This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. (Arrahmah.com) – Bidang dakwah, pendidikan dan pelayanan masyarakat mujahidin Ash-Shabab Somalia pada Ahad (3/2/2013) kembali melaksanakan sejumlah program penting di wilayah yang berada dalam pemerintahan mereka. Di distrik Islam Kido, mujahidin mengadakan pelatihan ilmu syariat bagi penduduk setempat....

BULO BURTI

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

IMAM SUPRIADI UNTUK INDONESIA

21 Sep 2012

Ratusan Pejuang Al-Shabaab Disebar di Kismayu untuk Hadapi Serbuan AMISOM

KISMAYU, SOMALIA (voa-islam.com) - Ratusan pejuang Islam Al-Shabaab disebar ke kota pelabuhan selatan Kismayu hari Rabu untuk mempertahankan kota pelabuhan dari serbuan tentara Uni Afrika yang ingin menguasai benteng terakhir pejuang Islam Somalia tersebut, kata penduduk.

Konvoi truk-truk pick up terpasangi senjata berat dari kelompok pejuang Islam yang terkait Al-Qaidah tersebut melaju ke kota dan mengatur bangunan pertahanan, kata para saksi mata.

Bala bantuan tersebut datang sehari setelah penduduk setempat mengatakan para komandan Al-Shabaab telah ditarik keluar dari kota meninggalkan sejumlah kecil tentara untuk mempertahankan benteng.

Rumor berputar melewati lorong-lorong yang berliku Kismayu bahwa salah satu dari tiga komandan pejuang Islam Al-Shabaab sekarang berada di kota itu.

"Al Shabaab telah mengisi basis-basis dan kamp-kamp yang mereka tinggalkan dalam beberapa hari terakhir," kata tukang daging Farah Roble.
Umat Muslim wajib melawan musuh Islam
Al Shabaab mengatakan Kismayu, sekitar 500 km selatan ibukota Mogadishu, dalam keadaan tenang. Stasiun radio, Radio Andalus, milik Al-Shabaab kembali mengudara setelah siaran berhenti pada hari Selasa.

"Semua kantor dan bisnis terbuka Kami tidak takut musuh-musuh kita.. Mereka tidak bisa begitu saja masuk ke Kismayu karena kita memiliki pertahanan yang kuat," kata Sheikh Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer Al-Shabaab kepada Reuters.

Badan pengungsi PBB mengatakan sekitar 4.000 warga sipil telah melarikan diri Kismayu sejak Senin. Warga melaporkan pada hari Rabu bahwa Al-Shabaab berusaha untuk menghentikan penduduk setempat melarikan diri.

"Al Shabaab mengumumkan melalui masjid-masjid dan memerintahkan orang untuk melawan. Mereka mengatakan Muslim memiliki kewajiban untuk melawan pasukan Uni Afrika dalam dan luar kota," kata warga Ismail Sugow.

Sugow mengatakan ia bisa mendengar Al-Shabaab melakukan uji-tembak artileri mereka di pinggiran kota.

Dia mengatakan Al-Shabaab telah menyusun para pejuangnya dari dekat Bay, Bakool dan wilayah Lower Shabelle. Seorang warga kedua mengatakan bala bantuan datang dari "negara bagian lain".

"Al Shabaab mengatakan dalam masjid 'semua Muslim harus bergabung dengan jihad karena tentara Kenya akan memperkosa istri dan saudara perempuan dan menjarah properti anda'," kata seorang penduduk lain, Hussein Nur.

Awal pekan ini, pasukan Kenya menyerbu beberapa pos-pos pejuang Islam di utara dan barat daya dari Kismayu, mendorong ke dalam 50 km dari kota Somalia terbesar kedua.

Juru bicara militer Kenya Kolonel Cyrus Oguna mengatakan serangan terakhir di Kismayu tak terelakkan.

"Kami sangat, sangat dekat dengan Kismayu. Ini bukan jalan aspal yang kami dengan mudah bisa berjalan diatasnya. Kita harus berhati-hati, jalan tersebut dipenuhi dengan bahan peledak. Namun demikian, hal itu akan terjadi.. Kismayu akan jatuh," katanya kepada Reuters melalui telepon .

Kekalahan di Kismayu, pusat operasi-operasi Al-Shabaab selama lima tahun pemberontakan kelompok itu, akan secara buruk merusak moral pejuang Islam dan melemahkan kapasitas mereka sebagai pasukan tempur.

Namun bagaimanapun, itu tidak mungkin memberikan pukulan knockout sebagaimana yang diharapkan oleh Mogadishu dan sekutu regionalnya. Para diplomat Barat mengira para pejuang Islam akan mengubah gaya pemberontakan mereka menjadi semakin gerilya perkotaan dan pemboman.

Somalia merupakan titik panas dalam perang pimpinan AS pada pejuang Islam dan Al-Shabaab merupakan yang paling kuat dari berbagai milisi yang dilahirkan dari dua dekade konflik - yang mengancam stabilitas regional.

Al-Shabaab telah kehilangan benteng di selatan dan tengah Somalia dalam satu tahun terakhir ketika pasukan AMISOM - termasuk Uganda, Burundi, dan Djibouti mendapatkan kemajuan. Namun bagaimanapun mereka masih bisa melakukan serangan-serangan mematikan dan membuat kerugian besar terhadap pasukan pemerintah Somalia dengan taktik gerilya. (by/Reuters)

Ribuan Pelajar berencana demo besar-besaran tolak stigma Rohis sarang teroris


JAKARTA (Arrahmah.com) - Sebuah stasiun televisi swasta Metro TV telah menyebut kegiatan ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) sebagai cikal bakal seorang teroris. Klaim ini menuai protes dari ribuan pelajar yang terlibat dalam kegiatan Rohis.
"Rencana kita hari Minggu (23/9/2012), mau menggelar aksi di Bundaran HI, ini bentuk protes kita terhadap tuduhan Rohis sebagai sarang teroris," ujar seorang pelajar yang juga koordinator aksi, Nova Abuzar, seperti dikutip inilah.com, Kamis (20/9/2012).
Nova menilai, penilaian kegiatan Rohis yang berada di lingkungan sekolah formal, didukung oleh pihak sekolah. Sehingga tidak mungkin jika kegiatan Rohis cenderung mengarah pada doktrinasi radikalisme atau untuk melakukan kegiatan teror. "Rohis ini didanai juga oleh sekolah, guru mengetahui, orang tua juga mengetahui kegitan ini," katanya
Ia mengatakan, permintaan maaf stasiun televisi tersebut kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers tidak cukup. Menurutnya stasiun televisi yang mengklaim Rohis sebagai tempat pembentukan teroris, harus membersihkan nama Rohis.
"Permintaan maaf tidak cukup, karena ada kekhawatiran dari orang tua, guru, apa lagi kalau permintaan maafnya tertutup sedangakan pemberitaannya terbuka. Kita minta Metrotv datang langsung ke Rohis di sekolah-sekolah, langsung dilihat dan diliput bagaimana kegiatan Rohis, langsung tanya ke guru, orang tua, siswa, Rohis itu apa," tandasnya. (bilal/arrahmah.com)

