This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. (Arrahmah.com) – Bidang dakwah, pendidikan dan pelayanan masyarakat mujahidin Ash-Shabab Somalia pada Ahad (3/2/2013) kembali melaksanakan sejumlah program penting di wilayah yang berada dalam pemerintahan mereka. Di distrik Islam Kido, mujahidin mengadakan pelatihan ilmu syariat bagi penduduk setempat....

BULO BURTI

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

IMAM SUPRIADI UNTUK INDONESIA

Tampilkan postingan dengan label Aliran-Aliran Sesat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aliran-Aliran Sesat. Tampilkan semua postingan

25 Jun 2014

Mau Masuk Surga Pilih Jokowi, Kalau Tidak Masuk Neraka

Mau Masuk Surga Pilih Jokowi, Kalau Tidak Masuk Neraka

Tribunnews/JEPRIMA
Calon Presiden pasangan nomor urut dua, Joko Widodo atau sering disapa Jokowi menyampaikan visi dan misinya saat mengikuti acara Debat Capres 2014 putaran ketiga di Holiday Inn, Jakarta Utara, Minggu (22/6/2014). Pada debat kali ini mengangkat tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional. (Tribunnews/Jeprima) 
TRIBUNNEWS.COM, BANDARLAMPUNG - Banyak cara dilakukan untuk mempengaruhi orang agar mendukung pasangan capres-cawapres. Kampanye nasional pilpres pasangan Jokowi - JK di Lapangan Enggal, Bandar Lampung Ketua DPD PDIP Provinsi Lampung Sjachroedin Zainal Pagaralam ancam warga yang tidak memilih pasangan nomor dua akan masuk neraka.
"Yang nanti mau masuk surga nanti tanggal 9 Juli jangan lupa pilih Jokowi-JK ya, kalau tidak milih nanti masuk neraka," ujar Sjachroedi ZP dihadapan massa pendukung Jokowi-JK di Lampung pada Selasa (24/6/2014).
Lelucon itu, disambut gelak tawa Megawati dan Jusuf Kalla serta massa yang hadir mengikuti kampanye tersebut. Sjachroedin juga mengatakan bahwa pasangan Jokowi dan JK memiliki pengalaman di pemerintahan.
"Pak Jokowi pernah menjadi Walikota Solo dan Gubernur DKI demikian juga Jusuf Kalla pernah menjadi Menko Kesra di zaman Presiden Ibu Megawati dan Wakil Presiden SBY," kata dia.
Pengalaman-pengalaman mengurusi rakyat itulah yang ia yakini akan membawa perubahan lebih baik lagi.
"Jadi jangan beli kucing dalam karung ya," katanya.
Kampanye pasangan capres Jokowi-JK di Lampung menghadirkan juru kampanye pimpinan PDI-P Megawati Soekarno Putri dan CawapresJusuf Kalla serta artis ibukota Mpok Ati. Dalam kesempatan itu juga Megawati menegaskan bahwa pasangan nomor urut satu tidak pernah berpengalaman memimpin pemerintahan.
"Mungkin menjadi ketua RT juga belum pernah, ini bukan fitnah saya berani mempertanggungjawabkannya," ujar Megawati.
Ia juga mengatakan, jangan sampai masyarakat Lampung menyesal selama lima tahun gara-gara salah memilih pemimpin.
"Jadi jangan ragu lagi ya, pilih yang pasti-pasti saja nomor dua yang sudah berpengalaman," kata dia lagi
.

7 Mei 2013

Pernyataan Sikap Forsamat tentang Ahmadiyah Tasikmalaya

Tasikmalaya (SI ONLINE) - Akibat ketidaktegasan pemerintah pusat yang belum mau membubarkan Ahmadiyah, akhirnya masalah kelompok sesat tersebut terus berlangsung.Yang teranyar ialah terjadinya bentrokan antara masyarakat dan kelompok Ahmadiyah pada Ahad (5/5/2013) di Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Bentrokan dipicu akibat Ahmadiyah yang masih terus melakukan aktivitas ajaran sesatnya. Sebelum kejadian, masyarakat bersama Polres Kabupaten Tasikmalaya telah berupaya melakukan negosiasi dengan Ahmadiyah yang hendak mengadakan acara Jalsah Hasanah Ahmadiyah se-Jawa Barat, namun usaha tersebut gagal karena Ahmadiyah bersikukuh untuk tetap mengadakan acara.

Menurut pengakuan Ibnu Mansur, salah seorang warga, bahwa dua hari sebelumnya sejak Jum'at (3/5/2013), Ahmadiyah sudah diperingatkan secara baik-baik agar menghentikan ajaran sesatnya sesuai peraturan Gubernur Jawa Barat No.12 Tahun 2011 tentang Larangan Kegiatan Jemaat Ahmadiyah di Jawa Barat.

Atas kejadian tersebut, Forum Masyarakat Anti Maksiat dan Aliran Sesat (Formasat) Tasikmalaya telah mengeluarkan pernyataan sikapnya, berikut isi pernyataan yang di terima Suara Islam Online pada Senin (6/5/2013).

Forum Masyarakat Anti Maksiat dan Aliran Sesat (Formasat), menyatakan sikap:
1. Menghargai dan menghormati usaha Polres Tasikmalaya untuk menghentikan acara Jalsah Ahmadiyah se-Jawa Barat di Salawu.
2. Mengecam keras kepada panitia Ahmadiyah yang melecehkan dan menghina aparat.
3. Mendesak kepada pemerintah Tasik untuk membersihkan Ahmadiyah di Tasikmalaya.
4. Mendukung Ormas Islam untuk membubarkan Ahmadiyah dan aliran sesat lainnya.

Saatnya polisi dan umat Islam Tasikmalaya bersatu untuk membina dan mengusir Ahmadiyah.


Rep: Syaiful

30 Mar 2013

Naudzubillah, Pendukung Kaum Gay dan Lesbi Unjuk Kekuatan di Amerika

Jakarta (SI ONLINE) - Saat perdebatan antara Proposition 8 dan Defense of Marriage Act (DOMA) di Amerika Serikat, di luar Mahkamah Agung justru terjadi parade spanduk  pernikahan sesama jenis. Mereka adalah kaum terlaknat dari kalangan gay dan lesbian.

Penggemar Harry Potter yang mendukung pernikahan sesama jenis, memilih menggunakan tokoh kepala Sekolah Dumbledore. "Jangan main-main dengan Undang-Undang Dombledore", bunyi spanduk itu.

J.K Rowling, penulis Harry Potter, dalam sebuah wawancara, pernah menyatakan Albus Dumbledore itu gay.

Ada juga pengunjukrasa yang mengangkat reality show terkenal di AS, "Here Comes Honey Boo Boo".

"Everybody's a little gay," mengutip perkataan Honey Boo Boo dalam salah satu episode.

Seorang wanita membawa sebuah spanduk bertuliskan "Lesbians Love Boies" yang berisi dukungan kepada David Boies, pengacara yang mendukung pernikahan sesama jenis.

Pendemo yang tidak mendukung pun turut menyuarakan aspirasi mereka saat pawai melewati gedung itu. "God Made Adam & Eve, Not Adam & Steve", kata mereka seperti dikutip Reuters.

Dalam kategori makanan, ada spanduk bertuliskan "Spread Nutella, not hate", sebarkan Nutella, bukan kebencian.

red: shodiq ramadhan
sumber: ANTARA news

Adi Bing Slamet Segera Laporkan "Aliran Sesat" Eyang Subur ke MUI

JAKARTA (voa-islam.com) – Selama beberapa pekan, Adi Bing Slamet gencar membeberkan fakta-fakta tentang Eyang Subur bersama dengan korban-korban lainnya di media massa. Adi dan teman-temannya yang mengaku sebagai korban Eyang Subur akan melaporkan Eyang Subur ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait ajaran sesat yang diajarkannya ke banyak orang.
"Akan ada rencana melaporkan hal ini ke MUI dalam waktu dekat," kata Adi saat konferensi pers di kawasan Ragunan, Jakarta, beberapa waktu lalu, 25 Maret 2013. Menurut dia, masalah ini sudah masuk dalam penipuan agama.
Adi menegaskan, Dia (Eyang Subur) menyesatkan banyak orang, bukan hanya dirinya sendiri. Adi dan kawan-kawan juga menjelaskan mengenai ritual yang harus dilakukan para pengikut Eyang Subur. Salah satu yang sudah diketahui adalah, meminum kopi pahit, kopi manis, dan juga air garam. "Itu air syarat," kata Adi.

Adi dan kawan-kawan mengaku, ketika bulan Ramadan dan sudah masuk waktu Imsak, Eyang Subur masih menyuruh pengikutnya untuk meminum air syarat. Sedangkan hal tersebut tidak diperbolehkan dalam agama. Eyang Subur telah merusak akidah.

