IMAM SUPRIADI UNTUK INDONESIA

3 Okt 2011

Wawancara dengan salah seorang Komandan Mujahidin Thaliban: Sebentar lagi, Kabul dalam kekuasaan penuh Mujahidin


KABUL (Arrahmah.com) – Invasi militer AS dan sekutu-sekutunya di Afghanistan telah berjalan selama sepuluh tahun. Barack Obama dan para pemimpin negara salib boleh saja berkoar-koar di media massa internasional bahwa mereka telah meraih kemenangan di Afghanistan. Tapi kenyataan di lapangan berbicara lain.
Mujahidin pemerintahan Islam Thaliban telah merebut kembali 2/3 wilayah Afghan. Dalam beberapa minggu terakhir ini, aksi-aksi jihad Thaliban bahkan telah menghantam kantor-kantor pemerintahan dan markas-markas militer pemerintahan murtad Karzai serta ISAF  di ibukota negara, Kabul. Beberapa tangan kanan Karzai dan anggota CIA tewas dalam serangan-serangan itu. Jika ibukota negara saja telah berhasil ‘dihajar’ oleh Thaliban, apatah lagi daerah-daerah yang jauh dari ibukota?
Lantas, di mana kehebatan 150.000 tentara salibis AS dan NATO yang tergabung dalam ISAF? Kemana pula kehebatan tentara, kepolisian, dan intelijen pemerintahan murtad Karzai? Untuk mengikuti perkembangan terakhir jihad di Kabul secara khusus dan seluruh Afghanistan secara umum, majalah bulanan mujahidin Thaliban, Ash-Shumud, edisi 64/VI bulan Syawwal 1432 H (www.alsomod-iea.info), mengadakan wawancara dengan wakil komandan mujahidin Thaliban untuk daerah Kabul dan sekitarnya, mulla Faidhul Haq Al-Umari. Berikut hasil terjemahanarrahmah.com untuk wawancara tersebut.
WAWANCARA MAJALAH ASH SHUMUD DENGAN MULLA FAIDHUL HAQ AL ‘UMARI WAKIL PEANGGUNGJAWAB JIHAD WILAYAH KABUL PADA HARI RABU 14 SEPTEMBER 2011
Ash Shumud: Kami dari majalah Ash Shumud sangat menyambut baik dan berterima kasih atas kesediaan antum (kamu) untuk memenuhi permohonan wawancara dengan antum, di tengah-tengah kesibukan antum dalam urusan jihad.
Pertama-tama kami memohon kiranya antum sudi memberikan penjelasan singkat tentang data-data global wilayah Kabul.
Al ‘Umari: Segala puji bagi Allah, shalawat teriring salam semoga senantiasa terlimpah kepada Muhammad sang imamul mujahidin, juga kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Wa ba’du:
Akhil karim, saya juga ingin sampaikan terima kasih kepada antum yang telah memberikan berbagai dukungan untuk jihad. Semoga Allah menerima amal antum semua.
Kabul merupakan ibukota Afghanistan, yang pusatnya adalah kota Kabul yang merupakan salah satu kota terkenal di negara ini bahkan di dunia. Atas kesohorannya ini sehingga tidak memerlukan lagi untuk dijelaskan. Secara umum dapat kita katakan bahwa Kabul adalah salah satu wilayah (provinsi) dari berbagai wilayah-wilayah pusat yang ada di negeri ini. Wilayah ini berbatasan dengan wilayah Logar, wilayah Wardak, wilayah Laghman, wilayah Barwan dan wilayah Nanggarhar.
Secara administratif  wilayah (provinsi) Kabul terdiri dari 17 mudiriyah (kabupaten) selain kota Kabul sendiri.
Sedangkan kepadatan penduduknya, Kabul termasuk memiliki penduduk terbanyak di antara wilayah-wilayah lainnya. Jumlah penduduknya sekitar 4 juta jiwa yang mana 80 % di antaranya tinggal di kota, sedangkan 20%  lainnya tinggal di perkampungan dan di mudiriyah (kabupaten).
Ash Shumud: Daerah mana sajakah di wilayah Kabul yang ada mujahidin dengan kesatuan-kesatuan dalam struktur jihadnya?
Al ‘Umari: Mujahidin dengan struktur kesatuan jihadnya terdapat di 13 mudiriyah (kabupaten) dari seluruh mudiriyah yang berjumlah 17 mudiriyah. Selain itu ada sejumlah unit jihad khusus yang terdapat di dalam kota Kabul.
Mujahidin ada di seluruh daerah tersebut secara terorganisir dimana ada para penanggung jawabnya yang mengendalikan semua urusan sipil dan urusan jihad. Mujahidin melancarkan berbagai operasi jihad berdasarkan berbagai perencanaan yang telah dikaji secara akurat.
Selain di daerah-daerah tersebut, ada beberapa daerah lain yang masih masuk wilayah Kabul, seperti Mirbicah Kut, Istalif, Kalkan dan daerah-daerah lain yang ada mujahidinnya yang terstruktur dalam unit-unit kecil yang melancarkan sejumlah operasi rahasia, Mereka juga berusaha untuk memperkuat eksistensi mujahidin di daerah-daerah tersebut.
Ash Shumud: Sudikah kiranya antum menyampaikan beberapa data yang lebih rinci tentang semua mudiriyah yang mana mujahidin memiliki dominasi tinggi, kondisi jihad di sana, dan   sejauh mana kontrol mujahidin terhadap mudiriyah-mudiriyah tersebut. Selain itu juga mengenai bentuk-bentuk operasi yang dilancarkan mujahidin di sana.
Al ‘Umari: Markas Mujahidin untuk wilayah Kabul terletak di mudiriyah Srubi. Di mana di sana terdapat kaum salibis dan kaki tangannya di beberapa titik yang sangat terbatas. Sementara  daerah lainnya yang sangat luas, seluruhnya berada di bawah kontrol mujahidin.
Misalnya adalah lembah Uzbin yang letaknya sangat strategis, di sana mujahidin memegang kendali penuh sejak beberapa tahun yang lalu. Pihak musuh, khususnya Prancis telah berusaha mengusir mujahidin dari daerah yang sangat urgen ini. Namun mereka selalu gagal menlaksanakan misi ini dan bahkan mereka selalu pulang dengan menderita kerugian besar berupa korban jiwa dan peralatan perang. Mereka membawa berbagai kenangan kisah sedih di daerah ini.
Selain itu mujahidin juga memegang kontrol secara penuh di daerah Turghar yang letaknya juga sangat strategis. Daerah ini merupakan titik penghubung antara wilayah Kabul, wilayah Laghman dan wilayah Naggarhar.
Daerah ini juga merupakan sebuah gunung yang menjulang di hadapan jalan utama yang terbentang antara Jalalabad dan Kabul yang termasuk kategori jalur bantuan utama bagi pasukan penjajah di Afghanistan.