Gambar Artis Porno Muncul di LKS, Menteri Pendidikan Didesak Investigasi

JAWA TIMUR, muslimdaily.net - Munculnya gambar artis  porno asal Jepang pada buku Lembar Kerja Siswa (LKS) Bahasa Inggris di SMP Islam Brawijaya Kota Mojokerto mengagetkan banyak pihak.
Pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud), di bawah Dr. Ir. Muhammad Nuh diminta segera tanggap masalah ini.
Anggota Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Adnin Armas. MA mengungkapkan keprihatinannya atas musibah di dunia pendidikan ini. Alumni Pondok Pesantren Darussalam, Gontor Ponorogo ini menilai, pihak yang seharusnya paling bertanggung jawab atas hal ini adalah Tim Penyusun dan Penerbit buku LKS tersebut.
“Yang paling bertanggung jawab dalam hal ini adalah bagian lay out, editor dan tim penyusun hingga penerbit buku tersebut,” jelas lelaki yang juga peneliti pada Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) itu sebagaimana dikutip dari Hidayatullah.com, Kamis (20/09/2012).
Adnin juga berharap agar Menteri Pendidikan Dr.Ir Muhammad Nuh bisa cepat menanggapi masalah ini. Bukan hanya penarikan buku yang dibutuhkan, tapi juga melakukan investigasi terhadap kelalaian menampilkan foto artis porno ini.
Jika memang terdapat unsur kesengajaan maka bukan suatu yang mustahil para pelaku dan penerbit buku bisa diseret ke meja hijau.
Seperti diketahui, masyarakat Surabaya dikejutkan adanya foto seorang artis porno asal Jepang terpampang secara jelas pada lembar kerja siswa (LKS) Bahasa Inggris SMP Islam Mojokerja di halaman 36.
LKS terbitan CV Sinar Mulia Mojosari, Mojokerto ini disusun Tim Penyusun Musyawarah Guru Bahasa Inggris SMP, di antaranya Giyono, Sumantri, Moh. Jalil, dengan penelaah Muhyidin.
Dalam kata pegantarnya, tujuan diterbitkannya buku LKS bergambar artis porno ini untuk membantu siswa belajar dengan paradigma (pola pikir) baru, yaitu cooperative learning, active learning, dan mandiri.
Disebutkan pula, cara penyajian buku tugas ini akan membawa siswa berpikir kritis dan mencari informasi sendiri sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Selain di SMP Islam Brawijaya, diperkirakan LKS meresahkan itu juga terdapat di sekolah-sekolah lain. Pasalnya untuk pembelian LKS biasanya dilakukan secara terkoordinir oleh MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah). [mzf]

19 Sep 2012

Bom Waktu itu telah diledakan Polri dan Pemerintah SBY

Saat rezim orde baru di bawah Jendral Suharto berkuasa, pada tahun 1982 dengan alasan pembangunan tanah petani di 20 desa dari 6 kecamatan di Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang terdiri dari desa Sribandung, Tj. Laut, Tj. Pinang, Tj. Atap,Tj. Baru Petai, Sentul, Limbang Jaya (KecamatanTanjung Batu), Desa SriKembang, Rengas, Lubuk Bandung(kecamatan Payarman), Desa Ketiau, Betung, Payalingkung, Lubuk Keliat, (Kecamatan Lubuk Keliat), Desa Meranjat 1&2, Meranjat Ilir, (Kecamatan Indralaya Selatan) dan Desa Tj. Gelam, Tj.Sejaroh, Tj.Agung Sejaro Sakti (Kecamatan Indralaya Induk) Kemudian Desa Sri Ngilam Kecamatan Tanjung Raja diambil paksa dan dirubah menjadi perkebunan tebu perusahaan milik negara PTPN VII unit usaha Cinta Manis.
Secara umum proses perampasan tanah rakyat oleh PTPN VII tahun 1982 disetiap desa realtif sama. dijaman Orde Baru warga tidak memiliki pilihan selain pasrah ketika kebun karet dan nanas mereka digusur oleh PTPN VII tanpa ganti rugi yang layak. Proses ganti rugi tahun 1982 diakui warga diwarnai tekanan, intimidasi dan sikap refresif aparat keamanan.Ganti rugi itupun sangat tidak adil, contohnya dari 5 ha lahan, hanya 1 ha saja yang diganti, lebih parah hingga saat ini masih ada tanah warga yang belum diganti rugi oleh pihak PTPN VII.
Sejak saat itu masyarakat di 20 desa tersebut berjuang untuk mendapatkan kembali hak mereka atas lahan pertanian tersebut. Warga yang tidak berdaya untuk menolak karena rezim orde baru menggunakan angkatan bersenjata untuk menekan rakyat dimasa orde baru mencoba untuk meminta kembali hak mereka atas tanah ketika rezim orde baru telah berhasil di gulingkan. Namun sampai dengan kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono saat ini, upaya warga tersebut tidak membuahkan hasil. Rezim SBY ternyata sama kejamnya dengan Rezim Orde Baru Jendral Suharto.
Berbagai upaya dialog dan mediasi telah ditempuh warga, namun pihak PTPN VII selalu mengulur waktu dan cenderung tidak memberi keputusan yang tegas. Dari luas lahan 20.000 ha yang diusahakan PTPN VII Cinta Manis hanya 6000 ha memilki HGU berlokasi di daerah Burai kecamatan Rantau Alai. Dengan demikian maka, hanya 6500 ha saja dari luasan penguasaan PTPN VII yang tercatat sebagai aset negara dan dibayarkan keuntungannya kepada negara, sedangkan sisanya seluas +/- 13.500 hektar tidak diketahui digunakan atau diperuntukan untuk apa.
Upaya negosiasi dan usulan mediasi yang disampaikan oleh masyarakat di tolak oleh PTPN VII dan juga Kementerian BUMN ketika terjadi pertemuan di Kantor Kementerian BUMN pada hari Senin tanggal 16 Juli 2012 yang lalu. Pertemuan yang dihadiri oleh Sekretaris Menteri BUMN, Deputy Menteri BUMN Bidang Industri Primer, Direktur Utama PTPN VII, Direksi PTPN VII menolak usulan perwakilan warga yang disampaikan pada pertemuan tersebut. Usulan Warga pada pertemuan tersebut adalah sebagai berikut :
Dibuatnya team penyelesaian Konflik Agraria dengan tugasnya melakukan pendataan ulang dan pengukuran ulang terhadap lahan PTPN VII secara keseluruhan sesuai dengan HGU.
Membuka data dan dokumen bukti bukti lahan baik yang dimiliki warga maupun yang dimiliki PTPN VII.
Usulan yang sudah sangat solutif inipun masih saja ditolak oleh PTPN VII dan Kementerian BUMN yang memperlihatkan tidak ada niat baik dari mereka untuk duduk bersama menyelesaikan konflik berkepanjangan ini.
Hari Selasa, tanggal 17 Juli 2012, sekitar jam 08.30 WIB, Polisi dari Kepolisian Sumatera Selatan mulai dikerahkan untuk datang ke wilayah sengketa di lokasi pabrik gula PTPN VII, di Kabupaten Ogan Ilir. Sejak saat itu Polisi melakukan penangkapan paksa terhadap warga desa, bahkan seorang Ibu dan Bayinya umur 1,5 tahun ditangkap dan dibawa ke markas polisi resort Ogan Ilir pada tanggal 22 Juli 2012 yang baru lalu.
Setiap saat warga desa di teror oleh pasukan Brimob Polda Sumsel, dan dilakukan penangkapan-penangkapan warga desa. Sampai dengan tanggal 26 Juli 2012 sudah 30 warga desa yang ditangkap polisi secara paksa.
Tanggal 27 Juli 2012, sekitar jam 16.00 WIB, terjadi bentrok antara warga dengan polisi karena polisi melakukan tindakan semena-mena di desa Limbung Jaya, Polisi menembakan senjata mereka secara membabi buta sehingga mengakibatkan 1 orang anak berumur 12 tahun (Angga Bin Darmawan) tewas tertembak di kepala saat lari keluar dari game centre karena mendengar keributan. Saat melihat Angga terjatuh, warga mencoba menolong, tetapi dilarang oleh polisi. Tembakan serampangan polisi juga mengakibatkan 2 orang perempuan (1 orang berumur 16 tahun bernama Jesica, 1 orang ibu), 1 orang laki-laki bernama Rusman terluka parah.
Tindakan Kepolisian Polda Sumatera Selatan sangat tidak manusiawi, demikian juga dengan PTPN VII dan Kementerian BUMN. Pembunuhan terhadap warga negara tanpa alasan yang jelas dan penganiayaan yang dilakukan terhadap warga telah diluar batas pri-kemanusiaan. Sebagai state own company seharusnya PTPN VII bekerja untuk mensejahterakan warga bukan menyengsarakan dan menindas warga. Pimpinan PTPN VII harus bertanggung jawab atas gugurnya korban jiwa akibat kerakusan PTPN VII.
Kekerasan dan pembunuhan ini memperkuat kembali bukti bahwa pendekatan keamanan dengan menggunakan aparat negara menjadi pendekatan utama dalam konflik agraria dan sumber daya alam di Indonesia. Presiden menginstruksi dalam rapat di kejaksanaan agung untuk pembentukan tim terpadu konflik agraria ternyata tidak memberikan harapan apapun dengan masa depan penyelesaian konflik agraria di Indonesia dan diperkuat dengan bukti kekerasan pada hari ini. Presiden harus melakukan evaluasi atas kepemimpinan dan kinerja POLRI dalam penanganan konflik serta melalukan pemeriksaan menyeluruh terhadap PTPN VII. Tarik Brimob dari lapangan. Bom waktu yang dikhawatirkan presiden, sedang diledakkan satu persatu oleh pemerintah sendiri.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengambil tindakan tegas
Memerintahkan KAPOLRI untuk menarik seluruh aparat dari wilayah Ogan Ilir dan wilayah konflik lainnya
Segera mengevaluasi seluruh kinerja perusahaan negara yang berkonflik dengan rakyat.
Mengembalikan tanah rakyat yang dirampas PTPN VII;
Memecat Menteri BUMN dan jajarannya yang telah mengabaikan hak rakyat dan menyebabkan terjadinya kekejaman di Kabupaten Ogan Ilir;
Memecat jajaran direksi PTPN VII dan;
Membebaskan warga yang ditangkap dan memberikan rehabilitasi atas nama baik warga yang dikriminalisasi oleh kepolisian daerah sumatera selatan.
WALHI juga menyerukan kepada seluruh komponen masyarakat untuk tidak berhenti melakukan perlawanan terhadap perampasan hak-hak rakyat. WALHI juga mengundang anda semua untuk turut serta memberikan dukungan terhadap perjuangan warga 20 desa di Kabupaten Ogan Ilir, dengan menggunakan kekuatan suara anda untuk menyampaikan berita duka dan kekejaman Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, PTPN VII serta Kementerian BUMN kepada kenalan, saudara dan siapa saja yang tergerak untuk membantu saudara-saudara kita di Kabupaten Ogan Ilir, Propinsi Sumatera Selatan, Indonesia.
Abetnego Tarigan
Direktur Eksekutif Nasional (WALHI)