"Secepatnya akan hadapi ke MUI. Mesti cooling down dulu beberapa hari ini," ujarnya. Adi merasa dengan menghadirkan tokoh ulama dan melaporkan ke MUI akan membantu untuk menentukan mana yang halal dan haram. Semua pendapat akan terlihat lebih kuat.

Adi mengatakan pernah merasa benci melihat orang melakukan ibadah salat. Ia benci melihat orang-orang saleh. Menurut dia, itu semua dirasakannya akibat ilmu dari Eyang Subur yang telah ditularkan ke dalam dirinya.
Beberapa hari ini masyarakat dihebohkan oleh 'serangan' Adi terhadap Eyang melalui pemberitaan di media. Bekas penyanyi cilik itu menuding Eyang telah mengajarkan aliran sesat. Adi juga mengatakan dirinya disantet setelah tak lagi 'berguru' dengan Eyang.
Eyang Subur, menurut Adi dan korban lainnya, selalu memaksakan perintahnya. Semua yang dimintanya harus dilakukan. Jika tidak, mereka akan disumpahi dengan kata-kata kasar. "Disumpah-sumpahi kalau melanggar perintahnya, dia selalu mengatasnamakan gaib," kata Adi yang bernama asli Ferdinand Syah Albar ini.

"Gaib mana yang mengajarkan mabuk-mabukkan, berjudi?" kata Adi dengan penuh emosi. Pria kelahiran tahun 1967 ini mengatakan, Eyang Subur secara tidak langsung mengajak dia dan pengikut-pengikutnya menjauh dari ajaran agama. Hal ini yang membuatnya kukuh untuk mengajak pengikut Eyang Subur tersadar dan kembali ke ajaran agama.
Eyang Subur adalah seorang guru spiritual. Ia diadukan mantan muridnya, Adi Bing Slamet, ke media massa dengan tuduhan mengajarkan aliran sesat. Tak hanya itu, ia juga disebut mengguna-gunai mantan artis cilik tersebut. Adi mengklaim korban Subur tak hanya dirinya. "Saya punya pengalaman sangat pahit. Kami dibikin sesat, sesesat-sesatnya," ujar Adi

FPI Investigasi
Habib Salim Al-Atas alias Habib Selon dari FPI, seperti diberitakan Tempo, telah mendatangi kediaman Eyang Subur di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa malam, 26 Maret 2013. Kedatangan FPI untuk kedua kali dalam bulan ini bukan lagi soal tuduhan aliran sesat yang diajarkan Subur. "Kami minta ia menyelesaikan urusan dengan istri-istrinya," ujar Habib Selon.

Menurut Habib Selon, setidaknya Subur memiliki delapan atau sembilan istri. "Kami minta dengan yang empat diselesaikan," ujarnya. Atas permintaannya itu, FPI mengklaim Subur telah menerima. "Ia bilang akan coba diselesaikan," ujarnya.

Subur diketahui memiliki banyak istri. Menurut Adi, kabarnya hingga kini, Eyang Subur telah memiliki sembilan istri, dan salah satunya adalah istri Septian Dwi Cahyo. [desastian/dbs]

11 Nov 2012

Massa Syiah Bahrain membakar 59 mobil di gudang perusahaan Hyundai

MANAMA (Arrahmah.com) – Hanya beberapa jam setelah Departemen Dalam Negeri Bahrain mengumumkan pencabutan kewarga negaraan 31 warga Syiah Rafidhah pada Rabu (7/11), massa Syiah mengamuk dan membakar 59 mobil di sebuah gudang milik perusahaan Hyundai di kawasan mayoritas Syiah, Satrah.
"Sekelompok teroris pada pagi buta hari ini melakukan serangan terorisme, dengan membakar gudang mobil milik perusahaan Hyundai di wilayah Satrah," kata Kepala kepolisian wilayah Bahrain Tengah kepada Kantor Berita Bahrain (BNA).
Kepala kepolisian mengatakan patrol keamanan dan Pasukan Pertahanan Sipil langsung bergerak ke lokasi kejadian setelah mendapat informasi penyerangan. Di lokasi kejadian, pihak keamanan mendapati dua satpam berkewarga negaraan Asia dalam kondisi terikat dan mata tertutup. Keduanya dilumpuhkan oleh massa penyerang, dipukuli dan diikat di dalam gudang. Demikian laporan BNA.
Dari penyisiran dalam gudang mobil dan wilayah sekitar lokasi kejadian, patroli kepolisian dan Pasukan Pertahanan Sipil menemukan sejumlah jirigen bekas bensin dan sejumlah bom molotov. Massa penyerang telah membakar 59 mobil yang berada dalam gudang. Pihak keamanan Bahrain masih mengadakan penyidikan dan pengejaran terhadap massa pelaku serangan.
(muhib almajdi/arrahmah.com)

28 Jun 2012

Mubahalah Husein Alattas

Hari Rabu 27/06 bertempat di Radio Silaturahmi (RASIL), Ustadz Husein Alattas dia bersumpah siap dilaknat oleh Allah jika keyakinannya bahwa Muawiyah RA bukanlah Sahabat secara syar'I itu bathil (Husein meyakini bahwa Muawiyah bukanlah sahabat secara makna syar'i, hanya termasuk sahabat dalam sisi lughowi (bahasa). Husein juga mengakui mengkritik dan menghujat Muawiyah RA

31 Mei 2012

Ingin Kajian Kesesatan Syi'ah Gagal, Pengikut Syi'ah Bertindak Anarkis

JEMBER (voa-islam.com) – Pengikut  Syi’ah kembali memancing kerusuhan. Tak senang diselenggarakan sebuah kajian yang membahas tentang kesesatan Syi’ah di Puger, Jember, Jawa Timur, pengikut Syi’ah memaksa menggagalkan kajian tersebut hingga berujung pada tindakan anarkis.
Ketua Rois Syuriah PCNU Kencong, KH. Khoir Zad Maddah menyampaikan kronologis aksi anarkis yang terjadi pada Rabu malam (30/5/2012).
Hari Kamis tanggal 7 Juni 2012 rencananya akan diselenggarakan acara pengajian di rumah salah seorang tokoh di Puger, Jember. Isi pengajian itu adalah dialog tentang Syi’ah, sebab di Puger sudah marak penyebaran ajaran Syi’ah yang diantaranya diajarkan oleh Habib Ali, hanya saja Habib Ali tidak pernah mengakui kalau dirinya Syi’ah.
Dalam pengajian yang diselenggarakan bulan Juni nanti, akan dihadirkan pembicara Habib Muhdhor Al Hamid yang dikenal tegas terrhadap Syi’ah. Pihak Syi'ah ternyata ingin menggagalkan pengajian tersebut dengan mendatangi rumah salah satu tokoh masyarakat bernama ustadz Fauzi dan melakukan tindakan anarkis.
“ada tujuh orang yang memaksa supaya kegiatan itu diurungkan pada tanggal tujuh itu. Dalam dialog itu agak panas sehingga terjadi saling pukul, akhirnya salah satu muridnya ustadz Fauzi terkena bacokan di kening, tapi tidak lebar,” kata KH. Khoir Zad Maddah saat dihubungi voa-islam.com, Kamis (31/5/2012).
Setelah terjadi ribut-ribut warga pun berdatangan, lalu tujuh orang itu melarikan diri. Kyai Khoir, sapaan akrabnya, menengarai salah satu dari tujuh orang tersebut ada keluarga Habib Ali.  “salah satu dari tujuh orang itu ada keluarga Habib Ali,” ujarnya.
Masalah ini sekarang sudah ditangani pihak Polres Jember dan keluarga Habib Ali pun sudah hadir di Polres Jember untuk dimintai keterangan. Menurut informasi sudah ada dua orang yang diamankan di Polres Jember.
KH. Khoir Zad Maddah menyampaikan bahwa ia sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah agar hal itu tidak terjadi kembali. Karena ajaran Syi’ah sudah difatwakan sesat oleh MUI Jawa Timur  ia meminta aparat bertindak tegas terhadap kegiatan Syi’ah yang telah meresahkan warga Jember.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan teman-teman di PCNU Kencong untuk mengupayakan agar peristiwa itu tidak terjadi. Tentunya kami memohon terhadap aparat, karena keberadaan Syi’ah itu membikin resah, sesuai keputusan MUI bahwa Syi’ah Imamiyah itu dinyatakan sesat, sebisa mungkin aparat merespon masyarakat supaya kegiatan Syi’ah paling tidak di Puger itu ditutup,” ungkapnya. [Ahmed Widad]