Selain itu kehadiran mujahidin sangat terasa dan efektif di distrik Jakdalak dan distrik Tizin. Keberadaan mereka sangat terang-terangan dan operasi-operasi jihad mereka sangat berdampak. Dari sana pula mujahidin mengendalikan berbagai operasi jihad di kabupaten-kabupaten lain.
Belum lagi distrik Khak Jabar, kabupaten  Dah Siz, kabupaten Musahi, kabupaten Yaghman, kabupaten Jihar Asiyab dan distrik-distrik lain di sekitarnya, adalah termasuk kawasan yang mujahidin memiliki kendali di sana, dan melaksanakan berbagai macam operasi militer terhadap musuh.
Adapun kawasan-kawasan yang berada di sebelah utara kota Kabul, seperti kabupaten Qurah Bagh, kabupaten Syakardarah, kabupaten Saray Khujah, serta semua daerah yang bertetangga dengannya, di sana terdapat sejumlah unit-unit baru mujahidin, dan dalam waktu dekat insya Allah mereka akan membentangkan dominasinya di sana.
Ash Shumud: Lalu bagaimana dengan perjalanan jihad dan efektifitas mujahidin di dalam kota Kabul sendiri?
Al ‘Umari: Kota Kabul sebagai sebuah ibukota negara adalah sebuah kota terpenting di antara kota-kota lainnya di Afghanistan. Dan masing-masing fihak (Mujahidin dan Salibis) berusaha untuk memegang kendali atasnya.
Oleh karenanya, atas karunia Allah, di sana mujahidin memiliki unit-unit yang terorganisir yang terus melancarkan berbagai serangan besar dan mematikan terhadap target-target vital musuh. Sementara ini mujahidin juga tengah menyiapkan unit-unit perang kota. Mereka membuat sebuah perencanaan yang universal untuk mengubah kota Kabul sebagai daerah yang musuh tidak akan pernah merasa tenang dan aman tinggal di sana.
Akan tetapi oleh karena musuh dari luar dan dari dalam mengerahkan semua kekuatan formal dan intelejennya untuk mempertahankan kota ini, dengan menebar mata-mata di berbagai titik, maka dengan begitu mujahidin kini menghadapi berbagai kendala untuk melancarkan berbagai operasi jihad di kota ini. Namun demikian operasi-operasi yang berhasil dilancarkan mujahidin kini terus semakin meningkat, Hal inilah yang membuat musuh terus terpuruk sejak beberapa tahun terakhir, sampai pada tingkat mereka kehilangan kendali dalam menghadapi serangan-serangan mujahidin yang sangat membingungkan mereka.
Sebagai contoh paling anyar untuk serangan-serangan mujahidin yang sangat membingungkan mereka adalah sebuah serangan fida’iyah (berani mati) yang dilaksanakan secara kolektiv terhadap hotel Intercontinental di jantung kota Kabul. Padahal kawasan ini memiliki tingkat pengamanan yang sangat tinggi. Di sana di sana diberlakukan semua standar keamanan yang sangat tinggi antara para penjajah dan kaki tangannya.
Juga seperti operasi pembunuhan terhadap seorang menteri penasehat presiden Hamid Karzai yang bernama Jan Muhammad Khan di dalam rumahnya sendiri.
Operasi-operesi jihad yang spektakuler dan pembunuhan terhadap para petinggi pemerintah ini menimbulkan efek teror yang besar terhadap para pemegang kendali pemerintah boneka ini. Oleh karenanya sebagian besar mereka berusaha keras untuk mengevakuasi keluarga mereka dari Afghanistan ke Amerika dan negara-negara Eropa.
Selain itu sebagian besar para pemimpin organisasi-organisasi Barat berusaha untuk bermalam di luar Afghanistan, kemudian pada siang harinya mereka kembali untuk melaksanakan pekerjaan mereka di Afghanistan. Sebagai bukti atas merebaknya rasa takut di kalangan para pemegang kendali pemerintahan boneka ini adalah apa yang ditulis oleh berbagai surat kabar belakangan ini yang mengutip pernyataan resmi dirjen kantor bea cukai bahwa impor mobil-mobil anti peluru sangat meningkat tajam. Setiap minggunya mobil jenis ini yang masuk Afghanistan berkisar antara sepuluh sampai dua puluh unit.
Ini merupakan bukti nyata bahwa musuh yang berada di kota Kabul hidup dalam ketakutan dan kegelisahan, dan mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk menghirup udara ketenangan dan ketentraman.
Ash Shumud: Taktik apa sajakah yang digunakan oleh mujahidin, yang sehari-hari mereka gunakan dengan efektif di wilayah Kabul ini?
Al ‘Umari: Mujahidin Kabul menggunakan semua taktik jihad yang efektif yang juga dipakai oleh mujahidin di berbagai wilayah lainnya, seperti pengeboman, serangan istisyhadiyah, serangan mobil yang diisi degan bahan peledak, serangan fida’iyah (berani mati) yang dilaksanakan secara kolektiv terhadap target-target yang besar.
Serangan-serangan semacam ini akan terus dilancarkan dengan terus dilakukan modifikasi yang disesuaikan dengan jenis serangannya. Selain itu dalam waktu dekat kota Kabul akan menyaksikan sebuah taktik baru dari perang kota yang akan dilancarkan oleh sel-sel kecil mujahidin untuk misi pembunuhan terhadap person-person musuh yang penting. Sel-sel ini juga akan melancarkan serangan mereka terhadap sarana-sarana angkutan musuh dengan menggunakan peledakan dan RPG. Selain itu juga akan dilancarkan berbagai penyergapan di jalan-jalan ibukota dan pinggiran-pinggiran kota terhadap regu-regu patrol dan iring-iringan militer musuh.
Dan kini mujahidin benar-benar telah memulai taktik ini di distrik Mahir dan distrik Tanki Abrisyam, di sebuah jalan raya yang menghubungkan antara Kabul dan Jalalabad. Sehingga setiap hari mujahidin selalu dapat menimpakan kerugian yang besar terhadap musuh.
Aktifitas mujahidin di Kabul tidak hanya terbatas pada kegiatan militer saja, akan tetapi mereka telah mengangkat para penanggung jawab sipil yang menangani urusan rakyat, yang bekerja siang-malam menyelesaikan persoalan-persoalan perdata dan pidana.