Aktris Innocent of Muslims Diancam Akan Dipenggal Kepalanya


Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Aktris dalam film anti Islam Innocent of Muslims Cindy Lee Garcia merasa ditipu oleh sutradara film Nakoula Basseley Nakoula yang menggunakan nama Sam Bacile, bahkan ia telah menerima ancaman mati dari internet sehingga memaksa dia dan keluarganya untuk bersembunyi.

"Saya mendapatkan ancaman kematian yang mengerikan melalui Internet, orang-orang yang mengancam itu mengatakan mereka akan memotong saya, menyembelih saya dan membunuh saya dan keluarga saya," ujar Garcia, 55 tahun, dari Bakersfield, California, seperti dilaporkan Daily Mail.

Garcia langsung mengontak FBI untuk melaporkan ancaman tersebut, namun agen FBI yang dia kontak belum membalas pesan voice mail yang dikirimkannya.

Ancaman mengalir ke Garcia melalui laman Facebook miliknya, beberapa postingan menyumpahnya akan terbakar di neraka dan berharap adanya murka Tuhan kepada dirinya.

Dalam salah satu posting mengancam, Ahmad Nazir Bashiri mengatakan dirinya siap memenggal kepala Garcia dan dia tidak takut konsekuensi yang akan diterimanya.

Garcia mengatakan dia saat ini menggunakan nama samaran dan pergi bersembunyi bersama keluarganya.

"Kami sedang mencari tempat tinggal baru sekarang," kata Garcia. "Suami saya benar-benar khawatir. Semua keluarga saya sangat ketakutan."

Garcia juga mengatakan dirinya merasa ditipu oleh sutradara Nakoula Basseley Nakoula sembari mengatakan bahwa Nakoula perlu segera keluar dan mengakui kesalahannya.

"Dia perlu untuk keluar dan mengakui apa yang dia lakukan. Dia telah menipu kami," kata Garcia.(fq/nytimes)

YouTube Blokir 16 Video 'Innocence of Muslims' di Indonesia

JAKARTA, muslimdaily.net - Google selaku pemilik YouTube mengaku telah memblokir video 'Innocence of Muslims' di situsnya. Total ada 16 video propaganda anti Islam itu yang di-remove Google.
"Sekitar jam 16.30 WIB, kami baru mendapat laporan dari Google bahwa mereka telah me-remove video yang meresahkan tersebut. Total ada 16 url yang berisi video-video terkait 'Innocence of Muslims'," kata Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto seperti dilansir detikINET, Kamis (13/9/2012).
Sebelum mengontak Google untuk memblokir film 'Innocence of Muslims', Kementerian Kominfo sebelumnya memastikan dulu dari aspek legal. Dimana setelah diteliti, keberadaan video itu melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
"Hingga tadi pagi kami mengontak Google untuk meminta pemblokiran video tersebut. Pola yang kami lakukan sama seperti isu video SARA beberapa waktu lalu," lanjut Gatot.
Selain Google, Kominfo sejatinya juga sudah memerintahkan penyedia jasa internet (ISP) untuk melakukan pemblokiran terhadap film yang banyak diprotes itu. Hal ini untuk mencegah sebagian masyarakat agar tidak terprovokasi sekaligus mengantisipasi dari kemungkinan terburuk.
"Kita tidak tahu di negara lain bagaimana. Yang pasti di Indonesia harusnya tidak bisa dibuka," Gatot menandaskan.
Sebelumnya, tayangan 'Innocence of Muslims' sudah diblokir di Libya dan Mesir. Tayangan itu dipandang meresahkan umat Islam. Menyikapi itu Menko Polhukam Djoko Suyanto pun meminta agar Kementerian Kominfo yang dipimpin Tifatul Sembiring segera mengambil tindakan.

"Apabila dipandang bahwa film tersebut mudaratnya jauh lebih besar dari manfaatnya dan berakibat buruk di kehidupan masyarakat, Kementerian Kominfo bisa meminta penghentian penyiaran film yang memanfaatkan ruang youtube tersebut," jelas Djoko dalam pernyataannya, Kamis (13/9/2012). [mzf]

18 Sep 2012

AS Terjunkan 50 Marinir di Kedutaanya di Yaman

San'a, muslimdaily.net - Pemerintah Yaman mengatakan Amerika Serikat telah menurunkan 50 Marinir di Sana'a untuk meningkatkan keamanan di Kedubes AS dalam menanggapi gejolak kekerasan baru-baru ini atas sebuah film anti-Islam.

"Kami tidak akan menerima pasukan asing, tetapi unit di Kedubes AS adalah kasus pengecualian," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu malam, sebagaimana dilansir oleh presstv.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Marinir akan meninggalkan negara itu segera setelah situasi keamanan membaik.