19 Apr 2012

Masjid Ahmadiyah Disegel Pemkot Depok

Depok – Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, akhirnya memenuhi permintaan Front Pembela Islam (FPI) yang meminta agar menyegel secara resmi masjid Ahmadiyah di kota Depok.
Masjid Ahmadiyah dan sekretariatnya yang berada dalam satu kawasan di Sawangan, Depok disegel secara resmi oleh pemerintah kota Depok yang di eksekusi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Jumat (15/04/11). Kepala Satpol PP Depok, Gandara Budiana menempelkan surat penyegelan tersebut di pintu masjid Al Hidayah milik warga Ahmadiyah. “Dengan ini, Pemkot Depok resmi memenuhi tuntutan FPI dan masyarakat muslim Sawangan lewat aksi unjuk rasa besar-besaran kemarin,” ujar Budiana.
Sebelum menetapkan keputusan untuk menyegel Masjid milik Ahmadiyah Depok, jajaran Pemerintah Kota bersama Muspida, kepolisian, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rapat membahas penyegelan tersebut. Meski telah disegel, FPI dan tokoh agama tetap menuntut Pemkot Depok dan polisi tidak membuka segel dan balok kayu, yang dipasang warga. Massa khawatir, jika segel dibuka, Jamaah Ahmadiyah kembali melakukan kegiatan keagamaan mereka.
Sehari sebelumnya, massa Front Pembela Islam bersama sejumlah tokoh agama dan Pemuda Muslim Maluku berunjuk rasa di kantor Wali Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (14/4/2011). FPI meminta agar Pemkot Depok menyegel secara resmi masjid Ahmadiyah, karena peraturan Wali Kota Depok melarang segala bentuk aktivitas Ahmadiyah sudah dikeluarkan. [slm/fpi]


Sumber : antaranews.com
Sumber: http://fpi.or.id/index.php?p=detail&nid=426

11 Mar 2012

Akmal Syafril (Penulis buku Islam Liberal 101): Bubarkan JIL !!

JAKARTA (VoA-Islam) – Penulis buku Islam Liberal 101, Akmal Syafril, yang kini namanya sedang naik daun di kalangan aktivis kampus, menyatakan kekesalannya dengan pemikiran tolol aktivis JIL. Ia menghendaki agar JIL dibubarkan.
“Mereka, telah merajalela d internet. Mereka menggugat fatwa MUI yang telah menghalalkan kopi luwak. Di twet-twet mereka terbaca, ciuman dengan pacar tidak membatalkan puasa, bahkan lebih parah lagi, aktivis JIL bilang ciuman adalah sedekah. Dedengkot JIL Guntur Romli menyebut Islam agama oplosan. Lebih gila lagi, aktivis JIL mengatakan, hingga saat ini masih terbuka bagi siapapun untuk menjadi nabi. Masihkah kita mau dihina seperti ini?!!” tegas Akmal dalam orasinya di bunderan HI, Jumat (9/2) kemarin.
Akmal mengatakan, kiprah JIL di dunia maya, membuat pemuda Islam bangkit, mulai dari mahasiswa, anak band, pelajar, hingga ibu rumah tangga, semua sadar dengan bahaya JIL.
“Seperti kita ketahui, pada momen 14 Februari lalu, sekitar 40 kaum liberal yang meliputi kaum banci, pelaku maksiat, pornografi, serta merta mencatut rakyat Indonesia menolak FPI. Kita tidak mau disetarakan oleh banci,pelaku porno. Kita harus menolak JIL. Sungguh, negara ini dibangun dengan takbir dan jihad, bukan dengan pluralism seraya mengatakan semua agama sama. Bubarkan JIL, Indonesia Damai Tanpa JIL,” seru Akmal, jebolan mahasiswa ITB yang concern dengan kajian pemikiran Islam, yang kini aktif di INSIST dan MIUMI.
Di akhir orasi, Ustadz Bernard dari FUI menggemakan yel-yel “Ganyang Liberal, Ulil, Ahmadiyah, dan SBY sekarang juga. We want syariah. Umat Islam menolak liberalism. Yang suka liberalisme hanyalah Yahudi, iblis, setan, pelaku maksiat, penzina, koruptor dan aliran sesat. Berantas liberalisme di negeri ini.  Desastian 

15 Feb 2012

Indonesia Tanpa Kaum Fasik, Bubarkan Jaringan Iblis Laknatullah (JIL)

JAKARTA (VoA-Islam) – Kaum fasik Jaringan Islam Liberal (JIL) atau sebut saja Jaringan Iblis Laknatullah (JIL) kemarin, Selasa (14/2) berkumpul di Bunderan Hotel Indonesia pukul 16.00 WIB. Jumlah mereka segelintir saja, hanya kumpulan makhluk bertatto, waria, homo dan lesbian serta para penghujat Islam.
Diantara gerombolan itu, terdapat dedengkot JIL, Ulil Absar Abdalla, Guntur Romli, Hanung Bramantyo (Sutradara), dan Jajang C Noer (Seniman). Di Bunderan HI tersebut mereka meneriakkan yel-yel “Indonesia Tanpa FPI, Indonesia Tanpa Kekerasan”.
Enam juru bicara Gerakan Indonesia Tanpa FPI itu (Vivi, Jo, Mariana, Tunggal, Ega, Faiza) dalam sebuah press release-nya, menyatakan sikapnya paranoidnya terhadap Front Pembela Islam (FPI) yang selama ini selalu berada di garis terdepan untuk membela kaum muslimin yang terzalimi.   
Kaum fasik itu menuding FPI sebagai organisasi penebar kebencian. Padahal JIL itu sendiri yang mengumbar kebencian terhadap Islam dan kaum muslimin dengan menciptakan opini public melalui kekuatan media massa. Mereka kerap berkedok HAM, Aksi Damai, dan Tanpa Kekerasan.  Mereka berdusta atas nama perdamaian.
Hingga menjelang Maghrib, Aliansi kaum Sepilis terus memancing dan memprovokasi masyarakat. Mereka menantang, menunggu kedatangan FPI. Inilah bukti, slogan damai yang diusung kelompok liberal omong kosong belaka. Mereka tak ubahnya bara api yang hendak membakar amarah rakyat Indonesia.
Dengan mulut kotornya, Gerakan Sepilis (sekularisme, pluralisme dan liberalisme) itu juga menuduh aparat kepolisian impoten ketika berhadapan dengan FPI. Bahkan mereka memfitnah FPI didanai oleh beberapa petinggi kepolisian. Kaum munafik itu gusar, ketika Juru Bicara Kepolisian Boy Rafly Amar mengakui bahwa FPI adalah rekanan kepolisian.
Mereka juga menuduh FPI sama sekali tidak membela sebuah agama, melainkan alat untuk menebar benih teror dan ketakutan di tengah masyarakat. Padahal JIL yang dinahkodai oleh Ulil Absar Abdalla dan Guntur Romli, justru membuat akidah umat Islam menjadi rusak, menebar benih kebobrokan bagi masyarakat.  Mengingat kelompok JIL ini selalu mengkampanyekan Free Sex, Homo-Lesbian, membela eksistensi kaum waria, melegalkan ganja dan miras, dan kerusakan lainnya.
JIL Organisasi Radikal
Siapa bilang JIL itu bukan organisasi radikal. Lihatlah, bagaimana cara Ulil Absar Abdalla mengalihkan isu partai di Demokrat yang merosot popularitasnya, dihajar lawan-lawan politiknya, tiba-tiba menghembuskan isu pembubaran FPI. Yang jelas ini bukan kali pertama, Ulil cs bernafsu membubarkan FPI. Terlebih, saat ini DPR sedang membahas RUU Ormas. Inilah cara JIL dan sejenisnya, hendak menggolkan RUU Ormas, yang targetnya adalah untuk mengebiri organisasi Islam seperti FPI.
Aneh bin ajaib, jika kaum fasik Sepilis itu mendesak pemerintah untuk membubarkan FPI, dan menangkap semua anggota FPI. Padahal yang seharusnya ditangkap dan dibubarkan adalah JIL dan kelompok liberal lainnya yang sudah terbukti memberikan kontribusinya dalam merusak akidah dan moral umat.
Dedengkot JIL, Ulil yang pernah divonis hukuman mati oleh alim ulama di Bandung ini sepertinya terus mencari penyakit. Lelaki pengumbar sahwat liberal, sekuler dan pluralisme ini terus mengumbar kebencian kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya kaum muslimin di sejumlah daerah, agar membenci FPI. Ulil sadar bahwa dirinya adalah provokator sesungguhnya.
Ketika tiada lagi pembela, FPI tampil sebagai pembela kaum muslimin. Ketika harga diri umat Islam terinjak-injak dan tercabik-cabik, FPI maju ke garis terdepan untuk mengangkat harkat dan martabat kaum muslimin. Ketika lingkungan kita dirusak kaum fasik (dekadensi moral), FPI berbuat untuk menyadarkan para pendosa. Ketika saudara sebangsa tertimpa musibah bencana alam, FPI mengerahkan tenaga untuk membantu.
Yuk kita senandungkan yel-yel: “Indonesia Tanpa JIL, Indonesia Tanpa Komparador Asing, Sudahi Kebobrokan Detik Ini”  Juga. Desastian