Selain itu ada juga kegiatan dakwah yang dilakukan mujahidin di masjid-masjid, selebaran-selebaran dan sarana-sarana lainnya yang memungkinkan. Yang terakhir ini mujahidin memulai sebuah kegiatan baru di kota Kabul yaitu mendakwahi orang-orang yang bergabung dengan barisan musuh dengan cara mengirimi surat pribadi kepada mereka. Yang isinya mengajak mereka agar keluar dari barisan musuh. Metode dakwah secara bijak dan nasehat yang baik semacam ini telah membuahkan hasil-hasil yang baik.
Ash Shumud: Berkenankah kiranya antum menyampaikan sebagian dari operasi-operasi jihad yang dilancarkan mujahidin di wilayah ini akhir-akhir ini.
Al ‘Umari: Kami sejak awal tahun ini terus melancarkan berbagai operasi dan serangan yang sangat banyak dengan sebuah sandi serial operasi Badar yang telah diumumkan oleh dewan pimpinan mujahidin. Sehingga sepertinya dalam wawancara ini kita tidak dapat menyampaikannya semua. Akan tetapi saya akan menyampaikan sebagiannya sebagai berikut:
Satu setengah bulan yang lalu sejak awal bulan Juli sampai pertengahan Agustus mujahidin telah melancarkan lebih dari lima puluh kali operasi dan serangan. Di antaranya ada operasi-operasi besar yang dilancarkan terhadap iring-iringan logistik dan bantuan musuh di distrik Tanki Abrisyam.
Mujahidin juga melancarkan sebuah operasi terhadap terminal truk pengangkut bahan bantuan musuh di sebelah timur kota Kabul di mana banyak truk di antaranya yang terbakar.
Mujahidin juga melakukan perlawanan terhadap sebuah pasukan besar musuh di distrik Azbi. Pasukan ini bergerak ke distrik ini dengan perlengkapan penuh untuk menghabisi mujahidin yang ada di sana. Tetapi Allah SWT menggagalkan misi mereka dan justru memenangkan mujahidin atas mereka. Mereka pun kabur dari distrik ini setelah menderita kerugian besar pada personal dan peralatan.
Selain itu sebuah pasukan besar musuh juga bergerak ke distrik Turghar untuk mengusir mujahidin dari sana. Akan tetapi ketika pasukan musuh tersebut sampai di distrik Jakdalik, mereka menghadapi sebuah perlawanan dahsyat dari mujahidin sehingga memaksa mereka untuk kembali ke markas mereka.
Pada semua operasi ini musuh menderita kerugian yang sangat sangat besar, di mana kendaraan-kendaraan dan tank-tanknya terbakar, personal-personal pasukan mereka terbunuh dan mereka mengalami kerugian hebat.
Ash Shumud: Apa saja kerugian yang diderita mujahidin selama menjalankan operasi-operasi tersebut? Dan tanggapan Antum mengenai klaim intelejen musuh tentang tertangkapnya sejumlah mujahidin di wilayah Kabul?
Al ‘Umari: Memang kami mendengar klaim-klaim dusta semacam ini bahwa mereka telah berhasil menangkap sejumlah mujahidin atau berhasil mendeteksi sejumlah mobil yang dipasang bahan peledak sebelum diledakkan, atau klaim-klaim dusta lainnya yang sejenis. Namun semua klaim tersebut merupakan satu bentuk psy war yang mereka lancarkan dengan tujuan membangun kembali mental yang telah hancur pada pasukan pemerintah murtad dan juga pada orang-orang yang bekerja sama dengan mereka.
Sebenarnya yang mereka tangkap adalah orang-orang sipil yang tidak mengerti apa-apa lalu mereka siarkan di media massa sebagai mujahidin untuk membangun opini palsu atas keberhasilan mereka dalam operasi intelejen.
Begitu juga mereka membuat sandiwara penangkapan mujahidin dengan menangkap anak-anak remaja yang masih sangat belia dengan mengatakan bahwa mereka ini adalah orang orang yang akan melakukan serangan istisyhadiyah (bom bunuh diri). Semua klaim dan sandiwara ini merupakan satu serial perang isu yang dilancarkan terhadap mujahidin, yang tidak ada kebenarannya sama sekali.
Namun mujahidin memahami betul ketidak berdayaan intelejen musuh, dan mujahidin tidak akan pernah gentar menghadapi klaim-klaim semacam ini.
Ash Shumud: Bagaimana penilaian antum mengenai hubungan kerjasama rakyat dengan mujahidin?
Al ‘Umari: Atas karunia Allah penduduk wilayah Kabul menjalin kerjasama dengan mujahidin, dan melalui majalah ini saya menyampaikan ucapan terima kasih saya atas kesediaan mereka melindungi mujahidin di rumah-rumah dan di kampung-kampung mereka meskipun ada banyak pemeriksaan intelejen dan meskipun banyak tersebar mata-mata pemerintah boneka ini. Penduduk wilayah Kabul memberikan bantuan mereka kepada mujahidin dengan segala kemampuan mereka dan mereka tidak memperdulikan ancaman-ancaman dari musuh.
Ash Shumud: Terakhir apa pesan yang ingin antum sampaikan kepada para pembaca majalah Ash Shumud melalui wawancara ini?
Al ‘Umari: Pesan saya kepada bangsa kami yang merupakan bangsa mujahid adalah hendaknya mereka jangan menunda-nunda jihad dan membantu mujahidin pada periode yang sangat genting. Kami yang senantiasa memantau kondisi musuh yang bercokol di Kabul ingin mengatakan kepada bangsa kami bahwa musuh tengah dalam proses tumbang. Tentara dan pemerintah mereka tidak memiliki lagi mental untuk berperang dan eksis. Karena para petinggi pemerintah dan seluruh personalianya telah yakin bahwa mereka tidak akan mampu lagi menghadang serangan mujahidin. Mereka juga telah kehilangan rasa saling percaya di antara mereka. Maka pada periode jihad kita ini, kita semua harus selalu waspada terhadap berbagai konspirasi musuh, Dan kita semua juga harus melanjutkan jihad kita sampai dapat mengusir seluruh tentara musuh dari negara kita.
Sumber:
Majalah Ash-Shumud, edisi 64/VI bulan Syawwal 1432 H
www.alsomod-iea.info
Interview with Mujahidin
http://www.arrahmah.com
filter your mind, get the truth