Pada hari Jumat, Pentagon mengumumkan bahwa mereka telah mengirimkan Marinir ke Yaman setelah demonstran menyerbu Kedutaan Besar AS di Sana'a dalam protes atas sebuah film anti-Islam yang dibuat di AS.

Parlemen Yaman mengutuk pengiriman marinir tersebut, dan anggota parlemen menyatakan penentangan yang kuat terhadap kehadiran pasukan AS di negara mereka.

Sebelumnya, beberapa media melaporkan bahwa 250 tentara AS telah tiba di Sana'a pada hari Jumat dan Sabtu.

Selama seminggu terakhir,  demonstrasi telah dilakukan sebagai respon atas beredarnya film anti-Islam, dengan pengunjuk rasa memfokuskan kegiatan mereka di kedutaan besar AS dan melakukan pembakaran bendera.
berita terkait: http://muslimdaily.net/berita/internasional/rakyat-yaman-kepung-kedutaan-as.html

Minta Maaf, Metro TV Bantah Sebut Rohis Sarang Teroris


Redaksi Salam-Online –
JAKARTA (salam-onine.com): Dalam salah satu tayangannya, MetroTV menyebut bahwa organisasi Rohani Islam (Rohis) sebagai sarang teroris. Tayangan ini pun menuai kecaman.
Forum Komunikasi Alumni Rohis (FKAR) meminta MetroTV meminta maaf atas hal tersebut. Menanggapi hal itu, MetroTV membantah telah menyebut Rohis sebagai sarang teroris.
“MetroTV kembali ingin menegaskan bahwa tidak benar jika dikatakan telah menyebutkan Rohis sebagai sarang teroris. Ketiga narasumber yang hadir juga tidak pernah menyebutkan bahwa Rohis adalah sarang teroris dalam dialog tersebut. MetroTV segera menyampaikan surat resmi dan tayangan lengkap ke KPI dan Dewan Pers,” demikian tanggapan resmi MetroTV yang dimuat dalam metrotvnews.com, Sabtu (15/9/2012).
Dijelaskan MetroTV, pada 5 September 2012, stasiun televisi milik pengusaha Surya Paloh tersebut mengadakan dialog di program Metro Hari Ini bersama narasumber Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta Profesor Bambang Pranowo, mantan Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono dan pengamat terorisme Taufik Andri.
Dalam dialog tersebut Bambang Pranowo menyampaikan hasil penelitiannya bahwa ada lima pola rekrutmen teroris muda. Salah satunya melalui ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah. Saat dialog berlangsung, ditayangkan info grafik berisi poin-poin lima pola rekrutmen versi Profesor Bambang Pranowo.
“Memang redaksi tidak menyebutkan sumber dari info grafik tersebut yang kemudian menimbulkan tafsir bahwa lima pola itu bersumber dari MetroTV. Untuk itu, MetroTV meminta maaf karena telah menimbulkan kesalahpahaman.”
Sebelumnya, Forum Komunikasi Alumni Rohis (FKAR) meminta MetroTV meminta maaf atas hal tersebut.
“Kami Forum Komunikasi Alumni Rohis, SMP dan SMA Jakarta menuntut MetroTV untuk meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena telah memberitakan masjid-masjid sekolah sebagai tempat rekrutmen teroris,” ujar FKAR melalui broadcast BlackBerry, Sabtu (15/9/2012).
FKAR meminta MetroTV untuk tidak mengulangi penyebutan masjid-masjid sekolah sebagai tempat rekrutmen teroris. Jika mengulanginya, FKAR akan tuntut Metro TV.
“Supaya dicabut hak siarnya karena melakukan keresahan dan pembohongan publik. Tidak layak menjadi lembaga penyiaran.” (merdeka)

Mujahidin Imarah Islam Afghanistan bersumpah akan membalas pembantaian para Muslimah di Laghman

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) - Mujahidin Imarah Islam Afghanistan mengutuk keras serangan udara yang disengaja oleh pasukan AS-NATO yang menewaskan 10 Muslimah dan melukai 38 sipil lainnya di provinsi Laghman pada hari Ahad (16/9/2012). Pasukan aliansi salibis awalnya tidak mengakui atau menyembunyikan pembantaian tersebut, tetapi kemudian mereka tak bisa mengelak lagi ketika para warga sipil membawa jenazah para korban ke kantor gubernur setempat. Berikut adalah pernyataan Imarah Islam Afghanistan terkait insiden keji tersebut, Mujahidin bersumpah akan membalas para musuh biadab itu:
***
Imarah Islam Afghanistan mengutuk dengan kata-kata yang paling keras dan bersumpah akan membalas serangan tak pandang bulu yang disengaja dan menyayat hati itu karena membom orang-orang tak bersalah yang dilakukan kemarin (16/9/2012) oleh pasukan penjajah Amerika yang seperti binatang yang menyebabkan 8 wanita dewasa dan 2 gadis syahid (insya Allah) serta 38 warga sipil termasuk para pria tua berjanggut putih dan anak-anak muda terluka ketika mereka sedang mengumpulkan kayu bakar dari sebuah gunung di Nur Lam Saib di distrik Alingar, provinsi Laghman.
Musuh-musuh kami telah membungkuk (pada posisi) yang sedemikian rendah, tetapi malahan mereka (salibis) melihat para wanita kami sebagai Mujahidin bersenjata, membom mereka dengan beberapa ton bom dan melakukan pembantaian massal. Tindakan yang disengaja dari para tentara Amerika terhadap jiwa rakyat Afghan benar-benar menunjukkan kelalaian dan kekejaman mereka dan hanya membantah sendiri klaim mereka (untuk misi) "menjaga warga sipil." Tragedi menyakitkan seperti itu terhadap bangsa tertindas dan tak bersalah kami dimulai sejak terjadinya invasi Amerika dan telah berlangsung selama satu dekade terakhir.
Imarah Islam Afghansitan menyeru kepada organisasi-organisasi Hak Asasi Manusia dan terkhusus kepada organisasi wanita, yang selalu mengadvokasi hak-hak asasi perempuan, untuk tidak tetap bungkam dalam menghadapi tragedi yang menyayat hati seperti ini. Aksi memalukan ini adalah sebuah kejahatan perang internasional, para pelaku kejahatan itu harus dihukum. Kami juga menyeru kepada bangsa kami untuk segera melakukan pembalasan terhadap para penjajah ini atas pembantaian tak pandang bulu terhadap saudari-saudari kita dan menyampaikan pesan bahwa kezaliman dan pelanggaran kalian (musuh) tidak bisa ditoleransi lagi di negara kita. Rakyat bangsa kami harus memahami bahwa para penjajah Amerika biadab juga memiliki tangan di semua pemboman dan insiden (yang menyebabkan korban sipil -red) yang dilakukan di seluruh negara kita untuk memfitnah para Mujahidin yang para musuh sebarkan melalui media-medianya tanpa memberikan bukti yang benar apapun.
Imarah Islam Afghanistan
17/9/2012
(siraaj/arrahmah.com)

Al-Qur'an Digital

Terjemah

Barat Bungkam terhadap Nuklir Zionis

Syi'ah Tak Pernah Berperang Melawan Israel

Oleh, AM Waskito

Salah satu alasan yang membuat kaum Syiah Rafidhah selalu berbunga-bunga ialah sebagai berikut…

[=] Syiah adalah musuh terbesar Amerika dan Israel.

[=] Syiah adalah musuh utama Zionis Yahudi yang sangat ditakuti karena punya intalasi nuklir.