4 Feb 2012

Bela Syi'ah, Prof Dr Umar Shihab Terdiam Dimarahi Habib Zein Alkaff

JAKARTA (voa-islam.com) – Ada yang unik dalam pertemuan antara puluhan ulama Jawa Timur dengan pengurus MUI Pusat di Jakarta, Selasa (24/1/2012).
Dalam pertemuan di kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi Jakarta Pusat itu, salah seorang Ketua MUI, Prof Dr Umar Shihab mati kutu terdiam seribu bahasa. Padahal selama ini dia lantang berbicara mengatasnamakan MUI Pusat untuk membela Syi’ah.
Dalam forum resmi tersebut, Umar Shihab terdiam ketika dimarahi Habib Achmad  Zein  Alkaf yang mewakili para ulama Jawa Timur.
“Umar Shihab itu kan sebelumnya mengeluarkan fatwa bahwa Syi’ah tidak sesat, jadi saya marah kepada Umar Shihab,” papar Habib Zein kepada voa-islam.com, Jumat Sore.
Di hadapan puluhan ulama, Habib Zein yang dalam posisi berhadapan dengan Umar Shihab, menyatakan secara terang-terangan bahwa Umar Shihab itu jadi orang sesat kalau tidak mau mengakui kesesatan Syi’ah. “Saya menyesalkan ada pengurus MUI seperti Umar Shihab menyatakan Syi’ah tidak sesat. Maka saya katakan, kalau Umar Shihab mengatakan Syi’ah tidak sesat berarti Umar Shihab yang sesat, saya katakan langsung di depan dia, tidak peduli saya,” ujar A'wan   Syuriyah   Pimpinan Wilayah NU (PWNU)  Jatim itu dengan logat Jawa Timur.
Mendapat tantangan dari ulama daerah, rupanya Umar Shihab ciut nyali, hingga tak berani menjawab sepatah kata pun. “Saya tunggu jawaban Umar Shihab tapi dia tidak berani menjawab,” jelas Habib Zein.
Tidak hanya menantang Umar Shihab, Habib Zein juga berani menantang adu argumen secara ilmiah kepada siapapun yang tidak mengakui kesesatan Syi’ah. “Saya tantang kalau ada yang membela Syi’ah. Al-Bayyinat siap berhadapan dengan siapa saja yang membela Syi’ah. Kami siap, kami ini berbicara bertanggung jawab kepada Allah Ta’ala, jadi kalau kami berbicara bertanggung jawab kepada Allah, apa saja akan kami tempuh, termasuk mubahalah,” cetusnya.
Habib berani bertanding di forum ilmiah, karena dia sudah puluhan tahun meneliti Syi’ah. Bahkan belasan karya ilmiah tentang Syi’ah telah ditulisnya, di antaranya: Mengenal  Syi’ah, Export Revolusi Syiah Ke Indonesia, Dialog  Apa  Dan  Siapa  Syi’ah, Fatawa Para Imam Dan Ulama Tentang Syi’ah, Tragedi Karbala, Aqidah Ahlussunnah Adalah Aqidah Ahlul Bait, Asyura, Fathimah  At-Thohiroh RA, Al-Hasan dan Al-Husin RA, Imamah Dan Khilafah, Ummunaa Fathimah  RA   wa Ahlul Kisa, Ali bin Abi Thalib wa Ahlul Kisa', Al-Firqah An-Najiah, dan masih banyak lagi. [taz, ahmed widad]

31 Jan 2012

Kebohongan Said Aqil Siraj: Fitnah Ulama untuk Bela Sekte Syi'ah

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Kisruh tentang sesatnya syi'ah memanas setelah Menteri Agama, Surya Dharma Ali menilai Syi'ah adalah ajaran sesat. Penilaian ini didasarkan kepada Surat keputusan Bersama MUI dan Kementrian Agama yang masih tetap menjadi acuan pemerintah sampai saat ini.
"Kemarin saya membuka dokumen, ternyata MUI dan kementrian agama menyatakan Syi'ah bukan Islam," ujar Suryadharma. (Harian Tempo, 27 Januari 2012, hal. A7)
Pernyataa Menteri Agama ini membuat panas telinga kaum penghalal nikah mut'ah dan para pendukungnya. Di antaranya, Umar Shahab (Ketua dewan Syura Ahlul Bait Indonesia), Umar Shihab (Ketua Dewan Pimpinan Harian Majelis Ulama Indonesia), Said Aqil Siraj (Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama). Mereka dengan tegas menunjukkan pembelaannya, sebagaimana disebutkan di Harian Tempo.
Said Aqil Pembela NU atau Syi'ah?
Suatu ironi, warga Nahdliyiin sebagai organisasi terbesar di Indonesia yang terlibat konflik langsung dengan pengikut Syi'ah Indonesia karena membela akidah dan keyakinan Islamnya tidak mendapat pembelaan dari ketua umumnya. Said Aqil Siraj, ketua umum PBNU malah berbalik membela Syi'ah mati-matian. Sa'id mengatakan ajaran Syi'ah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni. (katanya saat dihubungi Tempo Kamis malam 26 Januari 2012, Dikutip dari situs resmi Syi'ah)
Kontan saja pernyataan Said ini membuat gembira kelompok Syi'ah. Sehingga dalam situs resmi mereka diberitakan penuh kebanggan, dengan judul: "Ketua Umum PB NU: Syiah Tidak Sesat". Sehingga ini menimbulkan pertanyaan besar dalam benar umat Islam, Said Aqil ada di pihak mana? Ahlus Sunnah ataukah Syi'ah?
Lebih parah lagi, Sa'id Aqil sampai berani berdusta demi membela Syi'ah yang mengafirkan Abu Bakar, Umar bin Khathab, 'Aisyah dan sejumlah sahabat ridhwanullah 'alaihim ajma'in. Dalam pernyataannya yang ditulis situs resmi Syi'ah tersebut dikatakan: “Ulama Sunni seberi Ibnu Khazm menilai Syaih itu Islam.”
Kalau kita telusuri pernyataan Ibnu Hazm al-Andalusi terhadap Syi'ah sangat tergambar jelas, Syi'ah termasuk kelompok menyimpang. Bahkan beliau rahimahullah menganggap syi'ah bukan lagi bagian dari Islam.
Beliau berkata:
وأما قولهم ( يعني النصارى ) في دعوى الروافض تبديل القرآن فإن الروافض ليسوا من المسلمين ، إنما هي فرقة حدث أولها بعد موت رسول الله صلى الله عليه وسلم بخمس وعشرين سنة .. وهي طائفة تجري مجرى اليهود والنصارى في الكذب والكفر
"Pendapat mereka (Yakni Nashrani) yang menuduh bahwa golongan Rafidhah (Syi'ah) merubah Al-Qur'an, maka sesungguhnya golongan Syi'ah Rafidhah bukan termasuk bagian kaum muslimin. Karena golongan ini muncul pertama kalinya setelah dua puluh lima tahun dari wafatnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Syi'ah Rafidhah adalah golongan yang mengikuti langkah-langkah Yahudi dan Nashrani dalam melakukan kebohongan dan kekafiran." (Al-fahl fi al-Milal wa al-Nihal: 2/213)
Beliau rahimahullah berkata lagi:
ولا خلاف بين أحد من الفرق المنتمية إلى المسلمين من أهل السنة ، والمعتزلة والخوارج والمرجئة والزيدية في وجوب الأخذ بما في القرآن المتلو عندنا أهل .. وإنما خالف في ذلك قوم من غلاة الروافض وهم كفار بذلك مشركون عند جميع أهل الإسلام وليس كلامنا مع هؤلاء وإنما كلامنا مع ملتنا
"Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan semua kelompok umat Islam Ahlus Sunnah, Mu'tazilah, Murji'ah, Zaidiyah, bahwa adalah wajib berpegang kepada Al-Qur'an yang biasa kita baca ini. . . . Dan hanya golongan Syi'ah ekstrim sajalah yang menyalahi sikap ini. Dengan sikapnya itu mereka menjadi kafir lagi musyrik, menurut pendapat semua penganut Islam. Dan pendapat kita sama sekali tidak sama dengan mereka (Syi'ah). Pendapat kita hanyalah sejalan dengan sesama pemeluk agama kita." (Al-Ihkam Fii Ushuuli Ahkaam: 1/96)
Beliau berkata pula: "Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah menyembunyikan satu kata pun atau satu huruf pun dari syariat Ilahi. Saya tidak melihat adanya keistimewaan pada manusia tertentu, baik anak perempuannya atau keponakan laki-lakinya atau istrinya atau shahabatnya, untuk mengetahui sesuatu syariat yang disembunyikan oleh Nabi terhadap bangsa kulit putih, atau bangsa kulit hitam atau penggembala kambing. Tidak ada sesuatu pun rahasia, perlambang ataupun kata sandi di luar apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah kepada umat manusia. Sekiranya Nabi menyembunyikan sesuatu yang harus disampaikan kepada manusia, berarti beliau tidak menjalankan tugasnya. Barang siapa beranggapan semacam ini, berarti ia kafir. (Al Fashl: 2/274-275)
Orang yang berkeyakinan semacam ini dikafirkan oleh Ibnu Hazm. Dan keyakinan semacam ini dipegang oleh Syi'ah Itsna Asy'ariyah. Pendapat ini dikuatkan oleh guru-guru beliau pada masanya dan para ulama sebelumnya.
Demikianlah Said Aqil Siraj yang sangat keras kepada musuhnya Syi'ah, yaitu mereka yang dituduh Salafi Wahabi yang masih mengakui kekhilafahan Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu 'Anhuma, dan memuliakan Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu 'Anha. Tapi terhadap Syi'ah yang menghina dan mengafirkan Abu Bakar, Umar, Aisyah dan sejumlah sahabat, yang hampir semua bentuk ibadahnya berbeda dengan Sunni, Sa'id Aqil malah membela mati-matian. Bahkan sampai berdusta atas nama seorang ulama Islam. Tidakkah Said Aqil pernah membaca sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang mencela berdusta dan akibat yang akan ditimpakan:
إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ كَذَّابًا
"Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan. Dan sesungguhnya kebaikan menunjukkan kepada Surga. Dan sesungguhnya seorang laki-laki bersungguh-sungguh untuk jujur, sehingga dicatat di sisi Allah sebagai 'Shiddiq' (orang yang sangat jujur). Dan sesungguhnya dusta menjerumuskan kepada perbuatan dosa. Dan perbuatan dosa menjerumuskan kepada Neraka. Dan sesungguhnya seseorang berdusta, dan membiasakan diri berdusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai 'Kadzdzab' (pendusta)." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu)
Dalam riwayat Al-Darimi, Umar bin al-Khathab Radhiyallahu 'Anhu menyebutkan, bahwa yang merusak dien (agama) ini adalah ulama yang menyimpang, munafik yang mengobok-obok (penafsiran) Al-Qur'an, dan pemimpin penyesat. Apakah Said Aqil termasuk salah satunya? Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