0 komentar:

Al-Qur'an Digital

Terjemah

Barat Bungkam terhadap Nuklir Zionis

Syi'ah Tak Pernah Berperang Melawan Israel

Oleh, AM Waskito

Salah satu alasan yang membuat kaum Syiah Rafidhah selalu berbunga-bunga ialah sebagai berikut…

[=] Syiah adalah musuh terbesar Amerika dan Israel.

[=] Syiah adalah musuh utama Zionis Yahudi yang sangat ditakuti karena punya intalasi nuklir.

Sejarah Syiah: "Selalu Menusuk Ahlus Sunnah dari Belakang. Dan Tak Pernah Perang Melawan Orang Kafir."
[=] Hizbullah adalah sosok kekuatan Syiah yang selalu gagah-berani menghadang barisan Zionis Israel.

[=] Sementara Saudi, Kuwait, dan Qatar, selalu bermanis-manis kata dengan dedengkot Yahudi, yaitu Amerika.

[=] Revolusi Khomeini adalah revolusi Islam yang menginspirasi perjuangan gerakan-gerakan Islam di dunia.

Ya, kurang lebih begitu klaim para aktivis agama Persia (Syiah Rafidhah) ini. Di berbagai forum, kesempatan, termasuk dalam diskusi di blog ini, alasan-alasan itu selalu mereka munculkan. Seakan-akan, tidak lagi alasan bagi Syiah untuk tetap eksis di muka bumi, selain klaim-klaim seperti itu.

Lalu bagaimana pandangan kita sebagai Ahlus Sunnah tentang klaim kaum Syiah ini?

Mari kita bahas secara ringkas dan praktis, dengan memohon pertolongan Allah Al Hadi…

PERTAMA. Kaum Syiah Rafidhah itu terus bekerja keras dan sangat nafsu, agar mereka tetap diakui sebagai Islam, tetap dipandang sebagai Muslim, tetap menjadi bagian dari kaum Muslimin sedunia. Hal ini adalah hakikat siksaan spiritual yang Allah timpakan atas hati-hati mereka, selamanya. Mereka telah sangat berdosa karena mencaci, melecehkan, mengutuk, dan mendoakan keburukan atas isteri-isteri Nabi, para Khulafaur Rasyidin, dan para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Maka Allah pun menjadikan mereka selalu gelisah, takut, dan sangat menginginkan diberi label Islam atau Muslim. Mereka selalu dalam kebingungan seperti ini, layaknya Bani Israil yang kebingungan selama 40 tahun di Padang Tiih, karena telah menghina Musa ‘Alaihissalam dan Allah Ta’ala. Lihatlah manusia-manusia pemeluk agama Persia (Rafidhah) itu…mereka kemana-mana membawa laknat atas doa-doa laknat yang mereka bacakan untuk mengutuki manusia-manusia terbaik dari para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum.

KEDUA. Dalam sejarahnya, sejak zaman Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sampai hari ini, ketahuilah bahwa Syiah Rafidhah (agama Persia) ini tidak pernah berjihad melawan kaum kufar, baik itu Nashrani, Yahudi, musyrikin, dan orang-orang atheis. Syiah tidak punya sejarah jihad menghadapi kaum kufar. “Jihad” kaum Syiah sebagian besar diarahkan untuk menyerang kaum Sunni, sejak zaman dahulu sampai saat ini.

Mula-mula Syiah di Kufah mengundang Husein Radhiyallahu ‘Anhu datang ke Kufah, katanya mau dibaiat. Karena Husein sudah berangkat ke Kufah, oleh penguasa kala itu (Yazid bin Muawiyah) Husein dianggap bughat, sehingga boleh ditumpas. Waktu tiba di Kufah, tak satu pun kaum Syiah keluar untuk membaiat, menolong dan mendukung Husein. Posisi Husein sangat terjepit, akan kembali ke Madinah, dia sudah dianggap bughat. Meminta bantuan Kufah, tak satu pun Syiah yang akan menolong. Akhirnya, Husein ditumpas di Padang Karbala. Bahkan kala penumpasan itu, tak satu pun hidung Syiah menampakkan diri, walau sekedar untuk menolong korban dari pihak Husein dan keluarganya. Nah, peristiwa pembantaian Husein oleh kaum Syiah itulah yang selalu mereka rayakan dan nikmati dalam momen-momen Asyura. Air mata mereka mengutuk para pembunuh Husein, sedangkan hati mereka berucap: “Alhamdulillah Husein dan keluarganya telah binasa di Karbala.”

“Jihad” kaum Syiah berikutnya ialah membantu Hulagu Khan (penguasa Mongol) untuk menumpas Khilafah Abbassiyah. Kemudian mereka berusaha melenyapkan kaum Sunni di Mesir, tetapi berhasil ditumpas oleh Nuruddin Mahmud Zanki. Mereka terus menikam perjuangan Shalahuddin Al Ayyubi. Mereka juga selalu menjadi musuh Khilafah Turki Utsmani, selalu kerjasama dengan negara-negara Nashrani Eropa untuk melemahkan Khilafah Turki. Di zaman kontemporer, Revolusi Khomeini di Iran telah menumpas Ahlus Sunnah di Iran. Mereka juga menikam perjuangan mujahidin di Afghanistan. Mereka membantai Ahlus Sunnah di Irak, Libanon, Suriah, Yaman, bahkan mereka hampir menguasai Bahrain.

Singkat kata, tidak ada Jihad kaum Syiah dalam sejarah, selain “jihad” yang diarahkan untuk memusnahkan dan menghancur-leburkan kaum Sunni. Sejarah klasik dan modern sudah memaparkan fakta. Bahkan dalam kasus Iran Contra Gate terbongkar skandal besar. Ternyata, di balik gerakan Kontra di Nikaragua, Amerika memasok senjata kepada para gerilyawan itu. Darimana dananya? Dari hasil kerjasama jual-beli minyak dengan Iran. Padahal dalam kampanye dunia, sudah dimaklumkan bahwa Amerika itu sedang konflik dengan Iran. Tetapi di balik itu ada sandiwara “jual-beli minyak” yang menggelikan. Kasus ini sangat terkenal, sehingga seorang kolonel Amerika dikorbankan sebagai tumbalnya.