Sejarah Syiah: "Selalu Menusuk Ahlus Sunnah dari Belakang. Dan Tak Pernah Perang Melawan Orang Kafir."
[=] Hizbullah adalah sosok kekuatan Syiah yang selalu gagah-berani menghadang barisan Zionis Israel.

[=] Sementara Saudi, Kuwait, dan Qatar, selalu bermanis-manis kata dengan dedengkot Yahudi, yaitu Amerika.

[=] Revolusi Khomeini adalah revolusi Islam yang menginspirasi perjuangan gerakan-gerakan Islam di dunia.

Ya, kurang lebih begitu klaim para aktivis agama Persia (Syiah Rafidhah) ini. Di berbagai forum, kesempatan, termasuk dalam diskusi di blog ini, alasan-alasan itu selalu mereka munculkan. Seakan-akan, tidak lagi alasan bagi Syiah untuk tetap eksis di muka bumi, selain klaim-klaim seperti itu.

Lalu bagaimana pandangan kita sebagai Ahlus Sunnah tentang klaim kaum Syiah ini?

Mari kita bahas secara ringkas dan praktis, dengan memohon pertolongan Allah Al Hadi…

PERTAMA. Kaum Syiah Rafidhah itu terus bekerja keras dan sangat nafsu, agar mereka tetap diakui sebagai Islam, tetap dipandang sebagai Muslim, tetap menjadi bagian dari kaum Muslimin sedunia. Hal ini adalah hakikat siksaan spiritual yang Allah timpakan atas hati-hati mereka, selamanya. Mereka telah sangat berdosa karena mencaci, melecehkan, mengutuk, dan mendoakan keburukan atas isteri-isteri Nabi, para Khulafaur Rasyidin, dan para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Maka Allah pun menjadikan mereka selalu gelisah, takut, dan sangat menginginkan diberi label Islam atau Muslim. Mereka selalu dalam kebingungan seperti ini, layaknya Bani Israil yang kebingungan selama 40 tahun di Padang Tiih, karena telah menghina Musa ‘Alaihissalam dan Allah Ta’ala. Lihatlah manusia-manusia pemeluk agama Persia (Rafidhah) itu…mereka kemana-mana membawa laknat atas doa-doa laknat yang mereka bacakan untuk mengutuki manusia-manusia terbaik dari para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum.

KEDUA. Dalam sejarahnya, sejak zaman Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sampai hari ini, ketahuilah bahwa Syiah Rafidhah (agama Persia) ini tidak pernah berjihad melawan kaum kufar, baik itu Nashrani, Yahudi, musyrikin, dan orang-orang atheis. Syiah tidak punya sejarah jihad menghadapi kaum kufar. “Jihad” kaum Syiah sebagian besar diarahkan untuk menyerang kaum Sunni, sejak zaman dahulu sampai saat ini.

Mula-mula Syiah di Kufah mengundang Husein Radhiyallahu ‘Anhu datang ke Kufah, katanya mau dibaiat. Karena Husein sudah berangkat ke Kufah, oleh penguasa kala itu (Yazid bin Muawiyah) Husein dianggap bughat, sehingga boleh ditumpas. Waktu tiba di Kufah, tak satu pun kaum Syiah keluar untuk membaiat, menolong dan mendukung Husein. Posisi Husein sangat terjepit, akan kembali ke Madinah, dia sudah dianggap bughat. Meminta bantuan Kufah, tak satu pun Syiah yang akan menolong. Akhirnya, Husein ditumpas di Padang Karbala. Bahkan kala penumpasan itu, tak satu pun hidung Syiah menampakkan diri, walau sekedar untuk menolong korban dari pihak Husein dan keluarganya. Nah, peristiwa pembantaian Husein oleh kaum Syiah itulah yang selalu mereka rayakan dan nikmati dalam momen-momen Asyura. Air mata mereka mengutuk para pembunuh Husein, sedangkan hati mereka berucap: “Alhamdulillah Husein dan keluarganya telah binasa di Karbala.”

“Jihad” kaum Syiah berikutnya ialah membantu Hulagu Khan (penguasa Mongol) untuk menumpas Khilafah Abbassiyah. Kemudian mereka berusaha melenyapkan kaum Sunni di Mesir, tetapi berhasil ditumpas oleh Nuruddin Mahmud Zanki. Mereka terus menikam perjuangan Shalahuddin Al Ayyubi. Mereka juga selalu menjadi musuh Khilafah Turki Utsmani, selalu kerjasama dengan negara-negara Nashrani Eropa untuk melemahkan Khilafah Turki. Di zaman kontemporer, Revolusi Khomeini di Iran telah menumpas Ahlus Sunnah di Iran. Mereka juga menikam perjuangan mujahidin di Afghanistan. Mereka membantai Ahlus Sunnah di Irak, Libanon, Suriah, Yaman, bahkan mereka hampir menguasai Bahrain.

Singkat kata, tidak ada Jihad kaum Syiah dalam sejarah, selain “jihad” yang diarahkan untuk memusnahkan dan menghancur-leburkan kaum Sunni. Sejarah klasik dan modern sudah memaparkan fakta. Bahkan dalam kasus Iran Contra Gate terbongkar skandal besar. Ternyata, di balik gerakan Kontra di Nikaragua, Amerika memasok senjata kepada para gerilyawan itu. Darimana dananya? Dari hasil kerjasama jual-beli minyak dengan Iran. Padahal dalam kampanye dunia, sudah dimaklumkan bahwa Amerika itu sedang konflik dengan Iran. Tetapi di balik itu ada sandiwara “jual-beli minyak” yang menggelikan. Kasus ini sangat terkenal, sehingga seorang kolonel Amerika dikorbankan sebagai tumbalnya.

KETIGA. Apa sih yang dilakukan Hizbullah (Syiah Rafidhah) di Libanon kepada Israel? Apakah dia terlibat perang terbuka dengan Israel? Apakah dia menduduki wilayah Israel dan berusaha mengusir penduduk Yahudi? Ternyata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya melepaskan tembakan mortir ke arah pasukan Israel atau wilayah Israel. Atau mereka melakukan tembakan senapan, atau tembakan rudal anti tank. Hanya itu saja. Mereka tidak pernah terlibat perang terbuka vis a vis, seperti para pejuang Ahlus Sunnah di Irak, Afghanistan, Chechnya dan lainnya. Jadi singkat kata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya semacam “main-main” untuk membuang amunisi-amunisi ringan. Itu saja kok.

KEEMPAT. Dalam sejarah perang Arab-Israel, sejak merdeka tahun 1948 Israel sudah berkali-kali bertempur dengan pasukan Arab. Yang terkenal adalah perang tahun 48, perang tahun 67, dan perang tahun 70-an. Ia kerap disebut perang Arab-Israel. Setelah itu belum ada lagi perang yang significant. Dalam sejarah ini, lagi-lagi tiada peranan Iran sama sekali. Bahkan ketika Ghaza dihancur-leburkan Israel pada tahun 2008-2009 lalu, Iran lagi-lagi tidak terlibat apa-apa. Jadi, apa yang bisa dibanggakan dari manusia-manusia pemeluk agama Persia (Syiah Rafidhah) itu?

KELIMA. Menurut Ustadz Farid Okbah, di Iran itu sangat banyak orang-orang Yahudi. Menurut informasi, jumlahnya bisa mencapai 50.000 jiwa. Mereka bisa hidup aman dan sentosa di Iran, sedangkan Ahlus Sunnah hidupnya sangat menderita disana. Iran bersikap welcome kepada kaum Yahudi, dan sangat ofensif kepada kaum Muslimin. Ini adalah realitas yang sangat menyedihkan. Makanya tidak salah kalau ada yang mengatakan, Rafidhah lebih sadis dari orang-orang kafir lain.