9 Sep 2011

Hasil Survei Setara Institute: Jemaat Ahmadiyah Bukan Saudara Seiman


Jakarta (voa-islam) – Lagi-lagi, LSM komparador Setara Institute mengompori umat Islam dengan membuat survei ‘jadi-jadian’ yang terkesan rekayasa.Di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (8 September 2011) siang, Hendardi, Bonar Tigor Naipospos, dan Ismail Hasani dari Setara Institute menggelar Konferensi Pers untuk memaparkan hasil survei yang berjudul “Keberagamaan Publik dan Sikapnya terhadap Ahmadiyah.

6 Sep 2011

Panji Gumilang akan diperiksa terkait NII KW 9


JAKARTA (Arrahmah.com) – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah akan memeriksa pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang terkait kasus Negara Islam Indonesia (NII) yang melibatkan enam tersangka orang anggota NII dari Jawa Tengah.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam mengungkapkan belum mengetahui kapasitas Panji dipanggil dalam kasus tersebut.

25 Agu 2011

Jama'ah Ahmadiyah menolak tarawih bersama umat Islam lain


KENDARI (Arrahmah.com) – Pengikut Ahmadiyah yang tersebar di sejumlah desa/kelurahan di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara menolak shalat Tarawih bersama umat Islam.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe Selatan, Abubaeda di Kendari, Rabu (24/8/2011) mengatakan bahwa pengikut Ahmadiyah tidak konsisten menjalankan syariat Islam sesuai Al Quran dan Hadist.

Al-Qur'an Digital

Terjemah

Barat Bungkam terhadap Nuklir Zionis

Syi'ah Tak Pernah Berperang Melawan Israel

Oleh, AM Waskito

Salah satu alasan yang membuat kaum Syiah Rafidhah selalu berbunga-bunga ialah sebagai berikut…

[=] Syiah adalah musuh terbesar Amerika dan Israel.

[=] Syiah adalah musuh utama Zionis Yahudi yang sangat ditakuti karena punya intalasi nuklir.

Sejarah Syiah: "Selalu Menusuk Ahlus Sunnah dari Belakang. Dan Tak Pernah Perang Melawan Orang Kafir."
[=] Hizbullah adalah sosok kekuatan Syiah yang selalu gagah-berani menghadang barisan Zionis Israel.

[=] Sementara Saudi, Kuwait, dan Qatar, selalu bermanis-manis kata dengan dedengkot Yahudi, yaitu Amerika.

[=] Revolusi Khomeini adalah revolusi Islam yang menginspirasi perjuangan gerakan-gerakan Islam di dunia.

Ya, kurang lebih begitu klaim para aktivis agama Persia (Syiah Rafidhah) ini. Di berbagai forum, kesempatan, termasuk dalam diskusi di blog ini, alasan-alasan itu selalu mereka munculkan. Seakan-akan, tidak lagi alasan bagi Syiah untuk tetap eksis di muka bumi, selain klaim-klaim seperti itu.

Lalu bagaimana pandangan kita sebagai Ahlus Sunnah tentang klaim kaum Syiah ini?

Mari kita bahas secara ringkas dan praktis, dengan memohon pertolongan Allah Al Hadi…

PERTAMA. Kaum Syiah Rafidhah itu terus bekerja keras dan sangat nafsu, agar mereka tetap diakui sebagai Islam, tetap dipandang sebagai Muslim, tetap menjadi bagian dari kaum Muslimin sedunia. Hal ini adalah hakikat siksaan spiritual yang Allah timpakan atas hati-hati mereka, selamanya. Mereka telah sangat berdosa karena mencaci, melecehkan, mengutuk, dan mendoakan keburukan atas isteri-isteri Nabi, para Khulafaur Rasyidin, dan para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Maka Allah pun menjadikan mereka selalu gelisah, takut, dan sangat menginginkan diberi label Islam atau Muslim. Mereka selalu dalam kebingungan seperti ini, layaknya Bani Israil yang kebingungan selama 40 tahun di Padang Tiih, karena telah menghina Musa ‘Alaihissalam dan Allah Ta’ala. Lihatlah manusia-manusia pemeluk agama Persia (Rafidhah) itu…mereka kemana-mana membawa laknat atas doa-doa laknat yang mereka bacakan untuk mengutuki manusia-manusia terbaik dari para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum.

KEDUA. Dalam sejarahnya, sejak zaman Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sampai hari ini, ketahuilah bahwa Syiah Rafidhah (agama Persia) ini tidak pernah berjihad melawan kaum kufar, baik itu Nashrani, Yahudi, musyrikin, dan orang-orang atheis. Syiah tidak punya sejarah jihad menghadapi kaum kufar. “Jihad” kaum Syiah sebagian besar diarahkan untuk menyerang kaum Sunni, sejak zaman dahulu sampai saat ini.

Mula-mula Syiah di Kufah mengundang Husein Radhiyallahu ‘Anhu datang ke Kufah, katanya mau dibaiat. Karena Husein sudah berangkat ke Kufah, oleh penguasa kala itu (Yazid bin Muawiyah) Husein dianggap bughat, sehingga boleh ditumpas. Waktu tiba di Kufah, tak satu pun kaum Syiah keluar untuk membaiat, menolong dan mendukung Husein. Posisi Husein sangat terjepit, akan kembali ke Madinah, dia sudah dianggap bughat. Meminta bantuan Kufah, tak satu pun Syiah yang akan menolong. Akhirnya, Husein ditumpas di Padang Karbala. Bahkan kala penumpasan itu, tak satu pun hidung Syiah menampakkan diri, walau sekedar untuk menolong korban dari pihak Husein dan keluarganya. Nah, peristiwa pembantaian Husein oleh kaum Syiah itulah yang selalu mereka rayakan dan nikmati dalam momen-momen Asyura. Air mata mereka mengutuk para pembunuh Husein, sedangkan hati mereka berucap: “Alhamdulillah Husein dan keluarganya telah binasa di Karbala.”