KETIGA. Apa sih yang dilakukan Hizbullah (Syiah Rafidhah) di Libanon kepada Israel? Apakah dia terlibat perang terbuka dengan Israel? Apakah dia menduduki wilayah Israel dan berusaha mengusir penduduk Yahudi? Ternyata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya melepaskan tembakan mortir ke arah pasukan Israel atau wilayah Israel. Atau mereka melakukan tembakan senapan, atau tembakan rudal anti tank. Hanya itu saja. Mereka tidak pernah terlibat perang terbuka vis a vis, seperti para pejuang Ahlus Sunnah di Irak, Afghanistan, Chechnya dan lainnya. Jadi singkat kata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya semacam “main-main” untuk membuang amunisi-amunisi ringan. Itu saja kok.

KEEMPAT. Dalam sejarah perang Arab-Israel, sejak merdeka tahun 1948 Israel sudah berkali-kali bertempur dengan pasukan Arab. Yang terkenal adalah perang tahun 48, perang tahun 67, dan perang tahun 70-an. Ia kerap disebut perang Arab-Israel. Setelah itu belum ada lagi perang yang significant. Dalam sejarah ini, lagi-lagi tiada peranan Iran sama sekali. Bahkan ketika Ghaza dihancur-leburkan Israel pada tahun 2008-2009 lalu, Iran lagi-lagi tidak terlibat apa-apa. Jadi, apa yang bisa dibanggakan dari manusia-manusia pemeluk agama Persia (Syiah Rafidhah) itu?

KELIMA. Menurut Ustadz Farid Okbah, di Iran itu sangat banyak orang-orang Yahudi. Menurut informasi, jumlahnya bisa mencapai 50.000 jiwa. Mereka bisa hidup aman dan sentosa di Iran, sedangkan Ahlus Sunnah hidupnya sangat menderita disana. Iran bersikap welcome kepada kaum Yahudi, dan sangat ofensif kepada kaum Muslimin. Ini adalah realitas yang sangat menyedihkan. Makanya tidak salah kalau ada yang mengatakan, Rafidhah lebih sadis dari orang-orang kafir lain.

Contoh yang sangat unik ialah kerjasama antara Hamas dan Iran. Banyak orang menyebutkan, Hamas kerap kerjasama dengan Iran. Hal itu konon berdasarkan sikap Syaikh Al Bana yang dulunya pernah berujar, bahwa Syiah adalah sesama saudara Muslim juga. Mereka sama-sama Ahlul Qiblah. Tetapi realitasnya, Ikhwanul Muslimin di Suriah dibantai puluhan ribu manusia disana oleh regim Hafezh Assad. Ternyata, regim itu dan anaknya, dibantu oleh Iran juga. Nah, ini kan sangat ironis. Hamas kerjasama dengan Iran, sementara Al Ikhwan di Suriah dibantai oleh regim Suriah yang didukung oleh Iran.

KEENAM. Propaganda bahwa Syiah Rafidhah itu musuh Zionis Israel, semua ini hanya propaganda belaka. Sejatinya mereka itu teman-karib, sahabat dekat, saling tolong-menolong, sebagian menjadi wali atas sebagian yang lain. Mereka ini selamanya tak akan pernah terlibat dalam peperangan. Kaum Yahudi membutuhkan Iran, sebagai seteru Ahlus Sunnah. Sedangkan Iran membutuhkan Yahudi, juga sebagai seteru Ahlus Sunnah. Dalam hadits Nabi Saw juga disebutkan bahwa kelak dajjal akan muncul dari Isfahan (salah satu kota di Iran yang saat ini banyak dihuni Yahudi) dengan 70.000 pasukan. Yahudi membutuhkan Iran, karena darinya akan muncul pemimpin mereka. Dan dalam literatur-literatur Syiah, sosok dajjal itu sebenarnya adalah sosok “Al Mahdi Al Muntazhar” yang selalu mereka tunggu-tunggu. Begitulah, banyak kesamaan kepentingan antara Syiah dan Yahudi.

KETUJUH. Fakta berikutnya yang sangat mencengangkan. Ternyata Syiah Iran juga menjalin kerjasama dengan China dan Rusia, dua negara dedengkotnya Komunis. Mereka ini umumnya kerjasama dalam soal industri, perdagangan, dan jual-beli senjata. Ketika Amerika berniat menjatuhkan sanksi akibat instalasi nuklir Iran, segera China dan Rusia memveto niatan itu. Kedua negara terang-terangan membela Iran. Begitu juga China dan Rusia juga membela regim Bashar Assad (semoga Allah Al Aziz segera memecahkan kepala manusia durjana satu ini, amin ya Mujibas sa’ilin) dari ancaman sanksi internasional. Sedangkan kita tahu, regim Suriah sangat dekat koneksinya dengan Iran. Jadi, kita bisa simpulkan sendiri posisi Iran di mata China, Rusia, dan regim Suriah.

Jadi kalau kemudian kita mendengar propaganda Syiah anti Yahudi, Syiah anti Amerika, Syiah anti Zionis, dan sebagainya…ya sudahlah, saya akan ketawa saja. Tidak usah dianggap serius. Anggaplah semua itu hanya “olah-raga kata-kata” saja (meminjam istilah seorang politisi busuk). Syiah selamanya akan berkawan dengan kaum kufar dan sangat apriori dengan kaum Muslimin (Ahlus Sunnah). Mereka itu lahir dari sejarah kita, tetapi wujud dan hatinya milik orang kafir. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Semoga artikel sederhana ini bermanfaat. Semoga kita semakin sadar, bahwa Syiah Rafidhah bukanlah kawan. Mereka membutuhkan istilah kawan selagi masih lemah. Nanti kalau sudah kuat, mereka akan menghancur-leburkan Ahlus Sunnah. Tetapi cukuplah Allah Ta’ala sebagai Wali, Pelindung, dan Penolong kita. Dialah sebaik-baik Pelindung dan Penjaga. Walhamdulillahi Rabbil a’alamiin

Kasus Solo Bukan Terorisme Tetapi Operasi Intelijen

MT Arifin
(Pengamat Militer dan Intelijen)



Pengamat Militer dan Intelijen dari Solo, MT Arifin menceriterakan, pasca terjadinya penembakan mati terduga teroris di Solo, Farhan dan Mukhsin oleh pasukan Densus, Jum’at (31/8/2012), dirinya langsung diwawancarai oleh stasiun televisi swasta nasional dari Jakarta. Dalam wawancara itu dia mengemukakan bahwa kasus Solo itu bukanlah terorisme tetapi merupakan operasi intelijen.