Contoh yang sangat unik ialah kerjasama antara Hamas dan Iran. Banyak orang menyebutkan, Hamas kerap kerjasama dengan Iran. Hal itu konon berdasarkan sikap Syaikh Al Bana yang dulunya pernah berujar, bahwa Syiah adalah sesama saudara Muslim juga. Mereka sama-sama Ahlul Qiblah. Tetapi realitasnya, Ikhwanul Muslimin di Suriah dibantai puluhan ribu manusia disana oleh regim Hafezh Assad. Ternyata, regim itu dan anaknya, dibantu oleh Iran juga. Nah, ini kan sangat ironis. Hamas kerjasama dengan Iran, sementara Al Ikhwan di Suriah dibantai oleh regim Suriah yang didukung oleh Iran.

KEENAM. Propaganda bahwa Syiah Rafidhah itu musuh Zionis Israel, semua ini hanya propaganda belaka. Sejatinya mereka itu teman-karib, sahabat dekat, saling tolong-menolong, sebagian menjadi wali atas sebagian yang lain. Mereka ini selamanya tak akan pernah terlibat dalam peperangan. Kaum Yahudi membutuhkan Iran, sebagai seteru Ahlus Sunnah. Sedangkan Iran membutuhkan Yahudi, juga sebagai seteru Ahlus Sunnah. Dalam hadits Nabi Saw juga disebutkan bahwa kelak dajjal akan muncul dari Isfahan (salah satu kota di Iran yang saat ini banyak dihuni Yahudi) dengan 70.000 pasukan. Yahudi membutuhkan Iran, karena darinya akan muncul pemimpin mereka. Dan dalam literatur-literatur Syiah, sosok dajjal itu sebenarnya adalah sosok “Al Mahdi Al Muntazhar” yang selalu mereka tunggu-tunggu. Begitulah, banyak kesamaan kepentingan antara Syiah dan Yahudi.

KETUJUH. Fakta berikutnya yang sangat mencengangkan. Ternyata Syiah Iran juga menjalin kerjasama dengan China dan Rusia, dua negara dedengkotnya Komunis. Mereka ini umumnya kerjasama dalam soal industri, perdagangan, dan jual-beli senjata. Ketika Amerika berniat menjatuhkan sanksi akibat instalasi nuklir Iran, segera China dan Rusia memveto niatan itu. Kedua negara terang-terangan membela Iran. Begitu juga China dan Rusia juga membela regim Bashar Assad (semoga Allah Al Aziz segera memecahkan kepala manusia durjana satu ini, amin ya Mujibas sa’ilin) dari ancaman sanksi internasional. Sedangkan kita tahu, regim Suriah sangat dekat koneksinya dengan Iran. Jadi, kita bisa simpulkan sendiri posisi Iran di mata China, Rusia, dan regim Suriah.

Jadi kalau kemudian kita mendengar propaganda Syiah anti Yahudi, Syiah anti Amerika, Syiah anti Zionis, dan sebagainya…ya sudahlah, saya akan ketawa saja. Tidak usah dianggap serius. Anggaplah semua itu hanya “olah-raga kata-kata” saja (meminjam istilah seorang politisi busuk). Syiah selamanya akan berkawan dengan kaum kufar dan sangat apriori dengan kaum Muslimin (Ahlus Sunnah). Mereka itu lahir dari sejarah kita, tetapi wujud dan hatinya milik orang kafir. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Semoga artikel sederhana ini bermanfaat. Semoga kita semakin sadar, bahwa Syiah Rafidhah bukanlah kawan. Mereka membutuhkan istilah kawan selagi masih lemah. Nanti kalau sudah kuat, mereka akan menghancur-leburkan Ahlus Sunnah. Tetapi cukuplah Allah Ta’ala sebagai Wali, Pelindung, dan Penolong kita. Dialah sebaik-baik Pelindung dan Penjaga. Walhamdulillahi Rabbil a’alamiin

Kasus Solo Bukan Terorisme Tetapi Operasi Intelijen

MT Arifin
(Pengamat Militer dan Intelijen)



Pengamat Militer dan Intelijen dari Solo, MT Arifin menceriterakan, pasca terjadinya penembakan mati terduga teroris di Solo, Farhan dan Mukhsin oleh pasukan Densus, Jum’at (31/8/2012), dirinya langsung diwawancarai oleh stasiun televisi swasta nasional dari Jakarta. Dalam wawancara itu dia mengemukakan bahwa kasus Solo itu bukanlah terorisme tetapi merupakan operasi intelijen.

Namun anehnya, sehari kemudian dirinya mendapat serangan santet yang datangnya dari arah Jakarta. “Alhamdulillah, serangan santet itu berhasil digagalkan,” ungkap MT Arifin yang juga memahami masalah supranatural tersebut. Pengamat Militer dan Intelijen itu tidak mau menduga-duga, siapa yang memerintahkan serangan jahat melalui ilmu hitam tersebut.

Berikut ini wawancara Tabloid Suara Islam dengan MT Arifin seputar terorisme dan operasi intelijen untuk menciptakan keadaan dan mengalihkan isu krusial yang terjadi pada pemerintahan SBY.


Mengapa kelompok Islam selalu disebut teroris, sedangkan Kristen seperti RMS dan OPM separatis, padahal mereka lebih banyak menimbulkan korban bagi personil TNI dan Polri ?

Persoalan istilah teroris dan separatis bukan stigmatisasi terhadap kelompok yang melakukan perlawanan pada institusi resmi, tetapi didasarkan atas konsep politik yang berkaitan dengan sifat yang ingin dilakukan dengan melakukan tindakan itu. Separatis konsepnya berkaitan dengan pemisahan, misalnya suku atau daerah ingin memisahkan diri dari negara. Sedangkan teroris konsep politik yang berkaitan dengan tindakan kekerasan untuk membentuk opini publik dan melakukan tekanan terhadap kekuasaan. Jadi dasarnya adalah konsep politik.

Dalam konteks Kenegaraan, lebih berbahaya mana antara teroris dan separatis ?

Persoalannya bukan lebih berbahaya mana antara teroris dan separatis. Persoalannya adalah gerakan itu menimbulkan efek yang bagaimana. Kemudian akibat dari efek itu akan menimbulkan konsekuensi-konsekuensi politik tertentu. Kalau dulu sampai sekarang separatis dihadapi oleh angkatan perang, tetapi kalau teroris dihadapi polisi. Kalau sekarang separatis dihadapi polisi, itu tergantung UU. Misalnya, kalau dianggap sebagai suatu tindakan yang membuat kekacauan di masyakarat dimana law and order terganggu, biasanya dihadapi polisi. Tetapi kalau sudah perlawanan total secara resmi, maka akan dihadapi militer dan semuanya dipengaruhi UU yang berlaku.

Mengapa sasaran Densus selalu umat Islam, padahal Kristen juga banyak terorisnya seperti Laskar Kristus yang aktif melakukan latihan militer di berbagai tempat tetapi dibiarkan saja ?

Kalau dilihat secara keseluruhan sebenarnya tidak begitu, terbukti Tibo cs yang melakukan pembantaian terhadap umat Islam di Poso juga dihukum mati. Sebenarnya kalau dilihat dari segi hukum, siapapun dan apapun kelompok tanpa pandang bulu diberlakukan sama. Memang di Indonesia yang sering jadi sasaran adalah umat Islam karena mayoritas. Kemudian dilihat dari pergerakan dan sejarah serta rumusan yang ada di jaringan intelijen, yang menjadi sasaran berbahaya adalah umat Islam sejak kasus pemberontakan DI-TII pada masa Kartosoewirjo. Kalau saya baca di berbagai buku intelijen, memang berasal dari sana. Sehingga Islam menjadi satu corak yang dianggap sangat menonjol. Pertanyaannya, mengapa kelompok non Islam tidak melakukan itu, karena mungkin mereka tidak terlalu besar dan lebih banyak melakukan gerakan separatisme seperti RMS dan OPM. Sebenarnya umat Islam juga pernah melakukan gerakan separatisme seperti GAM di Aceh.

