This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. (Arrahmah.com) – Bidang dakwah, pendidikan dan pelayanan masyarakat mujahidin Ash-Shabab Somalia pada Ahad (3/2/2013) kembali melaksanakan sejumlah program penting di wilayah yang berada dalam pemerintahan mereka. Di distrik Islam Kido, mujahidin mengadakan pelatihan ilmu syariat bagi penduduk setempat....

BULO BURTI

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

IMAM SUPRIADI UNTUK INDONESIA

29 Mei 2013

Klarifikasi Kyai Cholil atas Dukungannya kepada Fatin X Factor

JAKARTA (voa-islam.com) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Seni dan Budaya, KH. A. Cholil Ridwan menyampaikan klarifikasinya terkait dukungannya terhadap Fatin Shidqia Lubis.

Menurutnya dukungannya terhadap Fatin bukan lantaran dirinya menyukai musik. Bukan pula lantaran ia menyukai acara X Factor, apalagi acara tersebut disinyalir merupakan program Zionis Yahudi.

“Saya tidak hobi musik, saya juga tidak hobi tontonan televisi. Kalau nonton televisi paling saya lihat berita atau kajian-kajian ilmiah. Ketika X Factor itu diadakan kemudian ada peserta yang pakai jilbab, itu menarik saya untuk melihat. Kemudian saya pikir ini sesuatu yang bisa pengaruh baik bagi anak-anak remaja. Bahwa menggunakan jilbab itu tidak menjadi kendala, bahkan bagi orang yang mau berkarir. Itulah maksud pesan saya, yang saya gunakan untuk mendukung Fatin,” kata KH. Cholil Ridwan dari ujung telepon kepada voa-islam.com, Selasa (28/5/2013).

Dukungan KH. Cholil Ridwan lantaran jilbab yang dikenakan Fatin. Dengan demikian ia berharap para remaja masa kini bisa mencontoh Fatin agar tak perlu sungkan berjilbab.

“Jadi bukan Fatinnya, saya tidak kenal dia, bukan anak saya dan bukan murid saya, karena dia tampil dengan menggunakan budaya syariah di forum yang sangat tidak relevan dengan syariah. Dengan begitu dia punya pendirian yang teguh padahal dia masih remaja dan ini perlu didukung. Supaya remaja-remaja lain tidak sungkan untuk berjilbab,” imbuhnya.
...Maka saya berusaha mendukung Fatin bukan Fatinnya, bukan X Factornya, tetapi jilbabnya supaya ya’lu (menang, red.)...

Sampai ketika grand final, Kyai Cholil melihat seolah ada pertempuran antara budaya syriah yakni jilbab dengan budaya kafir yang menggunakan pakaian seksi.

“Ketika duet dua besar itu antara Novita Dewi dengan Fatin, yang satu berjilbab, yang satu pakaiannya minim, kemudian roknya di atas dengkul dan pakai kalung berlambang salib. Berarti pada grand final antara keduanya ada pertempuran antara jilbab yang syariah dengan salib yang musyrik kafir itu,” ujarnya.

Maka inisiatifnya mengirimkan surat terbuka yang diantaranya berisi ajakan kaum Muslimin mendukung Fatin tak lain untuk memenangkan budaya syariah jilbab.

“Maka saya berusaha mendukung Fatin bukan Fatinnya, bukan X Factornya, tetapi jilbabnya supaya ya’lu (menang, red.), supaya dia mengungguli orang-orang yang tidak berjilbab,” ungkapnya.

Saat ditanya, bagaimana tanggung jawab Kyai Cholil setelah Fatin menang tetapi justru ia melakukan pelanggaran syariah yakni berpelukan dengan lawan jenis, Kyai Cholil mengaku tak tahu kejadian tersebut.

“Saya tidak tahu tuh kalau ada pelukan-pelukan itu karena saya tidur. Kemudian saya cek ke ibu-ibu yang nonton X Factor apa ada adegan pelukan Fatin pelukan dengan teman-temannya yang laki di muka umum? Mereka jawab; ngga ada cuma si Dhani aja yang peluk karena anggap dia anak kecil,” jawabnya.

Ia menambahkan, hanya Allah yang tahu apakah dirinya akan diminta pertanggungjawaban, namun menurutnya ia tak pernah menyuruh Fatin berbuat hal demikian.

“Allah Maha Tahu, apakah saya bertanggung jawab atau tidak, karena kan dia pelukan bukan saya yang suruh, orang saya kenal juga tidak,” imbuhnya. [Ahmed Widad]    

[FOTO] Muktamar Khilafah 2013 Jawa Timur

Peserta Muktamar Khilafah Jatim
Peserta Muktamar Khilafah Membludak


Peserta memasuki gelora 10 Nopember
Peserta mulai memadati tribun

Pasukan bendera ar roya
peserta akhwat di pintu masuk stadion, bersiap mengikuti Muktamar Khilafah Jatim

Peserta akhwat di Muktamar Khilafah Jatim (26/5/2013)
Peserta membludak dalam Muktamar Khilafah Jatim

Ustadz. Rohmat S. Labib (DPP HTI): “Allah tidak akan mungkin membebani kita di luar batas kemampuan kita, oleh karena itu khilafah pasti akan tegak!”
Sungguh menarik bila berkenalan dengan Kafilah Tengger ini, Umat Muslim di Tengger adalah minoritas, dan rombongan dari Tengger yang berpartisipasi dalam acara Muktamar Khilafah 2013 ini banyak dari mereka yang mualaf yang masih dalam tahap pembinaan, namun itu semua tak menghalangi mereka untuk turut serta. .
Spanduk – spanduk dukungan umat untuk penegakkan Syariah & Khilafah
Teatrikal: Indonesia sejatinya bagaikan sebuah Kapal yang membawa kesejahteraan pada rakyatnya, namun semua berubah ketika Kapitalisme menjarahnya. .
Muktamar Khilafah Jatim (Kliping koran Surya, 27 Mei 2013)
Gelegar Muktamar Khilafah Jatim: “Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah”. Demokrasi Biang Kerusakan, Khilafah Solusinya.

16 Mei 2013

Ratusan Warga Palestina Bentrok dengan Tentara Zionis di Hari Nakba


Palestina-ratusan-warga-palestina-kembali-bentrok-dengan-tentara-israel-iqbal-di hari nakba ke-65-nugroho-merdeka.com-jpeg.imagePALESTINA (SALAM-ONLINE): Ratusan warga Palestina kembali bentrok dengan tentara Zionis saat peringatan Hari ‘Nakba’ (Bencana) yang digelar di berbagai kota di Palestina.
Seorang demonstran melemparkan ban yang telah dibakar ke arah tentara “Israel” saat menggelar aksi peringatan 65 tahun ‘Nakba’ atau Hari Bencana.
Bentrok terjadi di sejumlah kota, di antaranya, seperti tampak dalam gambar adalah di wilayah Betunia, Tepi Barat, Palestina, Rabu (15/5/2013).
Ratusan demonstran dari berbagai kota serempak menggelar peringatan dimana sekitar 760.000 warga Palestina diusir dari tanah air mereka menuju ke pengungsian saat perang dengan Yahudi pada 1948. (AFP/Merdeka)

8 Mei 2013

Drama Penyitaan Mobil di DPP PKS oleh KPK

1 1Penjaga gedung markas PKS di Jl TB Simatupang, Jakarta menghalang-halangi upaya penegakkan hukum yang dilakukan KPK. Mereka menggembok gerbang dan mengusir penyidik KPK yang hendak menyita 5 mobil yang sudah disegel terkait Luthfi Hasan. Apa kata PKS?
“Saya belum bisa kontak yang di dalam, tapi orang sekretariat yang di luar juga nggak boleh masuk,” jelas Kepala Divisi Humas PKS Mardani saat dikonfirmasi, Selasa (7/5/2013).
Penyidik KPK mendatangi markas PKS pada pukul 13.00 WIB tadi. Mereka hendak membawa mobil Pajero Sport, Nissan Navara, Mitsubishi Grandis, Toyota Fortuner, Mazda CX 9. Tapi upaya itu gagal.
KPK berencana akan kembali melakukan penyitaan. KPK akan melibatkan penegak hukum lain untuk pengamanan. Kapan waktunya belum dipastikan, KPK masih akan melakukan koordinasi.
KPK membeberkan proses eksekusi penyitaan 5 mobil di markas PKS di Jl TB Simatupang, Jakarta. Upaya hukum yang dilakukan KPK gagal. Puluhan orang menghalangi proses eksekusi itu. Siapa mereka?
Berikut cerita kejadian versi petugas KPK :
“Jam 8 malam, Senin (6/5) tim penyidik berangkat ke sana, membawa terperiksa bernama Ahmad Zaky, untuk menunjukkan di mana mobil itu. Sampai di sana, sudah ditunjukkan surat sita, petugas di sana nggak mau, menghalang-halangi,” kata juru bicara KPK Johan Budi di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/5/2013).
Saat itu hanya ada 4 sampai 5 penyidik KPK. Di markas PKS sudah ada puluhan orang yang berjaga. Nah, saat surat penyitaan sudah ditunjukkan, tetap ditolak oleh mereka yang berjaga di gedung itu.
“Penyidik menunjukkan surat penyitaan, tapi ditolak oleh PKS. Ya sudah kita segel. Penjaga di sana tidak kooperatif dan tidak mengizinkan penyidik membawa mobil-mobil tersebut, maka dilakukanlah penyegelan,” jelas Johan.
Atas alasan keamanan, penyitaan tidak dilakukan, karena petugas tidak cukup. “Jumlah kita sedikit, cuma 4, di sana puluhan,” imbuh Johan.
Siang tadi, penyidik kembali ke markas PKS. Tapi, di sana kembali dihalang-halangi penjaga gedung PKS. Akhirnya, penyidik kembali mundur.
“Tadi siang tim penyidik tidak bisa masuk karena pintu gerbang depan dan belakang digembok. Demi keamanan, penyidik tidak memaksakan untuk melakukan penyitaan. Penyidik bersikap persuasif terkait urgentitas penyitaan tersebut. Mobil-mobil tersebut berkaitan dengan LHI,” jelas Johan. (detik/Dz)

Polisi 'Beking' Penyekap Buruh Akan Ditindak

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan awal pada kasus yang terungkap pada Jumat pekan lalu itu.

Boy berujar, informasi terkait adanya campur tangan oknum polisi dalam melindungi kegiatan  ini masih perlu pengumpulan keterangan secara menyeluruh.
“Ya tentu kami akan tindak tegas kalau memang terbukti. Tapi ini perlu ditelaah dulu, jika ya benar ada unsur (beking) tersebut maka tentu aka nada langkah-langkah penegakan disiplin pada anggota,” kata jenderal bintang satu ini, di Jakarta, Senin (6/5).
 Dia melajutkan, sejauh ini kepolisian masih fokus memeriksa seluruh saksi dan orang-orang yang diduga terlibat dan mengetahui adanya praktek perbudakan ini. “Sementara itu, kami masih dalami pemeriksaannya,” ucap Boy.
Pekan lalu, kepolisian dari Polres Tangerang yang dibantu Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan pada sebuah pabrik pembuat Kuali di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang Jumat (3/5).

