketika agama jauh dari kajian kebudayaan, maka akan cenderung radikal. Sebaliknya, tatkala agama dikembangkan atas dasar pergulatan antara masyarakatnya dengan kebudayaan, maka akan cenderung tidak radikal, sebagaimana dakwah yang dikembangkan para Wali Songo dengan melalui pendekatan kebudayaan.
Abdul Halim