Saya kira juga dipengaruhi perkembangan di tingkat global, terutama munculnya terorisme di tingkat internasional akibat kegagalan menyelesaikan kasus Afghanistan, terutama setelah terjadinya perpecahan antara kelompok Mujahiddin dengan AS pasca kekalahan Uni Soviet di Afghanistan. Juga setelah terjadinya perbedaan pendapat antara AS dengan Irak masalah minyak yang menyebabkan terjadinya Perang Teluk Persia II setelah Irak menyerbu Kuwait (1990) sampai invasi pasukan AS ke Irak (2003) yang menyebabkan jatuhnya pemerintahan Saddam Hussein. Memang setelah itu terjadi suatu pergerakan dimana Islam bangkit menjadi kekuatan pengontrol terhadap Pan Americanisme. Sehingga menjadi suatu merek yang sangat laik pasar dan itu berpengaruh terhadap Indonesia. Persoalannya, karena wilayah umat Islam di Timur Tengah kaya akan minyak bumi dan biaya produksinya sangatlah murah jika dibandingkan dengan wilayah lain yang biaya produksinya sangatlah tinggi, karena itulah wilayah umat Islam selalu menjadi sasaran negara lain.

Apa korelasi antara terorisme dengan persediaan minyak dunia ?

Tahun 2000 lalu ada pertemuan ahli intelijen internasional dari Barat yang membahas persoalan hubungan internasional, dimana dinyatakan bahwa dunia Barat sangat kritis akan kebutuhan minyak. Karena itu minyak bumi menjadi salah satu fokus persoalan hubungan antar bangsa dan kebetulan yang menjadi masalah adalah kontrol Islam atas Barat setelah bubarnya Uni Soviet. Kemudian Islam menjadi kekuatan utama yang akan mengontrol pada saat Barat melihat minyak sebagai fokus persoalan antar bangsa, karena itu menimbulkan terorisme internasional.

Kalau sebelumnya ada terorisme nasional yang melahirkan gerakan seperti IRA di Irlandia dan gelombang kedua melahirkan terorisme ideologis seperti Tentara Merah di Jepang dan Italia, sekarang terorisme internasional memperebutkan SDA strategis seperti minyak dan Islam menjadi kekuatan utamanya. Sehingga lahirlah Teori Samuel Huntington yang menganggap Islam sebagai musuh Barat setelah jatuhnya Uni Soviet. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap Indonesia yang memiliki ketergantungan bantuan, peralatan, kerjasama, pendidikan, pelatihan dan utang dari Barat.

Selama ini Densus dibentuk, dilatih serta dibiayai AS dan Australia. Bagaimana komentar Anda sebagai pengamat militer dan intelijen ?

Bukan dibiayai, justru kita yang minta bantuan kesana karena tidak memiliki dana. Ada sebuah kritikan yang berasal dari pengamat intelijen pada beberapa kasus terorisme. Katanya bukan untuk persoalan terorisme, tetapi untuk membentuk opini dan menghentak negara yang dijadikan sasaran donatur. Karena itu sekarang bukan persoalan teroris, sebab kalau dilihat dari standar terorisme secara internasional, teroris bukan seperti di Indonesia dimana mereka menembak dengan pistol. Jadi perlu adanya standar mana yang disebut teroris dan mana yang disebut kejahatan, jadi harus jelas. Sebab jika tidak, maka nanti kalau proyek yang laku teroris, maka semuanya akan dimasukkan ke dalam kerangka teroris.

Jadi semakin ramai teroris, semakin menguntungkan Densus ?

Persoalannya bukan Densus, tetapi pemerintah. Kebetulan dana yang masuk ke pemerintah sebagian dioperkan ke kepolisian melalui Densus. Itu kan kerjasama antara pemerintah, apalagi polisi berada di bawah Presiden. Jadi yang menjadi persoalan bukannya Densus, tetapi pemerintah. Polisi selalu menjadi sasaran, padahal polisi hanya menjalankan perintah siapa lagi kalau bukan dari Presiden, dimana sekarang kita sedang menjalankan sistem Presidensial. Polisi sebenarnya tidak punya apa-apa, seumpama disuruh ke Timur ya ke Timur, disuruh ke Barat ya ke Barat.

Mengapa BNPT dan Densus selalu dikendalikan mereka yang anti Islam seperti Ansyaad Mbai, Gories Mere dan Petrus Golose ?

Tidak begitu, aparat dasarnya adalah prestasi. Jadi persoalannya bukan Islam dan non Islam. Orang non Islam yang senang pada Islam juga banyak, sebaliknya orang Islam yang tidak Islamis juga banyak. Justru kadang-kadang kelemahan kita dalam melakukan penilaian selalu bertolak-belakang dari Islam dan non Islam. Bagaimanapun juga mereka tidak memiliki kekuasaan apa-apa kalau tidak diberi wewenang. Jadi persoalannya kelembagaan, yang bekerja bukan hanya dia tetapi sebuah tim besar. Banyak polisi yang Islamnya bagus, tetapi persoalannya adalah dalam rangka pengamanan lembaga negara.

Jadi muaranya tertuju pada Presiden ?

Muaranya pada misi dari sebuah nation yang ditafsirkan pemerintah. Semestinya yang bertanggungjawab adalah pemerintah, bukan polisi.

Bagaimana pandangan Anda mengenai Program Deradikalisasi yang digerakkan BNPT ?

Saya jelas tidak setuju, dalam arti titik tolaknya darimana. Persoalan radikal dan tidak radikal akan dipahami dari konteks pengetahuan dan sikap radikal karena apa. Dalam UU Politik ada persoalan yang dinyatakan radikal. Jadi sikap radikal itu bukan persoalan orang itu radikal atau tidak radikal, tetapi dibangun oleh pengetahuan terhadap perkembangan nasional dan internasional serta rasa kesadaran akan ketidakadilan. Misalnya, pemerintah dalam mengatasi persoalan dianggap tidak adil, maka ini yang membentuk sikap radikal.

Jadi persoalan deradikalisasi semestinya berkaitan dengan bagaimana pemerintah mencoba untuk melaksanakan tujuan pemerintahan mengenai keadilan, kesejahteraan rakyat, menegakkan kebenaran, menegakkan hukum dan sebagainya. Pada saat sekarang telah terjadi kesenjangan yang tajam, mengenai pandangan pemerintah dan sikap yang dimiliki kelompok Islam dan non Islam serta hubungan antar mereka. Kesenjangan itu dipengaruhi informasi yang dimiliki dan perubahan sosial yang tinggi. Hal itu menyebabkan ketajaman hubungan karena terjadinya revolusi kebudayaan, dimana di Indonesia terjadi pada saat era reformasi sekarang. Itu yang menimbulkan persoalan dan tidak diantisipasi dengan program politik yang sistematik. Berbeda dengan Korea Selatan, sudah diantisipasi sejak awal bagaimana mengatur anak-anak main games. Tetapi disini tidak dan ini yang menjadi masalah. Jadi persoalan radikal dan tidak radikal adalah persoalan proses yang dialami oleh warga negara dalam kehidupan bermasyarakat akibat adanya kesenjangan tertentu.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai rencana BNPT yang dipimpin Ansyaad Mbai untuk melakukan Sertifikasi Ulama ?