“Jihad” kaum Syiah berikutnya ialah membantu Hulagu Khan (penguasa Mongol) untuk menumpas Khilafah Abbassiyah. Kemudian mereka berusaha melenyapkan kaum Sunni di Mesir, tetapi berhasil ditumpas oleh Nuruddin Mahmud Zanki. Mereka terus menikam perjuangan Shalahuddin Al Ayyubi. Mereka juga selalu menjadi musuh Khilafah Turki Utsmani, selalu kerjasama dengan negara-negara Nashrani Eropa untuk melemahkan Khilafah Turki. Di zaman kontemporer, Revolusi Khomeini di Iran telah menumpas Ahlus Sunnah di Iran. Mereka juga menikam perjuangan mujahidin di Afghanistan. Mereka membantai Ahlus Sunnah di Irak, Libanon, Suriah, Yaman, bahkan mereka hampir menguasai Bahrain.

Singkat kata, tidak ada Jihad kaum Syiah dalam sejarah, selain “jihad” yang diarahkan untuk memusnahkan dan menghancur-leburkan kaum Sunni. Sejarah klasik dan modern sudah memaparkan fakta. Bahkan dalam kasus Iran Contra Gate terbongkar skandal besar. Ternyata, di balik gerakan Kontra di Nikaragua, Amerika memasok senjata kepada para gerilyawan itu. Darimana dananya? Dari hasil kerjasama jual-beli minyak dengan Iran. Padahal dalam kampanye dunia, sudah dimaklumkan bahwa Amerika itu sedang konflik dengan Iran. Tetapi di balik itu ada sandiwara “jual-beli minyak” yang menggelikan. Kasus ini sangat terkenal, sehingga seorang kolonel Amerika dikorbankan sebagai tumbalnya.

KETIGA. Apa sih yang dilakukan Hizbullah (Syiah Rafidhah) di Libanon kepada Israel? Apakah dia terlibat perang terbuka dengan Israel? Apakah dia menduduki wilayah Israel dan berusaha mengusir penduduk Yahudi? Ternyata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya melepaskan tembakan mortir ke arah pasukan Israel atau wilayah Israel. Atau mereka melakukan tembakan senapan, atau tembakan rudal anti tank. Hanya itu saja. Mereka tidak pernah terlibat perang terbuka vis a vis, seperti para pejuang Ahlus Sunnah di Irak, Afghanistan, Chechnya dan lainnya. Jadi singkat kata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya semacam “main-main” untuk membuang amunisi-amunisi ringan. Itu saja kok.

KEEMPAT. Dalam sejarah perang Arab-Israel, sejak merdeka tahun 1948 Israel sudah berkali-kali bertempur dengan pasukan Arab. Yang terkenal adalah perang tahun 48, perang tahun 67, dan perang tahun 70-an. Ia kerap disebut perang Arab-Israel. Setelah itu belum ada lagi perang yang significant. Dalam sejarah ini, lagi-lagi tiada peranan Iran sama sekali. Bahkan ketika Ghaza dihancur-leburkan Israel pada tahun 2008-2009 lalu, Iran lagi-lagi tidak terlibat apa-apa. Jadi, apa yang bisa dibanggakan dari manusia-manusia pemeluk agama Persia (Syiah Rafidhah) itu?

KELIMA. Menurut Ustadz Farid Okbah, di Iran itu sangat banyak orang-orang Yahudi. Menurut informasi, jumlahnya bisa mencapai 50.000 jiwa. Mereka bisa hidup aman dan sentosa di Iran, sedangkan Ahlus Sunnah hidupnya sangat menderita disana. Iran bersikap welcome kepada kaum Yahudi, dan sangat ofensif kepada kaum Muslimin. Ini adalah realitas yang sangat menyedihkan. Makanya tidak salah kalau ada yang mengatakan, Rafidhah lebih sadis dari orang-orang kafir lain.

Contoh yang sangat unik ialah kerjasama antara Hamas dan Iran. Banyak orang menyebutkan, Hamas kerap kerjasama dengan Iran. Hal itu konon berdasarkan sikap Syaikh Al Bana yang dulunya pernah berujar, bahwa Syiah adalah sesama saudara Muslim juga. Mereka sama-sama Ahlul Qiblah. Tetapi realitasnya, Ikhwanul Muslimin di Suriah dibantai puluhan ribu manusia disana oleh regim Hafezh Assad. Ternyata, regim itu dan anaknya, dibantu oleh Iran juga. Nah, ini kan sangat ironis. Hamas kerjasama dengan Iran, sementara Al Ikhwan di Suriah dibantai oleh regim Suriah yang didukung oleh Iran.

KEENAM. Propaganda bahwa Syiah Rafidhah itu musuh Zionis Israel, semua ini hanya propaganda belaka. Sejatinya mereka itu teman-karib, sahabat dekat, saling tolong-menolong, sebagian menjadi wali atas sebagian yang lain. Mereka ini selamanya tak akan pernah terlibat dalam peperangan. Kaum Yahudi membutuhkan Iran, sebagai seteru Ahlus Sunnah. Sedangkan Iran membutuhkan Yahudi, juga sebagai seteru Ahlus Sunnah. Dalam hadits Nabi Saw juga disebutkan bahwa kelak dajjal akan muncul dari Isfahan (salah satu kota di Iran yang saat ini banyak dihuni Yahudi) dengan 70.000 pasukan. Yahudi membutuhkan Iran, karena darinya akan muncul pemimpin mereka. Dan dalam literatur-literatur Syiah, sosok dajjal itu sebenarnya adalah sosok “Al Mahdi Al Muntazhar” yang selalu mereka tunggu-tunggu. Begitulah, banyak kesamaan kepentingan antara Syiah dan Yahudi.

KETUJUH. Fakta berikutnya yang sangat mencengangkan. Ternyata Syiah Iran juga menjalin kerjasama dengan China dan Rusia, dua negara dedengkotnya Komunis. Mereka ini umumnya kerjasama dalam soal industri, perdagangan, dan jual-beli senjata. Ketika Amerika berniat menjatuhkan sanksi akibat instalasi nuklir Iran, segera China dan Rusia memveto niatan itu. Kedua negara terang-terangan membela Iran. Begitu juga China dan Rusia juga membela regim Bashar Assad (semoga Allah Al Aziz segera memecahkan kepala manusia durjana satu ini, amin ya Mujibas sa’ilin) dari ancaman sanksi internasional. Sedangkan kita tahu, regim Suriah sangat dekat koneksinya dengan Iran. Jadi, kita bisa simpulkan sendiri posisi Iran di mata China, Rusia, dan regim Suriah.

Jadi kalau kemudian kita mendengar propaganda Syiah anti Yahudi, Syiah anti Amerika, Syiah anti Zionis, dan sebagainya…ya sudahlah, saya akan ketawa saja. Tidak usah dianggap serius. Anggaplah semua itu hanya “olah-raga kata-kata” saja (meminjam istilah seorang politisi busuk). Syiah selamanya akan berkawan dengan kaum kufar dan sangat apriori dengan kaum Muslimin (Ahlus Sunnah). Mereka itu lahir dari sejarah kita, tetapi wujud dan hatinya milik orang kafir. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Semoga artikel sederhana ini bermanfaat. Semoga kita semakin sadar, bahwa Syiah Rafidhah bukanlah kawan. Mereka membutuhkan istilah kawan selagi masih lemah. Nanti kalau sudah kuat, mereka akan menghancur-leburkan Ahlus Sunnah. Tetapi cukuplah Allah Ta’ala sebagai Wali, Pelindung, dan Penolong kita. Dialah sebaik-baik Pelindung dan Penjaga. Walhamdulillahi Rabbil a’alamiin

Kasus Solo Bukan Terorisme Tetapi Operasi Intelijen

MT Arifin
(Pengamat Militer dan Intelijen)



Pengamat Militer dan Intelijen dari Solo, MT Arifin menceriterakan, pasca terjadinya penembakan mati terduga teroris di Solo, Farhan dan Mukhsin oleh pasukan Densus, Jum’at (31/8/2012), dirinya langsung diwawancarai oleh stasiun televisi swasta nasional dari Jakarta. Dalam wawancara itu dia mengemukakan bahwa kasus Solo itu bukanlah terorisme tetapi merupakan operasi intelijen.

Namun anehnya, sehari kemudian dirinya mendapat serangan santet yang datangnya dari arah Jakarta. “Alhamdulillah, serangan santet itu berhasil digagalkan,” ungkap MT Arifin yang juga memahami masalah supranatural tersebut. Pengamat Militer dan Intelijen itu tidak mau menduga-duga, siapa yang memerintahkan serangan jahat melalui ilmu hitam tersebut.

Berikut ini wawancara Tabloid Suara Islam dengan MT Arifin seputar terorisme dan operasi intelijen untuk menciptakan keadaan dan mengalihkan isu krusial yang terjadi pada pemerintahan SBY.


Mengapa kelompok Islam selalu disebut teroris, sedangkan Kristen seperti RMS dan OPM separatis, padahal mereka lebih banyak menimbulkan korban bagi personil TNI dan Polri ?