Namun anehnya, sehari kemudian dirinya mendapat serangan santet yang datangnya dari arah Jakarta. “Alhamdulillah, serangan santet itu berhasil digagalkan,” ungkap MT Arifin yang juga memahami masalah supranatural tersebut. Pengamat Militer dan Intelijen itu tidak mau menduga-duga, siapa yang memerintahkan serangan jahat melalui ilmu hitam tersebut.

Berikut ini wawancara Tabloid Suara Islam dengan MT Arifin seputar terorisme dan operasi intelijen untuk menciptakan keadaan dan mengalihkan isu krusial yang terjadi pada pemerintahan SBY.


Mengapa kelompok Islam selalu disebut teroris, sedangkan Kristen seperti RMS dan OPM separatis, padahal mereka lebih banyak menimbulkan korban bagi personil TNI dan Polri ?

Persoalan istilah teroris dan separatis bukan stigmatisasi terhadap kelompok yang melakukan perlawanan pada institusi resmi, tetapi didasarkan atas konsep politik yang berkaitan dengan sifat yang ingin dilakukan dengan melakukan tindakan itu. Separatis konsepnya berkaitan dengan pemisahan, misalnya suku atau daerah ingin memisahkan diri dari negara. Sedangkan teroris konsep politik yang berkaitan dengan tindakan kekerasan untuk membentuk opini publik dan melakukan tekanan terhadap kekuasaan. Jadi dasarnya adalah konsep politik.

Dalam konteks Kenegaraan, lebih berbahaya mana antara teroris dan separatis ?

Persoalannya bukan lebih berbahaya mana antara teroris dan separatis. Persoalannya adalah gerakan itu menimbulkan efek yang bagaimana. Kemudian akibat dari efek itu akan menimbulkan konsekuensi-konsekuensi politik tertentu. Kalau dulu sampai sekarang separatis dihadapi oleh angkatan perang, tetapi kalau teroris dihadapi polisi. Kalau sekarang separatis dihadapi polisi, itu tergantung UU. Misalnya, kalau dianggap sebagai suatu tindakan yang membuat kekacauan di masyakarat dimana law and order terganggu, biasanya dihadapi polisi. Tetapi kalau sudah perlawanan total secara resmi, maka akan dihadapi militer dan semuanya dipengaruhi UU yang berlaku.

Mengapa sasaran Densus selalu umat Islam, padahal Kristen juga banyak terorisnya seperti Laskar Kristus yang aktif melakukan latihan militer di berbagai tempat tetapi dibiarkan saja ?

Kalau dilihat secara keseluruhan sebenarnya tidak begitu, terbukti Tibo cs yang melakukan pembantaian terhadap umat Islam di Poso juga dihukum mati. Sebenarnya kalau dilihat dari segi hukum, siapapun dan apapun kelompok tanpa pandang bulu diberlakukan sama. Memang di Indonesia yang sering jadi sasaran adalah umat Islam karena mayoritas. Kemudian dilihat dari pergerakan dan sejarah serta rumusan yang ada di jaringan intelijen, yang menjadi sasaran berbahaya adalah umat Islam sejak kasus pemberontakan DI-TII pada masa Kartosoewirjo. Kalau saya baca di berbagai buku intelijen, memang berasal dari sana. Sehingga Islam menjadi satu corak yang dianggap sangat menonjol. Pertanyaannya, mengapa kelompok non Islam tidak melakukan itu, karena mungkin mereka tidak terlalu besar dan lebih banyak melakukan gerakan separatisme seperti RMS dan OPM. Sebenarnya umat Islam juga pernah melakukan gerakan separatisme seperti GAM di Aceh.

Saya kira juga dipengaruhi perkembangan di tingkat global, terutama munculnya terorisme di tingkat internasional akibat kegagalan menyelesaikan kasus Afghanistan, terutama setelah terjadinya perpecahan antara kelompok Mujahiddin dengan AS pasca kekalahan Uni Soviet di Afghanistan. Juga setelah terjadinya perbedaan pendapat antara AS dengan Irak masalah minyak yang menyebabkan terjadinya Perang Teluk Persia II setelah Irak menyerbu Kuwait (1990) sampai invasi pasukan AS ke Irak (2003) yang menyebabkan jatuhnya pemerintahan Saddam Hussein. Memang setelah itu terjadi suatu pergerakan dimana Islam bangkit menjadi kekuatan pengontrol terhadap Pan Americanisme. Sehingga menjadi suatu merek yang sangat laik pasar dan itu berpengaruh terhadap Indonesia. Persoalannya, karena wilayah umat Islam di Timur Tengah kaya akan minyak bumi dan biaya produksinya sangatlah murah jika dibandingkan dengan wilayah lain yang biaya produksinya sangatlah tinggi, karena itulah wilayah umat Islam selalu menjadi sasaran negara lain.

Apa korelasi antara terorisme dengan persediaan minyak dunia ?

Tahun 2000 lalu ada pertemuan ahli intelijen internasional dari Barat yang membahas persoalan hubungan internasional, dimana dinyatakan bahwa dunia Barat sangat kritis akan kebutuhan minyak. Karena itu minyak bumi menjadi salah satu fokus persoalan hubungan antar bangsa dan kebetulan yang menjadi masalah adalah kontrol Islam atas Barat setelah bubarnya Uni Soviet. Kemudian Islam menjadi kekuatan utama yang akan mengontrol pada saat Barat melihat minyak sebagai fokus persoalan antar bangsa, karena itu menimbulkan terorisme internasional.

Kalau sebelumnya ada terorisme nasional yang melahirkan gerakan seperti IRA di Irlandia dan gelombang kedua melahirkan terorisme ideologis seperti Tentara Merah di Jepang dan Italia, sekarang terorisme internasional memperebutkan SDA strategis seperti minyak dan Islam menjadi kekuatan utamanya. Sehingga lahirlah Teori Samuel Huntington yang menganggap Islam sebagai musuh Barat setelah jatuhnya Uni Soviet. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap Indonesia yang memiliki ketergantungan bantuan, peralatan, kerjasama, pendidikan, pelatihan dan utang dari Barat.