Dalam penggerebekan tersebut, terungkaplah fakta adanya praktek perbudakan kepada 34 buruh yang diminta kerja paksa oleh pemilik pabrik bernama Juki Irawan.
 Para buruh mendapat perlakuan di luar batas kemanusiaan dan bekerja dalam ancaman. Praktek ini diduga lancar dilakukan oleh Juki karena usahanya dibekingi oleh aparat dan preman setempat.


Reporter : Gilang Akbar Prambadi
Redaktur : A.Syalaby Ichsan

7 Mei 2013

Pernyataan Sikap Forsamat tentang Ahmadiyah Tasikmalaya

Tasikmalaya (SI ONLINE) - Akibat ketidaktegasan pemerintah pusat yang belum mau membubarkan Ahmadiyah, akhirnya masalah kelompok sesat tersebut terus berlangsung.Yang teranyar ialah terjadinya bentrokan antara masyarakat dan kelompok Ahmadiyah pada Ahad (5/5/2013) di Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Bentrokan dipicu akibat Ahmadiyah yang masih terus melakukan aktivitas ajaran sesatnya. Sebelum kejadian, masyarakat bersama Polres Kabupaten Tasikmalaya telah berupaya melakukan negosiasi dengan Ahmadiyah yang hendak mengadakan acara Jalsah Hasanah Ahmadiyah se-Jawa Barat, namun usaha tersebut gagal karena Ahmadiyah bersikukuh untuk tetap mengadakan acara.

Menurut pengakuan Ibnu Mansur, salah seorang warga, bahwa dua hari sebelumnya sejak Jum'at (3/5/2013), Ahmadiyah sudah diperingatkan secara baik-baik agar menghentikan ajaran sesatnya sesuai peraturan Gubernur Jawa Barat No.12 Tahun 2011 tentang Larangan Kegiatan Jemaat Ahmadiyah di Jawa Barat.

Atas kejadian tersebut, Forum Masyarakat Anti Maksiat dan Aliran Sesat (Formasat) Tasikmalaya telah mengeluarkan pernyataan sikapnya, berikut isi pernyataan yang di terima Suara Islam Online pada Senin (6/5/2013).

Forum Masyarakat Anti Maksiat dan Aliran Sesat (Formasat), menyatakan sikap:
1. Menghargai dan menghormati usaha Polres Tasikmalaya untuk menghentikan acara Jalsah Ahmadiyah se-Jawa Barat di Salawu.
2. Mengecam keras kepada panitia Ahmadiyah yang melecehkan dan menghina aparat.
3. Mendesak kepada pemerintah Tasik untuk membersihkan Ahmadiyah di Tasikmalaya.
4. Mendukung Ormas Islam untuk membubarkan Ahmadiyah dan aliran sesat lainnya.

Saatnya polisi dan umat Islam Tasikmalaya bersatu untuk membina dan mengusir Ahmadiyah.


Rep: Syaiful

Serangan Bom di Unjuk-rasa Jamiat Ulama Islam Pakistan, 15 Orang Tewas

1 1Setidaknya 15 orang tewas dan puluhan terluka setelah sebuah ledakan di saat unjuk rasa di Kurram . Kandidat Parlemen dari Jamiat Ulema-e-Islam (JUI) ,  Munir Orakzai diperkirakan selamat dari serangan bom, yang terjadi pada hari Senin.
Seorang administrator pemerintah  mengatakan sedikitnya 50 orang terluka dalam serangan itu, tetapi  dua pemimpin partai JUI selamat tanpa cedera.
Al Jazeera, melaporkan dari Islamabad, Partai  JUI dianggap sebagai pendukung perjuangan Taliban Afghanistan dan  bersimpati pada Taliban Pakistan.
“Serangan itu terjadi ketika JUI lakukan kampanye dan pihak berwenang mengatakan sumber ledakan tersebut berasal dari   perangkat bom yang ditanam, itulah sebabnya mengapa jumlah korban sangat tinggi.
“Yang mengejutkan adalah  serangan ini diarahkan ke sebuah partai Islam, sehingga banyak pihak bertanya dibalik ledakan yang menjadikan  JUI sebagai target  serangan ?  (al jazeera/Dz)

Setelah Setahun Pembantaian, Baru Thein Sein Bersumpah untuk Lindungi Minoritas Muslim di Myanmar

1 1Presiden Myanmar Thein Sein, setelah hampir satu tahun  kekerasan sektarian meledak, baru  Senin kemarin Ia bersumpah bahwa pemerintahnya akan melakukan segala sesuatu yang dapat melindungi hak-hak minoritas Muslim yang hidup di negara yang didominasi Buddha.
Pemerintahan Thein Sein, yang mulai berkuasa pada 2011, telah banyak dikritik karena tidak cukup berbuat untuk melindungi Muslim atau menghentikan kekerasan dari bentrokan antara etnis Rakhine Buddha dan Muslim Rohingya di tahun lalu.
Human Rights Watch menuduh pemerintah – termasuk para biksu Budha, politisi lokal, pejabat pemerintah, dan pasukan keamanan negara – mengobarkan kampanye terorganisir “pembersihan etnis” terhadap umat Islam. Sejauh ini, ratusan orang telah tewas dan lebih dari 135.000 orang telah mengungsi meninggalkan rumah mereka.
Dalam pidato yang disiarkan di televisi negara, Senin, Thein Sein berjanji “Pemerintah akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjamin hak-hak dasar  Muslim di negara bagian Rakhine, dan untuk mengakomodasi kebutuhan dan harapan rakyat Rakhine.”
“Agar kebebasan beragama terjadi , harus ada toleransi dan saling menghormati antara pemeluk agama yang berbeda, dengan begitu akan mungkin untuk hidup berdampingan secara damai.”ujarnya
Dalam pidatonya, pemimpin Myanmar juga mengumumkan ia akan melaksanakan rekomendasi dari sebuah tim yang ditunjuk pemerintah secara khusus yang dibentuk tahun lalu untuk menyelidiki penyebab konflik.
Muslim Rohingya yang tinggal di negara bagian Rakhine secara luas mereka pandang sebagai penyusup asing – imigran ilegal dari tetangga Bangladesh yang sebagian besar ditolak kewarganegaraan meskipun banyak dari mereka telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi.
Thein Sein mengatakan pemerintahannya akan “mengambil langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk mencegah imigrasi ilegal,” dan “akan berurusan dengan isu-isu kewarganegaraan yang terkait,” meskipun ia tidak memberikan rincian tentang bagaimana.
Thein Sein, walau begitu , ia telah dipuji oleh Barat untuk membuat langkah transisi menuju demokrasi, ia juga mengatakan bahwa meskipun kebebasan berbicara adalah inti dari demokrasi, “beberapa orang menyalahgunakan hak ini dengan pidato yang dimaksudkan untuk memprovokasi, menyebabkan ketakutan dan menyebar kebencian, sehingga memperburuk konflik antara komunitas agama yang berbeda. ”
Dalam beberapa bulan terakhir, kampanye Buddha disebut “969″, yang mendesak umat Buddha untuk berbelanja hanya di toko-toko Buddhis dan menghindari menikah, menyewa atau menjual rumah atau lahan mereka kepada umat Islam, telah menyebar dengan cepat di seluruh bangsa. Aktivis hak asasi manusia mengatakan itu telah menjadi bahan bakar kekerasan anti-Muslim. (Arby/Dz/eramuslim)

Pesawat Tempur ‘Israel’ Gagalkan Usaha Kudeta terhadap Asad


Suriah-Ulama Suriah-pesawat israel gagalkan usaha kudeta perwira terhadap asad-jpeg.imageDAMASKUS (SALAM-ONLINE): Sumber yang mengetahui di Suriah menyatakan bahwa serangan pesawat tempur ‘Israel’ ke Damaskus pada Sabtu (4/5/2013) bertujuan untuk menggagalkan kudeta militer terhadap Basyar Asad, demikian laporan situs berita Islammemo.
Syaikh Abdurrahman al-Akkari, ulama dari kota Akkad dan anggota Majelis Ulama Merdeka Suriah (Haiah al-Ulama al-Ahrar fi Suriah), mengatakan, bahwa peristiwa semalam (Sabtu, red) adalah operasi kudeta militer yang sangat brilian.
“Sejumlah perwira, yang sebelumnya menjalin koordinasi matang dengan sebagian unsur oposisi revolusioner, melakukan aksi rahasia bersama lebih dari 100 tentara mengadakan kudeta dari kantor-kantor pemerintahan Basyar Asad  dan pangkalan-pangkalan militernya,” ungkapnya.
Dalam akun facebooknya, Syaikh al-Akkari menyebutkan bahwa para perwira “merdeka” dan puluhan tentara itu menyandera para perwira Nushairiyah dan para perwira Iran sebagai sandera hidup agar tidak dibombardir oleh pesawat tempur rezim Basyar Asad. Para perwira itu juga mengarahkan tank-tank dan rudal-rudal ke target-target tertentu.
Syaikh al-Akkari menyatakan bahwa rezim Basyar Asad berkoordinasi dengan ‘Israel’ untuk melakukan serangan terhadap kantor-kantor pemerintahan dan markas-markas militer yang dikuasai oleh gerakan kudeta tersebut.
Ia menjelaskan, koordinasi dengan ‘Israel’ dan serangan pesawat tempur ‘Israel’ itu untuk merealiasikan dua tujuan. Pertama, menghancurkan gerakan kudeta sejumlah perwira “merdeka”. Kedua, menghindari penentangan keras para pendukung Basyar Asad sendiri jika sebagian keluarga mereka yang menjadi perwira dan terlibat kudeta tewas oleh serangan pesawat tempur rezim Asad.
Syaikh al-Akkari menegaskan bahwa ia sangat yakin dengan penjelasan yang ia ungkapkan tersebut.
“Hari-hari mendatang akan membuktikan kebenaran ucapan saya, karena saya mendasarkan informasi saya dari orang-orang dan tokoh-tokoh yang berada dalam jantung peristiwa, bahkan mereka terlibat langsung dalam peristiwa semalam,” terangnya. (arrahmah.com), salam-online

2 Mei 2013

Ingkar Janji, Tempat Maksiat tak Jadi Dibongkar Pemkot Depok

DEPOK (voa-islam.com) - Seminggu berselang dari batas waktu yang dijanjikan Sekretaris Satpol PP Drs. Slamet AR., MM yang akan membongkar tempat maksiat pada 24 April 2013 lalu, ternyata tak juga dilakukan.
Ketua FPI Depok, Habib Idrus Al-Gadri menyayangkan sikap Pemkot Depok yang kembali berdusta terkait pembongkaran kafe dan warung remang-remang di daerah TPU Pondok Rangon, Harjamukti, Cimanggis Kota Depok.