Persoalan istilah teroris dan separatis bukan stigmatisasi terhadap kelompok yang melakukan perlawanan pada institusi resmi, tetapi didasarkan atas konsep politik yang berkaitan dengan sifat yang ingin dilakukan dengan melakukan tindakan itu. Separatis konsepnya berkaitan dengan pemisahan, misalnya suku atau daerah ingin memisahkan diri dari negara. Sedangkan teroris konsep politik yang berkaitan dengan tindakan kekerasan untuk membentuk opini publik dan melakukan tekanan terhadap kekuasaan. Jadi dasarnya adalah konsep politik.

Dalam konteks Kenegaraan, lebih berbahaya mana antara teroris dan separatis ?

Persoalannya bukan lebih berbahaya mana antara teroris dan separatis. Persoalannya adalah gerakan itu menimbulkan efek yang bagaimana. Kemudian akibat dari efek itu akan menimbulkan konsekuensi-konsekuensi politik tertentu. Kalau dulu sampai sekarang separatis dihadapi oleh angkatan perang, tetapi kalau teroris dihadapi polisi. Kalau sekarang separatis dihadapi polisi, itu tergantung UU. Misalnya, kalau dianggap sebagai suatu tindakan yang membuat kekacauan di masyakarat dimana law and order terganggu, biasanya dihadapi polisi. Tetapi kalau sudah perlawanan total secara resmi, maka akan dihadapi militer dan semuanya dipengaruhi UU yang berlaku.

Mengapa sasaran Densus selalu umat Islam, padahal Kristen juga banyak terorisnya seperti Laskar Kristus yang aktif melakukan latihan militer di berbagai tempat tetapi dibiarkan saja ?

Kalau dilihat secara keseluruhan sebenarnya tidak begitu, terbukti Tibo cs yang melakukan pembantaian terhadap umat Islam di Poso juga dihukum mati. Sebenarnya kalau dilihat dari segi hukum, siapapun dan apapun kelompok tanpa pandang bulu diberlakukan sama. Memang di Indonesia yang sering jadi sasaran adalah umat Islam karena mayoritas. Kemudian dilihat dari pergerakan dan sejarah serta rumusan yang ada di jaringan intelijen, yang menjadi sasaran berbahaya adalah umat Islam sejak kasus pemberontakan DI-TII pada masa Kartosoewirjo. Kalau saya baca di berbagai buku intelijen, memang berasal dari sana. Sehingga Islam menjadi satu corak yang dianggap sangat menonjol. Pertanyaannya, mengapa kelompok non Islam tidak melakukan itu, karena mungkin mereka tidak terlalu besar dan lebih banyak melakukan gerakan separatisme seperti RMS dan OPM. Sebenarnya umat Islam juga pernah melakukan gerakan separatisme seperti GAM di Aceh.

Saya kira juga dipengaruhi perkembangan di tingkat global, terutama munculnya terorisme di tingkat internasional akibat kegagalan menyelesaikan kasus Afghanistan, terutama setelah terjadinya perpecahan antara kelompok Mujahiddin dengan AS pasca kekalahan Uni Soviet di Afghanistan. Juga setelah terjadinya perbedaan pendapat antara AS dengan Irak masalah minyak yang menyebabkan terjadinya Perang Teluk Persia II setelah Irak menyerbu Kuwait (1990) sampai invasi pasukan AS ke Irak (2003) yang menyebabkan jatuhnya pemerintahan Saddam Hussein. Memang setelah itu terjadi suatu pergerakan dimana Islam bangkit menjadi kekuatan pengontrol terhadap Pan Americanisme. Sehingga menjadi suatu merek yang sangat laik pasar dan itu berpengaruh terhadap Indonesia. Persoalannya, karena wilayah umat Islam di Timur Tengah kaya akan minyak bumi dan biaya produksinya sangatlah murah jika dibandingkan dengan wilayah lain yang biaya produksinya sangatlah tinggi, karena itulah wilayah umat Islam selalu menjadi sasaran negara lain.

Apa korelasi antara terorisme dengan persediaan minyak dunia ?

Tahun 2000 lalu ada pertemuan ahli intelijen internasional dari Barat yang membahas persoalan hubungan internasional, dimana dinyatakan bahwa dunia Barat sangat kritis akan kebutuhan minyak. Karena itu minyak bumi menjadi salah satu fokus persoalan hubungan antar bangsa dan kebetulan yang menjadi masalah adalah kontrol Islam atas Barat setelah bubarnya Uni Soviet. Kemudian Islam menjadi kekuatan utama yang akan mengontrol pada saat Barat melihat minyak sebagai fokus persoalan antar bangsa, karena itu menimbulkan terorisme internasional.

Kalau sebelumnya ada terorisme nasional yang melahirkan gerakan seperti IRA di Irlandia dan gelombang kedua melahirkan terorisme ideologis seperti Tentara Merah di Jepang dan Italia, sekarang terorisme internasional memperebutkan SDA strategis seperti minyak dan Islam menjadi kekuatan utamanya. Sehingga lahirlah Teori Samuel Huntington yang menganggap Islam sebagai musuh Barat setelah jatuhnya Uni Soviet. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap Indonesia yang memiliki ketergantungan bantuan, peralatan, kerjasama, pendidikan, pelatihan dan utang dari Barat.

Selama ini Densus dibentuk, dilatih serta dibiayai AS dan Australia. Bagaimana komentar Anda sebagai pengamat militer dan intelijen ?

Bukan dibiayai, justru kita yang minta bantuan kesana karena tidak memiliki dana. Ada sebuah kritikan yang berasal dari pengamat intelijen pada beberapa kasus terorisme. Katanya bukan untuk persoalan terorisme, tetapi untuk membentuk opini dan menghentak negara yang dijadikan sasaran donatur. Karena itu sekarang bukan persoalan teroris, sebab kalau dilihat dari standar terorisme secara internasional, teroris bukan seperti di Indonesia dimana mereka menembak dengan pistol. Jadi perlu adanya standar mana yang disebut teroris dan mana yang disebut kejahatan, jadi harus jelas. Sebab jika tidak, maka nanti kalau proyek yang laku teroris, maka semuanya akan dimasukkan ke dalam kerangka teroris.

Jadi semakin ramai teroris, semakin menguntungkan Densus ?

Persoalannya bukan Densus, tetapi pemerintah. Kebetulan dana yang masuk ke pemerintah sebagian dioperkan ke kepolisian melalui Densus. Itu kan kerjasama antara pemerintah, apalagi polisi berada di bawah Presiden. Jadi yang menjadi persoalan bukannya Densus, tetapi pemerintah. Polisi selalu menjadi sasaran, padahal polisi hanya menjalankan perintah siapa lagi kalau bukan dari Presiden, dimana sekarang kita sedang menjalankan sistem Presidensial. Polisi sebenarnya tidak punya apa-apa, seumpama disuruh ke Timur ya ke Timur, disuruh ke Barat ya ke Barat.

Mengapa BNPT dan Densus selalu dikendalikan mereka yang anti Islam seperti Ansyaad Mbai, Gories Mere dan Petrus Golose ?

Tidak begitu, aparat dasarnya adalah prestasi. Jadi persoalannya bukan Islam dan non Islam. Orang non Islam yang senang pada Islam juga banyak, sebaliknya orang Islam yang tidak Islamis juga banyak. Justru kadang-kadang kelemahan kita dalam melakukan penilaian selalu bertolak-belakang dari Islam dan non Islam. Bagaimanapun juga mereka tidak memiliki kekuasaan apa-apa kalau tidak diberi wewenang. Jadi persoalannya kelembagaan, yang bekerja bukan hanya dia tetapi sebuah tim besar. Banyak polisi yang Islamnya bagus, tetapi persoalannya adalah dalam rangka pengamanan lembaga negara.

Jadi muaranya tertuju pada Presiden ?

Muaranya pada misi dari sebuah nation yang ditafsirkan pemerintah. Semestinya yang bertanggungjawab adalah pemerintah, bukan polisi.

Bagaimana pandangan Anda mengenai Program Deradikalisasi yang digerakkan BNPT ?

Saya jelas tidak setuju, dalam arti titik tolaknya darimana. Persoalan radikal dan tidak radikal akan dipahami dari konteks pengetahuan dan sikap radikal karena apa. Dalam UU Politik ada persoalan yang dinyatakan radikal. Jadi sikap radikal itu bukan persoalan orang itu radikal atau tidak radikal, tetapi dibangun oleh pengetahuan terhadap perkembangan nasional dan internasional serta rasa kesadaran akan ketidakadilan. Misalnya, pemerintah dalam mengatasi persoalan dianggap tidak adil, maka ini yang membentuk sikap radikal.