Selama ini Densus dibentuk, dilatih serta dibiayai AS dan Australia. Bagaimana komentar Anda sebagai pengamat militer dan intelijen ?

Bukan dibiayai, justru kita yang minta bantuan kesana karena tidak memiliki dana. Ada sebuah kritikan yang berasal dari pengamat intelijen pada beberapa kasus terorisme. Katanya bukan untuk persoalan terorisme, tetapi untuk membentuk opini dan menghentak negara yang dijadikan sasaran donatur. Karena itu sekarang bukan persoalan teroris, sebab kalau dilihat dari standar terorisme secara internasional, teroris bukan seperti di Indonesia dimana mereka menembak dengan pistol. Jadi perlu adanya standar mana yang disebut teroris dan mana yang disebut kejahatan, jadi harus jelas. Sebab jika tidak, maka nanti kalau proyek yang laku teroris, maka semuanya akan dimasukkan ke dalam kerangka teroris.

Jadi semakin ramai teroris, semakin menguntungkan Densus ?

Persoalannya bukan Densus, tetapi pemerintah. Kebetulan dana yang masuk ke pemerintah sebagian dioperkan ke kepolisian melalui Densus. Itu kan kerjasama antara pemerintah, apalagi polisi berada di bawah Presiden. Jadi yang menjadi persoalan bukannya Densus, tetapi pemerintah. Polisi selalu menjadi sasaran, padahal polisi hanya menjalankan perintah siapa lagi kalau bukan dari Presiden, dimana sekarang kita sedang menjalankan sistem Presidensial. Polisi sebenarnya tidak punya apa-apa, seumpama disuruh ke Timur ya ke Timur, disuruh ke Barat ya ke Barat.

Mengapa BNPT dan Densus selalu dikendalikan mereka yang anti Islam seperti Ansyaad Mbai, Gories Mere dan Petrus Golose ?

Tidak begitu, aparat dasarnya adalah prestasi. Jadi persoalannya bukan Islam dan non Islam. Orang non Islam yang senang pada Islam juga banyak, sebaliknya orang Islam yang tidak Islamis juga banyak. Justru kadang-kadang kelemahan kita dalam melakukan penilaian selalu bertolak-belakang dari Islam dan non Islam. Bagaimanapun juga mereka tidak memiliki kekuasaan apa-apa kalau tidak diberi wewenang. Jadi persoalannya kelembagaan, yang bekerja bukan hanya dia tetapi sebuah tim besar. Banyak polisi yang Islamnya bagus, tetapi persoalannya adalah dalam rangka pengamanan lembaga negara.

Jadi muaranya tertuju pada Presiden ?

Muaranya pada misi dari sebuah nation yang ditafsirkan pemerintah. Semestinya yang bertanggungjawab adalah pemerintah, bukan polisi.

Bagaimana pandangan Anda mengenai Program Deradikalisasi yang digerakkan BNPT ?

Saya jelas tidak setuju, dalam arti titik tolaknya darimana. Persoalan radikal dan tidak radikal akan dipahami dari konteks pengetahuan dan sikap radikal karena apa. Dalam UU Politik ada persoalan yang dinyatakan radikal. Jadi sikap radikal itu bukan persoalan orang itu radikal atau tidak radikal, tetapi dibangun oleh pengetahuan terhadap perkembangan nasional dan internasional serta rasa kesadaran akan ketidakadilan. Misalnya, pemerintah dalam mengatasi persoalan dianggap tidak adil, maka ini yang membentuk sikap radikal.

Jadi persoalan deradikalisasi semestinya berkaitan dengan bagaimana pemerintah mencoba untuk melaksanakan tujuan pemerintahan mengenai keadilan, kesejahteraan rakyat, menegakkan kebenaran, menegakkan hukum dan sebagainya. Pada saat sekarang telah terjadi kesenjangan yang tajam, mengenai pandangan pemerintah dan sikap yang dimiliki kelompok Islam dan non Islam serta hubungan antar mereka. Kesenjangan itu dipengaruhi informasi yang dimiliki dan perubahan sosial yang tinggi. Hal itu menyebabkan ketajaman hubungan karena terjadinya revolusi kebudayaan, dimana di Indonesia terjadi pada saat era reformasi sekarang. Itu yang menimbulkan persoalan dan tidak diantisipasi dengan program politik yang sistematik. Berbeda dengan Korea Selatan, sudah diantisipasi sejak awal bagaimana mengatur anak-anak main games. Tetapi disini tidak dan ini yang menjadi masalah. Jadi persoalan radikal dan tidak radikal adalah persoalan proses yang dialami oleh warga negara dalam kehidupan bermasyarakat akibat adanya kesenjangan tertentu.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai rencana BNPT yang dipimpin Ansyaad Mbai untuk melakukan Sertifikasi Ulama ?

Saya kira itu tidak tepat, sertifikasi untuk apa ? Memang salah satu problem di kalangan ulama, da’i dan mubaligh adalah dalam menghadapi persoalan dimana banyak sekali pengajian yamg diberikan kelompok muda tamatan pesantren kilat. Hal ini juga terjadi di kalangan Kristen yang diberikan kelompok muda tamatan kursus Injil. Dalam memberikan ceramah, mereka belum sampai pada tingkat dengan wawasan luas, kemudian berceramah dengan sikap fanatik, dimana akhirnya menimbulkan hasil kontra produktif. Di kalangan pemuda Kristen yang fanatik juga banyak sekali dan saya mendapat laporan ini dari salah seorang pimpinan Univeristas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah. Jadi yang terdapat kelompok fanatik bukan hanya Islam saja tetapi juga Kristen. Tetapi masalahnya Islam di Indonesia mayoritas mutlak sehingga yang menonjol fanatismenya adalah Islam, padahal di Kristen juga banyak sekali yang fanatik dan fundamentalis. Fanatisme akibat itu semestinya dibicarakan dan diatasi masing-masing agama.

Apakah Sertifikasi Ulama yang akan dilakukan BNPT merupakan penghinan terhadap ulama ?