“Kita sangat menyayangkan pemgbongkaran tempat maksiat itu kembali ditunda. Kami mendapat informasi bahwa Pemkot beralasan tidak ada dana untuk membongkar kafe itu,” ujarnya kepada voa-islam.com, Selasa (30/4/2013).

Menanggapi berbagai alasan yang dikemukakan Pemkot Depok, FPI sebenarnya dengan tegas telah menawarkan diri membantu aparat menutup tempat-tempat maksiat tersebut.

“Padahal kita sudah menawarkan diri, kita tidak dibayar, FPI siap hancurkan, tanpa biaya!” tuturnya.

Namun, hingga kini masih belum jelas, kapan Pemkot Depok merealisasikan janjinya untuk melakukan pebongkaran.

“Entah mengapa pemgbongkaran ini terus ditunda-tunda? dari mulai tanggal 15 April, diundur 17 Apri sampai tanggal 24 April pun ditunda, tidak tahu sampai kapan,” ucapnya. [Ahmed Widad]

Bantai Muslim Rohingya, FPI Serukan Usir Dubes Myanmar dari Indonesia!

JAKARTA (voa-islam.com) - Keterlibatan pemerintah Myanmar terhadap penindasan Muslim Rohingya, membuat Sekjen FPI, KH. Ahmad Shabri Lubis geram. Ia pun menyerukan agar Duta Besar Myanmar diusir dari Indonesia.

“Pemerintah Myanmar, Duta Besarnya layak diusir dari Indonesia. Karena mereka pelanggar HAM berat,” kata KH. Ahmad Shabri Lubis kepada voa-islam.com, Kamis (2/5/2013).

Selain mengungkap pelanggaran HAM berat seperti pencabutan kewarganegaraan Muslim Rohingya, ternyata FPI juga menyatakan memiliki bukti foto-foto pembantaian dengan luka tembak.

“Pemerintah Myanmar telah melakukan tindakan keji. Dari informasi yang kami dapat, korban-korban luka tembak cukup banyak dari Muslim Rohingya dari foto-foto yang kita miliki,” ungkapnya.
...pemerintah Myanmar layak diusir dari Indonesia dan layak dikeluarkan dari ASEAN

Dari bukti tersebut, FPI menegaskan bahwa militer Myanmar terlibat dalam pembantaian Muslim Rohingya.

“Militer Myanmar ini terlibat, ada diantara mereka yang mengusir dan ada pula yang menembaki. Jadi mereka terlibat secara langsung,” tuturnya.

Atas dasar itulah, FPI mendesak pemerintah Indonesia segera mengusir Duta Besar Myanmar dan mengeluarkannya dari ASEAN.

“Oleh karena itu, pemerintah Myanmar layak diusir dari Indonesia dan layak dikeluarkan dari ASEAN,” tandasnya. [Ahmed Widad]

Pembersihan Etnis Muslim di Myanmar

Kaum muslimin rahimakumullah,
Allah SWT berfirman:
....mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup... (QS. Al Baqarah 217).

Ayat di atas jelas memberikan gambaran kepada kita bahwa kaum kafir, apapun agama dan ideologi mereka, manakala mereka berkuasa, mereka akan menindas dan membantai kaum muslim untuk membersihkan etnis muslim dari wilayah kekuasaan mereka. Kecuali kaum muslim itu murtad, alias kembali kepada kekufuran seperti mereka. Ayat di atas turun terkait dengan peperangan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy kepada kaum muslimin generasi pertama. Kaum muslim di Andalusia setelah berjaya di sana selama delapan abad dan memberikan warisan budaya tiada tara hingga menjadi bekal pencerahan bagi Eropa, justru dibantai habis oleh penguasa Nasrani pada saat mereka berhasil mengambil kekuasaan atas Andalusia dari kaum muslimin. Demikian juga di Philipina. Manila adalah kota yang didirikan oleh Sultan Sulaiman.  Namun kaum Katolik dari Spanyol Andalusia telah menguasai Manila dan seluruh Philipina, hingga kaum muslimin terdesak di Selatan Pihilipina dan mereka perangi hingga hari ini.  Tragedi Bosnia tahun 1993 telah membuka mata kita bahwa kaum kafir Serbia Yugoslavia tidak ingin muslim Bosnia lahir sebagai negara merdeka. Seperti itulah nasib kaum muslim Rohingya di Arakan Myanmar. 

Latar Belakang Sejarah Muslim Rohingya

Kaum muslimin rahimakumullah,
Secara genealogis bangsa Rohingya adalah keturunan India. Mereka menempati Arakan sejak sebelum Masehi. Dahulu mereka pemeluk agama Hindu, Budha Mahayana dan Animisme.  Ketika para pedagang dan dai-dai dari Arab datang ke Arakan tahun 788M, mereka mulai pindah kepada agama Islam. 

Pribumi India yang telah masuk Islam ini kemudian bergaul dengan para pemukim asing seperti Arab, Persia, Turki, Pathan, Bengali dan Mongolia . Pemukiman mereka terus berlanjut sepanjang sejarah.  Oleh karena itu, Rohingya bukanlah masyarakat dari satu ras,  tetapi berasal multi-rasial.  Namun, sebagian besar Rohingya memang merupakan keturunan India. 

Menurut Maurice Collis dan Pamela Gutman, orang Burma yang Mongoloid Tibet datang ke Arakan sekitar abad 10 M. Sejak itu, mereka memasuki Arakan kelompok demi kelompok hingga mereka mengalahkan jumlah pribumi India dan menjadi dominan di wilayah tersebut.  Mereka menegakkan kembali Buddha di Arakan, tapi kali ini dalam bentuk Theraveda Buddhisme. Faktanya, kata Arakan berasal dari Arkan (Rukun) yang telah diperintah oleh dinasti Muslim selama lebih dari 350 tahun sebelum invasi Burma.

Kemudian, dalam serangkaian serangan genosida, Muslim dibunuh secara brutal dan dihapus paksa dari sebagian besar dari 17 kota di Arakan. Sekarang Muslim tersisa dalam 3 sampai 4 kota. Kehidupan mereka sehari-hari seperti di sebuah penjara terbuka.

Kekerasan Anti Muslim Terus Berlangsung di Myanmar

Kaum muslimin rahimakumullah,
Kekerasan terhadap kaum muslim Rohingya dan Kaman di Arakan khususnya dan umat Islam di bagian lain Myanmar pada umumnya adalah hasil dari Islamofobia yang begitu mendalam dan mengakar serta Propaganda Anti-Muslim yang disponsori oleh negara yang mengarah ke penganiayaan sistematis dan genosida.

Penggunaan istilah Bentrokan/perselisihan biasa atau antar masyarakat sangatlah tidak relevan untuk kekerasan yang terjadi di Myanmar. Pada tanggal 28 Mei 2012, seorang wanita Buddha Rakhine yang bernama Ma Thida Tway diduga diperkosa, dijarah dan dibunuh di pinggiran sebuah desa bernama KyaukNimaw, Arakan, oleh orang tak dikenal.

Menurut laporan medis, wanita itu tidak diperkosa tapi dijarah dan dibunuh namun laporan itu disimpan karena tidak sesuai dengan rencana awal pemerintah Myanmar dan ekstrimis Budha Rakhine untuk menghasut kekerasan terhadap Muslim. Secara konspiratif rezim Burma dan ekstremis Rakhine menuduh tiga orang Rohingya telah memperkosa, menjarah dan membunuhnya.

Pada 3 Juni 2012, pembantaian biadab dan terorganisir dilakukan terhadap 10 peziarah Muslim oleh Rakhine Buddha di Taung Gote, Arakan. Pada 8 Juni 2012, genosida kolosal dilakukan terhadap Muslim Rohingya dan Kaman, dimulai ketika massa kaum muslim Rohingya di Maung Daw melakukan protes setelah shalat Jumat terhadap pembantaian 10 Peziarah Muslim.

Ringkasan kekejaman terhadap Muslim Rohingya, Kaman, dan Muslim lainnya

Kaum muslimin rahimakumullah,
Catatan ringkas kekejaman yang sedang berlangsung terhadap kaum muslim Rohingya, Kaman, dan kaum muslim lainnya di Myanmar adalah sebagai berikut:

1) Lebih dari 5.000 orang dibunuh dengan berbagai cara dan lebih dari 120.000 muslim digusur dari tanah mereka sendiri. Kaum muslim terpaksa tinggal di kamp-kamp konsentrasi di pinggiran Sittwe.
2) Para wanita dan anak perempuan muslimah di bawah umur diperkosa oleh militer dan lain-lain.
3) Properti kaum muslim dijarah setiap hari, Masjid dan tempat-tempat religi mereka ditutup. Ini akan segera menjadi tahun dimana mereka tidak bisa sholat di Masjid.
4) Orang-orang muslim berpendidikan dan orang-orang tak bersalah lainnya telah ditahan tanpa kesalahan apapun.
5) Sejumlah besar uang muslim selalu diperas setiap hari.
6) Muslim disiksa secara tidak manusiawi di sel-sel rahasia. 
7) Akses muslim terhadap makanan dan obat-obatan diblokir. Mereka mati kelaparan dan kini terjadi wabah penyakit yang marak di antara mereka.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Pada 20 Maret 2013, sepasang suami istri Burma pergi ke toko perhiasan seorang Muslim di Meikh-Htilla Township, Mandalay Division, untuk menjual emas palsu mereka. Ketika pemilik toko Muslim menolak membelinya orang Burma itu menghina pemilik toko.  Perkelahian terjadi.  Istri penjual emas palsu itu melaporkan bahwa suaminya terluka. Mereka menuju ke desa dan kembali lagi dengan membawa orang-orang kampung untuk menyerang kaum muslim di kota. Menurut beberapa orang, penjual emas palsu adalah intel Militer Burma yang menghasut kekerasan selama berminggu-minggu.

Dalam serangan itu, sekitar 15 Masjid yang dihancurkan dan hampir semua tempat tinggal Muslim dibakar.  Sekitar 100 Muslim tewas dan ribuan orang mengungsi. Kini, penguasa tidak mengijinkan pengungsi Muslim kembali ke tanah asli mereka dan tanpa belas kasihan mereka ditahan di lapangan terbuka. Kekerasan anti-Muslim menyebar ke kota-kota lain di Myanmar.  Mereka menghadapi bencana serupa yang  dialami Muslim di Arakan selama berbulan-bulan.  Gerakan anti-Muslim di Myanmar yang dipimpin oleh biksu Buddha sepanjang waktu.