Jadi persoalan deradikalisasi semestinya berkaitan dengan bagaimana pemerintah mencoba untuk melaksanakan tujuan pemerintahan mengenai keadilan, kesejahteraan rakyat, menegakkan kebenaran, menegakkan hukum dan sebagainya. Pada saat sekarang telah terjadi kesenjangan yang tajam, mengenai pandangan pemerintah dan sikap yang dimiliki kelompok Islam dan non Islam serta hubungan antar mereka. Kesenjangan itu dipengaruhi informasi yang dimiliki dan perubahan sosial yang tinggi. Hal itu menyebabkan ketajaman hubungan karena terjadinya revolusi kebudayaan, dimana di Indonesia terjadi pada saat era reformasi sekarang. Itu yang menimbulkan persoalan dan tidak diantisipasi dengan program politik yang sistematik. Berbeda dengan Korea Selatan, sudah diantisipasi sejak awal bagaimana mengatur anak-anak main games. Tetapi disini tidak dan ini yang menjadi masalah. Jadi persoalan radikal dan tidak radikal adalah persoalan proses yang dialami oleh warga negara dalam kehidupan bermasyarakat akibat adanya kesenjangan tertentu.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai rencana BNPT yang dipimpin Ansyaad Mbai untuk melakukan Sertifikasi Ulama ?

Saya kira itu tidak tepat, sertifikasi untuk apa ? Memang salah satu problem di kalangan ulama, da’i dan mubaligh adalah dalam menghadapi persoalan dimana banyak sekali pengajian yamg diberikan kelompok muda tamatan pesantren kilat. Hal ini juga terjadi di kalangan Kristen yang diberikan kelompok muda tamatan kursus Injil. Dalam memberikan ceramah, mereka belum sampai pada tingkat dengan wawasan luas, kemudian berceramah dengan sikap fanatik, dimana akhirnya menimbulkan hasil kontra produktif. Di kalangan pemuda Kristen yang fanatik juga banyak sekali dan saya mendapat laporan ini dari salah seorang pimpinan Univeristas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah. Jadi yang terdapat kelompok fanatik bukan hanya Islam saja tetapi juga Kristen. Tetapi masalahnya Islam di Indonesia mayoritas mutlak sehingga yang menonjol fanatismenya adalah Islam, padahal di Kristen juga banyak sekali yang fanatik dan fundamentalis. Fanatisme akibat itu semestinya dibicarakan dan diatasi masing-masing agama.

Apakah Sertifikasi Ulama yang akan dilakukan BNPT merupakan penghinan terhadap ulama ?

Saya kira itu tidak ada artinya. Sertifikasi biasanya pada program fungsional yang bersifat karier. Kalau ulama kan bukan jabatan karier. Sekarang persoalannya bagaimana strategi untuk menghadapi ekses-ekses itu.

Kembali ke terorisme, apakah operasi pemberantasan teroris yang digerakkan BNPT dan Densus memang proyek yang menguntungkan, dimana semakin banyak teroris yang berkeliaran maka semakin membuat kantong mereka tebal ?

Dulunya operasi semacam ini dilakukan militer dan intelijen. Jadi operasi anti terorisme bagi polisi adalah hal baru. Sekarang yang menjadi persoalan adalah bagaimana meningkatkan kinerja polisi agar menjadi lebih professional. Tetapi bukan berarti saya mengatakan kalau polisi sekarang tidak profesional dalam menanggani kasus terorisme. Namun berdasarkan kasus yang ada, seharusnya polisi meningkatkan profesionalismenya, sehingga tidak sering melakukan kesalahan target atau sasaran. Polisi juga perlu meningkatkan pemahaman terhadap penegakan hukum dan perlindungan HAM. Selain itu persoalan terorisme seharusnya dikaji dari persoalan yang lebih tinggi, bukan hanya linier.

Bagimana Anda melihat kasus penembakan mati terhadap terduga dua teroris oleh Densus di Solo baru-baru ini ?

Saya melihatnya itu operasi intelijen, bukan terorisme. Perkara kemudian dikaitkan dengan terorisme, itu bisa saja. Karena dalam operasi itu digunakan orang yang mau. Bedanya, operasi intelijen dimaksudkan untuk menciptakan suatu keadaan, tetapi kalau terorisme menggunakan kekerasan untuk mempengaruhi suatu kebijakan. Banyak sekali kasus terorisme, tetapi kalau dilihat dari ilmu pengetahuan tentang terorisme, sesungguhnya bukan terorisme.

Kasus di Solo itu jelas merupakan operasi intelijen, jika dilihat dari sifat-sifatnya. Karena sekarang proyek yang paling laku dijual ya terorisme. Seorang teroris tidak mungkin mengaku dirinya sebagai teroris. Juga tidak mungkin teroris berkali-kali nongkrong pada satu tempat. Kalau teroris, begitu mengebom tidak akan kembali lagi ke tempat itu sampai puluhan tahun. Karena itu kita harus memperjelas, apa terorisme itu. Jangan sampai mendefinisikan terorisme dengan pola-pola kriminal. Sekarang yang terjadi di Indonesia, melihat terorisme sebagai pergerakan kriminal. Masak teroris hanya nongkrong disitu-situ saja, tidak berpindah-pindah tempat. Seharusnya teroris tidak seperti itu, karena konsekuensinya mati. Saya kira terorisme sebagai suatu cara untuk mengalihkan isu. Sebab kalau ada persoalan yang muncul di pemerintahan, maka untuk mengalihkan isu muncullah operasi pemberantasan terorisme. Kalau sudah begitu, semua media massa pasti akan melupakannya dan mengarahkannya kesana.

Kalau kasus penembakan mati dua orang terduga teroris di Solo, untuk mengalihkan isu yang mana di pemerintahan SBY ?

Kita lihat dari kategorinya, seperti kasus M Thoriq di Tambora, Jakarta. M Thoriq sudah diamati sejak setahun lalu, tetapi mereka baru menangkapnya pada saat diperlukan untuk mengalihkan isu. Seperti kasus Solo, adanya pemberitaan seorang anggota Densus yang mati tertembak tidak sebagaimana yang saya peroleh kabarnya. Juga kasus polisi yang tertembak di Prembun Purworejo beberapa waktu lalu. Kabarnya tertembaknya polisi tersebut hanya karena rebutan wanita, tetapi kemudian dikabarkan karena ditembak teroris. Waktu itu saya sudah protes pada salah seorang pejabat kepolisian di Polda Jateng, tetapi katanya sudah dilaporkan kasus yang sebenarnya ke Mabes Polri, tetapi ketika sampai di Jakarta ceriteranya jadi berubah menjadi kasus terorisme.

Banyaknya kasus terorisme, apa memang tujuannya untuk mendiskreditkan umat Islam Indonesia yang mayoritas ?


Persoalannya bukan umat Islam. Persoalannya kasus terorisme bisa digunakan untuk berbagai kepentingan. Seperti kepentingan untuk mengalihkan perhatian, peningkatan program sehingga mendapat dana yang besar, agar kinerjanya terlihat efektif dan sebagainya. Jadi kebetulan saja mereka latar belakangnya beragama Islam.

Mengapa setiap menjelang kedatangan pejabat tinggi AS ke Indonesia, selalu muncul kasus terorisme, seperti baru-baru ini menjelang kedatangan Menlu Hillary Clinton ?

Kalau itu bisa saja penafsiran-penafsiran, tetapi benar dan tidaknya kita tidak tahu. Karena dalam kasus terorisme di Indonesia sering kali terjadi kekurangan data, maka perlu dibuat data baru, sehingga dalam berbagai kasus terjadi seperti itu.

Bagaimana menurut Anda, sikap umat Islam Indonesia dalam menghadapi kasus terorisme yang sering terjadi ?

Pertama, media massa tidak memberitakan tentang terorisme dan penyelesaiannya. Kedua, umat Islam sebaiknya bersikap tidak reaktif. Sebab kalau bersikap reaktif maka ibarat paling enak dioper bola, pasti akan memburu. Jadi begitu ada isu terorisme muncul, pasti ada masalah yang sangat kritis di pemerintahan. Jadi sepertinya umat Islam tidak terkendali dan paling mudah dioper bola agar memburunya. Ketiga, umat Islam perlu mengetahui berbagai informasi strategis.

Sebab salah satu permasalahan yang dihadapi umat Islam Indonesia sehingga mudah menjadi radikal adalah karena membaca buku-buku terjemahan dari luar yang sangat berbeda dengan kondisi dan situasi di Indonesia. Pasalnya, ketika agama jauh dari kajian kebudayaan, maka akan cenderung radikal. Sebaliknya, tatkala agama dikembangkan atas dasar pergulatan antara masyarakatnya dengan kebudayaan, maka akan cenderung tidak radikal, sebagaimana dakwah yang dikembangkan para Wali Songo dengan melalui pendekatan kebudayaan.

Abdul Halim