Saya kira itu tidak ada artinya. Sertifikasi biasanya pada program fungsional yang bersifat karier. Kalau ulama kan bukan jabatan karier. Sekarang persoalannya bagaimana strategi untuk menghadapi ekses-ekses itu.

Kembali ke terorisme, apakah operasi pemberantasan teroris yang digerakkan BNPT dan Densus memang proyek yang menguntungkan, dimana semakin banyak teroris yang berkeliaran maka semakin membuat kantong mereka tebal ?

Dulunya operasi semacam ini dilakukan militer dan intelijen. Jadi operasi anti terorisme bagi polisi adalah hal baru. Sekarang yang menjadi persoalan adalah bagaimana meningkatkan kinerja polisi agar menjadi lebih professional. Tetapi bukan berarti saya mengatakan kalau polisi sekarang tidak profesional dalam menanggani kasus terorisme. Namun berdasarkan kasus yang ada, seharusnya polisi meningkatkan profesionalismenya, sehingga tidak sering melakukan kesalahan target atau sasaran. Polisi juga perlu meningkatkan pemahaman terhadap penegakan hukum dan perlindungan HAM. Selain itu persoalan terorisme seharusnya dikaji dari persoalan yang lebih tinggi, bukan hanya linier.

Bagimana Anda melihat kasus penembakan mati terhadap terduga dua teroris oleh Densus di Solo baru-baru ini ?

Saya melihatnya itu operasi intelijen, bukan terorisme. Perkara kemudian dikaitkan dengan terorisme, itu bisa saja. Karena dalam operasi itu digunakan orang yang mau. Bedanya, operasi intelijen dimaksudkan untuk menciptakan suatu keadaan, tetapi kalau terorisme menggunakan kekerasan untuk mempengaruhi suatu kebijakan. Banyak sekali kasus terorisme, tetapi kalau dilihat dari ilmu pengetahuan tentang terorisme, sesungguhnya bukan terorisme.

Kasus di Solo itu jelas merupakan operasi intelijen, jika dilihat dari sifat-sifatnya. Karena sekarang proyek yang paling laku dijual ya terorisme. Seorang teroris tidak mungkin mengaku dirinya sebagai teroris. Juga tidak mungkin teroris berkali-kali nongkrong pada satu tempat. Kalau teroris, begitu mengebom tidak akan kembali lagi ke tempat itu sampai puluhan tahun. Karena itu kita harus memperjelas, apa terorisme itu. Jangan sampai mendefinisikan terorisme dengan pola-pola kriminal. Sekarang yang terjadi di Indonesia, melihat terorisme sebagai pergerakan kriminal. Masak teroris hanya nongkrong disitu-situ saja, tidak berpindah-pindah tempat. Seharusnya teroris tidak seperti itu, karena konsekuensinya mati. Saya kira terorisme sebagai suatu cara untuk mengalihkan isu. Sebab kalau ada persoalan yang muncul di pemerintahan, maka untuk mengalihkan isu muncullah operasi pemberantasan terorisme. Kalau sudah begitu, semua media massa pasti akan melupakannya dan mengarahkannya kesana.

Kalau kasus penembakan mati dua orang terduga teroris di Solo, untuk mengalihkan isu yang mana di pemerintahan SBY ?

Kita lihat dari kategorinya, seperti kasus M Thoriq di Tambora, Jakarta. M Thoriq sudah diamati sejak setahun lalu, tetapi mereka baru menangkapnya pada saat diperlukan untuk mengalihkan isu. Seperti kasus Solo, adanya pemberitaan seorang anggota Densus yang mati tertembak tidak sebagaimana yang saya peroleh kabarnya. Juga kasus polisi yang tertembak di Prembun Purworejo beberapa waktu lalu. Kabarnya tertembaknya polisi tersebut hanya karena rebutan wanita, tetapi kemudian dikabarkan karena ditembak teroris. Waktu itu saya sudah protes pada salah seorang pejabat kepolisian di Polda Jateng, tetapi katanya sudah dilaporkan kasus yang sebenarnya ke Mabes Polri, tetapi ketika sampai di Jakarta ceriteranya jadi berubah menjadi kasus terorisme.

Banyaknya kasus terorisme, apa memang tujuannya untuk mendiskreditkan umat Islam Indonesia yang mayoritas ?


Persoalannya bukan umat Islam. Persoalannya kasus terorisme bisa digunakan untuk berbagai kepentingan. Seperti kepentingan untuk mengalihkan perhatian, peningkatan program sehingga mendapat dana yang besar, agar kinerjanya terlihat efektif dan sebagainya. Jadi kebetulan saja mereka latar belakangnya beragama Islam.

Mengapa setiap menjelang kedatangan pejabat tinggi AS ke Indonesia, selalu muncul kasus terorisme, seperti baru-baru ini menjelang kedatangan Menlu Hillary Clinton ?

Kalau itu bisa saja penafsiran-penafsiran, tetapi benar dan tidaknya kita tidak tahu. Karena dalam kasus terorisme di Indonesia sering kali terjadi kekurangan data, maka perlu dibuat data baru, sehingga dalam berbagai kasus terjadi seperti itu.

Bagaimana menurut Anda, sikap umat Islam Indonesia dalam menghadapi kasus terorisme yang sering terjadi ?

Pertama, media massa tidak memberitakan tentang terorisme dan penyelesaiannya. Kedua, umat Islam sebaiknya bersikap tidak reaktif. Sebab kalau bersikap reaktif maka ibarat paling enak dioper bola, pasti akan memburu. Jadi begitu ada isu terorisme muncul, pasti ada masalah yang sangat kritis di pemerintahan. Jadi sepertinya umat Islam tidak terkendali dan paling mudah dioper bola agar memburunya. Ketiga, umat Islam perlu mengetahui berbagai informasi strategis.

Sebab salah satu permasalahan yang dihadapi umat Islam Indonesia sehingga mudah menjadi radikal adalah karena membaca buku-buku terjemahan dari luar yang sangat berbeda dengan kondisi dan situasi di Indonesia. Pasalnya, ketika agama jauh dari kajian kebudayaan, maka akan cenderung radikal. Sebaliknya, tatkala agama dikembangkan atas dasar pergulatan antara masyarakatnya dengan kebudayaan, maka akan cenderung tidak radikal, sebagaimana dakwah yang dikembangkan para Wali Songo dengan melalui pendekatan kebudayaan.

Abdul Halim