Demikianlah kekerasan anti-Muslim di Myanmar yang terhitung sebagai Kejahatan terhadap Kemanusiaan (Crimes against Humanity) dan Pembersihan etnis (Ethnic Cleansing) terhadap kaum muslim Rohingya dan Kaman  sebagaimana dilaporkan oleh  Human Rights Watch (HRW) baru-baru ini.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Wajib bagi umat Islam di seluruh dunia memberikan solidaritas dari doa hingga jihad untuk menolong menyelamatkan mereka dari fitnah kekejaman, penindasan, pemerkosaan, dan perampasan hak mereka oleh kaum ekstrimis Budha dan Rezim Myanmar. Allah SWT berfirman:

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu Hanya semata-mata untuk Allah. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), Maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
(QS. Al Baqarah 193).

Baarakallahu lii walakum...

20 Apr 2013

Ada jejak intel militer swasta AS yang 'bekerja' dalam ledakan Bom Boston


Ada jejak intel militer swasta AS yang 'bekerja' dalam ledakan Bom Boston
Sabtu, 9 Jumadil Akhir 1434 H / 20 April 2013 10:00
Ada jejak intel militer swasta AS yang 'bekerja' dalam ledakan Bom Boston
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/04/20/ada-jejak-intel-militer-swasta-as-yang-bekerja-dalam-kasus-bom-boston.html#sthash.JgJRyPil.dpuf
Sabtu, 9 Jumadil Akhir 1434 H / 20 April 2013 10:00
Ada jejak intel militer swasta AS yang 'bekerja' dalam ledakan Bom Boston
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/04/20/ada-jejak-intel-militer-swasta-as-yang-bekerja-dalam-kasus-bom-boston.html#sthash.JgJRyPil.dpuf

BOSTON (Arrahmah.com) – Sedikitnya ada lima intel militer swasta AS yang beroperasi di tempat kejadian ledakan bom di maraton Boston. Mereka semua membawa ransel hitam yang terlihat sangat mirip dengan ransel yang membawa bom pressure cooker, seperti dikonfirmasi NaturalNews pada Kamis (18/4/2013).

Media mainstream AS kabarnya benar-benar menyensor penyebutan intel “Craft”, berpura-pura seakan mereka bahkan tidak ada. Hanya media alternatif yang melakukan jurnalisme investigatif nyata pada berita pengeboman tersebut.

Dengan posting peneliti di 4Chan, ditambah analisis NaturalNews, ditemukan sebuah titik terang baru seperti yang bisa dilihat dalam foto-foto di bawah ini.

Siapa orang ini dan apa yang dia pegang di tangannya?

Berikut foto setelah ledakan bom pertama. Banyak orang bertanya, “Siapa orang ini?” dan mengapa ia mengenakan sepatu tempur dan celana militer? Lebih penting lagi, apa yang dia bawa di tangannya?
 b1
Close-up benda di tangan pria itu:
 b2
Dengan sedikit riset, NaturalNews mengkonfirmasi benda ini adalah sebuah perangkat “Inspector Radiation Alert” yang dapat mendeteksi jenis radiasi yang akan diproduksi dalam serangan bom kotor atau serangan nuklir:
b3

Segala macam pertanyaan segera bermunculan, seperti: Siapa yang mempekerjakan orang ini? Berada di pihak siapakah dia? Kenapa dia mengantisipasi kebutuhan untuk detektor radiasi nuklir? Jenis operasi militer swasta apa yang secara rutin membawa gadget mahal seperti itu?

Empat intel lainnya dengan seragam yang sama persis

Melalui foto-foto berikut, didapati ada 4 intel militer swasta lainnya dengan pakaian yang sama: sepatu tempur berwarna coklat, celana militer coklat, jaket hitam, ransel hitam dan alat komunikasi taktis.
 b4
Berikut adalah gambar tiga orang diantaranya yang bereaksi terhadap ledakan. Yang di tengah adalah orang yang sama dalam foto dengan detektor radiasi, di atas:

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam gambar ini:

1) Ketiga orang itu tampak terkejut, bahkan terguncang oleh ledakan bom. Ini mungkin menunjukkan sesuatu yang bertentangan dengan pengetahuan mereka tentang pemboman.

2) Benda di tangan kanan pria yang di tengah mungkin menyerupai pistol kecil, tapi tidak ada operasi militer swasta yang sangat terlatih yang akan membawa pistol dengan “menjepit” pegangan seperti yang ditampilkan dalam foto itu. Sebuah pegangan yang benar pada pistol jauh lebih dalam ke telapak tangan. Benda ini kemungkinan besar merupakan detektor radiasi yang sama yang ditunjukkan seperti gambar di atas, hanya saja diambil dari sudut yang berbeda.

3) Pria di sebelah kiri, seorang pria yang lebih tua, tampaknya memegang benda di tangan kanannya yang sepertinya bisa digerakkan dengan ibu jarinya.

4) Orang di sebelah kanan mengenakan logo tengkorak “Craft” di kemejanya karena jaketnya kebetulan terbuka di foto di bawah ini.

Berikut perbandingan foto logo “Craft” pada kemejanya:

b5











Berikut adalah dua intel lainnya di tempat kejadian, mengenakan seragam yang sama persis:
b6 













































Jika dilihat, topi yang sama dari orang-orang ini dengan jelas memperlihatkan logo tengkorak “Craft” pada topi:
 b7
Penembak jitu angkatan laut SEAL, Chris Kyle, juga anggota dari “Craft”. Dia dibunuh oleh salah satu teman dekatnya beberapa bulan yang lalu. Munculnya intel “Craft” saat bom maraton Boston menimbulkan pertanyaan baru tentang kematian Chris Kyle.

Berikut Chris Kyle di TV nasional AS yang mengenakan topi “Craft”:
 b8
Berikut moto Craft, yang mengatakan “Kekerasan memecahkan masalah.”
b9

Tas bom Boston menyerupai ransel hitam yang dikenakan oleh intel “Craft”

Di sini, ransel yang membawa bom pressure cooker terlihat sangat mirip dengan ransel hitam yang dikenakan oleh intel-intel Craft:
 b10
Berikut tampilan lain logo tengkorak “Craft” pada kemeja pelatihan yang diambil dari situs mereka sendiri:

 b11
Foto ini menunjukkan para intel dalam sebuah pameran. Semua orang memakai sepatu tempur dan celana coklat:
b12

Apa artinya semua ini?

Mungkinkah foto orang-orang pada acara tersebut hanyalah sebuah teori konspirasi?

Jika iya, dalam pekerjaan polisi, ini akan disebut sebagai “bukti”, dan orang-orang dalam foto ini harusnya menarik perhatian.

Namun media mainstream dan seluruh aparat penegak hukum AS saat ini seakan berpura-pura bahwa orang-orang ini tidak ada. Mungkin juga itu konspirasinya.

Bagaimanapun, masyarakat AS mengetahui bahwa intel “Craft” tidak bekerja secara gratis. Mereka bukan kelompok relawan. Mungkin ada yang membayar mereka untuk berada di acara tersebut. Namun, ini juga bukan pertama kalinya “Craft” muncul di acara besar AS.

Siapa yang membayar “Craft” untuk berada di sana? Dan apa misi mereka?

Mengapa keberadaan mereka di acara maraton Boston seakan disembunyikan? Mengapa mereka bukan “orang yang berkepentingan” dalam penyelidikan?

Mengapa mereka membawa detektor radiasi? Apa yang ada di ransel mereka?

Apa motif pembom dalam menggunakan bom pressure cooker ? Yang instruksi pembuatannya banyak tersebar di google dan juga tampil dalam edisi pertama majalah Al-Qaeda berbahasa Inggris “Inspire”  tahun 2010.

Faktanya, banyak media AS yang seakan menolak mengakui keberadaan intel militer swasta itu dalam ledakan bom Boston.

Dan di tengah banyaknya spekulasi mengenai bom Boston, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Scot Marcel, telah menyatakan bahwa peristiwa bom Boston adalah murni tindakan kriminal (dan bukan “terorisme”).

“Ini (bom Boston) adalah tindakan kriminal. Ini tidak ada hubungannya dengan agama,” ujar Scot Marciel di rumah Kedutaan AS, Jalan Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4), kepada Detikcom.

Mengutip pernyataan salah seorang pejabat AS, salah satu tersangka pelaku peledakan Boston telah ditangkap, ujar surat kabar Boston Globe, seperti dilansir Al Jazeera.

Tersangka tersebut berada di dalam tahanan, ujar media lokal.  Sejauh ini pihak kepolisian AS belum mengungkapkan identitas tersangka yang telah berada dalam tahanan mereka itu.

Sementara tersangka lainnya masih dalam pengejaran, lapor Boston Globe pada Jum’at (19/4). (banan/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/04/20/ada-jejak-intel-militer-swasta-as-yang-bekerja-dalam-kasus-bom-boston.html#sthash.3byIaFWF.dpuf

11 Apr 2013

Daoed Yoesoef Sebut Ada Bisnis Seks di Balik Kontes Ratu Kecantikan


Daoed Yoesoef-Mantan_Mendikbud;-jpeg.imageJAKARTA (SALAM-ONLINE): Mantan Menteri Pendidikan Prof Dr Daoed Joesoef mengatakan, ada bisnis seks di balik penyelenggaraan kontes kecantikan seperti Miss Wolrd, Miss Universe dan sebagainya.
“Ada bisnis seks,” ungkapnya kepada Hidayatullah.com via telepon, Selasa (9/4/2013).
Dia mengaku konsisten menolak segala ajang ratu kecantikan sejak menjabat Mendikbud di era Soeharto. Ketika itu dia  mendapat info, para peserta kontes kecantikan akan dipaksa melacur kepada sponsor acara tersebut.
“Itu akan acara besar, perlu dana untuk iklan dan show-show lainnya,” katanya.
Entah dapat data dari mana, menurut Joesoef, pengusaha yang menyumbang dana untuk acara tersebut akan mendapat sajian makan malam dan tidur dengan salah satu peserta.
“Itu sama saja pelacuran,” pungkas Joesoef.
Sebagaimana diketahui, untuk pertama kalinya Indonesia didaulat menjadi tuan rumah acara Miss World 2013 di Jakarta dan Bali. Bahkan puncak acara perhelatan Miss World 2013 nanti dikabarkan akan digelar di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jabar, pada 28 September 2013.
Rencana acara ini mendapat protes dan penolakan keras dari kaum Muslimin dan ormas Islam. Bupati Bogor, Gubernur Jabar dan instansi terkait diminta membatalkan atau tak memberi izin perhelatan umbar aurat tersebut. Tak hanya itu, acara semacam ini sarat dengan misi Zionis sebagaimana termaktub dalam 24 Protokolat Zionis Yahudi, termasuk invasi budaya (ghazwul fikri) yang tujuannya merusak generasi muda, khususnya generasi Muslim. (hidayatullah.com), salam-online

Tuntut Pencabutan PBM, Forum Rohaniawan Menantang Perang Umat Islam


Jakarta (SI ONLINE) - Beberapa waktu yang lalu Forum Rohaniawan se-Jakarta mendesak pemerintah pusat mencabut wewenang pemda untuk mengatur pendirian rumah ibadah. Mereka menuntut hal tersebut karena dinilai kerap mengeluarkan aturan yang melanggar hak beribadah.