Saya kira itu tidak tepat, sertifikasi untuk apa ? Memang salah satu problem di kalangan ulama, da’i dan mubaligh adalah dalam menghadapi persoalan dimana banyak sekali pengajian yamg diberikan kelompok muda tamatan pesantren kilat. Hal ini juga terjadi di kalangan Kristen yang diberikan kelompok muda tamatan kursus Injil. Dalam memberikan ceramah, mereka belum sampai pada tingkat dengan wawasan luas, kemudian berceramah dengan sikap fanatik, dimana akhirnya menimbulkan hasil kontra produktif. Di kalangan pemuda Kristen yang fanatik juga banyak sekali dan saya mendapat laporan ini dari salah seorang pimpinan Univeristas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah. Jadi yang terdapat kelompok fanatik bukan hanya Islam saja tetapi juga Kristen. Tetapi masalahnya Islam di Indonesia mayoritas mutlak sehingga yang menonjol fanatismenya adalah Islam, padahal di Kristen juga banyak sekali yang fanatik dan fundamentalis. Fanatisme akibat itu semestinya dibicarakan dan diatasi masing-masing agama.

Apakah Sertifikasi Ulama yang akan dilakukan BNPT merupakan penghinan terhadap ulama ?

Saya kira itu tidak ada artinya. Sertifikasi biasanya pada program fungsional yang bersifat karier. Kalau ulama kan bukan jabatan karier. Sekarang persoalannya bagaimana strategi untuk menghadapi ekses-ekses itu.

Kembali ke terorisme, apakah operasi pemberantasan teroris yang digerakkan BNPT dan Densus memang proyek yang menguntungkan, dimana semakin banyak teroris yang berkeliaran maka semakin membuat kantong mereka tebal ?

Dulunya operasi semacam ini dilakukan militer dan intelijen. Jadi operasi anti terorisme bagi polisi adalah hal baru. Sekarang yang menjadi persoalan adalah bagaimana meningkatkan kinerja polisi agar menjadi lebih professional. Tetapi bukan berarti saya mengatakan kalau polisi sekarang tidak profesional dalam menanggani kasus terorisme. Namun berdasarkan kasus yang ada, seharusnya polisi meningkatkan profesionalismenya, sehingga tidak sering melakukan kesalahan target atau sasaran. Polisi juga perlu meningkatkan pemahaman terhadap penegakan hukum dan perlindungan HAM. Selain itu persoalan terorisme seharusnya dikaji dari persoalan yang lebih tinggi, bukan hanya linier.

Bagimana Anda melihat kasus penembakan mati terhadap terduga dua teroris oleh Densus di Solo baru-baru ini ?

Saya melihatnya itu operasi intelijen, bukan terorisme. Perkara kemudian dikaitkan dengan terorisme, itu bisa saja. Karena dalam operasi itu digunakan orang yang mau. Bedanya, operasi intelijen dimaksudkan untuk menciptakan suatu keadaan, tetapi kalau terorisme menggunakan kekerasan untuk mempengaruhi suatu kebijakan. Banyak sekali kasus terorisme, tetapi kalau dilihat dari ilmu pengetahuan tentang terorisme, sesungguhnya bukan terorisme.

Kasus di Solo itu jelas merupakan operasi intelijen, jika dilihat dari sifat-sifatnya. Karena sekarang proyek yang paling laku dijual ya terorisme. Seorang teroris tidak mungkin mengaku dirinya sebagai teroris. Juga tidak mungkin teroris berkali-kali nongkrong pada satu tempat. Kalau teroris, begitu mengebom tidak akan kembali lagi ke tempat itu sampai puluhan tahun. Karena itu kita harus memperjelas, apa terorisme itu. Jangan sampai mendefinisikan terorisme dengan pola-pola kriminal. Sekarang yang terjadi di Indonesia, melihat terorisme sebagai pergerakan kriminal. Masak teroris hanya nongkrong disitu-situ saja, tidak berpindah-pindah tempat. Seharusnya teroris tidak seperti itu, karena konsekuensinya mati. Saya kira terorisme sebagai suatu cara untuk mengalihkan isu. Sebab kalau ada persoalan yang muncul di pemerintahan, maka untuk mengalihkan isu muncullah operasi pemberantasan terorisme. Kalau sudah begitu, semua media massa pasti akan melupakannya dan mengarahkannya kesana.

Kalau kasus penembakan mati dua orang terduga teroris di Solo, untuk mengalihkan isu yang mana di pemerintahan SBY ?

Kita lihat dari kategorinya, seperti kasus M Thoriq di Tambora, Jakarta. M Thoriq sudah diamati sejak setahun lalu, tetapi mereka baru menangkapnya pada saat diperlukan untuk mengalihkan isu. Seperti kasus Solo, adanya pemberitaan seorang anggota Densus yang mati tertembak tidak sebagaimana yang saya peroleh kabarnya. Juga kasus polisi yang tertembak di Prembun Purworejo beberapa waktu lalu. Kabarnya tertembaknya polisi tersebut hanya karena rebutan wanita, tetapi kemudian dikabarkan karena ditembak teroris. Waktu itu saya sudah protes pada salah seorang pejabat kepolisian di Polda Jateng, tetapi katanya sudah dilaporkan kasus yang sebenarnya ke Mabes Polri, tetapi ketika sampai di Jakarta ceriteranya jadi berubah menjadi kasus terorisme.

Banyaknya kasus terorisme, apa memang tujuannya untuk mendiskreditkan umat Islam Indonesia yang mayoritas ?


Persoalannya bukan umat Islam. Persoalannya kasus terorisme bisa digunakan untuk berbagai kepentingan. Seperti kepentingan untuk mengalihkan perhatian, peningkatan program sehingga mendapat dana yang besar, agar kinerjanya terlihat efektif dan sebagainya. Jadi kebetulan saja mereka latar belakangnya beragama Islam.

Mengapa setiap menjelang kedatangan pejabat tinggi AS ke Indonesia, selalu muncul kasus terorisme, seperti baru-baru ini menjelang kedatangan Menlu Hillary Clinton ?

Kalau itu bisa saja penafsiran-penafsiran, tetapi benar dan tidaknya kita tidak tahu. Karena dalam kasus terorisme di Indonesia sering kali terjadi kekurangan data, maka perlu dibuat data baru, sehingga dalam berbagai kasus terjadi seperti itu.

Bagaimana menurut Anda, sikap umat Islam Indonesia dalam menghadapi kasus terorisme yang sering terjadi ?

Pertama, media massa tidak memberitakan tentang terorisme dan penyelesaiannya. Kedua, umat Islam sebaiknya bersikap tidak reaktif. Sebab kalau bersikap reaktif maka ibarat paling enak dioper bola, pasti akan memburu. Jadi begitu ada isu terorisme muncul, pasti ada masalah yang sangat kritis di pemerintahan. Jadi sepertinya umat Islam tidak terkendali dan paling mudah dioper bola agar memburunya. Ketiga, umat Islam perlu mengetahui berbagai informasi strategis.

Sebab salah satu permasalahan yang dihadapi umat Islam Indonesia sehingga mudah menjadi radikal adalah karena membaca buku-buku terjemahan dari luar yang sangat berbeda dengan kondisi dan situasi di Indonesia. Pasalnya, ketika agama jauh dari kajian kebudayaan, maka akan cenderung radikal. Sebaliknya, tatkala agama dikembangkan atas dasar pergulatan antara masyarakatnya dengan kebudayaan, maka akan cenderung tidak radikal, sebagaimana dakwah yang dikembangkan para Wali Songo dengan melalui pendekatan kebudayaan.

Abdul Halim