“Aksi penutupan rumah ibadah yang belakangan ini dilakukan pemerintah daerah di Indonesia perlu diakhiri. Sebab menurutnya, UUD 1945 khususnya pasal 28 E ayat 1, pasal 28 J dan pasal 29 ayat 2, sudah memberi jaminan kebebasan beragama bagi setiap warga negara ini,” tegas koordinator aksi Pendeta Edwin Marbun kepada sejumlah media, Senin (8/4/2013) di gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

Pendeta Edwin menuding negara sering dikalahkan oleh peraturan daerah yang digunakan oleh pemerintah daerah untuk mengakomodir tuntutan kelompok-kelompok intoleran.

“Pemerintah harus menjamin kebebasan umat beragama setiap warga negara sesuai dengan konstitusi dan aturan perundang-undangan di Indonesia,” sambungnya.

Menanggapi hal tesebut, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad al Khaththath menilai sikap kalangan gereja yang didukung kaum liberal tersebut adalah arogan dan anarkis.

"Ini menunjukkan sikap dan watak mereka yang asli yakni arogan dan anarkis. Mestinya pemerintah menerapkan asas proporsionalitas, satu gereja kapasitasnya berapa dan berapa jumlah gereja serta berapa total warga nasrani. Kalau sudah diaudit secara proporsional dan gereja mereka memang kurang, boleh saja ditambah, tapi sebaiknya kalau kebanyakan ya harus dikurangi," ujarnya kepada Suara Islam Online.

"Tapi kalau sudah banyak, sudah tidak proporsional, lalu malah ngotot terus mau membangun gereja apalagi ngotot mau mencabut peraturan tentang pembangunan rumah ibadah yang itu notabene hasil musyawarah para pimpinan masjelis-majelis agama termasuk kalangan gereja, ini justru patut ditenggarai bahwa mereka punya agenda terselubung. Apa itu, ya pemerintah dan FKUB harus cari motif-motif terselubung itu. Tapi yang paling penting ialah menyadarkan mereka agar tidak ngotot dan agar taat asas proporsionalitas kalau mereka mau disebut warga negara yang baik," tambah Sekjen FUI.

KH. Muhammad al Khaththath juga mengingatkan agar pemerintah mengawasi hal tersebut. "Pemerintah harus awas, maka harus diawasi keluar masuknya dana mereka, mengapa satu dua orang bisa bangun gereja megah. Dananya dari mana? Terus untuk apa? Apa mereka buat posko-posko untuk apa?" tanyanya.

Terkait aktivitas pemurtadan yang selama ini gencar dilakukan kaum nasrani, Sekjen FUI mengatakan itu sangat mungkin terjadi. "Mereka ingin menambah jumlah, bahkan kalau bisa menyeimbangkan jumlah mereka dengan umat Islam. Saya kira itu program jangka panjang mereka," katanya.

"Memang di dalam Al Quran dijelaskan bahwa orang-orang kafir itu pasti akan berusaha memurtadkan umat Islam (QS. Al Baqarah 217). Dan dalam ayat tersebut Allah SWT memberikan peringatan agar umat Islam jangan sampai ada yang murtad. Itu berbahaya dunia akhirat. Murtad itu lebih bahaya dari mencuri, berzina, maupun korupsi, sebab dosa-dosa selain murtad masih bisa diampuni. Tapi murtad tidak. Mereka yang murtad akan hapus amalannya dunia akhirat, menjadi penghuni neraka yang kekal di dalamnya. Naudzu boillahi mindzalik!" jelasnya.

KH. Muhammad al Khaththath menjelaskan bahwa tugas utama pemerintah dalam Islam adalah menjaga agama. "Pemerintah harus benar-benar tegas terhadap siapapun dari aktivis gereja yang melanggar Peraturan Bersama Menteri (PBM) tentang pendirian rumah ibadah. Pemerintah wajib menjaga agama umat (hirasatud diin) agar jangan dinodai apalagi dipreteli oleh gerakan aliran sesat dan pemurtadan," tegasnya.

Selain itu Sekjen FUI itu juga mengajak komponen umat dari berbagai ormas Islam untuk bersatu menanggani masalah ini. "Ormas-ormas Islam juga harus bantu mereka memonitor pergerakan mereka yang hendak merusak keselamatan agama umat Islam. Dan segera melaporkan kepada pemerintah agar segera dicegah dan ditangkal serta diatasi bila sudah terjadi," ujarnya.

"Ormas-ormas Islam yang bernaung di FUI hendaknya mengaktifkan gerakan front anti pemurtadan seperti FAPB Bekasi untuk dinasionalkan dengan koordinasi yang baik sehingga bisa efektif menangkal upaya pemurtadan. Selain itu ormas dan lembaga Islam harus membina umat agar kebal dari upaya pemurtadan. Caranya dengan memperkuat aqidah Islam dan membina pemikiran Islam dan menjadikan pemikiran Islam sebagai celupan di masyarakat sehingga sensitif dengan upaya-upaya pemurtadan dalam modus dan berbagai upaya yang terselubung." tutupnya.

Menurut data-data yang dihimpun Suara Islam Online, permasalahan yang muncul selama ini terkait konflik pendirian rumah ibadah, karena pihak gereja selalu memanipulasi data, memalsukan tanda-tangan warga, dan selalu melanggar PBM, namun mereka membuat opini seolah-olah dilarang beribadah. Misalnya kasus gereja HKBP Ciketing, gereja Yasmin di Bogor, perobohan bangunan gereja di Kabupaten Bekasi, dan di tempat-tempat lain, semuanya bermula dari pelanggaran-pelanggaran pihak gereja.

Kalau sekarang Forum Rohaniawan se-Jakarta mau menuntut pencabutan PBM, itu memang strategi mereka selalu mencari gara-gara. Kalangan Kristen selalu berupaya menginternasionalisasikan konflik Islam-Kristen melalui berbagai media yang mereka kuasasi. Kemudian dunia internasional akan menekan pemerintah Indonesia melalui berbagai cara. "Ada PBM aja, gereja tumbuh liar sekitar 300 persen peningkatannya. Apalagi kalau PBM dicabut, bisa dibayangkan, mungkin Masjid dan Musholla bisa kalah banyak di negeri mayoritas muslim ini," kata mantan missionaris Bernard Abdul Jabbar. "Tuntutan pencabutan PBM oleh pihak gereja itu berarti menantang perang Umat Islam Indonesia", tambah Bernard. 


Rep: Pina
Red: Agusdin

Israel Akan Perluas Area Tembok Ratapan Di Sisi Barat Al Aqsha

8 Apr 2013

Ketua BPK RI Serahkan IHPS II Tahun 2012 ke Presiden

04/04/2013 – 16:23
logo2Kamis, 4 April 2013, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI, Hadi Poernomo, didampingi Wakil Ketua BPK RI, Hasan Bisri, dan Anggota BPK RI,Moermahadi Soerja Djanegara,Taufiequrachman Ruki, Agung Firman Sampurna, Ali Masykur Musa dan Bahrullah Akbar menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemerikasaan Semester (IHPS) II Tahun 2012 kepada Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Negara, Jakarta.
Pada IHPS semester II Tahun 2012, BPK RI telah memeriksa 709 objek pemeriksaan yang terdiri atas 154 objek pemeriksaan kineja, 450 objek Pemeriksaan Dengan Tujuan tertentu (PDTT), dan 105 objek pemeriksaan keuangan.
Hasil pemeriksaan BPK RI mengungkapkan sebanyak 12.947 kasus senilai Rp9,72 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.990 kasus merupakan temuan yang berdampak finansial yaitu temuan ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang mengakibatkan kerugian, potensi kerugian, dan kekurangan penerimaan.
Adapun sebanyak 4.815 kasus merupakan kelemahan sistem pengendalian intern (SPI), sebanyak 1.901 kasus penyimpangan administrasi, dan sebanyak 2.241 kasus senilai Rp3,88 triliun merupakan temuan ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidaefektifan.
Selama proses pemeriksaan, entitas yang diperiksa telah menindaklanjuti temuan ketidakpatuhan yang mengakibatkan kerugian, potensi kerugian, dan kekurangan penerimaan dengan penyerahan aset dan/atau penyetoran uang ke kas negara/daerah/perusahaan senilai Rp124,13 miliar.
Berdasarkan pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) pada semester II Tahun 2012, BPK RI menemukan permasalahan yang signifikan, yaitu temuan BPK RI terkait belanja modal pada fasilitas umum, pencapaian Swasembada Beras berkelanjutan (SBB), pelayanan kesehatan rumah sakit, Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), penetapan formasi dan pengadaan PNS serta pengendalian impor daging sapi tahun 2010 s.d 2012.
Selain itu, pada semester II Tahun 2012, BPK RI telah menyampaikan kepada instansi yang berwenang sebanyak 13 temuan yang mengandung unsur pidana senilai Rp195,37 miliar. Dengan demikian sejak tahun 2003 s.d semester II Tahun 2012, BPK RI telah menyampaikan sebanyak 332 temuan senilai Rp34,35 triliun.
Dari 332 temuan tersebut, BPK RI telah menyampaikan kepada Kepolisian Negara sebanyak 41 temuan, Kejaksaan sebanyak 178 temuan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak 113 temuan. Secara keseluruhan instansi yang berwenang telah menindaklanjuti 186 temuan atau 56,02% yaitu pelimpahan kepada jajaran/penyidik lainnya sebesar 37 temuan, penyelidikan sebanyak 47 temuan, penyidikan sebanyak 8 temuan, penuntutan/proses peradilan sebanyak 13 temuan, vonis/banding/kasasi sebanyak 70 temuan dan penghentian penyidikan dengan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) sebanyak 11 temuan. Adapun sebanyak 146 temuan atau 43,98% belum ditindak lanjuti atau belum diketahui informasi tindak lanjutnya dari instansi yang berwenang.

Pemprov Kepulauan Riau Copot Baliho Iklan Bir


Bir-Razia minuman keras-jpeg.image
Razia minuman keras

TANJUNGPINANG (SALAM-ONLINE):  Atas desakan Front Pembela Islam (FPI), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tanjungpinang mencabut baliho bergambar bir dari papan iklan berukuran besar di depan Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Sabtu (6/4/2013) malam.
Iklan milik Cafe Dope itu dianggap membawa dampak negatif bagi masyarakat Tanjungpinang.
“Iklan promosi bir itu dapat merusak moral masyarakat, terutama generasi muda Tanjungpinang,” kata Sekretaris FPI Kepri Badris Algifari sebagaimana dikutip antara di lokasi, Sabtu (6/4/2013)
Dalam hal ini, Kepala Dinas Pendapatan Kota Tanjungpinang Ali Hisyam menyatakan, pemasangan iklan itu tidak memiliki izin sehingga ilegal. “Kami tidak pernah memberikan izn kepada pihak pemasang iklan,” ungkap Ali.
Sementara itu Manajer Operasional Cafe Dope,Roni, mengaku baliho itu sudah dipasang sejak seminggu yang lalu. Iklan itu bertujuan mempromosikan “Black Royale” yang diluncurkan Sabtu malam.
“Secara lisan kami sudah meminta izin kepada Dinas Pendapatan Kota Tanjungpinang,” ujarnya.
Kakansatpol Tanjungpinang Suryadi menyatakan pemasangan iklan minuman keras melanggar UU Nomor 32/2002 tentang Penyiaran. Pasal 6 dalam UU ini melarang mempublikasikan minuman keras.
Menurut Suryadi, pemasangan iklan minuman keras ini merupakan peristiwa pertama terjadi di Tanjungpinang. Sumber: antara (salam-online)

Al-Qur'an Digital

Terjemah

Barat Bungkam terhadap Nuklir Zionis

Syi'ah Tak Pernah Berperang Melawan Israel

Oleh, AM Waskito

Salah satu alasan yang membuat kaum Syiah Rafidhah selalu berbunga-bunga ialah sebagai berikut…

[=] Syiah adalah musuh terbesar Amerika dan Israel.

[=] Syiah adalah musuh utama Zionis Yahudi yang sangat ditakuti karena punya intalasi nuklir.

Sejarah Syiah: "Selalu Menusuk Ahlus Sunnah dari Belakang. Dan Tak Pernah Perang Melawan Orang Kafir."
[=] Hizbullah adalah sosok kekuatan Syiah yang selalu gagah-berani menghadang barisan Zionis Israel.

[=] Sementara Saudi, Kuwait, dan Qatar, selalu bermanis-manis kata dengan dedengkot Yahudi, yaitu Amerika.

[=] Revolusi Khomeini adalah revolusi Islam yang menginspirasi perjuangan gerakan-gerakan Islam di dunia.

Ya, kurang lebih begitu klaim para aktivis agama Persia (Syiah Rafidhah) ini. Di berbagai forum, kesempatan, termasuk dalam diskusi di blog ini, alasan-alasan itu selalu mereka munculkan. Seakan-akan, tidak lagi alasan bagi Syiah untuk tetap eksis di muka bumi, selain klaim-klaim seperti itu.

Lalu bagaimana pandangan kita sebagai Ahlus Sunnah tentang klaim kaum Syiah ini?

Mari kita bahas secara ringkas dan praktis, dengan memohon pertolongan Allah Al Hadi…

PERTAMA. Kaum Syiah Rafidhah itu terus bekerja keras dan sangat nafsu, agar mereka tetap diakui sebagai Islam, tetap dipandang sebagai Muslim, tetap menjadi bagian dari kaum Muslimin sedunia. Hal ini adalah hakikat siksaan spiritual yang Allah timpakan atas hati-hati mereka, selamanya. Mereka telah sangat berdosa karena mencaci, melecehkan, mengutuk, dan mendoakan keburukan atas isteri-isteri Nabi, para Khulafaur Rasyidin, dan para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Maka Allah pun menjadikan mereka selalu gelisah, takut, dan sangat menginginkan diberi label Islam atau Muslim. Mereka selalu dalam kebingungan seperti ini, layaknya Bani Israil yang kebingungan selama 40 tahun di Padang Tiih, karena telah menghina Musa ‘Alaihissalam dan Allah Ta’ala. Lihatlah manusia-manusia pemeluk agama Persia (Rafidhah) itu…mereka kemana-mana membawa laknat atas doa-doa laknat yang mereka bacakan untuk mengutuki manusia-manusia terbaik dari para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum.

KEDUA. Dalam sejarahnya, sejak zaman Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sampai hari ini, ketahuilah bahwa Syiah Rafidhah (agama Persia) ini tidak pernah berjihad melawan kaum kufar, baik itu Nashrani, Yahudi, musyrikin, dan orang-orang atheis. Syiah tidak punya sejarah jihad menghadapi kaum kufar. “Jihad” kaum Syiah sebagian besar diarahkan untuk menyerang kaum Sunni, sejak zaman dahulu sampai saat ini.

Mula-mula Syiah di Kufah mengundang Husein Radhiyallahu ‘Anhu datang ke Kufah, katanya mau dibaiat. Karena Husein sudah berangkat ke Kufah, oleh penguasa kala itu (Yazid bin Muawiyah) Husein dianggap bughat, sehingga boleh ditumpas. Waktu tiba di Kufah, tak satu pun kaum Syiah keluar untuk membaiat, menolong dan mendukung Husein. Posisi Husein sangat terjepit, akan kembali ke Madinah, dia sudah dianggap bughat. Meminta bantuan Kufah, tak satu pun Syiah yang akan menolong. Akhirnya, Husein ditumpas di Padang Karbala. Bahkan kala penumpasan itu, tak satu pun hidung Syiah menampakkan diri, walau sekedar untuk menolong korban dari pihak Husein dan keluarganya. Nah, peristiwa pembantaian Husein oleh kaum Syiah itulah yang selalu mereka rayakan dan nikmati dalam momen-momen Asyura. Air mata mereka mengutuk para pembunuh Husein, sedangkan hati mereka berucap: “Alhamdulillah Husein dan keluarganya telah binasa di Karbala.”

“Jihad” kaum Syiah berikutnya ialah membantu Hulagu Khan (penguasa Mongol) untuk menumpas Khilafah Abbassiyah. Kemudian mereka berusaha melenyapkan kaum Sunni di Mesir, tetapi berhasil ditumpas oleh Nuruddin Mahmud Zanki. Mereka terus menikam perjuangan Shalahuddin Al Ayyubi. Mereka juga selalu menjadi musuh Khilafah Turki Utsmani, selalu kerjasama dengan negara-negara Nashrani Eropa untuk melemahkan Khilafah Turki. Di zaman kontemporer, Revolusi Khomeini di Iran telah menumpas Ahlus Sunnah di Iran. Mereka juga menikam perjuangan mujahidin di Afghanistan. Mereka membantai Ahlus Sunnah di Irak, Libanon, Suriah, Yaman, bahkan mereka hampir menguasai Bahrain.

Singkat kata, tidak ada Jihad kaum Syiah dalam sejarah, selain “jihad” yang diarahkan untuk memusnahkan dan menghancur-leburkan kaum Sunni. Sejarah klasik dan modern sudah memaparkan fakta. Bahkan dalam kasus Iran Contra Gate terbongkar skandal besar. Ternyata, di balik gerakan Kontra di Nikaragua, Amerika memasok senjata kepada para gerilyawan itu. Darimana dananya? Dari hasil kerjasama jual-beli minyak dengan Iran. Padahal dalam kampanye dunia, sudah dimaklumkan bahwa Amerika itu sedang konflik dengan Iran. Tetapi di balik itu ada sandiwara “jual-beli minyak” yang menggelikan. Kasus ini sangat terkenal, sehingga seorang kolonel Amerika dikorbankan sebagai tumbalnya.

KETIGA. Apa sih yang dilakukan Hizbullah (Syiah Rafidhah) di Libanon kepada Israel? Apakah dia terlibat perang terbuka dengan Israel? Apakah dia menduduki wilayah Israel dan berusaha mengusir penduduk Yahudi? Ternyata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya melepaskan tembakan mortir ke arah pasukan Israel atau wilayah Israel. Atau mereka melakukan tembakan senapan, atau tembakan rudal anti tank. Hanya itu saja. Mereka tidak pernah terlibat perang terbuka vis a vis, seperti para pejuang Ahlus Sunnah di Irak, Afghanistan, Chechnya dan lainnya. Jadi singkat kata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya semacam “main-main” untuk membuang amunisi-amunisi ringan. Itu saja kok.

KEEMPAT. Dalam sejarah perang Arab-Israel, sejak merdeka tahun 1948 Israel sudah berkali-kali bertempur dengan pasukan Arab. Yang terkenal adalah perang tahun 48, perang tahun 67, dan perang tahun 70-an. Ia kerap disebut perang Arab-Israel. Setelah itu belum ada lagi perang yang significant. Dalam sejarah ini, lagi-lagi tiada peranan Iran sama sekali. Bahkan ketika Ghaza dihancur-leburkan Israel pada tahun 2008-2009 lalu, Iran lagi-lagi tidak terlibat apa-apa. Jadi, apa yang bisa dibanggakan dari manusia-manusia pemeluk agama Persia (Syiah Rafidhah) itu?

KELIMA. Menurut Ustadz Farid Okbah, di Iran itu sangat banyak orang-orang Yahudi. Menurut informasi, jumlahnya bisa mencapai 50.000 jiwa. Mereka bisa hidup aman dan sentosa di Iran, sedangkan Ahlus Sunnah hidupnya sangat menderita disana. Iran bersikap welcome kepada kaum Yahudi, dan sangat ofensif kepada kaum Muslimin. Ini adalah realitas yang sangat menyedihkan. Makanya tidak salah kalau ada yang mengatakan, Rafidhah lebih sadis dari orang-orang kafir lain.

Contoh yang sangat unik ialah kerjasama antara Hamas dan Iran. Banyak orang menyebutkan, Hamas kerap kerjasama dengan Iran. Hal itu konon berdasarkan sikap Syaikh Al Bana yang dulunya pernah berujar, bahwa Syiah adalah sesama saudara Muslim juga. Mereka sama-sama Ahlul Qiblah. Tetapi realitasnya, Ikhwanul Muslimin di Suriah dibantai puluhan ribu manusia disana oleh regim Hafezh Assad. Ternyata, regim itu dan anaknya, dibantu oleh Iran juga. Nah, ini kan sangat ironis. Hamas kerjasama dengan Iran, sementara Al Ikhwan di Suriah dibantai oleh regim Suriah yang didukung oleh Iran.

KEENAM. Propaganda bahwa Syiah Rafidhah itu musuh Zionis Israel, semua ini hanya propaganda belaka. Sejatinya mereka itu teman-karib, sahabat dekat, saling tolong-menolong, sebagian menjadi wali atas sebagian yang lain. Mereka ini selamanya tak akan pernah terlibat dalam peperangan. Kaum Yahudi membutuhkan Iran, sebagai seteru Ahlus Sunnah. Sedangkan Iran membutuhkan Yahudi, juga sebagai seteru Ahlus Sunnah. Dalam hadits Nabi Saw juga disebutkan bahwa kelak dajjal akan muncul dari Isfahan (salah satu kota di Iran yang saat ini banyak dihuni Yahudi) dengan 70.000 pasukan. Yahudi membutuhkan Iran, karena darinya akan muncul pemimpin mereka. Dan dalam literatur-literatur Syiah, sosok dajjal itu sebenarnya adalah sosok “Al Mahdi Al Muntazhar” yang selalu mereka tunggu-tunggu. Begitulah, banyak kesamaan kepentingan antara Syiah dan Yahudi.

KETUJUH. Fakta berikutnya yang sangat mencengangkan. Ternyata Syiah Iran juga menjalin kerjasama dengan China dan Rusia, dua negara dedengkotnya Komunis. Mereka ini umumnya kerjasama dalam soal industri, perdagangan, dan jual-beli senjata. Ketika Amerika berniat menjatuhkan sanksi akibat instalasi nuklir Iran, segera China dan Rusia memveto niatan itu. Kedua negara terang-terangan membela Iran. Begitu juga China dan Rusia juga membela regim Bashar Assad (semoga Allah Al Aziz segera memecahkan kepala manusia durjana satu ini, amin ya Mujibas sa’ilin) dari ancaman sanksi internasional. Sedangkan kita tahu, regim Suriah sangat dekat koneksinya dengan Iran. Jadi, kita bisa simpulkan sendiri posisi Iran di mata China, Rusia, dan regim Suriah.

Jadi kalau kemudian kita mendengar propaganda Syiah anti Yahudi, Syiah anti Amerika, Syiah anti Zionis, dan sebagainya…ya sudahlah, saya akan ketawa saja. Tidak usah dianggap serius. Anggaplah semua itu hanya “olah-raga kata-kata” saja (meminjam istilah seorang politisi busuk). Syiah selamanya akan berkawan dengan kaum kufar dan sangat apriori dengan kaum Muslimin (Ahlus Sunnah). Mereka itu lahir dari sejarah kita, tetapi wujud dan hatinya milik orang kafir. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Semoga artikel sederhana ini bermanfaat. Semoga kita semakin sadar, bahwa Syiah Rafidhah bukanlah kawan. Mereka membutuhkan istilah kawan selagi masih lemah. Nanti kalau sudah kuat, mereka akan menghancur-leburkan Ahlus Sunnah. Tetapi cukuplah Allah Ta’ala sebagai Wali, Pelindung, dan Penolong kita. Dialah sebaik-baik Pelindung dan Penjaga. Walhamdulillahi Rabbil a’alamiin

Kasus Solo Bukan Terorisme Tetapi Operasi Intelijen

MT Arifin
(Pengamat Militer dan Intelijen)



Pengamat Militer dan Intelijen dari Solo, MT Arifin menceriterakan, pasca terjadinya penembakan mati terduga teroris di Solo, Farhan dan Mukhsin oleh pasukan Densus, Jum’at (31/8/2012), dirinya langsung diwawancarai oleh stasiun televisi swasta nasional dari Jakarta. Dalam wawancara itu dia mengemukakan bahwa kasus Solo itu bukanlah terorisme tetapi merupakan operasi intelijen.

Namun anehnya, sehari kemudian dirinya mendapat serangan santet yang datangnya dari arah Jakarta. “Alhamdulillah, serangan santet itu berhasil digagalkan,” ungkap MT Arifin yang juga memahami masalah supranatural tersebut. Pengamat Militer dan Intelijen itu tidak mau menduga-duga, siapa yang memerintahkan serangan jahat melalui ilmu hitam tersebut.

Berikut ini wawancara Tabloid Suara Islam dengan MT Arifin seputar terorisme dan operasi intelijen untuk menciptakan keadaan dan mengalihkan isu krusial yang terjadi pada pemerintahan SBY.


Mengapa kelompok Islam selalu disebut teroris, sedangkan Kristen seperti RMS dan OPM separatis, padahal mereka lebih banyak menimbulkan korban bagi personil TNI dan Polri ?

Persoalan istilah teroris dan separatis bukan stigmatisasi terhadap kelompok yang melakukan perlawanan pada institusi resmi, tetapi didasarkan atas konsep politik yang berkaitan dengan sifat yang ingin dilakukan dengan melakukan tindakan itu. Separatis konsepnya berkaitan dengan pemisahan, misalnya suku atau daerah ingin memisahkan diri dari negara. Sedangkan teroris konsep politik yang berkaitan dengan tindakan kekerasan untuk membentuk opini publik dan melakukan tekanan terhadap kekuasaan. Jadi dasarnya adalah konsep politik.

Dalam konteks Kenegaraan, lebih berbahaya mana antara teroris dan separatis ?

Persoalannya bukan lebih berbahaya mana antara teroris dan separatis. Persoalannya adalah gerakan itu menimbulkan efek yang bagaimana. Kemudian akibat dari efek itu akan menimbulkan konsekuensi-konsekuensi politik tertentu. Kalau dulu sampai sekarang separatis dihadapi oleh angkatan perang, tetapi kalau teroris dihadapi polisi. Kalau sekarang separatis dihadapi polisi, itu tergantung UU. Misalnya, kalau dianggap sebagai suatu tindakan yang membuat kekacauan di masyakarat dimana law and order terganggu, biasanya dihadapi polisi. Tetapi kalau sudah perlawanan total secara resmi, maka akan dihadapi militer dan semuanya dipengaruhi UU yang berlaku.

Mengapa sasaran Densus selalu umat Islam, padahal Kristen juga banyak terorisnya seperti Laskar Kristus yang aktif melakukan latihan militer di berbagai tempat tetapi dibiarkan saja ?

Kalau dilihat secara keseluruhan sebenarnya tidak begitu, terbukti Tibo cs yang melakukan pembantaian terhadap umat Islam di Poso juga dihukum mati. Sebenarnya kalau dilihat dari segi hukum, siapapun dan apapun kelompok tanpa pandang bulu diberlakukan sama. Memang di Indonesia yang sering jadi sasaran adalah umat Islam karena mayoritas. Kemudian dilihat dari pergerakan dan sejarah serta rumusan yang ada di jaringan intelijen, yang menjadi sasaran berbahaya adalah umat Islam sejak kasus pemberontakan DI-TII pada masa Kartosoewirjo. Kalau saya baca di berbagai buku intelijen, memang berasal dari sana. Sehingga Islam menjadi satu corak yang dianggap sangat menonjol. Pertanyaannya, mengapa kelompok non Islam tidak melakukan itu, karena mungkin mereka tidak terlalu besar dan lebih banyak melakukan gerakan separatisme seperti RMS dan OPM. Sebenarnya umat Islam juga pernah melakukan gerakan separatisme seperti GAM di Aceh.

Saya kira juga dipengaruhi perkembangan di tingkat global, terutama munculnya terorisme di tingkat internasional akibat kegagalan menyelesaikan kasus Afghanistan, terutama setelah terjadinya perpecahan antara kelompok Mujahiddin dengan AS pasca kekalahan Uni Soviet di Afghanistan. Juga setelah terjadinya perbedaan pendapat antara AS dengan Irak masalah minyak yang menyebabkan terjadinya Perang Teluk Persia II setelah Irak menyerbu Kuwait (1990) sampai invasi pasukan AS ke Irak (2003) yang menyebabkan jatuhnya pemerintahan Saddam Hussein. Memang setelah itu terjadi suatu pergerakan dimana Islam bangkit menjadi kekuatan pengontrol terhadap Pan Americanisme. Sehingga menjadi suatu merek yang sangat laik pasar dan itu berpengaruh terhadap Indonesia. Persoalannya, karena wilayah umat Islam di Timur Tengah kaya akan minyak bumi dan biaya produksinya sangatlah murah jika dibandingkan dengan wilayah lain yang biaya produksinya sangatlah tinggi, karena itulah wilayah umat Islam selalu menjadi sasaran negara lain.

Apa korelasi antara terorisme dengan persediaan minyak dunia ?

Tahun 2000 lalu ada pertemuan ahli intelijen internasional dari Barat yang membahas persoalan hubungan internasional, dimana dinyatakan bahwa dunia Barat sangat kritis akan kebutuhan minyak. Karena itu minyak bumi menjadi salah satu fokus persoalan hubungan antar bangsa dan kebetulan yang menjadi masalah adalah kontrol Islam atas Barat setelah bubarnya Uni Soviet. Kemudian Islam menjadi kekuatan utama yang akan mengontrol pada saat Barat melihat minyak sebagai fokus persoalan antar bangsa, karena itu menimbulkan terorisme internasional.

Kalau sebelumnya ada terorisme nasional yang melahirkan gerakan seperti IRA di Irlandia dan gelombang kedua melahirkan terorisme ideologis seperti Tentara Merah di Jepang dan Italia, sekarang terorisme internasional memperebutkan SDA strategis seperti minyak dan Islam menjadi kekuatan utamanya. Sehingga lahirlah Teori Samuel Huntington yang menganggap Islam sebagai musuh Barat setelah jatuhnya Uni Soviet. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap Indonesia yang memiliki ketergantungan bantuan, peralatan, kerjasama, pendidikan, pelatihan dan utang dari Barat.

Selama ini Densus dibentuk, dilatih serta dibiayai AS dan Australia. Bagaimana komentar Anda sebagai pengamat militer dan intelijen ?

Bukan dibiayai, justru kita yang minta bantuan kesana karena tidak memiliki dana. Ada sebuah kritikan yang berasal dari pengamat intelijen pada beberapa kasus terorisme. Katanya bukan untuk persoalan terorisme, tetapi untuk membentuk opini dan menghentak negara yang dijadikan sasaran donatur. Karena itu sekarang bukan persoalan teroris, sebab kalau dilihat dari standar terorisme secara internasional, teroris bukan seperti di Indonesia dimana mereka menembak dengan pistol. Jadi perlu adanya standar mana yang disebut teroris dan mana yang disebut kejahatan, jadi harus jelas. Sebab jika tidak, maka nanti kalau proyek yang laku teroris, maka semuanya akan dimasukkan ke dalam kerangka teroris.

Jadi semakin ramai teroris, semakin menguntungkan Densus ?

Persoalannya bukan Densus, tetapi pemerintah. Kebetulan dana yang masuk ke pemerintah sebagian dioperkan ke kepolisian melalui Densus. Itu kan kerjasama antara pemerintah, apalagi polisi berada di bawah Presiden. Jadi yang menjadi persoalan bukannya Densus, tetapi pemerintah. Polisi selalu menjadi sasaran, padahal polisi hanya menjalankan perintah siapa lagi kalau bukan dari Presiden, dimana sekarang kita sedang menjalankan sistem Presidensial. Polisi sebenarnya tidak punya apa-apa, seumpama disuruh ke Timur ya ke Timur, disuruh ke Barat ya ke Barat.

Mengapa BNPT dan Densus selalu dikendalikan mereka yang anti Islam seperti Ansyaad Mbai, Gories Mere dan Petrus Golose ?

Tidak begitu, aparat dasarnya adalah prestasi. Jadi persoalannya bukan Islam dan non Islam. Orang non Islam yang senang pada Islam juga banyak, sebaliknya orang Islam yang tidak Islamis juga banyak. Justru kadang-kadang kelemahan kita dalam melakukan penilaian selalu bertolak-belakang dari Islam dan non Islam. Bagaimanapun juga mereka tidak memiliki kekuasaan apa-apa kalau tidak diberi wewenang. Jadi persoalannya kelembagaan, yang bekerja bukan hanya dia tetapi sebuah tim besar. Banyak polisi yang Islamnya bagus, tetapi persoalannya adalah dalam rangka pengamanan lembaga negara.

Jadi muaranya tertuju pada Presiden ?

Muaranya pada misi dari sebuah nation yang ditafsirkan pemerintah. Semestinya yang bertanggungjawab adalah pemerintah, bukan polisi.

Bagaimana pandangan Anda mengenai Program Deradikalisasi yang digerakkan BNPT ?

Saya jelas tidak setuju, dalam arti titik tolaknya darimana. Persoalan radikal dan tidak radikal akan dipahami dari konteks pengetahuan dan sikap radikal karena apa. Dalam UU Politik ada persoalan yang dinyatakan radikal. Jadi sikap radikal itu bukan persoalan orang itu radikal atau tidak radikal, tetapi dibangun oleh pengetahuan terhadap perkembangan nasional dan internasional serta rasa kesadaran akan ketidakadilan. Misalnya, pemerintah dalam mengatasi persoalan dianggap tidak adil, maka ini yang membentuk sikap radikal.

Jadi persoalan deradikalisasi semestinya berkaitan dengan bagaimana pemerintah mencoba untuk melaksanakan tujuan pemerintahan mengenai keadilan, kesejahteraan rakyat, menegakkan kebenaran, menegakkan hukum dan sebagainya. Pada saat sekarang telah terjadi kesenjangan yang tajam, mengenai pandangan pemerintah dan sikap yang dimiliki kelompok Islam dan non Islam serta hubungan antar mereka. Kesenjangan itu dipengaruhi informasi yang dimiliki dan perubahan sosial yang tinggi. Hal itu menyebabkan ketajaman hubungan karena terjadinya revolusi kebudayaan, dimana di Indonesia terjadi pada saat era reformasi sekarang. Itu yang menimbulkan persoalan dan tidak diantisipasi dengan program politik yang sistematik. Berbeda dengan Korea Selatan, sudah diantisipasi sejak awal bagaimana mengatur anak-anak main games. Tetapi disini tidak dan ini yang menjadi masalah. Jadi persoalan radikal dan tidak radikal adalah persoalan proses yang dialami oleh warga negara dalam kehidupan bermasyarakat akibat adanya kesenjangan tertentu.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai rencana BNPT yang dipimpin Ansyaad Mbai untuk melakukan Sertifikasi Ulama ?

Saya kira itu tidak tepat, sertifikasi untuk apa ? Memang salah satu problem di kalangan ulama, da’i dan mubaligh adalah dalam menghadapi persoalan dimana banyak sekali pengajian yamg diberikan kelompok muda tamatan pesantren kilat. Hal ini juga terjadi di kalangan Kristen yang diberikan kelompok muda tamatan kursus Injil. Dalam memberikan ceramah, mereka belum sampai pada tingkat dengan wawasan luas, kemudian berceramah dengan sikap fanatik, dimana akhirnya menimbulkan hasil kontra produktif. Di kalangan pemuda Kristen yang fanatik juga banyak sekali dan saya mendapat laporan ini dari salah seorang pimpinan Univeristas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah. Jadi yang terdapat kelompok fanatik bukan hanya Islam saja tetapi juga Kristen. Tetapi masalahnya Islam di Indonesia mayoritas mutlak sehingga yang menonjol fanatismenya adalah Islam, padahal di Kristen juga banyak sekali yang fanatik dan fundamentalis. Fanatisme akibat itu semestinya dibicarakan dan diatasi masing-masing agama.

Apakah Sertifikasi Ulama yang akan dilakukan BNPT merupakan penghinan terhadap ulama ?

Saya kira itu tidak ada artinya. Sertifikasi biasanya pada program fungsional yang bersifat karier. Kalau ulama kan bukan jabatan karier. Sekarang persoalannya bagaimana strategi untuk menghadapi ekses-ekses itu.

Kembali ke terorisme, apakah operasi pemberantasan teroris yang digerakkan BNPT dan Densus memang proyek yang menguntungkan, dimana semakin banyak teroris yang berkeliaran maka semakin membuat kantong mereka tebal ?

Dulunya operasi semacam ini dilakukan militer dan intelijen. Jadi operasi anti terorisme bagi polisi adalah hal baru. Sekarang yang menjadi persoalan adalah bagaimana meningkatkan kinerja polisi agar menjadi lebih professional. Tetapi bukan berarti saya mengatakan kalau polisi sekarang tidak profesional dalam menanggani kasus terorisme. Namun berdasarkan kasus yang ada, seharusnya polisi meningkatkan profesionalismenya, sehingga tidak sering melakukan kesalahan target atau sasaran. Polisi juga perlu meningkatkan pemahaman terhadap penegakan hukum dan perlindungan HAM. Selain itu persoalan terorisme seharusnya dikaji dari persoalan yang lebih tinggi, bukan hanya linier.

Bagimana Anda melihat kasus penembakan mati terhadap terduga dua teroris oleh Densus di Solo baru-baru ini ?

Saya melihatnya itu operasi intelijen, bukan terorisme. Perkara kemudian dikaitkan dengan terorisme, itu bisa saja. Karena dalam operasi itu digunakan orang yang mau. Bedanya, operasi intelijen dimaksudkan untuk menciptakan suatu keadaan, tetapi kalau terorisme menggunakan kekerasan untuk mempengaruhi suatu kebijakan. Banyak sekali kasus terorisme, tetapi kalau dilihat dari ilmu pengetahuan tentang terorisme, sesungguhnya bukan terorisme.

Kasus di Solo itu jelas merupakan operasi intelijen, jika dilihat dari sifat-sifatnya. Karena sekarang proyek yang paling laku dijual ya terorisme. Seorang teroris tidak mungkin mengaku dirinya sebagai teroris. Juga tidak mungkin teroris berkali-kali nongkrong pada satu tempat. Kalau teroris, begitu mengebom tidak akan kembali lagi ke tempat itu sampai puluhan tahun. Karena itu kita harus memperjelas, apa terorisme itu. Jangan sampai mendefinisikan terorisme dengan pola-pola kriminal. Sekarang yang terjadi di Indonesia, melihat terorisme sebagai pergerakan kriminal. Masak teroris hanya nongkrong disitu-situ saja, tidak berpindah-pindah tempat. Seharusnya teroris tidak seperti itu, karena konsekuensinya mati. Saya kira terorisme sebagai suatu cara untuk mengalihkan isu. Sebab kalau ada persoalan yang muncul di pemerintahan, maka untuk mengalihkan isu muncullah operasi pemberantasan terorisme. Kalau sudah begitu, semua media massa pasti akan melupakannya dan mengarahkannya kesana.

Kalau kasus penembakan mati dua orang terduga teroris di Solo, untuk mengalihkan isu yang mana di pemerintahan SBY ?

Kita lihat dari kategorinya, seperti kasus M Thoriq di Tambora, Jakarta. M Thoriq sudah diamati sejak setahun lalu, tetapi mereka baru menangkapnya pada saat diperlukan untuk mengalihkan isu. Seperti kasus Solo, adanya pemberitaan seorang anggota Densus yang mati tertembak tidak sebagaimana yang saya peroleh kabarnya. Juga kasus polisi yang tertembak di Prembun Purworejo beberapa waktu lalu. Kabarnya tertembaknya polisi tersebut hanya karena rebutan wanita, tetapi kemudian dikabarkan karena ditembak teroris. Waktu itu saya sudah protes pada salah seorang pejabat kepolisian di Polda Jateng, tetapi katanya sudah dilaporkan kasus yang sebenarnya ke Mabes Polri, tetapi ketika sampai di Jakarta ceriteranya jadi berubah menjadi kasus terorisme.

Banyaknya kasus terorisme, apa memang tujuannya untuk mendiskreditkan umat Islam Indonesia yang mayoritas ?


Persoalannya bukan umat Islam. Persoalannya kasus terorisme bisa digunakan untuk berbagai kepentingan. Seperti kepentingan untuk mengalihkan perhatian, peningkatan program sehingga mendapat dana yang besar, agar kinerjanya terlihat efektif dan sebagainya. Jadi kebetulan saja mereka latar belakangnya beragama Islam.

Mengapa setiap menjelang kedatangan pejabat tinggi AS ke Indonesia, selalu muncul kasus terorisme, seperti baru-baru ini menjelang kedatangan Menlu Hillary Clinton ?

Kalau itu bisa saja penafsiran-penafsiran, tetapi benar dan tidaknya kita tidak tahu. Karena dalam kasus terorisme di Indonesia sering kali terjadi kekurangan data, maka perlu dibuat data baru, sehingga dalam berbagai kasus terjadi seperti itu.

Bagaimana menurut Anda, sikap umat Islam Indonesia dalam menghadapi kasus terorisme yang sering terjadi ?

Pertama, media massa tidak memberitakan tentang terorisme dan penyelesaiannya. Kedua, umat Islam sebaiknya bersikap tidak reaktif. Sebab kalau bersikap reaktif maka ibarat paling enak dioper bola, pasti akan memburu. Jadi begitu ada isu terorisme muncul, pasti ada masalah yang sangat kritis di pemerintahan. Jadi sepertinya umat Islam tidak terkendali dan paling mudah dioper bola agar memburunya. Ketiga, umat Islam perlu mengetahui berbagai informasi strategis.

Sebab salah satu permasalahan yang dihadapi umat Islam Indonesia sehingga mudah menjadi radikal adalah karena membaca buku-buku terjemahan dari luar yang sangat berbeda dengan kondisi dan situasi di Indonesia. Pasalnya, ketika agama jauh dari kajian kebudayaan, maka akan cenderung radikal. Sebaliknya, tatkala agama dikembangkan atas dasar pergulatan antara masyarakatnya dengan kebudayaan, maka akan cenderung tidak radikal, sebagaimana dakwah yang dikembangkan para Wali Songo dengan melalui pendekatan kebudayaan.

Abdul Halim